Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 80


__ADS_3

Bab 80


Happy reading gaess.... 😊😊


----------------"""""""""""""""""""------------


"Tok... Tok....!!! Jan....Devin... bangun dulu nak, kita sarapan pagi bersama."pintu diketuk bu hani sambil sedikit berteriak memanggil anjani dan devin.


Hoaamm!!"anjani menggeliat manja sembari menepuk nepuk mulutnya yang sedang menguap."iya Bu, ini udah bangun ko."sahut anjani singkat.


Bu hani pun mulai melangkah pergi, saat mendengar sahutan dari anjani tadi.


"Aw...!! ko sakit banget ya, duh banyak sekali darah lagi. darah apa ini ya? nanti coba aku tanyakan ke ibu deh."gumam anjani sambil memegangi Mr v nya yang terasa sakit, sambil memperhatikan darah yang menempel di seprei berwarna merah tersebut, walaupun sama sama berwarna merah tapi tetap jelas terlihat.


Disaat anjani sedang termenung dan kebingungan, memikirkan darah apa yang keluar dari Mr v nya itu. tiba-tiba terdengar suara yang besar dan menggelar, seolah suara itu sedang memperingati dirinya.


"Anjani...!! kau masih ingat kan kata-kata ku waktu itu? sekarang waktu mu sudah hampir habis, kau harus secepatnya kembali lagi ke alam mu yang hakiki. karena sejatinya dirimu hanyalah sesosok arwah. Jadi kau harus ingat itu, jangan kau sampai terlena dan terbuai terlalu dalam dikehidupan manusia."seloroh sosok suara menggelegar tak berwujud.


"Iya, tenang saja aku selalu mengingat itu. tapi, beri aku sedikit waktu lagi. karena aku ingin sekali merasakan menjadi seorang ibu, setelah itu aku akan segera kembali kepada mu."mohon anjani sambil meneteskan butiran kristal bening.


"Baiklah, aku akan mengabulkan permintaan terakhir mu ini. tapi setelah ini, tak akan ada lagi permintaan yang lainnya. atau kau akan di jemput paksa."balas suara itu lalu menghilang.


"Sayang.... kenapa kamu menngis?"ujar devin saat membuka matanya dan melihat istrinya sedang menangis di samping nya, lalu segera merangkul anjani ke dalam pelukannya.


"Lepasin ah, Aku gak nangis ko mas.!! orang tadi aku kelilipan debu yang jatuh dari atas kelapon."jawab anjani ngeles sambil mengucek ngucek matanya pelan.


"Ko bisa sih? ya udah sini mas tiupin biar debunya hilang."ucap devin lalu meniup-niup mata anjani dengan angin lembut.


"Iiihhh...!! mas bau jigong ah.. mandi dulu gih sana duluan, nanti gantian aku lagi. soalnya, tadi ibu sudah manggil manggil, suruh sarapan bareng katanya."ledek anjani sambil menjepit lubang hidungnya.

__ADS_1


"Walaupun aku bau jigong, kamu juga suka kaaan...."ujar devin menggoda sambil mencoba mencium bibir anjani.


"Udah ah sana mandi..."tepis anjani sambil mendorong badan devin.


"Ya deh, tapi kita bareng aja yu sayang mandinya."goda devin lagi dengan mata yang dikedip-kedipkan seperti mata barongsai yang lagi atraksi.


Namun anjani malah menjewer telinga devin, menyuruhnya agar cepat ke kamar mandi. akhirnya devin pun mengikuti segera perintahnya, selama devin mandi anjani mengganti seprei yang terdapat banyak darah di kain sepreinya itu.


*****


Setelah selesai sarapan bersama keluarga besar dari kedua pihak, anjani beserta yang lainnya kumpul di ruang tamu. sambil sesekali mereka memperhatikan dari dalam, para pekerja yang membenahi dekor pelaminan.


Untungnya di dalam rumah anjani dan juga halaman dapurnya sudah bersih, soalnya semalaman tetangganya pada bergotong royong membersihkan nya.


"Begini semuanya, saya punya usul bagus untuk devin dan anjani. termasuk pak anung sekeluarga."ujar pak sobri membuka percakapan, sambil sesekali dia menghembuskan kepulan asap putih dari lintingan tembakau merek Dji Sam Soe yang di hisapnya.


"Maksudnya yah, usul apa sih?"tanya devin menelisik tajam ke arah ayah nya.


"Wah, kita bisa kembali ke desa lagi. Mas, hayo terima usul ayah tadi. aku pengen tinggal di desa saja."rengek anjani sambil menampakan senyuman manisnya.


"Iya, iya...kita kembali ke desa. Tapi....apa bapak menyetujui usul ayah ku?"ucap devin lalu bertanya kepada pak anung.


