Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 22


__ADS_3

Bab 22


"Hai sayang...!! makin hari kamu makin terlihat cantik aja ya, aku jadi makin tambah sayang deh sama kamu."dia tersenyum sambil mengelus pipi mulus gadis yang tengah terbaring dikasur.


"Maafin aku ya sayang, beberapa hari ini aku tak bisa menemui mu. Karena aku banyak sekali kerjaan. "Imbuhnya lagi.


Lelaki itu matanya menelisik dan terkejut, ke arah gadis yang tengah terbaring di atas ranjang kayu tersebut. terlihat di bagian tangan gadis itu membiru, bahkan kedua kakinya juga. aura di wajah lelaki itu pun berubah, ia terlihat teramat kesal dari tatapan matanya, serta kepalan tangannya yang makin keras mengepal.


"Aku keluar dulu yah sayang....!! "ujarnya sambil mengecup kening gadis itu.


Laki-laki itu langsung beranjak keluar dari kamar tersebut, ia lantas mengelilingi rumah itu sambil mencari-cari seseorang.


"Kardi....Kardi....!!!! "teriak lelaki itu kesal.


"Kardiiiii....."teriaknya lagi lebih kencang.


" Iii...iya tuan...!!! "sahut pria tua bertubuh bongkok sambil berlarian kecil muncul dari arah belakang pemuda itu.


Plaakk... Plaaakkk....


Sebuah tamparan mendarat di kedua pipi pria tua itu, terlihat juga kedua pipinya nampak memerah. pria tua itu langsung mengelus pipinya pelan, sambil mengernyitkan dahinya menahan sakit.


"Kenapa tuan menampar saya, apa salah saya? "tanya pria tua itu.


"Sekarang kamu tanya apa salah kamu...!!


Lihat ini...."hardik laki-laki muda itu sambil menarik kasar tangan pria tua itu.


Laki-laki muda itu membawa si pria tua tadi, untuk menuju ke sebuah kamar yang paling besar, di bandingkan kamar-kamar yang berada di dalam rumah tersebut.


"Lihat ini...!! coba buka matamu itu dengan lebar-lebar."tukasnya sambil mendorong tubuh pria tua itu menuju ranjang gadis yang terbaring.


"Maksud tuan apa...saya masih belum paham.!!"ucapnya tertunduk takut.


"Sebenarnya kau punya mata atau tidak sih...!! coba lihat ini, ini juga, pasti kau telah lalai merawatnya, kan..!!"hardiknya lagi, sambil menunjukan tangan dan kaki gadis itu yang terlihat membiru.


"Saya sudah berusaha merawatnya dengan sangat baik tuan. mungkin karena jenazah gadis ini menolak ritual yang saya sudah lakukan untuk mengawetkan tubuhnya. makanya tubuhnya kini mulai membiru, dan dalam waktu dekat ini akan segera mengalami pembusukan.


"Lebih baik tuan segera kuburkan saja jenazah gadis ini, soalnya jampi-jampi dan ritual saya. bahhkan alat-alat medis itu semua sudah tidak mempan lagi."tutur pria tua itu sambil tertunduk takut.


"Gak...aku gak mau..!! kalau sayangku ini harus dikuburkan." tukas lelaki itu sambil terduduk lemas di samping gadis itu.

__ADS_1


"Semua ini gara-gara mereka, sampai membuatnya jadi seperti ini."gerutu devin kesal sambil meremas ujung seprei ranjang yang di tiduri gadis tersebut.


Aaaaaagggghhhhh


Pria muda itu bangun dan langsung meninjukan tangannya berkali-kali ke dinding kamar tersebut.


"MALAM INI KALIAN HARUS MENERIMA AKIBATNYA....!!! " gumamnya dalam hati.


Drrrrrrtttttt....Drrrrrrtttttt.....


Mendadak ponsel pemuda itu yang berada disaku celananya bergetar, terlihat dilayar ponsel ada sebuah panggilan dari seseorang. dengan beranjak keluar dari kamar, pemuda itu segera mengangkat panggilan tersebut yang berkali-kali.


"Ka.. ka.. ka.. ce.. pe.. tan ke.. si.. ni a...k..u ta.. kut!!"suara di sebrang telfonnya itu terdengar putus-putus, mungkin karena sinyalnya kurang bagus atau ada sesuatu hal yang buruk terjadi pada si penelfon.


"Aku mau pergi dulu..!! sebisa mungkin kau harus membuat dia menjadi seperti sedia kala lagi, bagaimana pun caranya. aku tak perdulikan itu, dengar kan kau Kardi.!!"tukas pria muda itu kesal.


"Dan malam ini juga, kau harus lakukan apa yang sudah ku perintahkan kemarin!"titahnya sambil berlalu pergi.


