Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Rencana


__ADS_3

**Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡**


Anjani tampak melamun ditaman belakang rumahnya. Ia sedang menyirami tanaman bunga yang ia rawat sejak dulu.


Wanita paruh baya yang masih cantik dengan dandanan di wajahnya itu, terlihat lesu dan menghela nafas panjang.


"Leona," lirih nya.


Nama menantu kesayangan nya itu kini belum lepas. Ia masih menyanyangkan kandasnya pernikahan Pedro dan Leona. Anjani sedikit marah pada Leona, kenapa Leona tak memberi kesempatan pada Pedro? Padahal putranya itu sudah berubah dan hubungannya dengan Tasya juga kandas ditengah jalan.


Anjani melepaskan keran air nya. Wanita itu berjalan masuk ke dalam ruang mewah yang sudah ia tempati sejak pertama kali menikah.


"Kenapa Ma?" tanya Alexander melihat istrinya yang tampak gelisah.


"Papa." Anjani duduk disamping suaminya.


"Iya, ada apa?" Alexander meletakkan buku yang dia baca.


"Pa, Mama masih belum ikhlas Pedro pisah sama Leona Pa," ucap Anjani sambil memeluk lengan suaminya.


"Lalu?" kening Alexander berkerut heran.


"Ayo kita bantu Pedro agar bisa mendapatkan Leona kembali," ajak Anjani. Ia tahu permintaan nya ini tidak mungkin. Namun, ia tak bisa menahan diri untuk membiarkan Leona pergi. Apapun alasannya wanita itu harus tetap menjadi menantunya.


Alexander tercengang mendengar permintaan dan ajakan istrinya. Ia mendelik kearah wanita itu.


"Mama jangan aneh-aneh," sergah Alexander.


"Mama tidak aneh-aneh Pa. Mama hanya ingin Pedro dan Leona bersama lagi. Leona itu menantu kesayangan kita," ucap Anjani sendu. Dia juga patah hati setelah Pedro dan Leona sah bercerai.


Alexander menggeleng, "Papa tidak setuju Ma. Lebih baik Pedro berpisah dengan Leona, dari pada hidup Leona menderita. Meski Leona bukan menantu kita lagi, dia tetap putri kesayangan kita," tolak Alexander keras.


Anjani merenggut kesal suaminya ini memang tidak bisa diajak kerjasama untuk menyatukan kembali putranya dengan sang menantu.


"Pa," renggek Anjani.


"Sudahlah Ma. Papa mau istirahat." Alexander berdiri dari duduknya lalu melenggang pergi meninggalkan sang istri.


Anjani semakin kesal. Dia akan lakukan segala cara untuk membuat Leona menjadi menantunya lagi. Dia tidak peduli jika Leona menolak. Ia yakin bisa membuat hati Leona luluh, sebab Leona sangat menyanyangi nya.


"Aku harus menemui Pedro." Wanita itu mengotak-atik ponselnya dan mengirim pesan pada putranya bahwa ia ingin bertemu.

__ADS_1


"Leona, kamu tenang saja ya Nak. Kita akan kembali bersama," ucap Anjani yakin, "Kamu tetap menantu kesayangan Mama dan istrinya Pedro," sambungnya sambil memeluk ponselnya.


Anjani bisa dibilang egois. Tapi ia tidak peduli, ia hanya mau Leona kembali pada Pedro dan menjadi menantu nya.


"Hufh." Anjani masuk kedalam kamarnya.


.


.


.


Pedro memijit-mijit pelipisnya yang terasa berdenyut sakit. Pekerjaan nya menumpuk diatas meja. Sedangkan pikiran nya kacau. Para investor menarik saham mereka karena isu perceraian Pedro dan Leona yang sudah menyebar.


"Arghhhhhhhhhhhhh," lelaki itu mengusar rambutnya dengan kasar.


"Leona." Ia mengusuk rambut nya frustasi. "Tidak. Tidak. Aku harus sabar. Tidak boleh gegabah. Leona, akan kembali padaku dan aku yakin itu," ucap Pedro menenangkan dirinya.


"Pedro," tampak Anjani berjalan kearah putranya.


"Mama," Pedro tersenyum saat wanita paruh baya itu menemuinya. "Duduk Ma," ia menyambut Anjani dengan hangat.


"Tarik nafas dulu Ma!" seru Pedro.


