Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 75


__ADS_3

Bab 75


Happy reading kembali guys...😄😄😄


_____________&&&&&&&_______________


Semakin hari bunga-bunga cinta pun tumbuh bermekaran diantara devin dan anjani, itu mungkin akibat mereka keseringan bersama dan bertemu setiap hari kali ya. atau memang sejak dulu sampai sekarang memang perasaan itu sudah ada, tapi baru saja muncul sekarang.


Untungnya saja selama satu minggu ini piyon tidak ada, karena sedang mengantar anabel. jadi devin bisa leluasa dan gak punya saingan untuk mendekati anjani, alhasil anjani juga semakin dekat dan mulai jatuh hati pada devin.


"Jan...aku mau ngomong sesuatu sama kamu."bisik devin saat anjani sedang memasak.


"Ngomong aja mas, ko pake bisik-bisik segala sih."balas anjani seraya tersipu malu.


"Aku mau ngomong serius, tapi bukan disini! kamu pakai baju yang ada di dalam paper bag ini ya, nanti malam aku tunggu kamu di dekat taman kota. dandan yang cantik ya honey."ujar devin sedikit berbisik sambil memberikan paper bag warna merah marun bergambar mawar lalu pergi keluar saat Bu hani datang.


Setelah devin pergi anjani malah mesam mesem sendiri, sampai ia tak menyadari bahwa sedang ada ibunya disampingnya sekarang.


"Ehem...anak ibu seperti nya sedang jatuh cinta nih."ejek Bu hani kala melihat anjani senyum senyum sendiri.


"Ah ibu, sok tau deh." ucap anjani manja dengan wajah yang merona.


"Ya Taulah, Jan! ibu dulu juga kan pernah muda, pernah jatuh cinta juga."ujar Bu hani sambil mulai mencuci piring-piring kotor bekas para pembeli yang makan di warung nya.


"Menurut ibu, devin sosok laki-laki yang baik gak sih Bu? "tanya anjani seraya memeluk ibunya dari belakang.


"Hhmm, Menurut ibu sih. devin anak yang baik, bertanggung jawab dan rela berkorban."mirip seperti bapak mu dulu."ujar Bu hani sambil fikirannya melayang teringat tempo dulu.


"Hayo mirip apanya tuh."timpal pak anung saat datang ke dapur.


"Bapak ini kebiasaan deh, suka nimbrung aja kerja nya."balas Bu hani saat kembali dari lamunannya.


"Bapak setuju ko kalau kamu sama devin, Jan."ucap pak anung membuat anjani bahagia.


"Bener pak bapak setuju kalau jani sama devin."

__ADS_1


timpal anjani tak percaya dan dibalas anggukan oleh bapaknya menandakan iya.


Awalnya anjani takut kalau hubungan dia dan devin tak direstui bapak dan ibunya, soalnya dulu kan devin pernah melakukan kesalahan besar kepada anjani. makanya anjani takut kalau kedua orangtuanya berfikir kesana lagi dan melarang hubungan mereka.


*****


"PEH...PEH... HARUPAT GERA GEDE GERA LUMPAT BRAAY...!!"ucap anabel sembari memeragakan gaya yang di ajarkan Ki Cebol Larangsakti kepadanya waktu itu.


"Devin... kali ini kamu akan bertekuk lutut di hadapanku. dan kamu akan menjadi milik ku untuk selamanya."hahahaha.."ujar anabel sambil menaburkan cairan kuning ke dalam kotak makanan berisikan spageti bolognese.


Lalu ia pun memasukan kotak makan itu ke dalam paper bag coklat, lalu melangkah pergi keluar meninggalkan dapur. dengan wajah yang sumringah anabel merasa yakin dan pasti, ia pun mulai melajukan mobilnya perlahan menuju ke tempat orang yang ia idamkan.


****


Malam yang ditunggu tunggu pun akhirnya tiba juga, kini anjani sudah berdandan cantik ala ala foto model Korea. rambutnya yang panjang dan warna pirang bak bule dadakan, di sanggulnya ke atas ditambah jepit bunga perak juga terselip dirambutnya. selain itu anjani juga mengenakan dress merah seatas lutut, berbahan brukat pemberian devin tadi siang.


Sungguh cantik penampilan anjani malam ini, siapa pun yang melihatnya pasti akan terhipnotis oleh tampilan nya malam ini. dengan perasaan yang bercampur aduk, anjani pun memantapkan langkahnya untuk menemui devin yang sudah menunggu nya disana.


Sepanjang perjalanan menuju taman kota, banyak sekali mata yang memandang dan mengagumi kecantikan anjani malam ini.



