Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Aku ikhlas melepasmu


__ADS_3

**Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡**


Leona duduk di brangkar rumah sakit. Pedho menyuapi wanita itu dengan telaten dan sesekali membersihkan sudut bibir Leona yang sedikit belepotan


"Kamu ini makan seperti anak kecil saja." Pedho geleng-geleng kepala sambil tersenyum gemes.


"Bubur buatan Kakak enak. Aku suka Kak!" seru Leona. Dia memang menyukai bubur, apalagi bubur ayam


"Hem. Hem," Yuna berdehem. "Kalau di lihat-lihat kalian berdua ini cocok juga," goda Yuna tak lupa tersenyum jahil.


"Yuna," desah Leona, pipinya bersemu merah.


Pedho salah tingkah sendiri. Walau bagaimanapun Leona masih istri Pedro karena mereka belum sidang.


Yuna tertawa lebar. Dia yakin jika Pedho menyukai Leona. Terlihat dari cara lelaki ini memperlakukan Leona. Yuna berharap jika Pedho sungguh-sungguh ingin bersama Leona, dia akan memperjuangkan wanita tersebut sepenuhnya hati.


"Leona," panggil seseorang yang berdiri didepan pintu.


Tawa ketiga orang itu terhenti. Mereka kompak melihat kearah pintu masuk. Tampak Pedro berjalan dengan tatapan sendu dan penampilan yang berantakan tak terurus.


"Pedro," gumam Leona melihat suaminya.


Wajah Pedho dan Yuna berubah masam. Apa lagi yang mau Pedro lakukan datang kesini? Tidakkah cukup lelaki itu menghancurkan hati Leona.


"Leona." Pedro berjalan masuk dengan langkah pelan.


Leona menatap Pedro. Jujur saja dia merindukan lelaki ini. Bagaimana pun Pedro masih suami nya dan lelaki yang ia cintai hingga kini. Namun, rasa sakit yang diturihkan Pedro padanya meninggalkan luka yang mendalam.


"Kak, Yun. Bisa tinggalkan kami sebentar?" pinta Leona.

__ADS_1


Pedho mengangguk. Biarlah Leona menyelesaikan masalahnya sendiri. Pedho yakin jika Leona takkan kembali pada Pedro. Ia tahu bahwa wanita ini sekali di sakiti ia tidak akan kembali menaruh percaya pada orang yang telah menyakiti nya.


"Kalau ada apa-apa hubungi kami," pesan Yuna menatap Pedro sinis.


Leona mengangguk sambil tersenyum, "Iya Yun," jawab Leona.


Pedho dan Yuna keluar dari ruang rawat inap Leona. Setelah jatuh pingsan karena pertemuan nya dengan Pedro. Wanita itu sempat koma beberapa hari akibat sakit yang menyerang bagian kepalanya.


Kedua orang tua Leona belum tahu kondisi putrinya. Mereka memilih pulang kembali ke luar negeri daripada mencaritahu kondisi anaknya. Begitu juga dengan Anjani dan Alexander, karena Leona memang meminta Pedho merahasiakan penyakitnya. Ia tak mau membuat kedua mertua nya khawatir. Sebab kedua orang itu terlalu baik padanya.


"Ada Pedro?" tanya Leona dingin. Wanita itu memalingkan wajahnya kesembarangan arah. Ia belum berani menatap wajah pria yang masih dia rindukan itu.


"Apa kabar kamu?" Pedro duduk di kursi samping ranjang Leona


"Aku baik," jawab Leona menahan emosi yang seolah ingin membuncah didalam sana. "Kamu, ada apa kesini?" tanya Leona masih enggan menatap Pedro.


"Leona," mata Pedro berkaca-kaca, "Aku rindu sama kamu," ungkap Pedro menatap istrinya dengan tatapan penuh kerinduan.


"Aku minta maaf Leona. Aku, aku menyesali segala perbuatan ku. Tolong berikan aku satu kesempatan saja untuk kembali memperbaiki hubungan rumah tangga kita," pinta Pedro dengan permohonan.


Leona memberanikan diri menatap wajah Pedro. Dulu, lelaki ini adalah pujaan hatinya. Ia rela berubah menjadi siapa saja demi membuat Pedro terpikat pada pesonanya. Namun, lelaki itu justru menghempaskan semua harapannya. Membunuh perasaan yang dulu nya menggebu dan membiarkannya hancur seperti debu.


