
Bab 69
Happy reading all...😊😊😊
*********__________*********
CEKLEK....!! KREKEEEEEKKKK.
Handle pintu pun berhasil dibuka oleh devin, serta terbukalah dengan lebarnya daun pintu yang terbuat dari kayu mahoni yang diukir bergambar motiv bunga mawar.
Didalam sana juga sudah tersedia dan tertata rapi perlengkapan seisi rumah, walaupun ruangan itu terlihat sangat kotor sekali. karena terdapat banyak sarang laba-laba yang menggantung, disertai kotoran dari debu-debu yang bertebaran di sudut-sudut ruangan.
Ukhuk... Ukhuk...
"Maaf ya Jan, pak anung dan Bu hani! kayanya rumah ini harus dibersihkan dulu deh, sebelum kalian menempatinya. nanti aku akan suruh orang untuk membersihkan nya, tapi untuk sementara waktu ibu bapak Jana dan Jani bisa tinggal dirumah aku dulu. soalnya rumah ini kan sudah lama sekali kosong dan tidak di urus, makanya agak sedikit pengap dan kotor."
ucap devin sedikit terbatuk karena menghirup udara tak segar di dalam ruangan itu.
"Gak usah repot-repot ko Devin! ibu, bapak Jana dan Jani saja yang akan membersihkan nya."tolak Bu Hani secara halus usul Devin.
"Tau Luh! caper banget sih jadi orang."ucap lirih piyon ditelinga Devin.
"Suka-suka gue dong!"balas devin sambil memonyongkan bibirnya di depan piyon.
"Ya sudah, piyon bantuin ya Bu beres-beres nya biar cepet selesai gitu."ujar piyon sambil menghampiri Bu Hani.
"Mulai deh, si kriwil carmuk lagi."grutu Devin namun terdengar oleh piyon.
"Gue denger woy!"sahutnya ketus.
"Sudah-sudah jangan berdebat terus sih! nih mas Piyon dan Devin bersihin langit-langitnya dari sarang laba-laba ya,."ucap anjani sambil tersenyum manis menyuruh mereka berdua.
alhasil mereka langsung meleleh karena senyuman manis anjani, tanpa berkata mereka berdua langsung mengerjakannya.
*****
"Bebi...kamu ini bikin aku bikes deh! sudah seminggu lebih gak ada kabar certinya, di telfon gak bisa, di chat apa lagi.
"Apa iya, aku harus susul kamu ke desa sana? Iiiihhh, tapi kan aku males dan Jiji kalau harus pergi ke desa apa lagi yang di pelosok gitu, pasti orangnya jorok dan kampungan gitu deh."
oceh manja seorang gadis muda, sambil memandangi gambar Devin di smartphone nya.
Tok..!! Tok..!! Tok..!!
"Iya masuk."sahut gadis itu menyuruh si pengetok pintu tadi masuk.
__ADS_1
"Maaf nona muda tadi memanggil saya?"ucap pria bertubuh kekar saat ia masuk.
"Iya Asep, aku memanggil mu! hari ini juga kumpulkan beberapa anak buah mu, antar aku ke desa sangiang tanjung."balas gadis itu dengan berbalik memutar posisi duduknya.
"Tapi Nona muda, saya tidak tahu ke desa sangiang tanjung. memangnya ada apa ya sampai nona muda ingin pergi kesana?"ujar pria kekar tadi sambil tertunduk.
"Dasar Bodoh! kalau kau tak tahu, kau cari tahu lah, tanya sama semua anak buahmu. percuma aku menggajimu kalau kerjaan begitu saja kau tak bisa, cepat pergi dan cari tahu.!"maki gadis muda itu sambil menimpuk pria tadi dengan sebuah buku yang ada dimejanya.
Karena takut Pria itu pun segera pergi meninggalkan gadis muda itu sendirian disana, namun saat ia baru melangkah gadis muda itu malah memanggil nya.
"Hey tunggu! satu lagi, jangan sekali-kali kau kepo ya sama urusanku. DENGAR ITU!"ucap nya dengan nada ditegaskan.
"Baik Nona Muda!"
****
Piyon dan Devin yang kala itu masih tetap bersungut-sungut, karena mereka selalu saja ribut. memperebutkan sarang laba-laba, yang mereka temui dan akan mereka bersihkan.
"Ini tuh bagian gue, elo yang disono aja noh bersihin nya!"
ucap piyon mendorong sapu panjang yang Devin pegang, dengan sapu panjang yang dipegangnya juga.
"Enak aja ngusir gue, elo aja yang kesono."
balas Devin mendorong sapunya dan juga badan piyon dengan bahunya sampai piyon terjatuh dan sarang laba-laba yang mau diambil piyon tadi malah jatuh pas diwajahnya.
"Kurang ajar loh! awas ya gue bales nih "sungut piyon kesal lalu bangkit dari jatuhnya.
Piyon tak terima atas ulah devin barusan, ia pun mulai membalasnya, namun anjani sudah langsung mencegahnya.
