
Bab 68
Happy Reading Riders...😊😊
********________********
"Tok..Tok..Tok..!! Permisi!"terdengar suara ketukan pintu depan disertai suara bernada serak dan besar dari seseorang.
"Iya sebentar!"sahut Bu Hani lalu menghampiri sosok dari pemilik suara tersebut.
Saat Bu hani tiba di depan pintu, kebetulan tadi Bu Hani, pak anung, anjani, piyon dan juga devin. mereka semua sedang mengobrol asik di ruang tv atau ruang keluarga, Bu Hani pun langsung terperanjat kala mendapati beberapa orang berbadan tinggi, besar, gondrong dan tubuhnya dipenuhi dengan tato.
"Maaf, ada apa ya? terus mau cari siapa dan mau bertemu dengan siapa?"tanya Bu hani sedikit gemetaran.
"Kami datang kesini, cuma mau memberitahu anda sekeluarga agar secepatnya pergi dan meninggalkan rumah ini. soalnya rumah ini beserta perkebunan teh dan juga pabrik milik Karto, semuanya sudah disita dan sudah jadi hak milik bos kami, yaitu Bos Handoko."
Ucap salah seorang preman berbadan tinggi, besar, berambut panjang dan gimbal.
"Tapi, rumah ini, beserta perkebunan dan juga pabrik, itu semua milik suami saya. Karto tidak mempunyai hak apa-apa tentang semua itu, bahkan bos mu sekali pun tidak berhak atas semuanya."sergah Bu Hani.
"Jadi lebih baik kalian semua pergi sana! karena sampai kapan pun, kami tidak akan pergi dari rumah ini."Bu hani mengangkat telunjuknya mengusir mereka.
Bragggg!!!
"Kami tidak perduli dan tidak mau tau tentang semua itu! kami hanya menjalankan perintah, kosongkan sekarang rumah ini, atau kami akan usir kalian secara paksa."hardik pria gimbal tadi sambil memukul pintu.
"Benar! cepat kosongkan segera rumah ini, kami tidak punya banyak waktu."sahut pria berambut panjang dan kriting.
Dengan nafas yang tersengal-sengal, Jana yang tiba-tiba muncul dari arah dapur langsung berbicara kepada bapaknya.
"Pak, ibu diluar lagi di serbu preman tuh, cepet tolongin ibu, pak! mana premannya badannya besar-besar lagi udah gitu banyak tatonya, mana wajahnya serem-serem semua lagi."ucap Jana sambil bergidik.
__ADS_1
Kebetulan saat itu Jana baru pulang habis bermain dari rumahnya si Mamat, awalnya jana hendak masuk lewat pintu depan. dikarenakan di depan rumahnya banyak preman, akhirnya ia memutuskan lewat pintu belakang rumahnya.
Pak anung pun langsung menghampiri istrinya di depan sana, saat mendengar aduan dari Jana tadi. selain itu anjani, piyon dan juga devin pun ikut serta, mengekor dibelakang pak anung.
"Hey! ngapain kalian membentak-bentak istri saya seperti itu!"hardik pak anung sambil menunjuk saat ia tiba di sana.
"Oh, pasti anda pak anung kan?"tanya preman berambut gimbal.
"Ya, saya Anung! ada apa kalian semua kesini, bahkan berisik dirumah saya."balas pak anung dengan nada tinggi.
Tanpa berkata sepatah kata pun lagi, preman berambut gimbal itu menyodorkan sebuah map bersampul biru muda kepada pak anung. lalu pak anung langsung membuka dan membaca isi di dalam map tersebut, di dalam sana tertuliskan rumah, perkebunan dan pabrik teh milik Karto Kusumo semuanya sudah beralih tangan atas nama Handoko Widjoyo.
"Ini semua gak benar, kalian tidak bisa mengambil ini semua begitu saja! karena semuanya ini kepunyaan dari almarhum ayah saya, bukan punya Karto."ucap pak anung sambil membanting berkas itu.
"Alah gak usah banyak bacot! cepetan kosongin rumah ini sekarang juga, atau lu dan keluarga lu akan habis."sahut preman berkepala plontos, sembari menarik kerah baju pak anung lalu mencoba mau melayangkan tinjunya.
