Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 74


__ADS_3

Bab 74


Hai rieders apa kabar semuanya...?😄😄 maaf ya othor yang baperan dan masih belajar ini, jarang up setiap hari, soalnya lagi ada kendala dan sedikit halangan.🙏🙏


Happy reading kembali.....😄😄


__________***----------***_________


****


Setelah hampir satu jam piyon dan anabel berjalan menyusuri jalan hutan, yang terasa begitu seram dan menyulitkan untuk dilewati. akhirnya mereka berdua pun tiba di depan sebuah gubug tua, berdindingkan kayu dan beratapkan dari daun aren yang dianyam rapih.


"Ini rumah baru dilihat dari luarnya aja udah nyeremin gini, apalagi di dalemnya ya...


"Hiiiiyyy, jadi merinding disco gue." batin piyon saat ia memperhatikan gubug tersebut.


Entah apa yang berada difikiran anabel saat ini, ia seolah merasa sangat bahagia sekali saat sampai di gubug tua tersebut. terlihat dari ekspresi wajahnya yang tersenyum gembira luar biasa, seolah ia habis menemukan sebuah harta Karun yang telah lama hilang.


"Piyon!! aku gak nyangka deh, akhirnya kita bisa sampai juga kesini."ujar anabel bahagia seraya menepuk bahu piyon beberapa kali.


Piyon pun langsung tersentak dan sadarkan diri dari lamunannya tadi, soalnya tadi ia melamun karena begitu takut sekali saat melihat gubug tersebut. apalagi tadi piyon sempat melihat bayangan hitam itu lagi masuk ke dalam gubug tersebut, sekelebatan bayangan hitam yang selalu mengikutinya sepanjang perjalanan mereka masuk ke dalam hutan.


"Curut Bunting lu!! Iihh...,non anabel ngagetin aja tau."ucap piyon saat latah.


"Siapa juga yang ngagetin!! makanya jangan ngelamun, nanti kesambet baru tau rasa kamu."balasnya ketus lalu melangkah menuju depan pintu gubug tua tersebut.


Tok... Tok... Tok...."Permisi, is there anyone inside..? (apakah ada orang di dalam)."ucap anabel sembari mengetok pintu tersebut.


TOK... TOK...TOK....


Namun tak ada sahutan sama sekali dari dalam rumah tersebut, padahal anabel sudah mencoba mengetuknya berulang kali.


"Piyon sini, ngapain sih kamu disitu aja! coba kamu yang ketuk gantian, tanganku sakit nih."titah anabel saat itu piyon masih saja mematung di halaman gubug dan tak mengikuti anabel yang sudah ke depan pintu.


"I..iya non!"ucapnya seraya menghampiri.


Baru saja piyon mau mengetuk pintu kayu tersebut, mendadak pintu itu malah terbuka lebar dengan sendirinya.


KREKEEEEKKKK.....

__ADS_1


"Masuklah dan ikuti saja arah suara saya! Ingat, kalian jalan saja terus dan jangan pernah lihat kebelakang."ucap suara serak seorang pria yang tak berwujud.


"Hayo piyon buruan jalan."ucap anabel menyenggol badan piyon karena posisinya tadi piyon berada didepan anabel.


Mereka berdua pun mulai melangkah perlahan masuk ke dalam gubug tersebut, tak bisa dipungkiri lagi sebenarnya anabel saat itu juga sudah mulai merasa ketakutan. bahkan saking ketakutannya anabel tanpa sadar, sampai memegangi tangan piyon dengan erat.


Karena suasana dalam gubuk tersebut begitu horor dan sangat menyeramkan, selain itu mereka juga disuguhkan dengan pemandangan patung patung berwujud kepala manusia yang tertempel di dinding dinding kayu tersebut.


Entah itu patung atau beneran kepala manusia, tapi memang lebih mirip seperti kepala manusia sungguhan sih kalau diperhatiin. bukan itu saja di dalam rumah tersebut juga terdapat banyak sekali peti-peti besar, yang tergeletak di setiap ruangan kamar. bahkan tercium sekali aroma bau yang menyengat, seperti bau bangkai yang sudah lama sekali.


BRUUUGGGG....


Baru juga beberapa langkah mereka berjalan, mendadak pintu tertutup dengan sendirinya. piyon pun langsung panik dan ketakutan, dia langsung berlari ke arah pintu dan berusaha untuk membukanya tapi gak bisa.


"Non! pintunya ke tutup, gimana ini kita gak bisa keluar dari sini."pekik piyon panik.


"Kenapa kalian berbalik! bukan kah tadi saya sudah katakan, agar kalian jalan terus dan jangan tengok ke belakang."hardik suara serak tanpa wujud tersebut.


"Ma..maafkan kami. sekali lagi kami minta maaf, kami cuma kaget saja."ucap anabel.


"Sekarang kalian jalan saja terus, ingat jangan sekali lagi tengok kebelakang atau kali ini kalian akan celaka."ucap suara itu lagi.