"Baik tuan, saya akan segera melakukan semuanya."sahut pria tua itu.


*****


dia mencoba memanjat pagar tinggi rumah itu, dengan cara naik ke sebuah pohon mangga yang berada diluar pagar.


Huuuuuppppphhh


Pria itu meloncati pagar belakang rumah besar yang tinggi, sampai ia terjatuh dan terguling-guling. karena tak kuat menahan tumpuan kakinya, yang sudah mendarat ke tanah di halaman belakang rumah itu.


Aaaaagggggrrrrrhhhh


Pria misterius itu menjerit pelan, menahan ngilu dikedua kakinya. setelah beberapa menit terdiam, akhirnya ia mencoba bangkit dari tempatnya terjatuh.


Perlahan dia mulai berjalan menyusuri semak-semak yang tumbuh dibelakang rumah besar itu, semaknya terlihat sangat tinggi sekali, mungkin jarang dibersihkan. bahkan kelihatan nya rumah ini jarang juga dihuni, serta sudah lama dibiarkan.


Huuuweeeekkkk


Pemuda itu langsung muntah-muntah, saat ia melihat kepala kambing hitam yang sudah dikerubungi lalat dan juga belatung-belatung kecil yang menggeliat.


Selain ada kepala kambing, terdapat juga wadah keemasan berisikan darah. serta ada semangkuk kembang kantil beserta kembang tujuh rupa, dan ada juga wadah besi berisi kemenyan yang bekas dibakar. semua itu tergeletak di atas sebuah altar, tepat dibelakang rumah besar tersebut.


Pemuda itu pun langsung mencoba masuk ke dalam rumah besar itu, dengan melewati pintu dapur yang kebetulan tidak terkunci. Langkahnya pelan tapi pasti, menyusuri setiap jengkal rumah itu.

__ADS_1


Aneh sekali rumah yang begitu besar, ko masih ada dapur yang masih beralaskan tanah. Laki-laki itu hanya bergumam sendirian, merasakan aneh akan rumah yang saat ini ia sudah masuki.


Sampailah pria itu diujung ruangan tak berpintu, tak ada sama sekali jalan lagi, mentok sampai disitu saja. dia semakin kebingungan dan bertanya-tanya, rumah yang sebesar ini masa ruangannya cuma sampai segini saja. dia pun berusaha terus mencari-cari jalan, karena dia yakin sekali pasti ada jalan yang menuju ke dalam rumah besar tersebut.


*****


Devin yang sudah sampai di halaman rumahnya, langsung secepatnya berlari. devin segera masuk ke dalam rumahnya. tapi sayangnya rumahnya terkunci dari dalam, untung saja devin saat itu membawa kunci cadangan dan akhirnya ia bisa masuk juga ke dalam rumahnya.


"Mitha....Mitha... kamu dimana dek?"teriak devin mencari-cari adiknya.


Krek....krek..krek...krek


Mitha yang sedang berada dibawah selimut tebalnya, kembali merasakan ketakutan. di saat ia mendengar handle pintu di paksa dibuka seseorang dari luar.


Soalnya sosok arwah yang menyerupai anjani itu, mengganggunya terus-menerus semalaman. alhasil membuat mitha menjadi sangat ketakutan,sampai-sampai dia tak berani beranjak sedikit pun dari bawah selimut tebalnya. walau hanya mengambil air minum sekalipun, yang tergeletak disamping ranjang tidurnya.


"Mitha....buka, ini Kaka...!! "Teriak Devin sembari menggedor pintu kamar Mitha.


Setelah memastikan suara itu beneran suara kakanya yang sudah datang, Mitha pun langsung keluar dari selimutnya.


"Kaka...!! Benarkah itu ka, Devin..?"tanya Mita memastikan.


"Iya dek...ini Kaka..!!"sahutnya.


Pintu pun segera dibuka olehnya, dan Mitha langsung menghamburkan dirinya kepelukan Devin sambil menangis.


"Ka....aku takut, semalaman aku diganggu oleh arwah." ucapnya sambil terisak.


"Tenang dek, Kaka udah dateng ko, Mitha gak usah takut lagi ya. "Ucapnya seraya mengusap lembut rambut panjangnya.


*****


Jam sudah menunjukan pukul 11:30 tengah malam, dua orang pemuda kini sedang bersiap-siap untuk melancarkan segera aksinya. Mereka berdua juga sudah mengenakan jas hujan beserta sepatu bot, soalnya keadaan di sekitar sedang turun hujan rintik-rintik (gerimis).


Mereka berdua masing-masing, sudah membawa cangkul dan senter, untuk alat penerangan mereka. soalnya suasana di sekitarnya gelap gulita tanpa ada cahaya.


****


Bersambung......


"Salam penasaran selalu....🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2