Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 97


__ADS_3

Bab 97


🏡 Di rumah Devin....


"Hani sayang.... hani...."bisik lirih suara seorang pria memanggil lembut di telinga bu hani.


Bu hani yang saat itu sudah tertidur pulas pun langsung terbangun, akibat suara lirih itu yang memanggilnya terus-menerus. dan terkadang pemilik suara itu juga, meniupkan udara dingin di tengkuk dan telinganya bu hani. sehingga membuat tidur bu hani merasa tidak nyaman.


Karena posisi bu hani tertidur saat ini, sedang miring menghadap ke dinding kamarnya.


"Ada apa sih pak! katanya mau ngeronda, ko ini malah balik lagi. sekarang ketahuan kan, kalau bapaklah yang gak bisa jauh-jauh dari ibu."kata bu hani seraya membalikan badannya.


Namun saat bu hani sudah membalikan posisi badannya ke arah sebaliknya, ternyata yang di dapati di belakangnya bukan suaminya. bu hani pun terkejut, dengan kedua bola matanya yang membulat tajam. tapi anehnya, bibirnya terasa kelu. jangankan di gerakkan, mengeluarkan decitan suara sepatah kata pun ia tidak bisa.


"Hay haniku sayang, sudah lama ya kita tidak sedekat ini. setelah kejadian 25 tahun yang lalu, aku tidak bisa melihat atau menyentuh mu lagi seperti ini." ujar pria itu sambil mengusap wajah bu hani dengan punggung tangannya.


"Mas yanto! jangan sentuh aku mas, aku ini sekarang adalah istri orang. kau harus sadar akan hal itu, sedangkan hubungan kita di masa lalu itu sudah berakhir, mas. jadi lebih baik, mas pergi dari sini."usir bu hani sambil ia bangkit dan menjauh dari pria yang bernama yanto.


Untungnya saat itu tubuh bu hani sudah bisa di gerakan, makanya dia langsung mendorong pria itu yang tadi berusaha melecehkannya.


"Aku tidak akan pergi dari sini hani! sebelum kau katakan dengan sejujurnya, kalau kau itu sebenarnya masih mencintai ku. aku tahu, di lubuk hatimu yang paling dalam. kau itu masih mencintai diriku kan hani."terka pria itu seraya mendekati bu hani dan memandang lekat wajah panik bu hani, yang posisinya saat itu sedang terpojok di sudut jendela kamarnya.


#Flashback, Masa Lalu Bu hani#


"Sayang.... Mas punya hadiah nih untuk mu! tapi matamu mas tutup dulu sebentar ya." ucap pria bertubuh tegap, dengan mengenakan kemeja garis-garis hitam yang sengaja terbuka dua kancingnya pas di bagian depan dadanya.

__ADS_1


"Loh, ko pake acara di tutup segala sih mas! bikin aku jadi penasan aja. emangnya mas yanto mau ngasih hadiah apa sih?" tanya antusias seorang gadis cantik bertubuh langsing. gadis cantik itu juga mengenakan dress vintage dan juga bandana yang sepadan, dengan dress yang dikenakan nya saat ini.


"Namanya juga kejutan sayang, jadi harus rahasia dan bikin penasaran juga dong." jawab pria itu sambil menutup mata gadis itu dengan sapu tangan yang di bawanya. "Mas tutup dulu matanya ya sayang."kata pria itu.


Mata gadis cantik itu pun di tutup oleh pria tadi, lalu gadis itu dibawa ke sebuah tempat yang sangat indah sekali. di sana mulai terlihat sebuah pemandangan alam luas, menampakan berbagai bentuk pohon-pohon besar dengan bunga yang berwarna warni. tapi di bawahnya, terlihat jurang yang dalam dan terbentang luas.


"Kita sudah sampai sayang, bukalah matamu!" titah pria tadi dan langsung membuka kain penutup mata gadis cantik itu.


"Wah! indah sekali ya mas pemandangan disni. hmm... katanya mau kasih aku hadiah, mana?" kata gadis itu sambil memanyunkan bibirnya dan berpaling dari pria itu.


"Ini hadiah untukmu sayang!" ujar pria itu lalu memeluk gadis tadi dari belakang, seraya iya memberikan sebuah liontin berbandul huruf H digabung dengan huruf Y yang ditengah-tengah huruf tersebut terdapat permata berwarna ungu


"Indah sekali mas liontinnya! tapi ko ada huruf H dan Y nya sih, apa maksudnya mas?" tanya gadis itu sambil menatap liontinnya kembali.


