Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Kekesalan Pedro


__ADS_3

**Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺**


Rere makan dengan lahap, gadis itu seperti orang sesat yang sudah tiga hari tidak makan. Dia bahkan tak peduli dengan tatapan jenggah Pedro padanya.


"Dasar rakus," sindir Pedro.


"Pedro," tegur Anjani menggeleng


Rere baru sadar bahwa dirinya jadi pusat perhatian. Gadis itu langsung kikuk, apalagi melihat tatapan tajam Pedro padanya. Sedangkan Alexander dan Anjani tersenyum simpul, sifat Rere tidak jauh beda dengan Leona ketika pertama kali datang ke rumah ini. Hanya saja karena terlalu banyak nya hal yang di alami oleh wanita tersebut sehingga menjadikan dia sedikit dingin.


"Tidak apa-apa Rere. Lanjutkan saja makan nya," ucap Anjani tersenyum.


"Iya Nak, jangan malu-malu," sambung Alexander.


Pedro menelan salivanya ketika melihat cara makan Rere. Lelaki itu menggeleng beberapa kali, ini namanya definisi gadis bar-bar dan rakus. Heran, porsi makan Rere sangat banyak tetapi kenapa badannya malah ideal tidak gemuk seperti wanita-wanita yang hobby makan.


Selesai makan, mereka berkumpul di ruang tamu mansion mewah Pedro. Lagi-lagi Rere berdecak kagum seperti orang kampung baru pertama kali melihat bangunan megah. Pantas saja perusahaan Pedro besar, sebanding dengan rumah nya.


"Ada apa Papa memanggil ku ke sini?" tanya Pedro sambil menyesap teh manis kesukaan nya.


"Apa benar kamu mengurus Ben ke Bandung dan memberikan Tasya pekerjaan?" tanya Alexander.


Pedro mengangguk. Dia tak mengelak sama sekali. Meski rasa sakit karena penghianatan Tasya, bagaimanapun dia masih memiliki rasa iba terhadap wanita tersebut. Apalagi melihat kehidupan Tasya yang jauh berubah.


"Kamu masih memiliki hubungan sama dia?" tanya Anjani menyelidik. Bukan Anjani ingin mengatur hidup Pedro. Namun, Tasya bukan wanita yang baik untuk putranya itu.


"Tidak, aku hanya membantu nya," jawab Pedro.


Rere hanya mendengarkan sambil manggut-manggut. Dia tidak paham apa yang bicarakan orang dewasa tersebut. Dia tak mengenal Pedro sebelum nya meski pernah mengenal nama pria itu yang sering di bicarakan oleh media sosial. Apalagi ketika sidang perceraian Pedro dan Leona, lelaki itu menjadi viral.


"Bukan Mama ingin mengatur hidup kamu Pedro. Mama hanya tidak ingin kamu terjebak lagi karena masa lalu," ucap Anjani.


Pedro mengangguk. Dia merasa lega karena kedua orang tua nya tidak lagi memaksa dia menikah. Mungkin Alexander dan Anjani trauma atas kejadian yang menimpa rumah tangga Pedro.


"Apa kamu masih berniat merebut Leona dari Pedho?" tanya Alexander menyelidik.


Pedro menghela nafas panjang, "Aku memang masih mencintai Leona, Pa. Tapi untuk merebut nya itu tidak mungkin. Kak Pedho lebih pantas bersama Leona," jawab Pedro.

__ADS_1


Melupakan seseorang yang pernah ada itu memang tidak mudah. Butuh waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Apalagi Pedro menutup diri terus dunia luar.


Rere menatap Pedro kasihan. Ternyata dibalik wajah tegas Pedro yang suka marah-marah, dia adalah seseorang yang kesepian dan butuh seorang teman untuk mencurahkan segala isi hati nya.


"Sabar ya, Son. Mama yakin suatu saat nanti kamu akan bertemu seorang wanita yang sungguh-sungguh mencintai kamu. Keputusan kamu untuk melupakan Leona adalah pilihan yang tepat. Biarkan dia bahagia bersama Kakak kamu, bukankah cinta terbaik itu ketika kita mampu melepaskan orang yang kita sayang demi kebahagiaan nya?" ucap Anjani menasihati Pedro sambil mengusap punggung tangan anak nya itu.


