Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 49


__ADS_3

Bab 49


Namun saat anjani baru mencoba melihatnya, pintu ruangan itu malah tak sengaja terdorong lalu terbuka. alhasil semua orang yang berada di dalam sana, memandang ke arahnya dengan tatapan yang tajam.


Tapi tak sebaliknya dengan pria muda itu, ia yang tadi sedang mengamuk dan marah-marah. langsung terdiam saat melihat anjani di hadapannya, ia memandang anjani dengan tersenyum lebar dan mata yang berbinar-binar.


seolah-olah ia telah menemukan kembali, seseorang yang telah lama meninggalkan nya.


"Ma.. maafkan saya! sa.. saya fikir ini ruangan nenek saya, sekali lagi maaf ya telah mengganggu." ucap anjani gelagapan sambil mengatupkan kedua tangannya lalu pergi.


"Beby!" ucap lirih pria muda itu.


seorang bapak tua yang berada disamping pemuda tadi, memandang ekspresi bahagia pria muda itu, lantas ia pun ikut tersenyum.


"Beby tunggu! "pekik pria muda itu lalu berlari keluar mengejar anjani.


"Perawat Kejar, tuan devin! "titah dokter wanita berambut pendek dan berkacamata kepada perawat pria.


"Biarkan saja dok, Mas! "hadang bapak tua itu sambil berdiri di ambang pintu.


"Tapi pak! anak bapak dengan kondisinya yang seperti itu, bisa membahayakan orang lain."ucap seorang dokter wanita berkacamata.


"Saya yakin! Devin tidak akan mencelakakan nya, kita ikuti saja dia." ujar pak Sobri ayah dari Devin lalu mereka pun mengikutinya.


Ya, pria muda tadi yang sedang mengamuk dan mengacak-acak ruangannya adalah Devin, saat itu ia hendak di periksa dan di berikan obat penenang kejiwaan oleh dokter. namun Devin menolaknya, makanya ia berontak dan ngamuk.


Hampir 1 tahun lamanya kejiwaan Devin terganggu, itu semua terjadi atas kejadian 1 tahun yang lalu. saat adiknya dibunuh, oleh iblis yang ia suruh menghabisi ke empat temannya.


Karena rasa bersalah kepada adiknya Mitha, yang terus menerus menghantuinya. ia pun prustasi dan kehilangan kewarasan nya, karena terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Anjani yang merasa malu atas kecerobohan nya tadi, sampai membuat semua orang di ruangan itu menatapnya heran. ia terus melangkah kan kakinya, menuju ruangan yang dicarinya.


Namun tanpa anjani sadari, di belakangnya Devin terus mengikutinya. karena anjani berjalan sangat terburu-buru, ia sampai terjatuh akibat terpleset boneka berwujud anak bayi.


"Aw! aduh sakit sekali kaki ku, kenapa aku gak liat sih ada boneka di jalan."rintihnya sambil memegangi kakinya dan meraih boneka itu.


"Hahahaha, jatoh ya! cucian deh kamu." makanya jangan jahat sama Dede Lina, jadi kualat kan kamu." ledek seorang wanita di kepang dua sambil menggoyangkan jari telunjuknya ke atas ke bawah lalu mengambil paksa bonekanya dari tangan anjani.


"Hey teman-teman! orang ini sudah jahatin dedek Lina, masa Dede Lina di injak." ujar wanita tadi kepada teman-temannya.


"Siapa yang sudah jahatin Dede Lina?" tanya seorang wanita yang rambutnya dikuncir dua.


"Tuh orangnya, yang lagi duduk dilantai." tunjuk wanita tadi ke arah anjani.


alhasil anjani pun dikepung, oleh wanita tadi dan benerapa orang temannya.


"Oh ya, aku punya permen! kalian mau?" ucap anjani sambil mengeluarkan beberapa permen lollipop dari dalam tasnya.


"Mau, mau, mau." ucap mereka semua.


anjani pun memberikan mereka masing-masing lolipop, yang ada di dalam tasnya. sebenarnya permen lolipop tadi, ia hendak berikan ke anak laki-laki yang ditemuinya di pasar kemarin.


karena ia gak jadi ke pasar malah di ajak ke kota oleh Ki romo, akhirnya lolipop itu ia berikan ke wanita tadi dan juga teman-temannya. ya dari pada ia harus melawan mereka yang jumlahnya banyak, lebih baik ia mengikhlaskan permenya itu untuk mereka.


"Alhamdulillah." ucapnya sambil mengusap dada dan masih terduduk dilantai.


karena sedari tadi anjani sulit bangun, karena kakinya masih terasa sakit sekali.


Dan ternyata,wanita tadi bersama teman-teman nya itu adalah pasien RSJ disana. anjani pun hanya mengusap keningnya dan menghela nafas besar, saat mengetahuinya. ya mana mungkinlah ia bisa marah sama orang yang kurang waras, kalau ia tadi ikut meladeninya berarti sama saja dia dengan pasien-pasien gila yang berada disana.

__ADS_1


"Kamu gak papa!" sini aku bantu." ucap seseorang sambil mengulurkan tangannya dan membantu anjani berdiri.


"Gak papa ko! maksih ya." balas anjani sambil menerima uluran tangannya.


Namun saat mencoba berdiri kaki anjani, malah terpleset kembali. dengan cepat sosok pria muda itu yang ternyata Devin, langsung memeganginya dan posisi mereka kini. saling bertatapan mata dan tubuh anjani melengkung kebawah, serta tangan Devin menyangganya.


Seoalah kewarasan Devin perlahan mulai kembali, saat ia menatap mata dan wajah anjani secara dekat. devin merasa hatinya yang dulu mati dan rasa cintanya yang dulu hilang, kini kembali lagi bahkan kali ini perasaan nya itu sangat berbunga-bunga sekali.


"Ma..maaf! makasih ya, kamu sudah membantu saya." ujar anjani sambil melepaskan tangan Devin yang menyangga tubuhnya tadi dan ia pun langsung melangkah pergi.


"Beby!" kau kembali." ucap lirih Devin sambil tersenyum.


Sebenarnya anjani kala berada di hadapan Devin tadi, mendadak hatinya juga bergejolak. jantungnya berdegup sangat kencang, seolah ia merasakan debaran rasa jatuh cinta. namun ia langsung menepis rasa itu jauh-jauh, soalnya mana mungkin ia jatuh cinta sama pasien RSJ.


"Haduh! apa-apaan sih fikiran ku ini, kenapa aku selalu terbayang wajahnya." gumam anjani sambil mengetuk keningnya karena selalu terfikir dan terlintas wajah Devin terus.


"Anjani! dari mana saja kamu, dari tadi abang cariin kamu gak ketemu-ketemu. " tegur Karto dengan ketus saat melihat anjani.


"Aku tadi kesasar bang! terus aku lupa jalan ke ruangannya." ucapnya lirih sambil tertunduk.


"Lagian tadi kamu lama sekali sih ke kamar mandinya! ya sudah, hayo kita ke ruangan ibu." ajak Karto dan mereka pun berlalu.


Sedangkan Devin sedari anjani meninggalkannya, ia masih diam dan terpaku di tempatnya. wajahnya bersemu dan terlihat senyumnya yang mengembang, terlintas juga di fikirannya kejadian tadi yang dialaminya.


Bersambung....


Hayo!! jangan lupa di like, vote and komentar nya ya...😊😊😊 apalagi kalau di beri hadiah makin semangat deh!...


Salam Penasaran Selalu.....

__ADS_1


__ADS_2