"Hei, Stoop! mas Piyon, Devin, kalau kalian kerjanya gak serius kaya gini, kapan bersih dan selesainya dong rumah aku dibersihin."ucap anjani kesal sambil mengerucutkan bibirnya kepada mereka berdua.
"Iya deh Jan maaf, kita janji serius ko."ucap mereka kompak.
"Nah gitu dong kompak, jangan ribut melulu.
"ya sudah sekarang bersihin bagian belakang gih, tuh jaring laba-laba nya banyak banget."titah anjani kepada mereka berdua dan langsung diikuti oleh keduanya.
"Lihat Kelakuan mereka! jadi Inget waktu jaman dulu, saat bapak dan mas Yanto naksir aku. selalu saja ribut seperti itu."gumam Bu hani kala mengingat masa lalunya.
"Hhmm, yang lagi ingat sama mantan! sampai mesem-mesem begitu, sampai gak nyadar ada masa depannya disini."sahut pak anung meledek kala tak sengaja mendengar gumaman bu Hani barusan.
"Apaan sih bapa ini, baperan banget deh!"balas Bu hani menyenggol pak anung lalu pergi.
****
__ADS_1
Saat piyon dan devin sedang membersihkan ruangan bagian belakang, tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kemunculan sosok perempuan berdaster putih dan lusuh, namun anehnya wajahnya itu ko persis seorang pria dengan kumis tipis menempel di atas bibirnya.
Sosok itu lalu menyeringai dengan memamerkan deretan giginya yang terlihat besar-besar, bahkan sosok itu juga memanggil mereka berdua dengan manja dan gemulai.
"Hai Cogan-cogan! godain mince dong."ucapnya sambil mengerakan tanganya manja.
"Makhluk apaan tuh! kaya kuntilanak tapi ko bukan."pekik devin kala melihatnya.
"Ii_iya bener bro, kayanya itu bukan Kuntilanak deh! kalau Kuntilanak kan biasanya cewek, nah dia bentuknya aja aneh kaya begono."sahut piyon sambil bergidik.
Anehnya piyon dan Devin bukanya takut melihat sosok itu, mereka malah asik membulinya.
"Iiihhh, abang-abang cogan ini! Eyke ini emang sebangsa kuntil, tapi kuntil lekong tepatnya. hihihihihihihihi,"sahutnya sambil tertawa.
"Pasti elo korban pesugihan kan matinya, makanya jadi makhluk aneh kaya gini."ujar piyon menerka.
"Enak aja korban pesugihan! asal yu..yu..tahu ya, Eyke tuh matinya karena ditimpuk sama jambu batu ini."balasnya sambil memetik sebuah jambu batu berukuran besar.
"Hah! ko bisa. mati cuma kena timpuk jambu."sahut Devin tak percaya.
"Ya bisa lah! kalau nimpukinnya satu kantong jambu ukuran segede-gede gini, akhirnya kepala eyke bocor dan Eyke jatuh deh dari pohon, terus kena kayu yang bercagak itu."paparnya sambil bersedih dan menunjuk batang kayu dibawahnya yang sudah patah dan runcing.
"Makanya jangan suka nyolong, kalau mau minta dong! jadinya gak mati dan jadi setan gak jelas gitu kan sekarang."ujar devin.
"Abis yang punya nya pelit sih! makanya gue colong aja, soalnya saat itu emak gua lagi ngidam hamil ade gue yang ke 20. dia ngidam pengen makan jambu ini, makanya gue nekat deh nyolong."tuturnya sambil mencebikan bibirnya yang tebal.
"Hah! hamil ke 20! itu Ema lu kucing apa kambing?"seru piyon terkejut.
"Enak aja, manusialah Ema gue.!"sahut si Kunti lekong kesal.
"Terus kenapa lu gentayangan disini?"tanya devin menyelidik.
"Ya gue jadi penunggu pohon ini lah, secara gue kan matinya disini. malahan yang punya rumah ini sampai cek out, gara-gara ketakutan gue gangguin terus. hahahaha"ujarnya sambil menyerukan tawa suara laki-laki.
"Eh tapi Inget lu ya! jangan macem-macem sama keluarga yang baru ini, awas aja lu kalau ganggu keluarga mereka."ancam piyon sambil menunjuk sosok itu.
"Lagian Eyke mana berani sih, ganggu keluarga baru itu! bisa-bisa Eyke habis diunyeng-unyeng sama si Kuntilanak cantik itu, kaya tadi pala mince habis di puter-puter."jadi puciang deh pala baby."dah ah mince mau nyalon dulu."ucapnya lalu menghilang.
Devin dan Piyon hanya bisa melongo dan tak percaya atas penglihatannya barusan, mereka tak percaya ada gitu ya makhluk kaya begitu.
*****
Drreetttt.... Drreetttt....."handphone piyon yang berada disaku celananya bergetar kemudian berdering, disana tertera panggilan masuk dari Bos Muda.
*****
__ADS_1
Bersambung.....
Hai rieders semuanya, jangan lupa dukungannya ya.😊😊 dengan cara Vote, like and sisipkan komentar seru nya..👍👍