"Hey! santay bro, jangan maen kasar dong."
"Siapa kalian, jangan ikut campur urusan kita! kalau lu gak mau kena imbasnya juga."ancam preman tadi sambil menunjuk Devin dan piyon.
"Ok bro! kalem dong, kita ngomong secara santai kaya dipantai gitu loh."ucap piyon sembari meragakan gaya anak gaul.
Namun devin langsung menoyor nya."gaya lu kaya cacing kurang obat tau gak!"
"apa sih lu sirik aja! bilang bos ahay."sahut piyon makin gak jelas.
tapi Devin tak memperdulikan itu, dia langsung menghampiri beberapa preman tadi.
"Jadi sebenarnya mau kalian apa dateng kesini? please jangan cari keributan, bisakah ngomong secara baik-baik."Ujar Devin.
"Kami tadi sudah bicara baik-baik! agar pak anung dan keluarganya cepat pergi dari rumah ini tapi mereka malah menolak, terpaksa kami harus memakai cara kasar, agar mereka mau pergi secepatnya.
__ADS_1
"Tomo, Joko, Giyo, cepat keluarkan semua barang-barang mereka, dan usir paksa mereka dari sini! "titah pria gimbal tadi kepada ke tiga temannya lalu mereka pun mengikuti.
Ketiga preman itu pun langsung menyerobot masuk dan mengacak-acak rumah pak anung, serta mengeluarkan semua pakaian dan barang barang berharga milik anggota keluarganya, mereka lalu membantingnya ke luar rumah.
"Hey! hentikan perbuatan kalian, atau kalian akan menanggung akibatnya."hardik anjani yang mulai kesal.
"Manis! jangan marah-marah begitu dong, nanti cakep ya ilang. mendingan pijetin abang dan duduk disini."ucap preman gimbal tadi seraya menarik tangan anjani mengajaknya duduk.
"Lepas! Lepasin, dasar preman jelek!"maki anjani pada preman itu.
"Bang Bro! please jangan ganggu calon masa depan saya."ucap piyon sembari melepaskan tangan si preman yang memegangi a-njani.
Karena pak anung tak mau memperpanjang masalah itu, akhirnya ia mengalah dan pergi dari rumah peninggalan ayahnya yang direbut Karto waktu dulu. walau sebenarnya pak anung sedih karena baru saja ia kembali merasakan tinggal dirumah itu, kini malah terusir kembali.
akibatnya sekarang pak anung dan keluarganya, tidak mempunyai tempat tinggal lagi. devin pun menawarkan pak anung dan juga keluarganya, agar mereka mau ikut ke kota bersamanya. karena disana devin mempunyai sebuah rumah sederhana cukup untuk keluarga pak anung, walau awalnya pak anung menolak usul Devin, akhirnya pak anung mau ikut juga.
Soalnya devin berkata anggap saja pak anung mengontrak kepadanya, selain itu devin juga memberikan ide kepada Bu Hani. kalau dikota nanti Bu hani bisa berjualan nasi liwet lagi, bahkan akan jauh lebih ramai berjualannya dari di kampung nya dulu.
Akhirnya keluarga pak anung dan juga piyon, yang sedari tadi selalu bersungut-sungut kesal. karena ia jengkel kepada devin, yang selalu berhasil mengambil hati keluarganya anjani.
Mereka pun langsung berangkat ke kota hari itu juga, setelah semua sepakat atas usul Devin. dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia milik Devin, mereka semua pun berangkat menuju kota tempat tinggal baru mereka.
*****
"Lapor Nona Muda! Menurut informasi yang akurat dan terpercaya, den Devin sekarang lagi berada di desa Sangiang tanjung."ucap seorang bodyguard sembari menunduk.
"Apa!! desa sangiang tanjung! desa itu kan berada di pelosok sekali." hadeuh...bebi, Bebi kenapa harus jauh-jauh begitu sih, kamu mainnya."ucap sosok wanita muda itu sambil berlenggak lenggok.
****
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya, dengan cara vote ,like and komentar serunya. apalagi kalau dikasih hadiah atau koin, makin semangat deh.😊😊😊😊👍👍