Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 109


__ADS_3

Bab 109


Happy Reading....😊😊😊


"Aaaakkkk.....!!"kedua arwah mahasiswa itu berteriak sangat kencang sekali hingga memekakan telinga bagi yang mendengarnya.


Kepala si emes yang patah pun ikut bergoyang goyang, serta tubuh Rijal yang hancur sampai meleleh seperti ice cream terkena suhu panas. saat mereka berdua melihat jelas penampakan sesosok ular besar yang ternyata berwujud setengah badan manusia di depan matanya.


Saat itu sosok ular besar yang berwujud perempuan setengah badan manusia itu, sedang melilit tubuh devin yang tengah terkulai lemah. sosok perempuan ular itu sesekali sambil menjilati tubuh devin yang tengah terbaring tak berdaya, sepertinya saat itu tubuh devin hendak disantap oleh makhluk ular itu.


"Mil, makhluk apaan sih itu, serem dan aneh bangets deh. gue jadi takut ih."kata emes dan rijal gemetaran sambil melingkarkan tangannya di kiri kanan pergelangan tangan Emile.


"Diem lu pada ah, lepasin tangan gue."hardik Emile kesal sambil mengibaskan tangannya.


"Hey kau makhluk ular jadi-jadian, lepaskan teman ku!" seru seno dengan lantang.


Makhluk perempuan ular yang tadinya seolah sedang menikmati tubuh devin pun langsung terkejut atas suara teriakan seno tadi.


Mahkluk itu pun menggeram dan menatap tajam dan marah ke arah seno.


"Manusia kurang ajar, beraninya kau datang ke rumah ku dan mengganggu acara makan siang ku."umpat perempuan ular itu.


"Maaf! aku tidak tahu kalau ini rumah mu. tapi ku mohon tolong lepaskan dia, karena dia tidak tahu apa-apa. aku yang membawanya kesini, aku fikir tadinya tempat ini tidak berpenghuni. lagi pula dia itu sedang sakit dan terluka parah, apa kau tidak takut kalau nanti sakit perut setelah kau memakannya." Ujar seno.


Sosok makhluk perempuan ular itu pun menggeram-geram sambil menjulur-julurkan lidahnya yang panjang dan bercabang.


"Sekali lagi tolong maafkan kesalahan saya dan teman saya. soalnya waktu itu saya hanya ingin mencari tempat persembunyian yang aman, agar kami berdua tidak di kejar terus menerus oleh iblis jahat itu."mohon seno sekali lagi agar makhluk ular itu melepaskan devin.

__ADS_1


"Maksud kau si iblis will wo!"balas makhluk ular itu dengan tatapan tajam.


"Iya benar! iblis yang menyerang kedua lelaki itu adalah iblis WILL WO."sahut Emile dengan lantang untuk membenarkan.


"Siapa lagi ini! sepertinya kau bukan dari bangsa manusia. kalau dia dan dia aku sudah tau dan jelas kalau mereka itu setan jelek."balas sosok perempuan ular itu sambil terkekeh.


"Enak saja kau bilang kami setan jelek, justru kau lebih jelek dari kami."sahut Emes dan rijal.


"Berani kau menyahut di dalam rumah ku! apa mau kalian semua ku berikan ke budak-budak ku yang kelaparan untuk jadi santapan siang mereka. hah!"hardik sang ular sambil menunjuk ke ribuan ular di dalam sebuah kamar.


Ternyata lubang persembunyian yang dipakai seno dan devin untuk bersembunyi dari kejaran iblis will wo, bukan hanya satu ruangan itu saja. bahkan masih banyak ruangan tersembunyi lainnya yang membuat takjub mereka semua.


"Aku Emile! memang aku ini bukanlah manusia seperti mereka berdua."tunjuk Emil ke arah seno dan devin.


"Aku ini adalah arwah yang terjebak selama 10 tahun di dalam hutan ini bersama kedua temanku itu. jadi tolong lepaskanlah mereka berdua dan tolong juga bantulah kami bertiga."mohon emile kepada sang ular.


"Apa untungnya aku membantu kalian semua!"tegas makhluk itu.


"Soalnya aku pernah melihat kau sedang di siksa oleh iblis will wo. apa kau tak ingin terbebas dari jeratan nya? agar kau tak selalu di sakiti olehnya dan bisa menjalani hidup dengan bebas seperti dulu sebelum ada si Will wo hadir dan menguasai hutan ini." Ujar Emile.


"Istrinya devin namanya anjani. dia kini sedang berusaha bertarung mengalahkan iblis will wo, agar kami semua bisa terbebas dari sini. maka dari itu bantulah kami." Timpal seno penuh arti.


