
Bab 57
"Pak, kenapa ya, hari ini perasaan ibu tidak enak sekali. apa akan ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi menimpa kita?"ucap Bu hani sedih sambil duduk disamping pak anung.
"Sudahlah buk, jangan berfikir yang aneh aneh. mungkin ibu terlalu kecapean saja, jadi berperasaan seperti itu."balas pak anung.
Sebenarnya dilubuk hatinya yang paling dalam, pak anung juga merasakan hal yang sama seperti istrinya. saat sepulang dari ia bekerja menjadi kuli panggul di pasar, ia juga merasakan perasaan yang aneh, seperti ketakutan, kesedihan yang mendalam.
Namun rasa itu ia tepis sejauh mungkin, karena ia tidak ingin keluarganya tau dan ikut cemas. pak anung mencoba menenangkan hati Bu hani, yang kala itu masih terlihat khawatir dan cemas dikamarnya memikirkan perasaan nya itu.
Pak anung membuatkan Bu Hani masakan soto ayam kesukaannya, walaupun agak sedikit asin Bu Hani menyantapnya sambil tersenyum manis ke arah suaminya. alhasil membuatnya sedikit melupakan perasaan khawatirnya tadi.
"Gimana buk, enakan masakan bapak?"tanya pak anung saat Bu Hani sudah mencicipi masakannya.
"Enak pak, enak banget. mantap!"jawab Bu Hani berbohong.
"Ya iyalah siapa dulu chefnya, chef anung gitu loh yang paling hebat!"ujar pak anung bangga sambil berdiri dan bertolak pinggang.
"Hehe, Mana ada chef hebat, masakan nya asin."guman Bu hani sambil nyengir.
"Ih sih ibuk, bapak denger loh! bukannya bapak dipuji malah dihina gitu, ibu gak tau sih betapa perjuangan bapak memasaknya."celoteh pak anung sambil berbalik badan.
"Iya deh iya, suamiku ini chef yang hebat sekaligus suami yang hebat. ibu sayang dan bangga sama bapak."ucap Bu hani sambil memeluk suaminya dari belakang.
"Makasih ya buk, ibu juga istri yang hebat dan kuat. terimakasih juga ibu sudah mau menemani bapak, dalam keadaan suka maupun duka."ujar pak anung sambil berbalik memeluk erat tubuh istrinya.
"Cie... Cie... bapak sama ibu pacaran nih ye."ledek Jana saat mendapati kedua orangtuanya sedang berpelukan.
"apa sih kamu anak kecil, pacaran, pacaran, gak boleh ngomong kaya gitu. "tukas pak anung sambil mengacak acak rambut Jana.
"Iya deh pak maaf." sahut Jana.
"Kamu dari mana saja Jan? makan dulu sana, tuh tadi bapak mu buatin soto ayam. ENAK! banget rasanya."ucap bu Hani sedikit ditegaskan bicara enaknya.
"Wah, bapak sekarang sudah bisa masak toh! aku senang dengarnya, aku juga penasaran sama rasanya. ya sudah Buk, pak, aku ke dapur dulu ya mau nyobain masakan bapak."ucap Jana bersemangat lalu berlari ke arah dapur.
__ADS_1
"Hayo, mau ngeledek bapak lagi."ucap pak anung menatap lekat istrinya.
"Siapa juga yang mau meledek, bapak ini terlalu baperan deh! nih cobain dulu biar tau kebenarannya."balas Bu hani sambil mengambil mangkok berisikan soto ayam di atas meja lalu menyuapi ke suaminya.
"WUEKKKK! asin buk, tapi kenapa tadi ibu makan padahal ibu sudah tau asin."ujar pak anung sambil menjulurkan lidahnya karena terasa asin sekali.
"Ibu cuma gak mau bapak kecewa, karena bapak sudah bersusah payah membuatnya untuk ibu."ucap Bu hani.
"Ibu ini selalu begitu, selalu saja menutupi kesalahan bapak agar membuat bapak bahagia dan senang."ucap pak anung sambil memeluk kembali istrinya.
Akhirnya kedua suami istri itu pun terlarut dalam suasana kemesraan, sampai mereka lupa pintu kamar tidak di tutup. alhasil Jana kembali datang ke kamarnya, lalu melihat kemesraan mereka yang belum terlalu jauh.
"Tuh kan bapak dan ibu pacaran lagi, gimana sih bapak ini sudah tua masih gak ngerti juga. kalau mau pacaran itu pintunya di tutup dong, biar anak kecil kaya aku gak lihat." ujar Jana sehingga membuat buk Hani dan pak anung tersenyum geli mendengar ucapannya.
"Lagian kamu juga anak kecil, ngapain nyelonong masuk aja ke kamar orangtua hah!" balas pak anung menjewer pelan telinga Jana.
