Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 40


__ADS_3

Bab 40


"Pak RT saya mau melapor, kalau anaknya pak maman tadi hilang pak. menurut keterangan sih, di culik kuntilanak anjani." ucap iman yang sekarang menjabat sebagai hansip kampung.


"Maksudnya, si dian yang sudah hilang!"kata pak rt sudin sedikit terkejut.


"Bener pak rete! "sahut iman.


Pak RT sudin pun langsung berlari, saat ia mendengar laporan kehilangan anak. ekspresi wajahnya juga terlihat sangat panik. ia terus saja berlari sampai tak memperdulikan iman yang terus saja memanggilnya di belakang.


Bagaimana pak RT sudin tidak panik, soalnya yang hilang itu adalah anak kandungnya sendiri. dulu ia sengaja menitipkan anaknya itu kepada kakanya maman, saat ia menikah lagi dengan istrinya yang sekarang. di karenakan istrinya itu tidak mau merawat anak dari istri pertama pak sudin, jadi pak sudin pun terpaksa menitipkan anaknya itu kepada kakanya.


"Man! gimana sih dian bisa hilang begitu."cetus pak RT sudin saat tiba di rumah pak maman.


Kala itu di rumah pak maman sudah banyak orang berkumpul, sedangkan istri pak maman terus saja menangis meratapi hilangnya dian.


"Aku juga gak tau din, kejadiannya seperti apa! tadi kata teman-teman_nya dian, saat mereka pulang mengaji. ada Kuntilanak yang nyegat perjalanan mereka, sudah gitu malah dian yang di bawa kuntilanak itu."tutur pak maman.


"Kuntilanak!" pasti anjani kuntilanak itu, ini gak bisa dibiarkan."pekik pak sudin kesal.


Pak RT sudin pun langsung memancarkan aura kemarahan-nya, sambil tangannya mengepal. lantas ia langsung mengajak beberapa warga, untuk menuju ke rumah pak anung malam itu.


****


"Anung! keluar kau sekarang juga, kembalikan anak ku! "teriak pak RT sudin dari halaman rumah pak anung.


Pak anung dan bu hani yang kala itu sedang melaksanakan shalat isya, mereka berdua terkejut dan langsung buru-buru keluar rumah. ternyata di luar sana, sudah banyak sekali warga yang berkumpul di halaman rumahnya.


"kembalikan anak ku sekarang juga anung!"tunjuk pak sudin sambil melotot tajam ke arah pak anung saat pak anung sudah keluar dan berdiri di depan teras rumahnya.

__ADS_1


"Apa maksud ucapan pak RT! saya sama sekali tak mengerti."anak! anak siapa yang harus saya kembalikan?"ucap pak anung kebingungan.


"Sudahlah anung jangan kau banyak berkelit dan pura-pura tidak tahu saja. kau sebenarnya sekongkol kan sama setan anak mu itu! kamu sengaja menculik anak pak maman untuk kau jadikan tumbal membangkitkan arwah anak mu yang sudah mati, agar anak mu itu bisa hidup kembali."tuduh karto yang tiba-tiba muncul.


"Jaga ucapan mu, Karto!" kau ternyata ular berkepala dua ya, kau yang melakukan malah kau fitnah diriku." balas pak anung kesal.


"Apa maksud ucapan mu tadi Karto! tumbal membangkitkan arwah jadi manusia, apa maksudnya!" timpal Pak RT sudin antusias.


"Hey warga semuanya dengarkan oleh kalian semua baik-baik. anung beserta istrinya ini, ternyata mereka berdua menganut aliran sesat. karena mereka masih tak terima atas kematian anaknya, makanya mereka berdua mulai membangkitkan arwah anjani untuk di jadikan manusia kembali. ya caranya dengan menumbalkan anak laki-laki, makanya mereka menculik anak pak maman untuk dijadikan tumbal pertamanya." seloroh karto sambil dia berdiri di hadapan semua warga.


"Gak benar itu! kalian semua jangan percaya omongannya. justru sebaliknya karto lah yang mempunyai niat jahat itu."bela bu hani.