Anjani menarik nafasnya dalam lalu menghembuskan nya perlahan. Setelah merasa nafasnya sudah kembali normal. Wanita itu menatap putranya.


"Ada apa Mama menemui ku?" tanya Pedro heran. Tadi dia memang dihubungi oleh ibu nya itu yang mengatakan ingin bertemu dengan nya.


"Pedro ada yang ingin Mama bicarakan sama kamu," ucap Anjani menatap putranya serius.


Kening Pedro berkerut heran, "Apa Ma?" tanya nya.


"Kamu masih mencintai Leona?" tanya Anjani


Pedro terdiam. Ada apa dengan ibu nya ini? Kenapa ibu nya menanyakan perasaan nya terhadap Leona? Tentu saja ia masih mencintai mantan istrinya itu bahkan hingga sekarang.


"Aku masih sangat mencintai Leona, Ma," jawab Pedro


"Kamu mau Leona kembali sama kamu?" tanya Anjani lagi memastikan.


"Tentu aku mau Ma. Aku tidak bisa kehilangan Leona. Aku belum ikhlas melepasnya. Apalagi sekarang Kak Pedho seperti mengambil kesempatan untuk mendekati istriku," ucap Pedro menghela nafas panjang. Ia masih ingat saat Pedho mengatakan mencintai istrinya. Ketika mendengar hal tersebut, Pedro langsung mengamuk. Suami mana yang tidak sakit hati ketika mendengar pria lain mencintai istrinya dan pria itu adalah kakak kandungnya sendiri

__ADS_1


"Mama bisa bantu," tawar Anjani tersenyum licik


"Mama serius mau membantu aku?" tanya Pedro sumringah dengan senyuman lebar.


Anjani mengangguk, "Tapi kamu harus berjanji untuk menjaga Leona. Jangan pernah sakiti perasaan dia lagi," tegas Anjani memperingatkan putranya itu.


"Aku berjanji Ma. Aku tidak akan menyakiti Leona lagi. Aku mencintainya, sungguh," jawab Pedro cepat. Perasaan nya pada Leona menggebu-gebu bahkan lebih besar dari perasaan yang pernah ia rasakan pada Tasya


Anjani tersenyum simpul dan bahagia. Mungkin ini memang terdengar jahat. Tapi tidak ada cara lain, dia hanya ingin Leona tetap menjadi menantu nya. Dia begitu menyanyangi Leona.


Begitu juga dengan Pedro, ada harapan untuk Leona kembali kedalam pelukannya. Kali ini, Pedro takkan sia-siakan lagi kehidupan rumah tangga nya bersama Leona. Ia berjanji dalam hidupnya akan menjaga wanita itu dengan seluruh jiwa dan raga nya.


"Lalu apa rencana kita Ma?" tanya Pedro tak sabar. Apapun akan ia lakukan agar Leona kembali padanya.


Anjani tersenyum licik. Lalu ia membisikkan rencananya ditelinga Pedro.


Pedro juga tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya paham.


"Baik Ma. Aku lakukan sesuai dengan perintah Mama," sahut Pedro.


Anjani mengusap bahu putranya, "Apapun akan Mama lakukan untuk kebahagiaan kamu," ucap Anjani tulus.


"Iya Ma. Terima kasih. Disaat semua orang memojokkan aku tapi Mama tetap mendukungku," ujar Pedro tulus menatap Anjani penuh cinta.


"Sama-sama, Son." Anjani memeluk putra keduanya itu.


Anjani memang sangat dekat dengan Pedro. Hingga tak heran jika semua dukungan ia berikan pada putranya itu.


Pedro melepaskan pelukan Anjani, "Mama sudah makan siang?" ucap Pedro.


"Mama masih kenyang. Kalau begitu Mama pulang yaa. Takut Papa curiga," Anjani mengecup kening putranya. "Ingat, jangan lupa rencana kita,"


"Iya Ma," sahut Pedro.


Pedro menyenderkan punggungnya di sofa. Lelaki itu tersenyum tidak jelas. Ia sudah bayangkan seperti apa kehidupan nya nanti ketika Leona sudah kembali padanya.


"Leona, sudah berapa kali aku katakan. Kamu itu takdir aku. Jadi, kemana pun kamu pergi kamu tetap akan kembali padaku," ucap Pedro dengan percaya diri nya.


Bersambung....


Jangan lupa dukungan nya guys....

__ADS_1


__ADS_2