Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Mengadu


__ADS_3

**Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺**


"Mom."


"Leona."


Leona berhambur memeluk Juliet, sang Ibu yang sudah lama tak ia temui.


"Mommy, hiks hiks," wanita itu menangis dengan hebat di pelukkan sang Ibu. Mengungkapkan segala rasa sakit yang menghantam bagian dadanya.


"Maafkan Mommy, Girl," Juliet mengecup ujung kepala Leona dengan sayang.


Abraham menatap putrinya dengan perasaan bersalah. Dia sadar betapa banyak hal yang terlewati tanpa memperdulikan Leona. Dia terlalu asyik dengan kehidupan pribadinya. Terlalu asyik dengan uang hingga lupa bahwa anak nya itu kekurangan kasih sayang darinya.


"Hiks hiks Mommy," renggek Leona.


Leona tak pernah menangis sehebat ini dipelukkan Juliet. Jika dia sudah mengungkapkan nya lewat tangisan seperti ini berarti luka di hatinya tak main-main.


Abraham ikut memeluk kedua orang itu. Penyesalan hanyalah penyesalan. Betapa banyak waktu yang terlalu berharga ia sia-siakan hanya mengurus uang. Leona, putri bungsunya hidup tanpa kasih sayang nya. Sejak menginjak usia remaja, Abraham sibuk keluar masuk luar negeri. Bahkan pernah tak bertemu anaknya dalam setahun karena jarangnya ia pulang ke Indonesia.


"Daddy."


Leona membalas pelukan kedua orang tua nya. Dia ingin kedua orang itu merasakan betapa ia rapuh dan tak berdaya saat ini. Dunia nya tak baik-baik saja. Dunia nya hancur dan runtuh serta rata dengan tanah.


Lama ketiga orang itu saling berpelukan. Abraham dan Juliet kebetulan baru datang ke Indonesia, keduanya langsung menemui Leona. Tak bisa dipungkiri bahwa rindu pun tersemat untuk putri bungsunya ini.


Leona adalah sosok wanita ceria. Meski kekurangan kasih sayang tapi ia bisa menutupi segala kesedihan dengan senyuman yang dia lemparkan. Namun, saat menikah dengan Pedro, ia malah menjadi wanita lain. Memaksa dirinya lemah lembut dan dewasa agar laki-laki berstatus suaminya itu mau menerima dan mencintai dia apa adanya. Namun, apapun usaha yang Leona lakukan takkan bisa meluluhkan kerasnya hati Pedro.

__ADS_1


"Apa kabarmu Sayang?" Abraham mengusap pipi Leona. "Kamu sudah besar ternyata," Abraham terkekeh. Begitu lama nya ia tak sedekat ini dengan Leona, sampai ia sendiri tak menyadari pertumbuhan dari putrinya itu.


Ketika pernikahan Leona dan Pedro, dia hanya hadir saat pemberkatan saja. Karena saat itu sedang ada meeting penting di Jepang, setelah pemberkatan ia langsung berangkat tanpa menghadiri acara resepsi yang seharusnya.


"Daddy," Leona memegang tangan Abraham yang menempel dipipnya. "Leona rindu," kalimat yang dari dulu ia tahan dan tak mampu untuk diucapkan, kini terdengar jelas oleh Ayah nya.


"Daddy juga rindu Sayang. Maaf, Daddy..." Abraham menggeleng. "Daddy bukan Ayah yang baik buat kamu," ucapnya penuh penyesalan.


Leona tak pernah membenci kedua orang tua nya seperti Luiz. Ia bulan wanita pendendam dan mudah marah. Tapi jika kesabaran nya di uji, ia pun tak bisa biarkan dirinya terus disakiti.


Luiz dari tadi hanya terdiam saja. Lelaki yang satu ini dingin karena keegoisan kedua orang tua nya. Luiz tak habis pikir, harta apa lagi yang Abraham dan Juliet cari, padahal kekayaan mereka melimpah. Omset dari perusahaan yang mereka kembangkan meningkat setiap bulannya, keuntungan bisa mencari persentase diatas rata-rata. Lalu apa lagi yang mereka cari?


Juliet membawa Leona duduk disofa. Mereka memang jarang berkumpul lengkap seperti ini. Apalagi tinggal di negara terpisah tentunya waktu berkumpul hampir tidak ada.


"Nak, apa yang ingin kamu katakan?" tanya Juliet lembut. Ia baru sadar jika putrinya ini sangat cantik dan menawan.


"Rumah tangga kamu dan Pedro?" ulang Juliet lalu menatap suaminya


"Rumah tangga bagaimana Nak?" sambung Abraham yang masih belum paham.


