Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Berubah


__ADS_3

**Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺**


Tasya Amalia wanita cantik berusia 31 tahun. Dia mencintai pria beristri bernama Leon Pedro Pannetha. Di cintai oleh lelaki sempurna seperti Pedro yang tega meninggalkan istrinya demi sang kekasih. Membuat Tasya gelap mata, dia melakukan one night stand bersama direktur rumah sakit tempat dai bertugas.


Menjadi kekasih Pedro adalah impian para wanita cantik. Tak hanya tampan, namun pria itu juga kaya raya dan selalu memenuhi kehidupan Tasya. Tasya yang diperlakukan seperti ratu itu malah melonjak dengan tingkahnya sendiri. Dia yang terlalu percaya diri bahwa Pedro akan menerima dia apa adanya, melakukan segala sesuatu sesuka hati. Dia tak memikirkan konsekuensi dari perbuatannya sendiri.


Perbuatan keji tak itu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya. Tasya tetap percaya jika Pedro akan menerima dia dan mau menikahinya, sebab dia yakin jika cinta lelaki itu padanya akan tulus. Sehingga dia mengakui semua perbuatannya pada Pedro. Namun sayang, lelaki yang dia sanggup sebagai belahan jiwanya tersebut justru tak menerima kondisi dirinya yang berbadan dua.


Kenyataan demi kenyataan menerpa hidup Tasya. Lelaki yang sudah menghamili nya tak mau bertanggung jawab lantaran sudah memiliki istri. Tak hanya sampai disitu, dia dipecat dari pekerjaan nya dan namanya telah di beri catatan hitam sehingga dia tidak bisa diterima bekerja di seluruh wilayah Jakarta.


Merasa tak ada jalan keluar, Tasya dengan tega mengugurkan bayi dalam kandungan nya. Berharap, dengan cara tersebut Pedro akan menerima dia kembali. Namun, sayang seribu sayang. Lelaki yang masih dia cintai sepenuh hati tersebut, tetap tak mau menerima dia apa adanya. Apalagi ternyata lelaki itu sudah mencintai mantan istrinya sendiri, Leona.


Berbagai cara Tasya lakukan untuk mendapatkan hati Pedro kembali. Dia dengan percaya dirinya pindah ke rumah Pedro dan berharap bisa meluluhkan hati lelaki itu. Semua cara di tempuh Tasya, dia tak lagi mementingkan harga diri. Baginya, mendapatkan Pedro dengan cara apapun bukan masalah sekalipun mungkin harga dirinya tak berarti apa-apa di mata lelaki itu.


Satu kata yang begitu menyakitkan keluar dari mulut Pedro dan membuat Tasya memilih mundur. Saat itulah Tasya menyadari semua perbuatan yang dia lakukan. Benar kata sang ibu, bahwa sesuatu yang diambil dengan cara paksa maka akan dirampas juga dengan paksa.


"Ibu makan dulu yaa," ucap Tasya pada Lena.


Lena wanita paruh baya, ibu dari empat orang anak. Suaminya sudah meninggal sejak anak-anak nya kecil. Dia harus berjuang menjadi orang tua tunggal untuk Tama dan Tasya serta kedua anak lelaki nya yang lain. Rasa kecewa dihati Lena pada anaknya kian menyeruak. Marah, malu. Semua bercampur menjadi satu.


"Ibu makan yang banyak, biar cepat sembuh," ucap Tasya sambil menyuapi Lena.


Lena mengalami stroke ringan, yang membuat dia tak bisa bergerak dan berbicara. Dia hanya bisa terbaring lemah diatas ranjang kamarnya. Seluruh tubuhnya kaku untuk digerakkan.

__ADS_1


"Minum obat ya, Bu," ucap Tasya lagi.


Tasya adalah penyebab sang ibu mengalami kelumpuhan. Akibat kinerja otaknya yang tidak seimbang mengakibatkan beberapa partikel dalam tubuhnya rusak.


"Bu," lirih Tasya matanya kembali berkaca-kaca. "Maafkan aku ya, Bu. Ini semua salahku," sambungnya


Tasya merasa bersalah ketika melihat Lena tak bangun dan bergerak seperti biasa. Memang dia yang membuat wanita paruh baya tersebut jatuh sakit. Pertengkaran terakhir mereka berakhir dengan Lena yang terjatuh sakit.


