Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 17


__ADS_3

Bab 17


Happy Reading....😊😊😊


****


Sambil bersungut-sungut kesal, gadis muda nan cantik itu pun, mulai bangkit dari duduknya. gadis itu mulai berjalan melangkahkan kakinya menyusuri area taman, di bawah temerangnya sorot terang lampu-lampu taman kota.


"Mas damar ini kemana sih? sudah hampir satu jam lebih aku nungguin dia, tapi masih aja gak dateng-dateng juga. mana di telefon gak aktif, di SMS apalagi. apa iya dia bohongin aku, liatin aja setelah ini aku gak mau ketemu sama dia lagi." sungut gadis muda itu sambil menendang kaleng bekas minuman dihadapannya.


Ternyata, gadis muda imut nan cantik itu. yang di kenal oleh damar di jejaring sosial media cari jodoh, adalah mitha. gadis muda yang sedari tadi menunggunya di taman kota. namun nasib naas telah menimpa damar, saat damar mau menemui mitha. tapi sayangnya mitha tak pernah mengetahui perihal itu semua.


Beletuk.....Kelontrang.....


"Anjiirr..!! siapa nih yang udah nendang botol ke kepala gue! "pekik seorang pria berwajah seram dan juga berkepala botak.


Kala itu mitha tak sengaja menendang sebuah botol bekas minuman, hingga mengenai kepala seorang pria berkepala botak. kayanya sosok pria itu adalah seorang preman, karena terlihat jelas dari gaya dan segi penampilannya.


"Maaf, bang saya gak sengaja.!! "mohon mitha dengan mengatupkan kedua telapak tangannya kepada pria berkepala botak itu.


"Oohh... ternyata E... "belum sempat pria berkepala botak itu melanjutkan ucapannya temannya itu langsung membekap mulutnya.


"Gak papa ko neng...!! bang ojos mah orangnya kuat tuh, cuma ketimpuk botol kaya gini doang mah kecil. gak seberapa ko sakitnya."timpal pria berambut gondrong teman dari pria berkepala botak tadi, sambil mengusap kepala botak temannya yang masih nyengir kesakitan.


Terlihat dari sudut cara pandangan dari kedua preman-preman itu, seolah memandangi mitha penuh dengan suatu maksud jahat. tanpa ada kata basa-basi lagi, mitha pun dengan segera menghindari mereka berdua, yang pada saat itu sedang asik berbisik-bisik membelakanginya.


"Eeiitt..! mau kemana neng manis, ko buru-buru amat sih ! "cegat pria berambut gondrong sembari menyunggingkan senyuman jahatnya.


"Permisi dong bang! saya mau kembali pulang ke rumah nih."sahutnya mencoba menghindar dari hadapan kedua preman-preman itu.


Saat si pria gondrong itu mau merayu mitha, si pria berkepala botak menyeramkan itu pun datang menghampiri mitha. dengan memegang sebuah pisau belati, yang di keluarkan dari saku jaket yang preman botak itu kenakan.


"Alah gak usah banyak basa-basi lagi deh..!!


serahin sekarang juga tas lu sini, kalau lu mau selamet. CEPETAN..!! "bentak pria botak sambil mengacungkan pisaunya ke arah mitha.

__ADS_1


"Gak...aku gak, mau..!! "tolak mitha.


"Berani banget lu sama gue! apa lu mau mati sekarang, HAH!."bentak pria berkepala botak itu sambil menodongkan pisaunya ke leher mitha.


"Iii...iya nih tunggu, sabar dulu dong bang. saya kan mau ambil dulu tasnya."kata mitha seraya mengambil tas yang berada di punggungnya.


Di saat mitha mau memberikan tas miliknya kepada preman itu, mitha pun langsung saja memukul tangan pria berkepala botak tadi dengan tas miliknya. sampai akhirnya pisau belati yang preman itu pegang pun terjatuh, saat itulah mitha berkesempatan untuk segera berlari sekencang mungkin, untuk menghindari incaran niat jahat dari kedua preman tadi.


Ternyata aksi mereka tidak sampai disitu saja. kedua preman itu juga mengejar mitha, dengan menggunakan sepeda motornya. saat itu lari mitha juga terhenti, karena di depan nya sudah tidak ada jalan lagi untuk dirinya agar terus melanjutkan berlari lagi, karena jalannya buntu.


Hanya dua pilihan yang ada di hadapan mitha saat itu, menyerahkan tas nya kepada mereka. atau pasrah dan berdoa kepada sang pencipta, semoga saja ada bantuan dari seseorang yang datang untuk segera menolong dirinya.


Namanya juga preman, pastinya mereka gak bakalan puas kalau hanya dengan merampok saja. pasti mereka akan melakukan hal yang jauh lebih gila lagi, apalagi terhadap gadis cantik seperti mitha. apalagi saat itu mitha lagi dalam keadaan terpojok, tepatnya disudut jalan kecil yang di apit oleh gedung-gedung tinggi.


"Nah ketangkep kamu! mau kabur kemana lagi kelinciku...Ha..ha..ha..ha...!! "suara tertawa dari kedua preman itu terdengar bergema.


"Tolong biarkan aku keluar dulu dari sini dulu, nanti akan aku berikan tas ku ini..!! bahkan aku akan memberikan uang lagi, yang jauh lebih banyak dari yang ada di dalam tas ku ini."tawar nya kepada kedua preman itu.


