
Bab 78
Selamat Membaca....๐๐๐
_________********____________
Dari kejauhan piyon terus saja memperhatikan, gelagat mencurigakan wanita yang sedang mengintip dari balik jendela rumah anjani tersebut. walaupun wanita itu menutupi wajahnya dengan kaca mata hitam dan selendang, piyon masih bisa mengenali dengan jelas siapa sosok dibalik selendang itu.
Sebenarnya tujuan piyon datang ke rumah anjani, karena ia ingin menyaksikan acara pernikahan mantan gadis pujaan hatinya itu bahagia. walaupun cintanya tak terbalaskan atau bertepuk sebelah tangan, piyon tak pernah marah dan dendam ia sudah sangat ikhlas.
Selain itu piyon juga ingin berpamitan kepada mereka semua, karena setelah acara akad nikah anjani selesai. ia ingin pulang ke kampung halamannya saja, karena ia ingin bekerja lagi sebagai sopir pabrik disana. kebetulan kata tetangganya di kampung, ada pabrik baru di desa yang sedang mencari sopir.
"Non anabel.! apa yang dia lakukan disini, jangan jangan..."gumam Piyon langsung mengikuti anabel yang mulai beranjak pergi.
Anabel berjalan santai sambil tertawa bahagia saat meninggalkan kediaman anjani, ia pun langsung menuju mobilnya yang diparkirkan di pinggiran jalan tak jauh dari rumah anjani.
"Ya hallo, gimana? pak penghulu itu sudah kalian bereskan, kalau kantor KUA nya?"tanya anabel di dalam percakapan telfon nya.
"Sudah beres semua bos..!!"sahut suara di sebrang sambungan telfon anabel.
"Ok..kerja yang sangat bagus. saya akan menuju kesana sekarang."ucap anabel sambil menutup sambungan telepon nya.
Piyon yang sedang mengintip pun merasa aneh dan bingung, apa maksud dari ucapan anabel di sambungan telfon nya barusan.
"Apa yang di lakukan si boneka setan itu ya? maksudnya apa kali? dia bilang pak penghulu, sama kantor KUA yang sudah dibereskan."gumam Piyon sambil mencerna kata-kata yang di dengarnya tadi.
Namun saat piyon sedang berfikir untuk menemukan arti dari ucapan tersebut, anabel sudah keburu pergi bersama mobilnya. piyon yang mulai khawatir sama gelagat anabel tadi, langsung segera membuntutinya dengan mengendarai sebuah motor Honda Astrea, yang ia pinjam dari temannya. kebetulan juga saat itu, temannya sedang lewat tepat di depannya.
"Brow..!! gue pinjem motornya dulu bentaran aja. oh ya, nih anggap aja gue sewa, darurat soalnya."ujar piyon sambil memberikan selembar uang kertas seratus ribuan.
****
"Lepasin saya dong, soalnya saya ada tugas menikah kan seseorang hari ini. kalau tidak saya laksanakan, bisa di pecat nanti saya dari pekerjaan saya."ucap seorang pria bertubuh tambun, lengkap dengan stelan jas berwarna biru muda dengan peci hitamnya.
"Sabar dulu donk pak penghulu, sebentar lagi kita juga akan melepaskan anda."sahut anabel saat memasuki ruangan tersebut.
__ADS_1
"Anda siapa? kenapa saya ditahan disini? apa salah saya kepada kalian?"cecar tanya pak penghulu itu merasa heran.
"Anda tidak salah apa-apa ko pak penghulu? justru orang yang akan anda nikah kan lah yang bersalah, mereka telah membuat hati saya sakit dan terluka."ujar anabel melotot tajam sembari mendekatkan pisau lipat yang di pegang nya ke arah leher pak penghulu.
Sontak saja pak penghulu itu pun langsung gemetaran dan ketakutan, apalagi saat itu anabel tiba-tiba menangkap seekor tikus yang lewat di kakinya. lalu ia langsung menyembelih nya, dengan pisau belati yang dipegang nya.
"Semua orang yang berani melawan saya, akan sama nasibnya dengan tikus ini. dengar atau tidak kalian semua..!! "cetus anabel berteriak.
"I..iya bos dengar, I...iya dengar mbak."sahut penjaga dan pak penghulu gemetar.
"Hahahaha.....dasar pecundang kalian semua!!"sungut anabel kesal sambil menendang kardus-kardus yang berada disana.
Kebetulan rumah yang di buat menyekap pak penghulu itu adalah rumah kosong, seperti gudang tempat menyimpan barang-barang bekas pabrik yang tak terpakai.
"Dasar anabel gila, psikopat tuh cewek."grutu piyon sambil bersembunyi di balik jendela.
"Gua harus selamatin pak penghulu nya, kasian anjani pasti dia sekarang sedang panik dan sedih. karena penghulu nya gak dateng-dateng, gara gara di culik si boneka setan itu."gumam Piyon dan mulai merencanakan sesuatu.