"Apa alasan kamu ingin kembali sama aku?" tanya Leona menatap suaminya. Lagi dan lagi, air mata menetes membasahi pipi nya, "Kamu tahu Pedro, luka yang kamu tanamkan dihati aku tidak akan pernah sembuh sekalipun aku kembali sama kamu," ucap Leona. "Aku ikhlas melepasmu, sekarang pergilah. Aku, tidak akan kembali padamu lagi. Tidak akan Pedro."


Pedro menggeleng. "Leona, tolong. Kali ini saja berikan aku kesempatan," Pedro memohon dengan linangan air mata membasahi pipinya sambil memegang tangan Leona.


Kedua pasangan suami istri itu saling bertangisan. Leona tak bisa melepaskan rasa sakit yang begitu erat memeluk dadanya. Tidak mudah ia melupakan perasaan yang telah dibunuh paksa oleh suaminya.


Sementara Pedro menyesali semua yang ia lakukan. Cinta setelah Penyesalan, begitulah yang dirasakan oleh Pedro. Ia baru sadar bahwa dirinya mencintai Leona. Namun terlambat karena perasaan itu ia ketahui setelah dia dan sang istri sebentar lagi akan bercerai di meja hijau.

__ADS_1


"Pedro," tangan Leona terulur mengusap wajah suaminya. "Ketahuilah satu hal, sesuatu yang sudah pergi tidak akan bisa kembali lagi. Begitu juga aku, kamu sudah terlambat untuk menarikku kembali ke dalam pelukan kamu," tandas Leona.


Pedro meresapi sentuhan hangat diwajahnya. Sentuhan yang dulu dia abaikan ketika Leona berani memeluk nya dari belakang. Sekarang, sentuhan ini mampu menenangkan jiwa resah nya. Apakah benar-benar tak ada lagi kesempatan untuk dia memperbaiki semua kesalahan nya. Pedro tak bisa melepaskan wanita ini. Tidak akan pernah bisa sampai kapanpun. Perasaan nya kini tumbuh memekar dan memenuhi sukma naluri nya.


"Tapi_"


"Kita bisa bahagia dijalan masing-masing. Kamu dan aku, tidak bisa bersama," potong Leona. Dadanya bagai di hantam oleh balok saat mengucapkan kata-kata tersebut. Ia pun masih mencintai lelaki ini. Namun, ia harus perlahan ikhlas bahwa dia dan Pedro takkan bisa bersama selamanya.


Andika dan Pedho masuk kedalam ruangan Leona. Ia takut jika Pedro melakukan sesuatu yang bisa melukai Leona.


"Waktu besuk nya sudah habis," ucap Pedho dingin. "Kamu bisa segera meninggalkan Leona sekarang," usir Pedho dengan nada pelan namun menusuk ke dalam sanubari.


Pedro malah menatap kakak nya dengan tatapan tajam. Lihat saja nanti, jika ia tak bisa memiliki Leona maka Pedho pun takkan bisa. Leona hanya milik nya dan tidak ada yang bisa merubah hal tersebut.


Pedro menarik Leona kedalam pelukannya. Ia tak peduli dengan pemberontakkan Leona.


"Lepaskan Pedro." Leona memberontak.


"Leona aku mohon. Tolong jangan tinggalkan aku Leona," ucap Pedro memeluk Leona kian erat


"Lepaskan Pedro," sentak Pedho menarik pria itu dengan kasar agar melepaskan pelukan nya dari tubuh Leona.


Pedro sampai terjerembab ke lantai akibat kuatnya tarikkan Pedho padanya. Lelaki itu berdiri sambil menatap kakak nya dengan tajam.


"Dasar bajingan,"


Pedro melayangkan tinju diwajah Pedho. Namun, secepat nya pria tersebut menahan tangan sang adik. Lalu ia meminting tangan Pedro dengan kasar.


"Kalau kamu masih menganggu Leona, aku tidak akan segan menghancurkan mu," ancam Pedho mendorong adiknya.

__ADS_1


Leona sudah ketakutan melihat suami dan kakak ipar nya hampir baku hantam. Ia tidak mau gara-gara dirinya orang lain jadi saling salah paham.


Bersambung....


__ADS_2