Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 23


__ADS_3

Bab 23


Hujan rintik-rintik yang sejak sore hari telah membasahi bumi, kini telah berganti dengan sinarnya sang rembulan malam. kini tepat sudah waktu menunjukkan jam 12:00 malam. akhirnya kedua lelaki itu sampai juga di tempat yang mereka tuju. yaitu kuburan, seorang gadis dari desa yang beberapa waktu lalu, telah mereka lecehkan dan akhirnya meninggal dunia.


Empat orang pemuda yang dulu pernah melecehkan, serta membuat gadis dari desa itu terbunuh. kini hanya tinggal tersisa dua orang lagi, yaitu Jojo dan feri. dua orang teman mereka sudah mati secara mengenaskan, akibat ulah arwah gadis yang mereka bunuh waktu itu.


Makanya mereka datang ke dukun sakti untuk meminta bantuan, agar mereka berdua tak diganggu lagi oleh arwah gadis itu. dukun sakti itu menyarankan, agar mereka menghabisi arwah gadis itu. dengan cara membakarnya, di saat malam Jum'at Kliwon lebih tepatnya pada jam 12 malam dibawah bulan purnama.


"Hayu fer..!! Kita buruan gali, keburu purnama nya ngilang, tuh! "tunjuk Jojo ke arah bulan purnama dan jojo pun mulai mencangkul gundukan tanah didepannya.


"Jo...!! ko perasaan gue jadi gak enak gini ya, mending kita balik aja yu."kata feri.


"Ah lu ngaco aja deh, fer. Loe gak inget apa kata Mbah Kardi kemaren, kalau kita harus secepatnya menghabisi arwah gadis itu malam ini juga. dari pada kita yang akan dihabisi olehnya."tutur Jojo menghentikan mencangkul.


Akhirnya feri pun langsung mengikuti perkataan Jojo, mereka berdua terus saja mencangkul gundukan tanah yang berada didepannya. rasa lelah bercampur dengan peluh-peluh mereka yang berjatuhan, tak pernah mereka hiraukan lagi.


Keduanya terus saja mencangkul tanpa henti, sampai akhirnya sesuatu yang mereka cari yaitu jenazah gadis itu. kini telah nampak dihadapannya, tapi kondisi mayat gadis itu sudah tidak utuh lagi. apalagi dibagian wajahnya sudah tak terlihat dengan jelas, nampak seperti habis digigitin hewan tanah.


"Mana fer, siniin air jampi dari Mbah Kardi kemarin."Pinta Jojo dan feri langsung memberikan nya.


"Jo.. ko berubah gitu ya, mayatnya? kaya bukan mayat gadis itu deh Jo."kata feri yang merasa aneh sambil memperhatikan mayat gadis yang ada diliang tersebut.


"Ya namanya mayat udah lama pasti berubah lah Fer..!! dah lah jangan kebanyakan bengong lu, hayo cepetan bantuin gue..!! "titah Jojo yang sedang sibuk menuangi air jampi-jampi dan bensin ke jenasah gadis itu.


Wuusshh....Pletek..Pletek...Pletek.


Suara percikan api yang menyambar bensin di tubuh gadis itu, serta suara daging yang sedang dibakar terdengar nyaring dimalam nan sepi itu.


Tawa kepuasan terpancar dari Jojo yang terus berucap senang, karena dia merasa kini sudah menang. sedangkan feri masih merasakan kegundahan terus dihatinya, sejak pertama kali ia melihat keanehan pada mayat gadis tersebut.


"Mampus lu setan brengsek..!! udah berani macem-macem sih lu sama gue SUTEJO DIREJO. " ucapnya bangga sambil menepuk dada.


Setelah mayat gadis itu telah terbakar semuanya, mereka berdua pun langsung menutup liangnya kembali agar tak ada orang yang curiga. kemudian mereka meninggalkan tempat itu, untuk kembali pulang ke rumah mereka masing-masing.


****

__ADS_1


๐Ÿ‚ Disisi lain....


Malam ini Mitha terbangun dari tidurnya, karena kerongkongannya terasa haus mencekat sekali lehernya. diraihnya gelas beling, yang terletak di samping ranjang tidurnya. namun sayang air nya sudah habis, jadi mau gak mau dia harus keluar kamar untuk mengambil air ke dapur.


Sebenarnya saat itu ia masih sangat takut menginjakan kakinya ke dapur, setelah kejadian malam kemarin saat ia melihat arwah anjani yang menyeramkan. bahkan ia sempat diganggunya semalaman, tapi rasa takut itu ia coba lawan karena rasa haus yang terus menyerangnya.


Dengan langkah pelan dan berhati-hati, mitha mulai menyusuri jalan rumahnya yang gelap. karena kalau malam ruang tengah pasti dimatikan lampunya, hanya ruangan dapur saja dan teras depan yang lampunya tetap dalam keadaan menyala.


Glek... Glek ....Glek....Glek...