Yang Abraham tahu jika kehidupan rumah tangga Leona dan Pedro baik-baik saja, meski saat ini belum dikaruniai seorang anak.


"Leona, ingin...." wanita itu menghela nafas panjang. "Leona ingin pisah sama Pedro, Mom," jawab Leona tegas dan yakin pada keputusan nya kali ini.


Abraham dan Juliet terkejut ketika mendengar ucapan putri mereka. Keduanya saling melihat bingung. Tak pernah terdengar permasalahan dirumah tangga Pedro dan Leona, tapi kenapa sekarang keduanya malah ingin berpisah?


"Berpisah bagaimana maksud kamu Sayang?" tanya Abraham masih tak mengerti.

__ADS_1


Leona menarik nafas dalam. Lalu ia menatap wajah kedua orang yang ada didepannya ini secara bergantian. Leona tahu, bahwa kenyataan ini berat untuk kedua orang tua nya. Selama ini yang menginginkan pernikahan Pedro dan Leona adalah Abraham dan Juliet serta Alexander dan Anjani, bukan Pedro dan Leona. Lantas, apakah orang tua mereka akan terluka jika akhirnya memilih menyerah memperjuangkan kehidupan rumah tangga yang selama lima tahun mereka bina.


"Pedro tidak mencintai Leona," jawab Luiz mewakili. Karena ia tahu jika adiknya berat untuk mengatakan kenyataan yang seharusnya diketahui oleh kedua orang tua nya.


"Tidak mencintai Leona?" gumam Abraham yang masih didengar oleh Luiz.


"Iya. Selama mereka menikah Pedro tidak pernah menganggap Leona sebagai istri nya. Bahkan dia menjalin hubungan dengan terang-terangan bersama wanita bernama Tasya, kekasih Pedro," jelas Luiz melihat adiknya dengan lekat.


"Kakak," Leona menggeleng.


"Kenapa Na? Kamu tidak usah tutup-tutupi lagi masalah kehidupan rumah tangga kamu. Daddy dan Mommy harus tahu agar mereka sadar bahwa suami yang mereka pilihkan buat kamu itu adalah orang yang salah," tegas Luiz menatap adiknya.


Lalu lelaki itu menatap kedua orang tuanya. "Apa kalian sadar Dad, Mom? Jika semua ini salah kalian. Seandainya kalian bisa bersabar sedikit dan menikahkan Leona dengan Pedho, aku yakin semua tidak akan seperti ini. Tapi karena ketidaksabaran kalian demi bisnis dan uang, Leona menjadi korban," ujar Luiz menatap kedua orang tua nya dengan kecewa.


Ya di percepatnya pernikahan Pedro dan Leona adalah saran dari Abraham yang harus menghadiri rapat penting di Jepang. Seharusnya mereka masih bisa menunggu beberapa hari lagi menunggu kedatangan Pedho dari Korea. Namun karena ketidaksabaran kedua orang tua nya yang akhirnya memutuskan Pedro sebagai pengganti mempelai laki-laki.


Sementara Leona menunduk sambil menangis. Jauh didalam hatinya ia pun kecewa. Tapi ia tak bisa marah karena ia mencintai suaminya. Dan sejak mengalami siksaan batin dalam rumah tangga nya, ia mulai sadar jika dia salah dalam mencintai.


"Leona," lirih Juliet menatap putri nya.


"Percuma kalian merasa bersalah Dad, Mom. Kehidupan Leona takkan sama seperti dulu lagi. Dia mencintai suaminya tapi suaminya sama sekali tidak mencintainya. Dia meminta berpisah bukan karena ia menyerah tapi dia tidak mau membuat Pedro merasa tak nyaman," ujar Luiz ia mengenggam tangan Leona. "Kalian lah penyebab penderitaan Leona. Kalian lah orang tua yang tidak memiliki rasa kasihan sedikit pun pada anak kalian sendiri," Luiz menarik adiknya itu dengan pelan agar bangun. "Sekarang, aku yang akan menjaga Leona. Aku takkan biarkan kalian atau Pedro menyakiti nya lagi," Luiz melihat kearah Abraham dan Juliet yang tampak terkejut dan terdiam ditempatnya.


"Ayo Na."


Luiz membawa Leona pergi dari hadapan Abraham dan Juliet. Sebagai seorang kakak ia sangatlah kecewa dan marah. Seandainya ia tahu dari awal bagaimana kehidupan Leona, pastilah ia orang pertama yang akan membawa adiknya itu pergi jauh


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2