Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 83


__ADS_3

Bab 83


Di bawah gelapnya langit malam yang sepi tanpa taburan benda langit, devin yang kala itu mulai beranjak keluar dari rumahnya. karena ingin merasakan segar dan dingin nya angin malam, soalnya di dalam kamarnya ia merasa sangat berkeringat karena kegerahan, makanya devin memutuskan untuk keluar rumah saja.


Devin pun segera merebahkan dirinya, dibangku panjang yang terbuat dari bahan dasar bambu yang beralaskan busa. saat kedua mata devin perlahan mulai terlelap, karena saking puasnya menikmati hawa sejuk udara malam dari teras rumahnya. tiba-tiba netranya sekelebatan menangkap sesosok laki-laki tua, yang lewat lalu kini berdiri sambil menatapnya sedih. sosok itu kini sudah berdiri, tepat dibawah pohon trembesi di sebrang halaman rumahnya.


Karena rasa penasaran, devin pun mulai beranjak dari rebahannya. soalnya ia merasa mengenali sosok laki-laki itu, sambil berjalan dengan langkah gontai. dikarenakan tadi jiwanya sudah masuk ke alam mimpi, devin mulai menghampiri sosok laki-laki itu.


"Ayah...!!"seru devin, sambil mengucek-ngucek matanya untuk memastikan penglihatannya.


Setelah penglihatannya terlihat dengan jelas, bahwa sosok laki-laki berwajah pucat di hadapannya itu adalah ayahnya. Devin pun langsung menghamburkan diri, memeluk tubuh renta ayahnya. soalnya saat kemarin ia menuju ke desa anjani, perasaannya mendadak gelisah dan terasa sakit saat mengingat ayahnya itu.


"Ayah kapan datang? terus ayah kesini sama siapa?"tanya devin sambil celingukan."ibu ening kemana yah?"tanya devin kembali karena tak mendapati ibu tirinya di dekat ayahnya.


Begitulah devin kalau menyebut atau memanggil ibu tirinya, dengan sebutan ibu ening padahal namanya kan ibu Ningsih.


Namun ayahnya sama sekali tak menjawab pertanyaan devin, pak sobri tetap diam membisu dengan pandangan kosongnya.


"Ya sudah, kita masuk saja yu kedalam. soalnya diluar dingin tau yah, nanti ayah bisa sakit."ujar devin lalu mencoba menuntun tangan ayahnya.


Tapi ayahnya tetap gak mau beranjak dari tempatnya, padahal devin sudah berusaha menuntunnya. tangannya juga terasa keras dan dingin sekali seperti es, kemudian ayahnya mulai membuka suaranya.....


"Devin.. maafkan ayah dan ibu tirimu, kalau selama ini ayah dan ibu tirimu ada salah kata dan perbuatan yang kurang baik kepada mu. sebelum ayah pergi, ayah cuma mau bilang kalau kamu harus lebih berhati-hati lagi. karena orang jahat itu akan segera mengincar mu, mereka gak akan tinggal diam. jagalah diri dan keluarga mu baik-baik nak, ayah mau pamit."papar pak sobri sambil menggenggam tangan devin lalu memeluknya, serta beberapa kali meneteskan bulir bening di kedua netranya.


"Ayah kenapa bilang seperti itu sih, emang ayah mau pergi kemana?"ucap devin ikut menangis tersedu-sedu dipelukan ayahnya.


"Waktu ayah sudah habis nak..!! cepat kamu masuk ke dalam rumah sekarang juga, kiriman orang itu akan segera datang."titah pak sobri ketakutan lalu melepaskan pelukannya, dengan menampakan raut kepanikan.


"Gak..!! Devin gak mau masuk, kalau ayah gak ikut masuk ke dalam juga. lagian apa maksud ayah, waktu ayah sudah habis?"kata devin mencoba menggenggam tangan ayahnya lagi.


Tapi pak sobri malah mengibaskan kasar tangan devin, lalu membentaknya dengan berubah ke wujud yang sangat menyeramkan. sekujur tubuhnya terlihat mengepul dan kulitnya juga berwarana hitam, kepalanya yang sedikit terlihat luka menganga, perlahan mengeluarkan lelehan cairan darah yang mengental. lalu mengalir membasahi pipi dan bajunya, kedua netranya juga membentuk sebuah mata panda, bulat hitam dan mengkriput.

__ADS_1


"AKU BILANG MASUK SEKARANG JUGA."bentak pak sobri sambil menunjuk dan melotot tajam.


Devin yang saat itu kaget mendengar teriakan kencang ayahnya, serta melihat wujud ayahnya yang berubah menyeramkan. dia pun langsung berlari tunggang langgang untuk masuk ke dalam rumahnya, sambil sesekali dia juga menengok ke belakang memastikan sosok itu.


****


"AYAH....!!"Heuh... Heuh...Heuh..."devin berteriak dan menghembuskan nafas besar yang tersengal-sengal, saat ia terbangun.


Ternyata semua kejadian yang dialaminya tadi, itu adalah sebuah mimpi, lebih tepatnya mimpi buruk yang sangat menyeramkan.


"Mas kamu kenapa ko ngos-ngosan gitu? apa kamu habis mimpi buruk?"tanya anjani panik sambil menyodorkan segelas air putih yang diambilnya dari meja di samping ranjangnya.


GLEK... GLEEK...GLEEKK... "terdengar suara devin meneguk cepat air di dalam gelas yang diberikan anjani barusan.


"Iya sayang, barusan aku mimpi buruk yang aneh."setelah minum, devin pun menceritakan mimpinya itu kepada anjani secara detail.


