Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 115


__ADS_3

Bab 115


Happy Reading....😉😉😉


****


"Saya sangat setuju sekali, kalau makhluk itu di bakar hidup-hidup. bahkan saya sendirilah yang akan membakarnya, karena makhluk inilah aku menjadi janda dan anak-anak ku menjadi yatim. iblis jahanam ini sudah tega membuat suamiku meninggal."sahut istri almarhum pak barnas.


"Tolong maafkan kesalahan saya bu rasmi. saya sangat menyesali semua perbuatan saya, tolong lepaskan saya, jangan hakimi saya dengan cara seperti ini."mohon karto membuka suaranya disertai linangan air mata.


Karto kembali teringat kejadian beberapa tahun silam, yang dulu hendak membakar pak anung dan bu hani hidup-hidup. kini semua kejadian itu malah berbalik kepada dirinya, sekarang dirinyalah yang akan dibakar hidup-hidup.


"Hey warga semuanya! ternyata makhluk berbulu menyeramkan ini bisa bicara loh."seru para warga merasa aneh dan sedikit takut.


Para warga semuanya panik dan heran, karena makhluk berbulu itu ternyata bisa berbicara dengan sangat lancar seperti manusia saja.


"Cepat kita bakar dan habisi saja makhluk menyeramkan itu, sebelum makhluk itu menjadi kuat kembali." Ujar salah satu warga.


"Iya cepat bakar saja makhluk itu!"


Iya BAKAR saja....!!"


"BAKAR!!! BAKAR!!! "seru para warga.


"Tunggu dulu warga semuanya! sebelum kalian semua membakar diriku, kalian harus tau dulu tentang semua kebenarannya. sebenarnya aku ini adalah karto."sergah karto.


"Apa! Karto!"


"Jadi makhluk itu karto....!!

__ADS_1


"Yang benar saja, bukanya karto dulu sudah mati ya."bisik-bisik para warga tak percaya.


"Kalau kau itu memang benar karto, kenapa wujud kau bisa jadi seperti ini?"tanya salah seorang warga.


"Yanto alias si handoko bejatlah yang telah merubah wujud ku menjadi seperti ini, karena dia ingin membalaskan dendam lamanya kepada anung." jelas karto.


Warga pun saling berbisik dan berbicara satu sama lain, mereka semua masih tak percaya dengan semua yang diceritakan oleh karto.


"Bahkan handoko juga sudah membunuh si sobri beserta istrinya dan merebut semua hartanya. bukan itu saja, banyak lagi korban lain yang sudah dibunuh oleh handoko.


"Diantaranya ketiga orang mahasiswa dari kota yang masuk ke dalam hutan kinarang 10 tahun lalu, mereka bertiga tidak pernah diketemukan. asal kalian semua tau, itu semua ulah handoko yang sengaja menumbalkan ketiga mahasiswa itu kepada iblis sesembahannya. karena handoko, dia telah bersekutu dengan iblis itu.


"Yang lebih parahnya lagi si bejat handoko malah membunuh jana anaknya si anung, lalu mengguna-gunai hani sehingga hani tunduk dan patuh kepadanya. bahkan handoko juga telah membunuh si anung, dengan menyuruh anak buahnya untuk menghabisi anung dan membuangnya ke dalam jurang." tutur karto panjang lebar menjelaskan semuanya.


Anjani yang saat itu masih terus membuntuti karto dengan masih mewujud sebagai sesosok arwah. mendadak lututnya terasa lemas sekali, sehingga anjani pun hampir terjatuh ke tanah. karena posisinya saat itu, ia sedang melayang dan bersembunyi dibalik pohon besar. dadanya juga terasa begitu sesak dan sakit sekali. saat anjani mendengar penuturan karto barusan, yang mengatakan kalau bapaknya itu sudah meninggal akibat dibunuh oleh pak handoko. tapi anjani masih tidak yakin, kalau bapaknya itu memang sudah meninggal dunia. karena anjani sendiri tidak bisa memanggil atau pun melihat arwah bapaknya, kalau memang benar bapaknya itu sudah meninggal dunia.


"Jadi selama ini yang menganut ilmu sesat itu bukan hanya Ki Romo dan kau saja Karto! ternyata yanto alias handoko sepupu mu itu pun sama dengan mu? benar-benar ya, kalau kalian semua itu keluarga laknat dan pendosa."umpat pak maman sambil meludah.


