
Pak Aung Tewas
⛈️
⛈️
⛈️
⛈️
"Siapa kalian!! "seru pak anung menunjuk kedua pria itu, lalu memundurkan langkahnya perlahan serta memberi isyarat kepada Bu Hani meminta agar Bu Hani segera pergi.
"Tak perlu kau tau siapa kita berdua, yang jelas malam ini tamatlah riwayat mu serta keluargamu anung. hahahaha..."balas salah satu pria bertudung dengan wajah tertutup cadar dengan terbahak-bahak.
"Kenapa kalian berdua ingin menghabisi aku dan juga keluargaku! apa salah kami sekeluarga? "sahut pak anung dengan membelokan langkahnya ke arah kursi tamu.
Pak anung sengaja berbelok ke arah kursi, karena pak anung sengaja ingin mengecoh perhatian kedua pria itu agar mereka tak memperdulikan Bu Hani yang akan berlari untuk mencari tempat persembunyian.
"Salah mu dan juga keluarga mu itu banyak! pertama kau telah merenggut kebahagianku. istriku yang sedang mengandung buah cinta ku pun mati karena ulah anak mu! jadi tak akan kubiarkan kau dan juga keluarga mu itu hidup bahagia Anung!"timpal salah satu pria itu dengan sorot mata yang memerah.
"Yang ke dua! Gara-gara anak mu juga adik ku tewas mengenaskan di hakimi oleh para warga, lalu kau malah merebut jabatanya!" sahut pria satu lagi seraya mengacungkan parangnya ke arah pak anung.
"Jadi kalian berdua......"
Belum juga pak anung selesai berbicara, salah satu pria itu pun langsung membabi buta menyerang pak anung. sembari pria itu menyabitkan parangnya beberapa kali ke arah pak anung. alhasil pak anung pun langsung jatuh tersungkur dan bersimbah darah, karena ia mendapati banyak sekali luka sayat di bagian perut wajah dan juga dadanya.
Belum selesai sampai di situ aksi kejam kedua pria tadi, yang satunya lagi pun hendak menusukan parangnya ke punggung pak anung yang tengah jatuh tengkurap. tapi dengan sisa tenaga yang pak anung punya ia pun mencoba melawan pria tadi dengan menarik kakinya. alhasil pria tadi pun jatuh terjerembab, menyebabkan dahinya berdarah serta mata kirinya lebam karena terbentur meja yang ada di ruang tamu.
"Brengsek lu Anung!!!" pria tadi pun langsung bangkit dan membabi buta menusuk dan mencabik punggung pak anung berkali-kali dengan parangnya yang sangat tajam.
Darah segar pun muncrat ke wajah pria tadi, seketika pak anung pun langsung meregang nyawanya di tangan pria itu.
"Mati juga kau ba****t!! " maki pria tadi sembari menendang jasad pak anung.
"Bapak..!!! "jerit tahan bu Hani menyaksikan suaminya meregang nyawa.
__ADS_1
Lantas pria itu pun membuka penutup wajahnya lalu mengelap matanya yang kecipratan darah pak anung.
Saat itu Bu Hani hanya bisa menangis tertahan dengan berlinangan air mata, karena ia tidak bisa menolong suami tercintanya saat tadi dihabisi oleh kedua pria itu.
Bu Hani pun merasa terpukul dan sedih karena ia sudah menyaksikan suaminya tiada dengan cara yang sangat mengenaskan. Bu hani hanya bisa terus terisak menahan tangisnya sambil menutup mulutnya agar tidak menimbulkan suara. saat itu Bu Hani tengah bersembunyi di balik pintu kamarnya.
"Kan sudah ku bilang Anung, malam ini tamatlah riwayat hidup mu." hahahaha!' celoteh pria seumuran pak anung soalnya tudung pria itu terbuka karena tadi ia kecipratan darah pak anung.
"Pak man!! jangan senang dulu, istrinya Anung belum kita habisi juga." tepuk pria satu lagi ke pundak pria seumuran pak anung.
"Oh ya gua lupa!!" balas pria itu.
" Apa mungkin dia udah kabur, soalnya tadi kan dia ada di samping pak anung!! karena kita sibuk sama pak anung lupa sama istrinya." cicit pria yang masih bercadar.
"Udah jangan bawel lu. dodol..!! gua tuh bukan lu... yang punya otak cetek. si hani itu gak bakalan dia kabur kemana-mana, lagian di luar juga hujan badai. walaupun tadi gua sibuk sama si anung brengsek, mata gua itu masih ngawasin bininya" timpal pria satu lagi seraya menjitak kepala pria satunya.
" Trus... situ tau sekarang bininya Anung dimana?" tanya pria itu sambil mengusap kepalanya yang terasa nyut-nyutan.
Pria seumuran pak anung pun mulai berjalan santai menuju pintu kamar bu hani, sambil ia bersiul-siul dan berceloteh.