Suara tegukan air yang mengalir dari kerongkongan Mitha, menandakan ia sangat kehausan sekali. sudah beberapa kali ia meneguk air di dalam botol plastik, yang diambilnya dari lemari pendingin.


Setelah selesai menghilangkan rasa haus dahaganya, Mitha merasa ingin sekali buang air kecil. itu mungkin karena ia terlalu kebanyakan minum kali ya, makanya ia langsung bekser. mitha pun segera berlari menuju toilet yang terletak


di samping kamar anjani, rasa takut yang menghinggapinya kalah dengan rasa kebelet yang menerpanya saat itu.


Selesai menuntaskan hajatnya ia segera keluar dari toilet. saat dia sudah keluar dari dalam toilet, sosok anjani kini sudah muncul kembali dihadapannya. namun kali ini sosok anjani tak menampakan wajah seramnya, melainkan wajah yang penuh dengan pancaran kesedihan yang amat mendalam.


Mitha yang saat itu sudah makin merasa ketakutan, ia tak bisa mengeluarkan kata sedikitpun dari mulutnya. tapi langkah kakinya masih bisa digerakkan. dia mulai berjalan menyamping untuk menghindari arwah anjani yang tengah menatapnya, tapi sayang langkahnya terhenti kala anjani meraih tangan Mitha.


Mitha pun tersadar dari gambaran yang diperlihatkan anjani kepadanya, ia pun langsung menangis sejadi-jadinya. karena di dalam gambaran arwah gadis itu, ada sosok damar kekasih hatinya. yang ternyata salah satu dari pemuda bejat itu. yang sudah tega melecehkan gadis itu.


Mitha pun langsung terduduk lemas, ia tak pernah menyangka sebelumya, kalau kekasihnya itu adalah seorang penjahat.


"Mitha..., tolong bantu saya. lepaskan saya, saya sangat tersiksa mitha! saya juga ingin kembali pulang dengan tenang ke alam saya." Pinta lirih arwah anjani.


Mitha yang merasa tak tega dengan sosok arwah anjani, dengan apa yang terjadi kepadanya. ia pun langsung luluh dan berkata....


"Iya, aku akan mecoba membantu kamu ka anjani.!! aku juga akan membuat semua pemuda yang melecehkan dan membunuhmu itu mendekam di penjara. aku juga akan memberi tahu keluargamu, serta akan menguburkan jenazahmu dengan layak."tutur Mitha sembari memegangi tangan anjani yang terasa dingin, saat ini mitha sudah tidak takut lagi dengan sosok arwah anjani.


"Yang dikuburkan mereka bukan jenazahku Mitha...!! " ucap lirih anjani.


"Terus jenazah siapa...? "tanya Mitha.


Anjani pun kembali memegangi tangan mitha, lalu sebuah gambaran muncul...

__ADS_1


****


๏ธ๏ธGambaran Mitha


๐ŸŒ˜ Malam itu setelah Anjani dikuburkan.....๐ŸŒ˜


"Brengsek lu semua....!! "Hadik devin yang mulut dan tangannya sudah terlepas dari ikatan teman-temannya.


"Eh Devin...!! Lu kenapa sih perduli amat sama tu cewek..!! "kata Jojo ketus sembari mendorong tubuh Devin.


"Tau nih..!! Dari tadi ngalangin kita melulu, waktu kita mau make tu cewe, sampe kita kuburin tu cewe. dia sibuk aja ngalangin kita terus."sahut damar menimpali.


"Oh... jangan-jangan lu suka ya Dev, sama tuh cewek kampung."Imbuh Feri sembari mendekatkan wajahnya ke Devin.


"Devin... Devin... Lu tuh orang kaya, duit loe banyak. cewek kaya gitu mah banyak kali. Lu tinggal tunjuk yang mana, mereka semua pasti mau." Ujar peyot ikut bicara.


"Lu semua gak tau tentang tu cewek..!! gue gak suka kalian melakukan itu sama dia. Lu boleh sama orang lain tapi jangan sama dia..!! "Hardik Devin memasang badan ke teman-teman nya.


"Emang kenapa kalau kita melakukan itu sama cewek itu..!! HAH..!! Jangan-jangan ucapan feri itu bener, kalau lu udah naksir tu cewek. "balas Jojo menabrakkan dada kekarnya ke dada devin.


"Kalau emang beneran gue suka sama tu cewek kenapa.?"Balas Devin menabrakan dadanya ke Jojo.


Ha...Ha..Ha...Ha....


Riuh suara tawa mereka berempat menertawai Devin.


"Dasar orang kaya bego, pacarin gih sono mayat gadis itu. "Ucap Jojo lalu mengajak teman-teman nya pergi.


Malam itu devin hanya terduduk lemas masih ditempat kejadian, sedangkan ke empat teman-temannya itu sudah pergi meninggalkannya pulang.


****


Bersambung.....


Salam Penasaran selalu....๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2