"Bapak setuju ko, lagian bapak lebih senang tinggal di desa, dev. cuma... sayangnya harta bapak kan sudah habis disana, direbut tak adil oleh orang yang bernama Handoko itu."kata pak anung sambil matanya menerawang sedih.


"Sudah lah pak, jangan diingat-ingat lagi, yang sudah tak ada ya sudah."kata Bu hani mencoba menenangkan.


Ternyata sampai saat ini, pak anung belum menyadari ataupun mengenali. kalau Handoko itu adalah Yanto, orang yang kemarin datang di acara pesta pernikahan anaknya itu. tapi tak sebaliknya dengan Bu hani, saat pertama kali melihat Handoko atau Yanto. Bu hani langsung cepat mengenalinya, walaupun wajah dan namanya kini sudah berubah 100 persen, tak seperti Yanto waktu dikenalnya pada jaman dulu.


******

__ADS_1


Rencana anjani beserta keluarganya pun, mulai di laksanakan hari ini. dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia putih milik devin, hari ini disaat langit terlihat cerah sekali. mereka pun mulai berangkat, untuk kembali ke desa Mekarsari.


Pak sobri hanya memandang penuh dengan kesedihan yang terpendam, saat menyaksikan kepergiaan anak laki-laki satu-satunya itu. senyuman terpaksa juga tersungging di bibirnya, karena dia tak mau kalau sampai devin mengetahuinya. kalau sebenarnya ia sengaja menyuruh devin untuk kembali ke desa Mekarsari. dikarenakan pak sobri merasa takut, kalau anaknya itu dicelakai Handoko.


Soalnya setelah kejadian di atas pelaminan beberapa hari yang lalu, malamnya pak sobri mendapatkan sebuah pesan berisikan ancaman.


"Hai sobri, sahabatku sekaligus partner kerja yang sudah mengingkari janjinya. nikmatilah kebahagiaan mu hari ini sobri, karena lusa kau akan menerima buah dari penghianatan mu itu kepadaku. **kau dan anakmu sudah membohongi aku dan juga putri kesayanganku**. jadi tunggulah pembalasan ku nanti, atas apa yang telah kau dan anakmu **lakukan kepadaku dan juga anak kesayanganku. Hahahaha**....!!!


Itulah isi pesan ancaman dari pak Handoko.


Pak sobri yang mulai khawatir pun langsung merencanakan suatu rencana, diluar sepengetahuan devin. karena ia tak mau kalau sampai devin mengetahui masalah nya itu, makanya ia berusaha menyimpan rapat saja sendiri.


Rencana awal pak sobri, dia menyuruh devin untuk segera kembali ke desa Mekarsari. tujuannya agar terhindar dari Handoko dan anabel. walaupun awalnya pak sobri memang sudah berniat seperti itu, bahkan sudah membicarakan sebelumnya dengan pak anung.


Rencana keduanya setelah devin pergi meninggalkannya, pak sobri juga akan buru-buru hendak pergi keluar kota, yang jelas jauh sekali dari pandangan Handoko dan anaknya. tapi, setelah ia mengurusi setengah saham pabriknya yang berada di kota, pabrik teh yang bekerja sama dengan pak handoko.


Namun, saat pak sobri mau beranjak pergi meninggalkan rumah bersama istrinya. mendadak langkahnya dicegat oleh lima orang preman, bertubuh kekar dan bertato di sekujur badannya. awalnya pak sobri yang sudah berumur itu mencoba melawan preman itu, dengan sedikit tenaga tuanya yang masih tersisa.


Sayangnya pak sobri kalah, ya iyalah seorang bapak berumur 65 tahun melawan lima orang preman preman berotot. pasti jelas kalah lah, lagian mereka bukan lawan yang seimbang.


Pak sobri pun langsung tak sadarkan diri, saat lehernya di pukul dari belakang. oleh salah satu preman yang tadi berusaha menyerangnya. sedangkan istrinya Bu Ningsih, langsung dibekap dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius. sepasang pasutri berumur itu pun, segera di masukan ke dalam sebuah mobil kijang berwarna hitam lalu secepatnya pergi.


Sebenarnya sosok penghuni pohon jambu batu di belakang rumahnya anjani itu, sedari tadi mencoba menolong kedua orangtuanya devin. tapi anehnya, seluruh kekuatan si Kunti lekong yang sudah dia keluarkan semua, tak bisa sama sekali menembus preman-preman itu.


Sepertinya preman-preman itu di baluti dengan kekuatan gaib, sehingga si Kunti lekong tak bisa menyentuh apalagi menyakiti ke lima preman berotot itu.


****


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa dukungan nya ya, dengan cara: rate, vote, like and sisipkan komentar serunya, serta masukin novelku ini di list favorit kalian.


Terimakasih.... Good Penasaran selalu....


__ADS_2