Bu Hani pun semakin ketakutan di dalam kamarnya, sembari menangis ia pun mencari jalan agar bisa terhindar dari kedua pria itu. namun sayangnya tak ada jalan keluar sama sekali di dalam kamarnya. mau kabur lewat jendela, tapi jendela kamarnya ternyata seminggu yang lalu sudah di pasang tralis oleh pak anung. soalnya sempat ada kejadian, ada orang mau melecehkan Bu Hani yang tengah tertidur saat pak anung tidak ada.
Langkah pria tadi pun terdengar semakin dekat saja. "Tak.... Tak......Tak... bu Hani yang berada di dalam kamarnya pun semakin tambah ketakutan saja, keringat dingin pun mulai membanjiri sekujur tubuhnya.
"Hani.!! aku tau kau ada di dalam sana, tolong dong kau buka ya pintunya. kalau kau mau membuka pintu ini, aku janji tidak akan menghabisi mu seperti suami mu tadi. tapi.... ada syaratnya! asalkan kau mau menjadi istri ku." hahahaha. "Gelak tawa pria itu.
"Ey.. ey... ey... enak bener bacot lu kalau ngomong ya. mau jadi istri. mimpi lu...!!" sergah pria muda itu seraya menoyor kepala pria di sebelahnya.
"Kurang ajar lu, maen toyol-toyol aja lu. gua tuh lebih tua dari lu." hardik pria tadi.
"Ya maaf...!! tapi singkirin dulu parang tuh dari leher gua." kata pria muda seraya merunduk takut, soalnya pria itu sudah memasang parangnya di leher pria muda itu.
"Lagian dendam kita tuh sama anung bukan istrinya. ya kan Anung sudah mati, apa salahnya bininya buat gua. lagian gua udah lama sendiri gua pengen ngerasain punya bini ada yang ngurusin, ada yang nyayangin, merhatiin nemenin bobo sambil kikuk kikuk..." balas pria itu sambil cengar-cengir sendiri.
"Lu pikir lu doang apa yang pengen begitu, gua juga sama kali." sorak pria muda.
__ADS_1
"Ya udah kita cepat selesain tugas kita, supaya kita bisa hidup enak. lu ambil cucunya si anung di kamarnya, gua ambil nenek nya." perintah pria yang tidak makai cadar.
"Ok...!!!" sahut pria itu sambil berjalan menuju kamar Ririn yang terletak agak jauh dari kamar bu Hani.
Soalnya ruamh Bu Hani itu berbentuk leter L karena di renovasi lagi, jadi kamar Ririn yang tadinya di sebelah Bu Hani, jadi minta di pindahin di bagian L nya tepat di samping kebun bunga-bunga mawar kesayangan Ririn.
Soalnya kata Ririn ia ingin mempunyai kebun bunga mawar kecil, agar ia bisa selalu dekat dengan almarhumah mamahnya yaitu Anjani. karena Anjani sangat suka sekali dengan bunga mawar berwarna merah.
Saat pintu kamar Ririn dibuka oleh pria muda itu, ternyata kosong melompong tidak ada Ririn atau siapa pun di dalam kamar. begitu pun sama halnya dengan kamar bu Hani, saat pria itu membukanya tak ada bu Hani disana.
Alhasil membuat kedua pria itu panik dan lari kalang kabut, lalu mulai mencari-cari ke seluruh penjuru ruangan yang ada di rumah pak anung. tapi alhasil mereka sama sekali tidak menemukan siapa pun disana atau jejak kepergian Bu Hani dan Ririn.
Kedua pria itu pun semakin tambah panik dan mulai ketakutan, karena mereka berdua bingung apa yang akan mereka serahkan nanti ke iblis Will Wo, sedangkan anak Anjani tidak mereka dapatkan. pasti iblis Will Wo akan marah besar kepada mereka berdua.
Pupuslah sudah impian bahagia mereka, pengorbanan mereka berdua selama ini sia-sia hanya karena kesalahan kecil gak membawa anak Anjani kepada iblis Will Wo. setelah ini mungkin mereka berdua bukan mendapatkan kebahagian malah akan mendapatkan kematian yang akan menjemput mereka. seperti mereka berdua menjemput kematian pak anung tadi.
Hayo siapa yang bisa tebak kemana perginya Ririn dan Bu Hani...??☺️☺️
Sekian lama othor vakum, Alhamdulillah baru bisa balik lagi nulis nih. mudah-mudahan aja penggemar cerita Anjani masih ada yang setia membaca cerita ini...🙂
Sebenernya selama ini othor pengen banget lanjutin cerita ini, tapi kesehatan othor masih terganggu sehingga belum boleh kebanyakan mikir jadi harus istirahat dulu. padahal ini juga belum sehat bener, cuma karena gak enak hati banget ceritanya belum kelar jadi harus nyempetin buat ngelarin cerita ini.
Semoga kalian semua gak marah ya.... terus ikutin cetita² karangan ku yg lainya ya..😘
__ADS_1
Terimakasih....😘😘