"Huruf H itu, adalah hani. dan huruf Y adalah yanto. aku yang sudah membuatnya sendiri loh sayang, itu semua hanya untuk memberimu hadiah tepat di hari ulang tahunmu." selamat ulang tahun ya sayang." tutur pria itu seraya mengecup punggung tangan gadis cantik tadi.


"Terimakasih banyak ya mas, aku jadi makin sayang deh sama mas." ucap bu hani muda sambil memeluk erat pak handoko muda.


Kebetulan pak handoko alias yanto, pada masa itu dia bekerja sebagai pengrajin emas. selama kurang lebih satu minggu, dia fokus memandai emas untuk di buat menjadi sebuah liontin. itu semua ia lakukan, hanya untuk memberikan sebuah hadiah dan kejutan tepat di hari ulang tahun kekasih tercintanya, yaitu bu hani.


Ternyata sebelum menikah dengan pak anung, bu hani dengan pak handoko pernah memadu kasih yang sangatlah mesra. seperti pasangan romeo and juliet saja. tapi, karena kedua orang tua bu hani telah menjodohkan bu hani dengan pak anung. makanya cinta antara pak handoko dengan bu hani menjadi terhalang.


Terkadang bu hani sering sembunyi-sembunyi dari kedua orangtuanya, saat ingin pergi atau mau menemui mas yanto kekasih hatinya. soalnya kalau sampai ketahuan oleh bapaknya, pasti bu hani akan di kurung di kamar seharian.


Hari itu tepat dimana hari ulang tahun bu hani, mas yanto memberikan bu hani hadiah yang sangatlah indah dan istimewa. sebuah liontin emas, berbandul huruf depan mereka berdua.

__ADS_1


"Hani sayang! sini, mas pakaikan liontin itu di lehermu. " ujar mas yanto sambil memakaikan lontin tersebut di leher jenjang bu hani muda.


"Tuh kan! indah dan cantik berada disana."puji mas yanto sambil menatap lekat bu hani muda.


"Iya mas, indah dan cantik sekali."balas bu hani tersenyum merekah, sambil memperhatikan liontin yang mengait di leher jenjangnya.


Kini kedua mata mereka pun, saling beradu pandang menatap penuh kasmaran. gejolak asmara kedua nya pun, kini mulai membludak. sehingga tanpa di sadari, bibir mereka pun kini sudah saling berpangutan mesra. serasa dunia hanya milik mereka berdua, mereka terus saja memadu kasih mengeluarkan semua rasa biologis mereka yang sudah lama terpendam.


Soalnya selama satu minggu lebih, mereka berdua tidak bertemu. dikarenakan yanto alias pak handoko, sedang sibuk membuat sebuah hadiah untuk bu hani ke kasih tercintanya.


Disaat mereka berdua sedang terlarut dalam buaian kemesraan, tiba-tiba saja bapaknya bu hani beserta pak anung muda muncul disana.


"Hey madesu! kurang ajar kau ya! beraninya kau menyentuh tubuh anak ku! lepaskan sekarang juga tangan kotormu dari tubuh anak ku." maki pak Ilyas selaku bapaknya bu hani, yang langsung memisahkan bu hani dengan yanto.


"Bapak! tolong jangan pisahkan aku dengan mas yanto, aku sangat menyayangi dia pak. tolong restui hubungan hani dengan mas yanto ya pak."mohon bu hani sambil bersimpuh dan memegangi kaki bapaknya.


Namun permohonan bu hani kala itu, tak di perdulikan sedikitpun oleh bapaknya. lantas bu hani langsung di pegangi oleh dua orang pria berbadan besar, yang dibawa oleh pak anung.


Pada jamannya waktu itu, pak anung muda terlahir dari keluarga yang serba berkecukupan dan juga terpandang di desanya tinggal (kaya). selain itu pak anung muda adalah, anak laki-laki satu-satunya atau anak bungsu dari pasangan bapak Carestyoso dan ibu Emelina.


Pak anung muda juga memiliki tiga orang kakak-kakak perempuan yang cantik-cantik. yang bernama, Liana, Raina dan Cintya.


Tapi, perangai dari ketiga kakak perempuannya itu, ternyata tidak secantik dengan rupanya. ketiga kakak perempuannya itu, selalu mencari cara dan berusaha untuk mencelakai pak anung muda. karena mereka bertiga merasa tersaingi dan ketakutan, kalau nanti tidak kebagian harta warisan pak Carestyoso yang melimpah. apalagi pak Carestyoso dan ibu Emelina sangat menyayangi pak anung muda. bahkan selalu mendahulukan apapun di banding ketiga kakak-kakak perempuannya itu.


****

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2