Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 119 _ Mayat di Sungai


__ADS_3

Bab 119 _ Mayat di Sungai


Happy Reading.... 😊😊😊


🌼


🌼


🌼


"Ada mayat... ada mayat di sungai...!!" teriak salah seorang warga sambil berlari kalang kabut menuju ke kantor balai desa.


Pak anung yang saat itu sedang ada rapat desa, yang tengah membicarakan tentang proses pembangunan sarana ibadah dan supermarket sederhana, yang akan dibangun di desanya pun langsung terkejut dan bergegas keluar kantor.


"Ada apa pak pardi? kenapa bapak teriak-teriak seperti itu!" kata pak anung.


"Itu pak lurah di sungai ada mayat. hiiii, serem banget tau pak kondisi mayatnya."balas pak Pardi sambil bergidik ngeri.


"Bapak tau itu mayat siapa?"tanya pak anung.


"Gak tau pak, kayanya bukan dari warga desa sini deh pak lurah."jawab pak Pardi.


"Ya sudah kita tengok kesana."tegas pak anung.


"Maaf pak lurah, rapat kita tadi gimana? kan belum selesai."timpal salah satu pegawai pak anung dengan berhati-hati.


"Rapatnya kita lanjutkan besok saja ya. saya minta tolong sama kamu bereskan semua berkasnya dan taruh dimeja saya saja."kata pak anung dengan ramah dan sopan.


Pak anung itu memang orangnya terkenal ramah dan sopan santun kepada siapa pun, walaupun itu hanya bawahnya. karena bagi pak anung semua derajat manusia itu sama di mata sang maha pencipta, jadi kita tidak baik membeda-bedakan atau menganggap rendah dan menghina sesama makhluk ciptaannya.


"Dedi, Jasong dan daman kalian ikut saya ke sungai sekarang ya."titah pak anung.

__ADS_1


"Baik pak lurah." ucap mereka serentak.


Pak anung beserta ketiga pegawainya pun, segera menuju sungai yang dibicarakan oleh pak Pardi tadi. sepanjang perjalanan banyak sekali warga yang sudah gempar atas penemuan mayat di sungai itu. sebagian warga ada yang mengikuti rombongan pak anung menuju sungai, sebagiannya lagi hanya bisa bergunjing saja tentang mayat di sungai itu.


Oh ya, pak anung itu memang sengaja membangun sarana tempat ibadah disana. soalnya kan di desa mekarsari mayoritas seluruh warganya memang muslim dan muslimah. tapi mereka sudah jarang sekali bahkan tidak pernah sama sekali beribadah bersama, dikarenakan tempat untuk ibadah berjamaah nya tidak ada. dulu ada sebuah masjid tapi gara-gara lurah yang baru, masjidnya di robohkan malah dibangun tempat hiburan sehingga menjadi sarang maksiat.


Soalnya dari jaman lurah yang terdahulu tidak pernah mementingkan sarana tempat ibadah. yang dipentingkan hanyalah kehidupan lurahnya dan keluarga nya saja. jadi para lurah yang menjabat sebelumnya, sama sekali tidak pernah perduli terhadap kehidupan warganya. ada satu tempat ibadah itu pun letaknya di desa tetangga, bagi para warga yang ingin melaksanakan shalat berjamaah harus berjalan kurang lebih sekitar 30 menit perjalanan.


Makanya kini pak anung yang menjabat, dia berusaha untuk membangun kembali tempat ibadah yang dulu pernah ada. semua itu bertujuan agar warga desanya bisa lebih dekat lagi dengan sang maha kuasa dan juga sesama tetangga desanya. pak anung juga berencana akan mengadakan pengajian rutin untuk anak-anak serta warga yang ingin ikut mengaji.


Selain itu pak anung juga berencana akan membuat sebuah supermarket sederhana, yang menjual barang-barang dari hasil kebun atau kerajinan warga desa mekarsari. jadi para warga tidak kebingungan lagi harus menjual kemana produk hasil kreasinya atau hasil perkebunannya. karena lewat supermarket sederhana itu kini bisa menampung semua dagangan warga, jadi baik dari desa mekarsari sendiri atau desa tetangga bisa berbelanja dengan mudah tanpa harus ke kota. selain itu pak anung juga akan menyalurkan dagangan para warga ke kota agar cepat laku juga.


Semua itu pak anung lakukan hanya bertujuan demi kemajuan dan membantu perekonomian warga desanya, sepertinya kalau di lihat dari grafik kemajuan desa, desa mekarsari sudah tertinggal jauh dari desa-desa lainya.


****


Sesampainya di sungai, terlihat sesosok mayat perempuan yang diperkirakan sudah meninggal delapan jam lamanya. mayat perempuan itu sepertinya masih muda sekali, sekitar umur delapan belas tahun kebawah.


"Jasong coba tolong kamu hubungi pihak kepolisian, agar secepatnya datang ke desa mekarsari untuk mengusut kasus ini. dedi dan daman, kalian berdua cepat beritahu ke lurah desa yang lainnya, siapa tahu ada warga desanya yang telah hilang."titah pak anung dan ketiga pegawainya pun dengan sigap langsung melaksanakan tugasnya masing-masing.