"Ya sudah, lebih baik mas kembali tidur lagi saja deh. tapi jangan lupa berdo'a ya."titah anjani sambil menyelimuti devin, lalu mencium keningnya dan beranjak turun dari kasurnya.


"Aku mau ke kamar mandi dulu, mau pup. sudah kebelet soalnya, emang mas mau gantiin jadi kloset kalau aku gak tahan disini."goda anjani sambil nyengir memegangi perutnya.


"Ih ogah lah, ya sudah sana gih buruan. buhaya kalau kamu pup disini, bisa-bisa bau nih kamar."balas devin sambil menutup hidungnya.


Anjani pun hanya tersenyum manis, melihat kelakuan kocak suaminya itu. ia pun segera beranjak dari kasur, lalu segera keluar dari kamarnya. ternyata anjani keluar kamar bukan menuju ke kamar mandi, ia malah melangkah keluar rumah menuju ke halaman rumahnya. tapi sebelum keluar rumah, anjani tadi sempat ke dapur dulu untuk mengambil sesuatu.


Disana anjani sudah berdiri seoalah sedang menunggu sesuatu, tiba-tiba dari kejauhan ia melihat. nampak sebuah pusaran bola api yang menyala-nyala terbang dengan kecepatan tinggi. pusaran bola api itu sepertinya menuju ke rumah devin, tepatnya kini pusaran bola api itu sudah berada diatas atap rumah devin.


"Hey...!! turun kau sekarang juga dari atap rumah ku."teriak anjani menunjuk pusaran bola api yang sudah berada di atas atap rumahnya.


Pusaran bola api itu seolah mendengar teriakan anjani barusan, bola api itu pun turun dari atap tapi dengan wujud yang berbeda. pusaran bola api itu kini telah membentuk tubuh komplit seperti manusia, tapi wujud kepalanya yang masih berkobaran api terlihat ada dua tanduk seperti kepala banteng, matanya kosong merah menyala, kedua tangannya juga memiliki jari-jari kuku yang sangat teramat panjang.


"Huahahaha...!! siapa kamu? beraninya kamu menantang ku."ujar sosok wujud bola api itu sambil perlahan mendekat cepat ke anjani.

__ADS_1


"Aku bukan mau menantangmu. aku hanya ingin tau, kenapa kau berada di atas rumahku? pasti kau akan menjahati semua penghuni didalamnya kan?"tanya anjani dengan tenang.


"Ya, ucapan mu barusan memang benar. tapi aku kesini hanya menjalankan tugas ku, untuk membunuh dua orang saja yang berada di dalam sana. lebih tepatnya orang yang bernama devin dan anung saja."balas sosok manusia api itu dengan suara menggelegar.


"Apa!! berarti kau mau mencelakai suami dan juga bapa ku? kalau kau berani sedikit saja menyentuh tubuh mereka berdua, kau akan berhadapan denganku."ancam anjani seraya menatap tajam ke arah makhluk itu.


"Halah aku tak takut..!! lagian aku gak punya banyak waktu untuk meladeni wanita lemah seperti mu."katanya lalu berubah kembali ke wujud pusaran bola api lalu terbang mencoba masuk ke dalam rumah devin melalui atap.


Namun anjani tak tinggal diam, ia langsung melempari sosok bola api itu dengan serbuk kasar berwarna kristal bening. seketika sosok itu langsung jatuh terpental ke tanah, sosok itu juga menggelinjang-gelinjang kesakitan. anjani pun segera melempari sosok itu lagi, dengan sisa serbuk kristal bening di tangannya itu.


"Ampun... Ampun...!! Tolong lepaskan saya. saya berjanji tidak akan mengganggu lagi penghuni rumah ini."mohon sosok pusaran bola api itu sambil bersimpuh dan mengatupkan kedua tangannya, sosok itu kini sudah kembali ke wujud semula setengah tubuh manusia.


"Baiklah, sekarang juga kau pergi dari sini. ingat..!! jangan kembali lagi ke rumah ku atau kau akan ku musnahkan."ujar anjani memperingati sosok manusia kepala api itu.


"Terimakasih..."ucap sosok itu kemudian langsung menghilang.


Sebenarnya saat anjani mendengar penuturan mimpi devin tadi, ia melihat sosok pak sobri muncul di dekat jendela kamarnya. pak sobri menunjuk ke halaman depan, seolah mengisyaratkan agar anjani mengikuti nya.


Makanya anjani segera beralasan ke devin, untuk pergi ke kamar mandi. agar dia bisa keluar dari kamarnya, anjani pun langsung menuju ke halaman rumahnya. disana ternyata sudah ada pak sobri dan ibu Ningsih, mereka berkata akan ada kiriman bahaya dari orang jahat. lalu mereka berdua juga berpamitan kepada anjani, agar membantu menjaga devin.


****


"BRENGSEK...!!! SIALAN...!!! kenapa bisa gagal sih, padahal kan kiriman itu makhluk paling berbahaya. dengan seketika orang langsung wasalam, kalau sudah terkena serangan banaspati."racau seorang laki-laki berpakaian serba hitam sambil mengacak-acak alat-alat ritual di hadapannya.


BANASPATI adalah sebutan bagi hantu atau roh jahat dengan ilmu hitam tingkat tinggi, yang memiliki wujud seperti api dan berelemen utama api. sosoknya bisa mengambil bentuk bola api atau pusaran api. Dikabarkan, sosok Banaspati akan membakar manusia yang mengusiknya, itupun karena diperintahkan oleh seseorang. Roh jahat ini sering kali ditemukan di daerah Pulau jawa dan Kalimantan


Sosok ilustrasi Hantu BANASPATI yang sudah berubah wujud menghampiri anjani.



*****

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2