Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Penyesalan Pedro


__ADS_3

**Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺**


Pedro terbangun dari tidurnya. Ia baru sadar jika dia tertidur di lantai yang dingin. Menangis semalaman membuatnya tak sadar dan terlelap begitu nyaman.


Lelaki itu terduduk seperti orang gila. Ia memutar lehernya kesana-kemari seperti mencari sesuatu. Kenapa saat ia bangun pagi ini, semua nya terasa kosong dan hampa, ada partikel-partikel bagian hatinya yang hilang?


"Aku tak mengerti mengapa sebagian orang menyebutnya sebagai patah hati. Karena ketika aku bangun kudapati tubuhku rusak terpatah-patah," gumam Pedro menyeka air matanya.


Terbangun saja ia sudah mendapati dirinya berlinang air mata. Patah hati hebat ini mengguncang seluruh jiwa dan perasaan nya. Ia menolak takdir yang membuat cintanya berakhir.


Lelaki itu bangkit berdiri. Ia berjalan sempoyongan seperti orang gila. Pakaian nya berantakan dan kusut. Pedro duduk dibibir ranjang untuk menetralisir emosi yang mengendap. Ia tak pernah menyangka jika berpisah dengan Leona ternyata sangat sakit dari yang pernah ia bayangkan.


"Leona," ucapnya terdengar lirih.


Ini sudah pagi, pancaran sinar matahari menembus orden jendela kamarnya. Namun, pria itu masih enggan untuk menatap cahaya yang menampakkan diri dari sana. Ia masih menangisi cinta nya yang berakhir sampai disini. Rasa sakit yang kini ia rasakan lebih sakit dari yang pernah ia tanamkan.


Pedro berdiri dari duduknya. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tubuhnya seperti tak memiliki jiwa. Rambut acak-acakan dan mata sembab adalah bukti bahwa patah hati yang sekarang menyerang nya, tak hanya membuat jiwanya remuk tapi juga seluruh raganya meratapi kepergian cinta setelah penyesalan.


Pedro menguyur tubuhnya dibawah shower. Menikmati air itu membasahi kulit nya hingga membuat bulu-bulu tangannya bergidik tegak karena dinginya air tersebut. Ia membersihkan diri cukup lama. Tangisnya terkikis bersama butiran bening yang berjatuhan di lantai.


Ini hari pertama nya tanpa Leona. Pedro keluar dari kamarnya dengan pakaian lengkap. Biasanya ia rapi dengan stelan jas yang lengkap. Namun, kini ia tampak tak peduli bagaimana lagi penampilan nya.


"Selamat pagi Sayang," sambut Tasya tersenyum sumringah, "Kamu sudah bangun?" tanyanya, "Tadi aku ingin membangunkan kamu tapi kamarnya kamu kunci," ucapnya dengan sendu.


Namun Pedro tak peduli lelaki itu duduk di meja makan yang sudah tersedia hidangan untuk sarapan pagi. Lagi dan lagi bayangan Leona kembali terekam di kepalanya saat pagi menyinsing. Biasanya wanita itu akan menyambut nya dengan senyuman tipis yang enggan terkikis. Sambil duduk dengan nyaman lalu mengoleskan selai diatas dua lembar roti. Atau juga membanggakan nasi goreng buatannya dan menceritakan potongan daging ayam dan sosis yang ia tambahkan pada nasi goreng buatannya.

__ADS_1


"Silahkan sarapan Tuan," ucap Bik Lian meletakkan beberapa lembar roti di piring Pedro.


Lelaki itu menatap sendu roti yang sudah tertata rapi diatas meja. Ada segelas susu segar. Ada nasi goreng seafood kesukaan nya, ia tinggal memilih mana yang akan ia jadikan sebagai santapan pagi nya hari ini. Namun, seketika nafsu makannya berkurang ketika bayangan Leona melintasi benaknya.


Pedro mengambil satu potong roti lalu mengigit nya dengan pelan.


"Leona," lirihnya. Matanya kembali berkaca-kaca. Belum bisa ia terbiasa tanpa wanita itu.


Tasya duduk di kursi meja makan dengan wajah di tekuk kesal. Tanpa persetujuan Pedro mau pun keluarga Pedro, wanita ini memaksa untuk tinggal bersama Pedro di rumah mewah miliknya dan Leona.