"Iya Ma," sahut Pedro.


.


.


Pedro dan Rere kembali ke kantor, setelah jam makan siang akan ada beberapa meeting yang akan pimpin oleh Pedro bersama para direksi.


"Kamu tol_"


Pedro mendengus kesal ketika melihat Rere tertidur di mobil. Mulut gadis itu terbuka dengan air liur yang keluar dari mulut nya.


Pedro mendelik jijik. Beberapa kali lelaki itu menggeleng tak percaya, kadang dia merasa bodoh karena telah memilih Rere menjadi sekretaris nya. Lihatlah, saat bersama boss nya saja Rere enak-enak tidur seperti dia yang boss.


Tanpa sadar lelaki itu tersenyum, ingin rasa nya di menendang Rere keluar dari mobil. Namun, ketika melihat wajah polos dan tenang itu hatinya seketika hangat, apalagi mendengar dengkuran halus yang keluar dari mulut Rere. Bagaimana bisa dia tega menendang gadis menggemaskan tersebut.


Pedro menepikan mobilnya. Lelaki itu melepaskan jas ditubuh nya lalu menyelimuti Rere yang memeluk tas Pedro. Meski membuat kesal dan menyebalkan, sesungguhnya gadis ini menyenangkan dan dapat menghibur di kala Pedro lelah.


"Dasar perusuh kecil," cibir Pedro menarik hidung Rere dengan gemas.


Gadis itu sama sekali tak terganggu, dia tetap tidur dengan nyaman. Hari ini benar-benar lelah, sudah lupa sarapan. Di marahi Pedro lagi, serta mengerjakan tugas meeting yang bejibun. Sehingga dirinya yang masih awam dalam dunia pekerjaan itu benar-benar kelelahan.


Pedro kembali melajukan mobilnya. Dia merasa seperti seorang supir yang tengah menemani nona muda liburan.


.


.


"Awwwww," ringgis Leona.


"Sayang." Pedho meletakkan putri kecilnya dan berhambur kearah sang istri.

__ADS_1


"Sayang kenapa? Apa yang sakit?" tanya lelaki itu panik.


"Perut ku sakit sekali Kak," keluh Leona.


"Sayang, duduk dulu. Aku akan hubungi Luiz," ucap Pedho membantu Leona duduk di sofa.


Wajah Leona tampak pucat. Dia sedang mengalami tamu bulanan ditambah dengan bekas operasi karena melahirkan itu, membuatnya terasa pedih. Padahal Luiz sudah memberikan obat-obat mahal agar luka operasi Leona cepat sembuh. Namun karena daya tahan tubuh wanita itu melemah sehingga membuat nya sakit lagi.


Pedho segera mengambil ponselnya dan menghubungi Luiz yang sedang di rumah sakit. Luiz memang tinggal disini untuk memantau kesehatan Leona.


Sel kanker dalam tubuh Leona beberapa sudah mati karena kemoterapi, tetapi ada beberapa juga yang masih aktif. Sehingga Luiz dan Andika melakukan perawatan rutin setiap minggu nya untuk memastikan agar sel kanker tidak lagi menyebar.


Sementara Andika dia fokus merawat Lea. Apalagi saat ini kondisi adik sepupu nya itu masih kurang stabil, ditambah dengan Lea yang tidak mau mendengar ucapan dan larangan sang kakak, membuat Andika harus ekstra menjaga adiknya itu.


"Sayang, tunggu sebentar ya Luiz sedang di jalan," ucap Pedho mengelus perut istrinya.


"Aku tidak apa-apa, Kak," sahut Leona lirih. Padahal rasa perih di bagian perut nya menyeluruh sampai menyerap ke tulang-tulang.


Pandangan Leona mulai kabur, wajah nya pucat fasih.


Brugh


Wanita itu jatuh kedalam pelukan suaminya.


"LEONA," teriak Pedho


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan vote ya guys.......


Mampir yuk ke karya baru author..


Love is Hurt (Poligami Pernikahaan)


Terjebak Pernikahan dengan pria beristri


Demons Lucifer and the power of Chi (Novel fantasi pertama ku, mohon dukungan nya teman-teman)

__ADS_1


__ADS_2