"Hey maman! tak pantas kau sebut keluargaku seperti itu! asal kau tau saja ya, sudin adikmu yang terlihat polos itu, yang menjabat sebagai aparat desa pun sama seperti diriku, menganut aliran sesat juga. bahkan dia juga bekerja sama dengan si handoko untuk mengorbankan devin dan seno. semua itu sudin lakukan agar dia menang di pemilihan lurah dua bulan lagi. makanya ia mau menumbalkan seno dan devin kepada iblis sesembahannya handoko, agar dia menang saat pemilihan lurah nanti."hardik karto melotot tajam kepada pak maman.


"Kau fikir adik mu itu orang baik, kau salah maman! hay kalian semuanya, lihat pemimpin kalian ketua RT yang selalu kalian banggakan, bahkan dia calon lurah di desa ini. asal kalian semua tahu, dia itu adalah manusia berkedok iblis sama seperti diriku. Hahaha."celoteh karto sambil tertawa terbahak-bahak.


Kini semua pandangan mata tertuju kepada RT sudin. tatapan mata mereka semua menatap tajam dan penuh amarah kepada RT sudin.


"Sudin! jawab pertanyaan ku dengan jujur! apa benar semua yang telah karto katakan tadi? "tanya pak maman menghampiri RT sudin.


"Sudahlah sudin, jangan kau berkilah akui saja semua kesalahan mu."timpal Karto.


"Cepat katakan yang sebenarnya pak RT sudin! benar atau tidak apa yang telah dibilang karto tadi."sahut pak basri sambil mengacungkan sebilah parangnya kepada RT sudin.

__ADS_1


"Ok..!! Ok... aku akui, aku memang besekongkol dengan juragan handoko dan juga karto. karena semua itu aku lakukan demi membiayai istriku yang selalu sakit-sakitan, soalnya aku bingung selalu tak mempunyai cukup uang untuk membiayai pengobatannya yang sangat mahal. serta aku juga ingin merubah nasib hidup ku ke arah yang jauh lebih baik lagi, dengan cara mencalonkan diriku sebagai seorang lurah. makanya aku menerima tawaran pak handoko, saat dia mengajak ku untuk bersekutu dengan iblis agar aku bisa mendapatkan uang yang banyak dan mendapatkan jabatan lurah itu."


"Selain itu aku juga membantu pak handoko, untuk mencelakai keluarga pak anung dengan menumbalkan devin dan seno ke iblis agung di hutan kinarang."papar RT sudin.


"Memang biadab kau sudin!"pak maman langsung menampar RT sudin.


"Dasar RT busuk, penjahat, pendosa, penganut iblis sesat! gimana kalau kita bakar saja dia bersama si karto, untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya"seru uda Yuda.


"Benar, bakar saja dan habisi saja pemimpin seperti itu!" timapal warga yang lainnya.


"Tolong semuanya, maafkan semua kesalahan saya. izinkan saya untuk hidup, saya janji akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya dengan menyerahkan diri ke polisi."mohon RT sudin bersimpuh di hadapan para warga.


"Hukuman polisi itu sangat ringan, kalau orang kaya kamu itu pantasnya di hukum mati biar tahu rasa."seru seorang ibu berbadan besar.


"Sudah bakar saja RT sudin bersama si karto!"


"Benar bakar saja, agar habis semua penganut iblis yang berada di desa ini."


"Bakar.... Bakar....Bakar..." teriakan semua warga sambil mengangkat obor di tangan mereka.


"Man, tolong bantu aku! tolong katakan kepada semua warga yang ada disini, agar aku dimaafkan."mohon RT sudin kepada kakanya.


Namun pak maman yang saat itu sudah sangat kecewa, dengan perilaku adiknya yang sudah menyimpang ke jalan sesat. pak maman pun hanya diam saja, malahan dia mempersilahkan para warga untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada adik kandungnya itu.


RT sudin pun di tarik paksa, lalu ia di bawa ke atas kayu pembakaran dan diikat disamping karto. ratapan dan permohonan ia kepada para warga pun tidak di perdulikan. warga yang sudah sangat marah sekali, langsung menyulut api dan membakar karto beserta RT sudin.


****


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, dengan cara like, vote and sisipkan komentar serunya. masukan juga novel ku ini, di list favorite kalian terimakasih....😉😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2