Malam ini devin yang hanya mengenakan pakaian kesual saja seperti biasanya, kaos berlapis jaket biru dan celana jeans. jantungnya mulai merasa dagdig gak keruan menunggu kedatangan anjani, namun tak pernah di sangka dan tak di duga olehnya, ternyata anjani malah muncul dan datang dari arah belakangnya.



"Mas devin."ucap anjani senyum merekah, sambil mencolek pundak devin dari belakang.


Sontak devin pun segera berbalik kebelakang, betapa terkejut dan terpananya ia kala itu. saat mendapati anjani dengan penampilan yang sekarang, sampai devin beberapa kali menelan saliva nya. ia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya, ia juga tidak pernah menyangka anjani ternyata bisa sangat secantik ini.


"Jan..ini beneran kamu kan?"tanya devin masih merasa tak percaya atas perubahan anjani.


"Ya iyalah mas, ini aku anjani. masa Jana atau ibu."balasnya dengan senyuman manisnya.


"Malam ini kamu sangat berbeda sekali jan, manis dan cantik sekali."puji devin seraya memegang tangan anjani lalu mengecup nya.

__ADS_1


Akhirnya malam itu tanpa basa basi, devin pun langsung mengutarakan rasa sukanya itu kepada anjani. bahkan devin pun tanpa ragu dan bimbang, langsung melamar anjani untuk jadi istrinya. soalnya devin gak mau kalau harus berlama-lama berpacaran, yang akan menimbulkan dosa dikemudian hari nantinya.


Bak gayung bersambut semua pernyataan devin malam itu, langsung diterima anjani. betapa bahagianya mereka berdua malam itu, sampai-sampai kedatangan dan panggilan piyon menyapa tak mereka jawab dan sadari. alhasil piyon pun merasa kecewa dan bersedih, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


*****


"Mas Piyon!!"teriak anjani lalu mengejar piyon yang tak memperdulikan panggilan nya.


"Mas, tunggu dong. mas kenapa sih ko sekarang berubah gak kaya dulu lagi, terus mas kemana aja ko sekarang ini udah gak pernah ke warung ibu lagi?"cecar tanya anjani sambil mengikuti langkah piyon.


"Aku sibuk Jan. lagian kamu juga lagi sibuk kan sama devin, oh ya selamat ya, atas hubungan kalian. maaf nih aku telat ngucapin nya."ujar piyon dengan tatapan datar seraya menjabat tangan anjani sambil tersenyum getir.


"Iya mas gak papa ko." oh ya mas, dua minggu lagi aku mau menikah dengan devin, mas nanti datang ya. Daaahh, mas piyon! aku pergi duluan ya, soalnya mau ke pasar disuruh ibu."ucap anjani sambil senyum, seraya memberikan sebuah kertas undangan bergambar dirinya dan devin lalu meninggalkan piyon sendiri disana.


DEGGG....


Bagai tersambar petir di siang bolong, sakit rasanya, perih tersiksa mendengar ucapan anjani barusan. bahwa anjani dan devin akan segera menikah, pupuslah sudah harapan piyon bisa memiliki anjani kembali. setelah dulu ia gagal memiliki anjani karena anjani meninggal, giliran sekarang anjani menjadi manusia kembali piyon juga gagal mendapatkan hatinya.


Nasib...Nasib mungkin takdir sudah berkehendak lain, walaupun kita sudah bersusah payah gimana pun caranya. agar bisa mendapatkan hati seseorang yang kita cintai, kalau dia bukan jodoh dan milik kita, pasti semua itu akan menjauh dengan sendirinya.


*****


Agggggrrrrhhh.....!!!


"Brengsek...!! Brengsek....!!! aku gak terima, aku gak sudi diperlukan seperti ini. Kau jahat Bebi...Kau Jahat....!! aku sudah berkorban banyak untuk mu Bebi, bahkan aku juga rela merawat dan menunggumu, saat kau kehilangan ke warasan mu dulu. Tapi Apa...!!! kau malah memperlakukan ku seperti ini, huhuhuhu. Kau malah mau menikah dengan wanita lain Bebi, Hatiku Sakiiiittttt..!!!"


Racau anabel sambil menangis tersedu-sedu dan memberantakan seisi ruangan kamar nya.


"Lihat saja aku akan buat hidup gadis itu menderita, karena sudah beraninya dia merebut kebahagian ku." Jangan harap kau bisa bahagia di atas penderitaan ku anjani."ucap anabel sambil memandangi surat undangan bergambar foto devin dan anjani, lalu merobek robek gambar anjani saja hingga menjadi sebuah potongan potongan kecil.


*****


Bersambung......


Jangan lupa bantu dukungan nya ya...😄😄 dengan cara, like, vote and sisipkan komentar serunya, agar author makin semangat nulis kelanjutannya...😄😄😄

__ADS_1


Terimakasih....🙏🙏🙏


__ADS_2