"AW, sakit lah pak! ini loh soto buatan bapak tidak enak rasanya ASIIINN. gak kaya masakan ibu enak dan lezat."cetus Jana sambil berlari.
"Jana! kamu ya."
"Bapak belajar dulu masak sama ibu gih."teriak Jana dari luar rumah.
Akhirnya mereka berdua pun melanjutkan aksi mesranya yang tertunda tadi, walaupun umur pak anung sudah lewat kepala empat. namun soal kemesraan anak muda kalah dengannya, pak anung tipe laki-laki yang romantis dan kuat kalau soal tentang hubungan intim.
****
Disisi lain pak RT Sudin bersama dengan Karto, mereka mendatangi ketua RT kampung Sangiang tanjung di desa tetangga.
Pak RT Sudin memberitahukan kepada ketua RT sangiang tanjung, agar mengusir pak anung beserta istrinya dari desa ini.
"Kenapa saya harus mengusir pak Anung dan keluarganya?setahu saya mereka orang baik dan selama tinggal di desa ini tidak pernah berbuat masalah atau melakukan kesalahan."hardik pak RT Ramon sedikit kesal.
"Asal pak Ramon tau saja, sebelum mereka tinggal di desa bapak. pak anung beserta keluarganya itu tinggal di desa saya desa Mekarsari, karena mereka melakukan banyak kesalahan besar, makanya saya mengusirnya dari desa."tutur pak RT Sudin menjelaskan.
"Kesalahan apa yang diperbuat pak anung dan keluarganya, sampai pak Sudin tega mengusir mereka?"tanya pak ramon menelisik.
__ADS_1
"Mereka sudah melakukan kesalahan besar! pertama, istrinya berjualan makanan berbahaya yang di campur bahan kimia dan tikus sawah. sehingga membuat orang keracunan, bahkan ada yang sampai meninggal. yang ke dua, pak anung telah menculik anak laki-laki RT Sudin, untuk dijadikan tumbal agar arwah anaknya yang sudah meninggal hidup kembali." sahut Karto memaparkan semua fitnahan nya.
"Apa benar itu pak Sudin?"tanya pak ramon.
"Benar pak, apa yang dikatakan pak Karto. apalagi anak saya jadi korban sampai meninggal, karena ilmu sesat pak anung."ujar pak sudin sambil menunduk sedih.
"Saya gak pernah menyangka orang sebaik mereka ternyata tega berbuat jahat seperti itu, saya turut berduka ya pak Sudin."ucap pak ramon sambil mengusap punggung RT Sudin.
"Iya pak terimakasih."
"Jadi, apa yang harus saya lakukan kepada pak anung dan keluarganya."ucap pak ramon.
"Lebih baik anung beserta keluarganya kita bakar saja hidup-hidup, karena kesalahan mereka sudah tidak bisa dimaafkan lagi."sahut Karto memprovokasi.
"Tapi itu terlalu sadis dan kejam, pak Karto. lebih baik kita bawa saja ke kantor polisi agar pihak berwajib saja yang menghukumnya."balas pak Ramon.
"Iya Karto, saya gak setuju dengan usulmu. itu perbuatan yang jahat dan keji."sahut RT Sudin.
"Diam kau, tak usah banyak bicara kau iyakan saja ucapanku atau nyawa istrimu taruhannya."bisik Karto mengancam.
"I..iiya pak Ramon, saya setuju deh sama pak Karto. keluarga mereka sudah tidak bisa di maafkan lagi."kata RT Sudin terbata.
"Apalagi arwah penasaran anak mereka yang bernama anjani sekarang sedang murka, bisa-bisa desa pak Ramon akan kena serangannya seperti di desa kami."ucap Karto menakuti.
"Arwah penasaran? kenapa arwah anak pak anung harus menyerang desa saya, warga sini kan tidak tahu apa-apa."ujar pak Ramon.
"Karena bagi arwah penasaran anjani, siapapun orangnya. yang berada di dekat orangtuanya itu, Anjani menganggapnya jahat dan anjani akan menghabisinya."timpal Karto kembali menakuti.
"Bukannya kalau keluarga nya kita habisi, arwah itu makin merasa dendam."ucap pak ramon.
"saya yakin dan jamin dia tidak akan mengganggu desa ini, kalau keluarganya sudah lenyap. makanya jangan tunggu waktu lama lagi, kita harus bergerak cepat sebelum arwah anjani datang."hasut Karto.
"Ya sudah, hayo kita kumpulkan warga sekarang juga untuk menuju rumah pak anung."ucap pak ramon sambil bangkit dari duduknya.
Bersambung......
__ADS_1
Selalu mengingatkan jangan lupa berikan vote, like and komentar positif nya, setelah membaca kelanjutan nya.😊😊😊
Apalagi kalau diberi hadiah dan koin, makin semangat deh ngelanjutin ceritanya.😊😊👍👍