"Ibu cepat sembuh ya. Aku berjanji akan merawat Ibu sampai sembuh. Aku sudah terlalu banyak bersalah padamu. Harus nya aku mengikuti ucapanmu waktu itu," ucap Tasya penuh penyesalan. Dia benar-benar menyesal telah menjadi salah satu penyebab ibu nya terbaring seperti ini.


Lena yang tak bicara itu diam saja sambil menatap Tasya. Dia tahu jika putrinya ini sudah berubah dan mengakui kesalahannya. Namun, tetap perbuatan Tasya memang sudah keterlaluan. Menjadi orang ketiga di rumah tangga orang lain, hingga hamil anak pria lain dan membunuh darah daging nya sendiri.


Sebagai seorang ibu, Lena merasa gagal mendidik anak perempuan satu-satunya itu. Seandainya dia bisa membawa Tasya ke jalan yang benar, pasti anak nya itu tidak akan terjebak dalam hal-hal buruk seperti ini.


Tasya keluar dari kamar Lena. Dia tinggal bersama ibu dan kedua adiknya yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas. Sedangkan Tama sang kakak tinggal bersama istri dan anak-anak nya. Sebab istri Tama tak menyukai Tasya.


"Kak," panggil Theo.


"Iya Theo, kenapa?" tanya Tasya sambil duduk dikursi meja makan.


"Kak, uang sekolah kami sudah dua bulan belum dibayar. Kalau tidak dibayar, kami tidak bisa ikut ujian," adu Tristan, adik Tasya yang paling bungsu.


Theo dan Tristan saudara kembar yang tidak bisa manja. Kehidupan keras yang mereka alami membuat keduanya harus mandiri. Keduanya sempat menjadi bullyan teman-teman nya disekolah lantaran kasus Tasya yang tersebar di media sosial. Sebab, Tasya menjalin hubungan dengan pria berpengaruh seperti Pedro yang tentu kehidupan nya selalu di awasi oleh media.

__ADS_1


"Dua bulan?" ulang Tasya.


"Iya Kak, dua bulan belum dibayar," sambung Tristan.


Tasya terdiam. Dia sudah tak bekerja. Sebab namanya sudah di beri catatan hitam. Bahkan untuk menjadi kuli saja, jasa nya seperti tak berguna sama sekali. Padahal dia dokter ternama yang memiliki prestasi, namun karena ketamakan nya membuat dia kehilangan semua nya.


Uang tabungan Tasya habis terkuras untuk membiayai pengobatan Lena yang tidak ada perubahan sama sekali. Mobil dan apartemen pemberian pedro, juga habis terjual yang dia gunakan untuk kebutuhan hidup mereka selama Tasya tak lagi bekerja sebagai dokter.


"Berapa?" tanya Tasya sambil menghela nafas panjang.


"Delapan juta, Kak," sahut Theo.


Tasya memejamkan matanya sejenak. Salah dia juga yang mendaftarkan kedu adiknya disekolah elit. Dulu, dia wanita berduit. Selain gaji nya yang besar dia juga memiliki ATM berjalan, seperti Pedro. Namun, sekarang semua kemewahan itu tak lagi Tasya rasakan sejak dia menjadi orang asing di kehidupan lelaki yang dia cintai. Dia benar-benar kehilangan semuanya dalam waktu bersamaan.


"Nanti akan Kakak pikirkan," ucap Tasya memaksakan senyum.


"Iya Kak, jangan lama-lama. Kalau tidak, kami tidak bisa ikut ujian semester," jelas Tristan.


"Iya," sahut Tasya dengan nada berat


Uang senilai delapan juta rupiah itu, tentu memiliki nilai yang cukup tinggi jika tak memiliki pekerjaan yang menjanjikan. Apalagi Tasya tidak bekerja sama sekali. Mencari pekerjaan mu sangat susah. Padahal dia memiliki potensi yang bisa dikembangkan dalam banyak bidang. Namun, karena namanya yang sudah tak baik hingga tak ada satu perusahaan pun yang mau menerima dia kembali.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2