"Hahahaha! petaka buruk mu kini sudah dimulai anung. kau tinggal tunggu saja petaka selanjutnya yang akan terjadi kepada mu dan juga keluarga mu." kata seseorang dibalik sebuah pohon di seberang sungai.


****


Kondisi devin semakin hari terlihat semakin bertambah buruk saja. tubuhnya yang dulu gagah dan tegap berisi, kini hanya tinggal kulit pembungkus tulang. wajahnya yang dulu sangat tampan mempesona, kini sudah tidak nampak lagi di wajahnya. yang terlihat hanyalah rona wajah pucat pasi dan kurus dengan tulang tengkorak pipinya yang menonjol.


Itu semua terjadi karena akhir-akhir ini devin tidak mau makan dan minum, setiap hari dia seperti orang berpuasa saja tanpa berbuka. makanya kondisi fisiknya menjadi seperti itu. selain itu kondisi kejiwaannya juga sedikit agak terganggu, itu semua terjadi semenjak anjani pergi meninggalkan devin untuk kembali ke alamnya yang hakiki, makanya devin menjadi tidak semangat untuk hidup. sehingga dia sengaja seperti itu agar dirinya cepet mati. katanya agar dia bisa menyusul anjani disana, karena devin berkata ia ingin selalu bersama dengan anjani untuk selamanya-lamanya.


KLONTRANG....!!!


Terdengar suara benda terjatuh dari kamar devin. saat itu bu hani memang mendengarnya, tapi karena ia masih trauma atas kejadian waktu itu ia tak berani masuk ke kamar devin. bu hani berfikir mungkin devin sedang mengamuk lagi seperti biasanya, makanya bu hani hanya bisa menunggu pak anung pulang untuk mengecek apa yang terjadi disana.

__ADS_1


Saat bu hani hendak melangkah ke teras depan untuk mengecek Ririn bermain, tiba-tiba terdengar lagi suara barang-barang terjatuh dengan sangat keras sekali. kali ini bu hani merasa tak enak hati dengan keadaan devin, ia pun masih bingung dan mempertimbangkan harus masuk atau tidak ke kamar devin.


"Ya allah ada apa ya dengan devin di dalam sana? apa dia sedang mengamuk seperti biasanya? tapi ko perasaan ku juga mendadak menjadi tak enak seperti ini, aku masuk gak ya?" bu hani kebingungan sambil ia mondar-mandir di depan pintu kamar devin.


"Ene! tenapa ko monday mandiy kaya ci jono cih? hayo...janan janan ene mpup di ceyana ya? hihihi..."tanya dan ledek Ririn sambil cekikikan.


"Ririn! kamu itu bikin ene jadi kaget tau gak. lagian emangnya ene itu anak kecil yang suka mpup dicelana apa."balas bu hani sambil mencubit hidung mungilnya Ririn.


"Aduh ene atit au!" pekik Ririn memegangi dan mengusap usap hidungnya.


"Coalnya tadi itu jono kaya ene gitu monday mandiy aja pas agi main, eh tau taunya jono mpup diceyana. hihihi."ujar Ririn sambil menahan tawanya dengan telapak tangannya.


"Teyus kayo bukan ene mpup diceyana apa dong?"tanya Ririn.


Kebetulan saat itu ririn sedang asik bermain bersama teman-temanya di teras rumahnya. tapi karena salah satu temannya yang bernama jono mpup dicelana, akhirnya permainan pun bubar. karena semua teman-temanya berlarian kembali ke rumah masing-masing, soalnya mereka kebauan akibat Jono mpup dicelana.


Jono pun sambil menangis ikut berlari pulang, sambil memegangi celananya yang penuh akibat keberatan kotorannya sendiri. makanya Ririn tuh males katanya berteman sama anak sebayanya, ya kaya gitu kelakuannya kaya Jono udah jorok cengeng pula. tapi karena jono suka maksa ingin ikutan bermain, terpaksa deh Ririn mengajaknya soalnya emaknya itu bawel.


"Tadi itu dikamar ayah Ririn berisik sekali, kaya banyak suara benda berjatuhan gitu. tapi ene gak berani masuk ke dalam, takut ayah kamu ngamuk lagi." jelas bu hani.


"Kayo gitu yiyin aja yang macuk!"kata Ririn dengan santai mau masuk ke kamar devin.


"Ririn sayang jangan! lebih baik kita nunggu ake pulang aja ya. soalnya ene takut kalau ayah kamu nanti nyelakain kamu."cegah bu hani.


"Ene gak ucah tatut ih! yagian ayah yiyin kan manucia butan goyiya yang jaat. muntin ayah agi butuh bantuan tita ne, ayo macuk ne."ajak Ririn sembari menggandeng tangan bu hani.


Dengan perasaan ragu-ragu bercampur takut, handle pintu kamar devin pun mulai dibuka perlahan lahan oleh bu hani. kini nampaklah dengan jelas ruangan kamar devin yang sangat berantakan sekali, barang-barang juga sudah berserakan dimana-mana. namun devin tidak terlihat ada disana, bu hani pun panik dan mulai mencari devin di seluruh ruangan kamarnya.


Akhirnya bu hani menemukan devin dan dia begitu sangat terkejut, saat mendapati tubuh devin sudah terbujur kaku tak bernyawa tengah tergeletak di bawah ujung ranjangnya.


"Devin...!!!

__ADS_1


"Ayah....!!!


__ADS_2