Piyon pun langsung menyelinap ke dalam sebuah jendela yang terbuka, di ruangan itu terdapat banyak sekali kardus kardus kosong bertuliskan Tea Tea Nyos. kayanya kardus itu untuk wadah sebuah produk minuman, berbahan dasar dari daun teh yang di olah.
Setelah membakar ruangan itu, piyon langsung keluar lagi dari jendela itu. benar saja apa yang piyon lakukan tadi, langsung membuat panik semua orang yang berada di dalam. termasuk anabel salah satunya, ia langsung kabur sambil berteriak-teriak ketakutan keluar rumah.
"Api..!! kebakaran tolong...kebakaran!"teriaknya masih dengan suara dan gaya manjanya.
Api pun semakin membesar dan semua yang berada di dalam rumah tersebut langsung berhamburan keluar, namun pak penghulu masih berada di dalam sana.
"Aduh gimana ini, penghulu nya masih di dalam lagi gak ada yang nyelamatin. jangan sampai mati deh pak penghulu, gue bisa ke dosaan nih. niat mau nolongin, masa jadi nyelakain sih."racau piyon sambil mengacak acak rambutnya sendiri kebingungan.
Saat melihat anabel dan para penjaganya sudah pergi, piyon pun langsung berlari secepat nya ke dalam rumah tersebut. untungnya api belum sepenuhnya membakar ruangan dimana pak penghulu berada, piyon pun langsung membebaskan pak penghulu itu dari ikatan di kursinya. setelah terbebas dari ikatan, segera mungkin mereka langsung berlari keluar rumah.
Tanpa Ba Bi Bu Be Bo, piyon pun langsung membonceng pak penghulu untuk segera menuju ke rumah anjani.
"Dek kita mau kemana ya?"tanya pak penghulu saat di bonceng piyon.
"Hari ini kan bapak harus menikah kan mantan pujaan hati saya, jadi saya akan antar bapak kesana."jawab piyon menjelaskan.
__ADS_1
"Oh ya saya saya baru ingat, hari ini jadwal saya menikah kan. tapi apakah tidak terlambat dek, saya takut mereka marah sama saya."ujar pak penghulu dengan nada takut.
"Tenang saja pak, gak akan ada yang marah. yang penting bapak nikah kan segera mereka."sahut piyon masih terus melajukan motornya dengan kecepatan penuh.
*****
Akhirnya mereka berdua pun sampai juga di kediaman anjani, pak penghulu pun dengan segera menikahkan pasangan serasi tersebut. soalnya takut anabel keburu menyadari dan datang kesana, nanti dia akan mencoba menggagalkan lagi akad pernikahan mereka.
Akad pun langsung dimulai, devin kini sudah berhadapan dan berjabat tangan dengan pak Kodir selaku pak penghulu.
"Saya nikahkan engkau (ananda) Muhammad Devin Sobriyanto binti Sobri dengan Anjani Cahya Kamila binti Hanung Bramantyo dengan Mas Kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai."ucap pak Kodir(penghulu) dengan lantang, sambil menggenggam tangan devin dan menggetarkan nya agar devin langsung mengikuti ucapan nya tadi.
"Saya terima nikahnya, Anjani Cahya Kamila binti Hanung Bramantyo dengan Mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai."ucap devin dengan lantang dan jelas.
"Gimana para saksi semuanya, sah atau tidak..?"ucap pak penghulu bertanya kepada semua yang hadir disana.
Lalu para saksi yang datang pun serempak menjawab.."SAAAHHH....!!
โBaarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir.โ Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan."ucap doa yang pak penghulu panjatkan.
Nampak guratan kebahagiaan dari kedua pasangan mempelai serasi itu, cowoknya ganteng, ceweknya apalagi.
"Mas Piyon, makasih ya sudah membawakan pak penghulu kesini. kalau bukan karena mas, pasti keluargaku akan malu."ujar anjani sambil menggenggam tangan piyon dan tertunduk sedih, soalnya tadi anjani sudah takut sekali ia bakalan gagal menikah.
"Gak usah berterimakasih segala lah, apa yang ku lakukan cuma sepele ko."balas piyon merendah dan membalas genggaman Anjani.
"Eit..Eit... bukan mukhrim Lo kriwil, sekarang ini anjani sudah jadi mukhrim halal gue, jadi cuma gue yang boleh pegang."timpal devin langsung melepaskan tangan piyon dari tangan anjani.
"Dasar loe cunguk asem, kalau bukan karena gue loe bakalan batal menikah hari ini. karena penghulu nya di culik anabel, si cewe gila and psikopat itu."balas piyon keceplosan.
Sebenarnya piyon gak mau menceritakan itu semua ke mereka, namun karena kesal ia malah keceplosan.
"Apa..? jadi semua ini ulah anabel."ucap devin geram menampakan amarahnya.
*****
__ADS_1
Bersambung......