"Jana anakku lah saksinya, dia yang sudah mendengar percakapan karto sedang merencanakan semuanya itu." imbuh bu hani.


"Ahhh, sudahlah! jangan dengarkan perempuan jahat itu, dia hanya mencoba untuk menutupi kesalahannya dengan mengkambing hitam kan aku. sekarang buktikan saja ucapan ku! periksa saja ke dalam rumahnya." sahut Karto.


"Hayo.! hayo! "sorak para warga.


Akhirnya para warga pun langsung menerobos masuk ke dalam rumah pak anung, walaupun saat itu bu hani sudah berusaha menghalau mereka semua agar tak masuk ke dalam rumah. warga yang kala itu sedang tersulut amarah, tetep nekat dan menerobos masuk ke dalam rumah pak anung. mereka semua langsung memeriksa seisi ruangan rumah itu.


Sampai akhirnya warga mulai memeriksa kamar bekas anjani, ternyata disana para warga mendapati berbagai macam peralatan ilmu perdukunan. di dalam sana warga juga melihat sebuah meja berisikan kembang setaman, serta kemenyan yang sedang dibakar sampai baunya menyeruak di seisi ruangan kamar itu.


Selain itu warga juga mendapati ada sebuah ember kecil berisikan darah segar, dari baunya tercium seperti darah manusia.


"Benarkan apa yang ku bilang! mereka berdua itu menganut aliran sesat, pasti anak pak maman sudah dijadikan tumbal oleh mereka! nih buktinya, ada darah manusia!" ujar karto mencoba makin menghasut warga.


"Hentikan tuduhan mu Karto! demi Allah, kami tidak tahu atas semuanya ini." tukas bu hani membela diri sambil terisak sedih.


"BRENGSEK KAU ANUNG!" hardik pak sudin yang langsung melayangkan tinjunya yang bertubi-tubi ke wajah pak anung.

__ADS_1


"Hentikan! lepaskan suamiku! kami tidak pernah melakukan itu semua, kami sendiri juga bingung kenapa bisa ada alat-alat seperti itu di kamar anak ku."ratap bu hani sambil beruraian air mata berharap agar suaminya dilepaskan.


Namun ratap bu hani kala itu tak di hiraukan warga, malahan warga menghakimi pak anung dengan memukulinya sampai ia babak belur.


"Sudah! sudah, cukup semuanya! lagi pula percuma kalian menghabisi anung, toh anak pak sudin atau pak maman tidak akan bisa hidup kembali, walau kalian semua menghabisi anung."cetus Karto menghentikan aksi warga.


"Nyawa itu harus di bayar dengan nyawa Karto! dia udah membunuh anak ku, jadi dia juga harus mati!" ucap pak RT sudin geram.


"Lebih baik kita usir saja mereka dari kampung sini! itu semua sebagai hukuman yang paling setimpal, serta jangan izinkan mereka tinggal di desa ini lagi. gimana, setuju gak!." cetus Karto memprovokasi RT sudin dan para warga.


"Setuju...!!!


"SETUJU....!!!


"SeTuJu....!!!!"


teriak para warga.


"Ya saya juga setuju! ini hukuman yang pantas buat mereka berdua." kata RT Sudin.


Akhirnya bu hani dan pak anung pun langsung di usir oleh para warga dari desa mekarsari, tanpa diperbolehkan membawa barang apapun dari dalam rumahnya. lebih sadisnya lagi rumah mereka malah dibakar oleh para warga, anjani yang kala itu menyaksikan kebiadaban para warga desa terhadap kedua orangtuanya. ia sangat marah dan membuat angin kencang, sampai menerbangkan semua yang ada disana termasuk ada warga yang sampai terpental.


Para warga yang ketakutan pun langsung lari berhamburan, untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. sedangkan karto ia seolah sengaja sedang memancing arwah anjani, agar arwah anjani mengejarnya dan mengikutinya.


****


Bersambung......


Jangan lupa like and vote nya ya, serta bubuhkan komentar positif nya. agar makin semangat menulis kelanjutannya.😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2