****


Setelah kami berdua berjalan lurus, terus berbelok, memutar, bahkan sampai disuruh berguling guling di tanah. untuk mengikuti arahan suara tak berwujud itu, akhirnya kami pun sampai juga di hadapan sosok laki-laki pendek dan bisa dibilang cebol gitu.


Laki-laki itu mengenakan baju serba hitam, dengan sebuah ikat kepala. dia sedang berdiri membelakangi kami berdua, yang kami tak habis fikir lagi. gubug tua itu terlihat sangat kecil kalau dari luar, tapi anehnya ko luas sekali di dalamnya gitu. sungguh tak masuk di akal.


"Gimana perjalan kalian, seru gak?"ujarnya sambil berbalik ke arah kami berdua.


"Seru dari mana! yang ada capek tau, ente mau ngerjain kita ya."sahut piyon kesal.


"HAHAHAHA. dasar pemuda loyo, baru segitu saja sudah capek."balas laki-laki itu.


"Itu Resiko dan ujian untuk kalian berdua! karena kalian sudah nekat datang kesini, ke hutan terlarang."imbuhnya.


"Lu kira kita anak sekolah apa, pake ujian segala."sahut piyon kesal.


"Maaf apa benar anda yang bernama Ki Cebol Larangsakti ?"tanya anabel menelisik.

__ADS_1


"Ya, saya Ki Cebol Larangsakti!"kau pasti anaknya Handoko kan? pasti kau nekat datang kemari, hanya ingin membuat seseorang menyukai dan jatuh hati kepada mu kan? "jawabnya sambil menyeringai menampakan gigi-gigi nya yang hitam.


"Ko aki tau nama papih aku? terus gimana aki tau kalau aku kesini, ingin membuat seseorang mencintai aku."tanya anabel heran.


"Aku Ki Cebol Larangsakti, apa pun tujuan manusia sesat datang kesini aku pasti tau." kau dan bapak mu ternyata sama saja, sama-sama selalu memaksakan sesuatu yang bukan menjadi hak mu."papar Ki Cebol dan langsung duduk bersila dan berkomat Kamit sambil sesekali membakar kemenyan.


Anabel dan Piyon pun langsung mengikuti Ki Cebol duduk bersila dihadapan nya, tapi piyon kembali melihat sekelebatan bayangan hitam itu lagi mengelilingi ruangan tersebut.


"Kenapa kau takut ya? dia tidak akan mencelakai mu, kalau kau tak berbuat macam macam disini. namanya Kalayang, dia anak ku sekaligus penjaga hutan larangan ini."ujar Ki Cebol menjelaskan sosok bayangan hitam itu.


"Ya takutlah Ki, soalnya dia kan setan. kalau bidadari cantik mah saya gak takut, malahan saya bakalan jadiin istri. hehehe." balas piyan sambil cengengesan.


"Taburkan air ini di minuman atau makanan laki-laki yang kau sukai itu, jangan lupa kau juga harus membacakan mantranya."ucapnya sambil menyodorkan sebuah botol kecil berisikan air berwarna kuning.


"Mantranya gimana Ki?" tanya anabel antusias.


"Begini mantranya.... " PEH...PEH...HARUPAT GERA GEDE GERA LUMPAT BRAAY...!!"


Ucap Ki Cebol Larangsakti seraya meragakan gerakan seperti meludah dan berjalan di tempat, sambil kedua tangannya seperti membuang sesuatu.


"Selain membaca mantra itu, kau juga harus meragakan gerakan seperti saya tadi."ujarnya.


"Haruskah seperti itu Ki..?"tanya anabel gak menyangka syarat nya begitu amat.


Piyon pun hanya bisa tertawa geli, saat melihat anabel memperaktekan gaya yang Ki Cebol sebelumnya lakukan.


"Sekarang kalian pulanglah, nanti Kalayang yang akan mengantar kalian agar cepat sampai ke luar hutan ini."ucap Ki Cebol.


"Tapi Ki, saya mau tanya nih, penasaran soalnya! tadi kenapa saat kita masuk gak boleh nengok ke belakang? terus kenapa ada kepa..."tanya piyon namun anabel langsung menghentikan tanyaya dengan mencubitnya.


"Kalau tadi kalian menengok kebelakang, mayat-mayat yang berada di dalam peti peti di ruangan itu akan bangkit dan menghabisi kalian. karena bagi mereka darah dan tubuh kalian adalah makanan segar, saat kalian sudah masuk ke dalam rumah ini mayat itu tidak akan mencium aroma kalian.


Tapi kalau kalian menengok apalagi berbalik kebelakang, mayat itu akan bisa mencium dan melihat keberadaan kalian. soalnya kalau kalian sudah masuk kesini, tidak akan bisa keluar lagi tanpa seijin Ku. "papar Ki Cebol menjelaskan.


"Jadi yang dipeti peti itu mayat? terus kepala itu asli kepala orang?"Hiiiiyyy, nyeremin kaya di film zombie aja."ujar piyon bergidik.


Akhirnya tanpa mereka sadari, mereka berdua sudah berada kembali tepat di depan jalan masuk hutan tersebut. kemudian mereka pun secepatnya pergi dari tempat itu, karena takut hal-hal yang tak diinginkan terjadi.


****

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2