Sosok perempuan ular itu perlahan mulai melepaskan lilitannya dari tubuh devin. lalu dia berjalan dengan ekornya ke arah sebuah lubang yang menjorong ke arah samping. terlihat lubang itu seperti sebuah jendela yang berukuran satu orang anak kecil. tatapan mata sosok ular perempuan itu terlihat kosong dan penuh kesedihan, dia pun terdiam. sesekali terlihat ada lelehan cairan bening yang terjatuh pelan dari sudut netranya. kemudian sosok perempuan ular itu langsung keluar lewat lubang jendela itu, tak tahu perginya kemana.


***


Seno pun bergegas menolong devin setelah ular itu pergi dan menjauh bahkan sepertinya lama untuk kembali lagi ke rumahnya. segera diberikannya sebotol air mineral kepada devin, yang langsung ditenggaknya sampai habis tak bersisa. lalu seno menyuapi devin makanan yang diberikan emile sebelumnya, devin pun sangat lahap memakannya. setelah itu seno juga memberikan buah-buahan susu dan vitamin agar stamina devin bisa pulih kembali.

__ADS_1


"Hey! kau juga harus makan dan minum untuk mengisi energi di tubuh mu. jangan sampai teman mu nanti sembuh kau yang malah jatuh sakit jadi gak selesai-selesai kan. memangnya kau tidak kangen dengan keluargamu dan tidak ingin cepat keluar dari sini."tegur emile karena seno terlalu sibuk mengurusi devin sehingga tidak ingat dengan kesehatan dirinya.


"Iya, ini juga aku mau makan ko. makasih ya, walaupun kau itu hanya sesosok arwah tapi hati kau sangat baik bahkan kebaikan mu melebihi kebaikan seorang manusia."balas seno sambil menepuk pundak Emile.


"Emang sih emile orangnya baik, waktu masih hidup juga baik. tapi kan makanan yang kau dan teman mu makan itu dari hasil ngambil di rumah bokap gue. bagi-bagilah dikit sama gue."sahut Rijal yang hendak menyambar makanan yang akan di makan oleh seno.


"Percuma jal, lu mau teriak sampai kiamat pun dia gak akan dengar. udahlah mendingan benerin tuh badan lu pada meleleh begitu geli gue liatnya."kata emile sambil bergidik.


"Tara... liat dong kepala gue udah bisa luruskan."sahut Emes yang sedari tadi selalu sibuk dengan kepalanya.


Ternyata sekarang kepala si Emes udah gak miring lagi, dia ngakalin kepalanya yang selalu miring itu dengan ranting kayu yang ditancapkan dari leher tembus ke kepalanya.


"Lumayan lah, dari pada lu sengkleh trus mes."balas emile datar.


"EMILE.....!!! teriak Emes greget.


****


Akhirnya anjani pun sampai juga disebuah bukit yang dikelilingi dengan kabut hitam tebal, anjani mulai mengendap-endap memasuki kawasan tersebut lewat ruangan bawah tanah. betapa terkejutnya anjani di bawah sana, dia melihat banyak sekali makhluk halus yang terkurung di dalam sebuah penjara besi, ada makhluk setengah binatang setengah manusia, bahkan ada juga arwah-arwah yang gak jelas bentuk rupa dan wujudnya.


"Tolong.... Tolong...!! Kami mohon tolong lepaskan kami semua dari sini."teriak para arwah meminta pertolongan kepada anjani.


"Sssttt, tolong kalian semua jangan berisik nanti penjaga itu mendengar, aku akan berusaha membebaskan kalian semua, tapi kalian harus tenang dulu."pinta anjani.


Dan benar saja, sesosok makhluk bertubuh besar dengan wajah menyeramkan. sosok itu memakai kain penutup bagian Mr x nya saja, dengan bertelanjang dada dipenuhi bulu-bulu hitam di dadanya. yang tadi sedang berdiri di ujung sebuah pintu, langsung datang karena mendengar suara berisik dari ruang tahanan.


Anjani pun segera bersembunyi dengan menempel di langit-langit lorong ruangan itu.

__ADS_1


"Berisik sekali kalian semua! bisakah kalian semua diam! apa kalian semua mau aku hukum lagi seperti kemarin."hardik sang penjaga sambil memukul gada kayu berduri yang dipegangnya ke besi penutup pintu, sehingga membuat para arwah langsung terdiam dan merunduk takut di sudut ruangan.


Di sebuah ruangan berbeda terlihat ada salah satu sosok arwah anak kecil, yang sedang berdiri sambil menatap ke arah anjani yang sedang bersembunyi di atas langit-langit lorong itu, sehingga membuat sang penjaga curiga.


__ADS_2