"Kita bukan mau isi tas kamu aja manis, kita berdua mau nya lebih dari sekedar uang yang ada di dalam tas mu itu..!! kamu turutin saja apa mau kita berdua, lalu kita bakalan bebasin kamu."ucap rayuan manis pria gondrong itu.


"Tolong! lepaskan aku!"teriak mitha dengan kencang, serta mencoba melepaskan cengkraman tangan si pria gondrong itu, yang sudah memepet nya ke dinding gedung.


Tiba-tiba saja angin kencang datang entah itu dari mana datangnya, lalu tercium wangi bunga mawar semerbak di jalan buntu itu. seketika munculah seorang perempuan berparas cantik, dengan mengenakan pakaian berwarna merah plus bandana bunga mawar yang terikat indah di atas rambut panjangnya yang tergerai.


"Lepaskan gadis itu sekarang juga."ucap sosok perempuan cantik itu.


"Ternyata kita punya dua kelinci terjebak disini bro..!! Iya bro..!! Ha...ha..ha...ucap si botak dan di sahuti si gondrong dengan iringan tawanya.


Kedua preman itu lantas membuntuti sosok perempuan tadi, yang langsung keluar dari gang buntu tersebut. saat sudah berada di luar gang sempit itu, sosok perempuan berwujud cantik tadi langsung berubah, menampakan wajah aslinya yang sangat menyeramkan. sehingga membuat kedua preman tadi menjadi ketakutan dan langsung kabur kocar-kacir dengan menggunakan sepeda motornya.


Tapi naas menimpa kedua preman tadi, saat mereka sedang melajukan motornya dengan sangat kencang. mendadak mobil truk dengan bermuatan sembako, muncul persis dihadapan mereka dan langsung menabrak motor yang di kendarai kedua preman itu. sehingga membuat keduanya langsung mati secara mengenaskan.


Setelah kejadian naas yang menimpa kedua preman itu, sosok perempuan tadi pun kembali ke tempat mitha semula, ia memberi isyarat kalau keadaan disekitar semua sudah aman.


"Mbak! makasih banyak ya, sudah nolongin aku tadi!"ujar mitha berterimakasih.

__ADS_1


"Makanya kalau seorang gadis itu, jangan suka keluar malam sendirian. apalagi ditempat sepi. karena diluar sana banyak laki-laki brengsek dan rakus sedang berkeliaran..!! "balas sosok perempuan itu dengan tatapan datarnya.


"Iya mbak, lain kali aku gak bakalan kaya gini lagi, ko."sahut mita dengan pelan sambil ia tertunduk merasa bersalah.


"Oh ya mbak, namaku mitha. nama mbak siapa?" kata mitha sambil mengulurkan tangan kanannya, namun tak di balas perempuan itu.


"Namaku anjani, panggil saja aku jani."katanya tetap dengan ekspresi datarnya.


"Hhmm, kalau boleh tau, emangnya mbak jani mau kemana sih?" tanya mitha lagi.


"Awalnya aku datang ke kota ini mau bekerja, untuk menggapai semua cita-cita dan impianku selama ini. tapi karena sekelompok pemuda tidak bertanggung jawab telah mencelakai ku, aku pun bingung dan gak tau harus pergi kemana lagi. semua barang-barangku juga sudah raib di rampasnya, bahkan kertas alamat yang ku tuju pun sudah hilang saat kejadian itu."tuturnya tetap dengan wajah datarnya.


"Gimana kalau mbak jani, ikut saja ke rumah ku. lagian aku di rumah juga tinggal sendirian aja ko, mbak..!! aku gak punya teman atau saudara yang lain." ucapnya tertunduk sedih.


"Memang keluargamu pada kemana?"katanya.


"Tadinya sih aku tinggal sama kakak dan mbak pembantu ku, tapi mereka sekarang pada pergi. kaka ku lagi pergi ke desa untuk membantu ayah mengurusi pabrik dan perkebunan teh. kalau mbak ku seminggu yang lalu sudah mengundurkan diri, karena dia mau menikah.


"Sebenarnya sih aku udah dapet mbak baru, pengganti mbak ku yang berhenti. tapi sayangnya sampe sekarang orangnya belum dateng-dateng juga. "ujarnya menjelaskan.


"Hhmm... gimana kalau mbak jani, bekerja di rumah ku saja.!! katanya mbak bilang mau kerja kan."ujarnya yang hanya dibalas anggukan.


Akhirnya malam itu mitha pulang bersama dengan anjani, mitha tidak mengetahui kalau sosok anjani yang ia jumpai dan ia ajak pulang ke rumahnya sekarang adalah sesosok arwah.


Sejak kematian anjani waktu itu, sekitaran kolong jembatan layang pun berubah menjadi horor. banyak sekali orang yang menjadi korban gangguannya, diantaranya kebanyakan supir angkot dan tukang becak yang melintas.


Anjani akan menampakan wujud dengan wajah seramnya, dengan mengenakan baju berwarna merah dan memakai bandana bunga mawar di kepalanya. kepada orang-orang yang akan berbuat jahat. mereka akan segera menemukan ajal yang mengerikan, kalau sampai bertemu dengan sosok anjani berwujud seperi itu.


Sebaliknya, jikalau anjani menampakan wujud dengan wajah cantiknya, dengan mengenakan baju warna putih dan memakai bandana bunga mawar di kepalanya. dia akan menjadi sosok arwah yang baik hati, menolong dan membantu orang-orang yang tersesat atau kesusahan.


*****


Bersambung......


Salam Penasaran Selalu......🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2