"Pedro, sampai kapan kamu akan menangisi Leona? Kamu itu harus sadar kalau Leona tidak akan mungkin kembali lagi. Leona sudah pergi," ucap Tasya mengingatkan Pedro.


Pedro tak menanggapi. Ia malah tetap mengigit roti di tangannya. Lelehan bening tanpa warna itu kembali keluar dipelupuk matanya. Rapuh. Hancur. Patah. Begitulah perasaan yang kini tengah ia rasakan.


Bik Lian menatap Pedro kasihan. Dulu, Leona selalu sabar menghadapi sifat Pedro yang dingin seperti tak tersentuh. Sekarang tak ada lagi yang berusaha mengejar cinta lelaki itu selain Tasya, wanita yang telah mengkhianati nya.


"Pedro, tunggu." Tasya ikut masuk kedalam mobil Pedro.


Pedro menatap wanita itu tajam, "Apa yang kamu lakukan Tasya?" tanya nya dengan bentakan keras, "Keluar," usirnya.


"Tidak mau," tolak Tasya melipat kedua tangannya didada. "Aku mau ikut kamu," tegas Tasya tak mau kalah.


Pedro keluar dari mobil. Ia membuka pintu mobil dan menarik Tasya dengan kasar. Tak ada lagi rasa kasihan atau perasaan cinta yang dulu menggebu untuk wanita yang pernah ada dihatinya.


Pedro mendorong tubuh Tasya hingga wanita itu terjerembab diatas tanah.

__ADS_1


"Aku sudah bilang berkali-kali Tasya, jangan pernah menganggu hidupku lagi," hardik Pedro.


Pedro masuk kedalam mobil dengan membanting pintu mobil kuat. Tasya membuat emosinya naik. Entah kenapa melihat wanita itu membuat Pedro jijik membayangkan Tasya yang bersetubuh dengan pria lain.


Tasya merenggut kesal. Wanita itu berdiri sambil mengibas-ngibaskan tangan nya pada dress yang dia lapisi dengan jas putih kebanggaan nya.


"Kamu lihat saja nanti Pedro. Kamu akan menjadi milikku. Aku tidak akan menyerah untuk membuatmu kembali bertekuk lutut di kakiku," ucapnya kesal lalu masuk ke dalam mobil.


.


.


.


Pedro mengusar wajah nya kasar. Pagi ini benar-benar kacau. Hari pertama ia hidup sendiri dan ditambah lagi dengan kehadiran Tasya dirumahnya, membuat lelaki yang telah sah berstatus duda itu semakin kesal dan mengerutu pagi-pagi.


Tatapan Pedro kembali sendu sambil menyetir namun ia tetap fokus.


"Leona, aku tidak bisa jauh dari kamu. Aku tidak bisa Leona." Berulang kali, Pedro mengucapkan kata yang sama. Menolak berpisah dengan Leona. Namun, ia sebenarnya sudah sadar bahwa bagaimana pun ia menolak Leona tetap menjadi mantan istrinya.


"Aku akan rebut kamu kembali Leona. Aku tidak peduli dengan penolakkanmu. Untuk kali ini aku tidak akan membiarkanmu pergi," ucap Pedro yakin.


Penyesalan yang kini menyeruak masuk kedalam relung hati Pedro membuat ia seperti pria yang tak memiliki gairah untuk hidup. Kadang ia bertanya, kenapa cinta nya tumbuh disaat ia tahu siapa Tasya dan disaat Leona meminta berpisah? Kenapa perasaannya tak tumbuh sejak ia dan Leona masih bersama? Sekarang, mau menyesal juga percuma karena takkan membuat yang pergi datang kembali yang hilang muncul lagi.


Sampai dikantornya, lelaki itu langsung turun. Ia memberikan kunci mobil pada satpam agar memarkirkan mobil tersebut di parkiran.

__ADS_1


Pedro berjalan masuk dengan langkah lebar. Ia tak peduli pada tatapan para karyawan padanya. Perceraian nya dan Leona telah tersebar dimedia dan bahkan beberapa media dengan terang-terangan mengungkapkan kasus terjadi nya perceraian dipernikahan dua anak sultan itu. Pedro, lagi dia sama seperti yang ia katakan tidak akan pernah peduli. Ia sedang memikirkan cara agar Leona kembali ke dalam pelukannya.


**Bersambung..... **


__ADS_2