
Bab 101
Happy Reading...🤗🤗🤗
__________________________
"Kemana perginya makhluk itu? perasaan tadi dia lari ke arah sini deh." gumam devin seraya netranya bergeliya kesana kemari.
Devin pun terus saja melangkahkan kakinya, menyusuri dalam dan luasnya hutan kinarang. sampai akhirnya ia mengalami kejadian, yang membuat nyalinya menjadi menciut dan takut.
KRETLAK....
Tanpa sengaja kaki devin menginjak sesuatu benda yang sangat keras dan agak kering.
Namun karena keadaan di sekitar sana gelap gulita dan hanya di terangi cahaya redup dari sang rembulan malam. sehingga membuat penglihatan devin menjadi tidak terlalu jelas. devin pun tak memperdulikan itu dan berusaha untuk tenang lalu terus melangkahkan kakinya.
Tapi saat ia baru saja melangkah setapak jalan, kakinya malah tersandung sesuatu. sehingga membuat ia jatuh tengkurap dan tangan kirinya memegang sesuatu benda berbentuk seperti bola, namun di beberapa bagiannya tidak rata.
"Aaaww! benda apa ini!" teriaknya seraya meraba-raba benda berbentuk bulat tersebut.
Karena penasaran dengan benda yang di pegangnya tadi, devin pun mencoba melihat benda tersebut dengan menggunakan lampu senter di smartphone miliknya.
"Untung aja tadi gue bawa handphone."gumam devin lalu menyoroti tangannya.
"Wah...! ke.. kepala! hiy... kepala siapa ini?"pekik devin lalu melempar kepala tersebut.
__ADS_1
Saat devin mulai menyinari bagian lainnya, dia pun semakin terkejut. di karenakan di samping dan di depannya saat ini berada, terdapat juga tulang belulang manusia. ada yang masih berbentuk tengkorak utuh tubuh manusia, dan ada yang tengkorak tubuhnya sudah hancur berantakan. ternyata pas di hitung-hitung, ada tiga tengkorak tulang belulang manusia disana.
Devin pun mendadak nyalinya sedikit menciut, karena menyaksikan tulang belulang manusia di hadapannya. apa lagi saat itu terdengar suara lolongan anjing yang saling bersahutan, serta udara di sana berubah menjadi seperti di kutub selatan saja BERR...DINGIN....
Untung saja saat itu devin memakai sweater tebal dan kupluk rajutan pemberian anjani. sehingga udara dingin di dalam hutan kinarang, tidak begitu parah menusuk kulit tubuhnya.
Dengan sisa keberanian yang masih ada dalam dirinya, devin pun mulai melangkahkan kakinya secepat mungkin. untuk kembali lagi keluar dari dalam hutan kinarang, soalnya dia gak mau meneruskan mencari makhluk tadi, karena perasaan nya mendadak menjadi gak enak.
Disaat devin mencoba untuk keluar dari dalam hutan kinarang, ternyata berulang kali ia selalu saja kembali ke tempat yang sama. padahal perasaan dia itu sudah melangkah dan berlari sejauh mungkin, mengikuti jejak sebelumnya. tapi anehnya, setiap kali ia berlari dan mencoba mencari jalan untuk keluar dari hutan kinarang. selalu saja devin kembali lagi ke tempatnya semula berada, sejauh apa pun itu ia berlari.
"Ada apa ini! kenapa aku malah kembali lagi ke sini sih?" gumam devin dengan nafas yang tersengal-sengal akibat kecapekan berlari.
"Hey Manusia! Berani Sekali Kau Memasuki Kawasan Ku! Sebagai Hukumannya, KAU AKAN KU JADIKAN SANTAPANKU MALAM INI! Hahahaha" tukas suara menggelegar yang tak tahu wujud dan bentuknya seperti apa.
"Kau juga siapa? enak saja mau menjadikan ku santapan mu! lagian aku ini bukan nasi goreng atau pun pecel ayam, jadi mana enak dimakan. " sahut devin sambil berputar-putar mencari wujud dari suara menggelegar itu.
"Oh tidak bisa! memangnya hutan ini milikmu? kalau iya, mana sini surat-suratnya tunjukan kepadaku! kalau kau tidak bisa menunjuk kan itu semua pasti kau itu adalah seorang penipu, buktinya saja kau malah bersembunyi terus gak mau nampakin wujud kau! coba tunjukan wujud mu." kata devin seolah menantang makhluk itu.
"KAU MENANTANGKU WAHAI MANUSIA!"kata sosok suara itu terdengar sangat marah.
Dan akhirnya sosok suara menggelegar itu pun menampakan wujudnya. kini nampak lah dengan sangat jelas, sosok menyeramkan yang sedang berdiri melayang tak napak ke bumi. ternyata sosok itu tidak memiliki wajah, yang nampak hanya kedua matanya saja yang merah menyala. serta sosok makhluk itu mengenakan jubah panjang yang gombrong, sehingga tak nampak kakinya. kedua tangannya pun hanya nampak kuku-kukunya yang hitam dan panjang.
"Makhluk apa kau! aneh sekali bentuk rupa mu itu! Ops! ko gue kaya orang batak sih bicaranya. "ucap devin seraya membekap mulutnya karena nada bicaranya tadi seperti logat batak.
"Aku adalah IBLIS WILL WO! sang penguasa hutan terlarang ini, sekaligus sebagai malaikat pencabut nyawa jiwa-jiwa yang tersesat." sahut sosok itu dengan suara yang menggelegar.
__ADS_1
"WAW! keren sekali nama mu, persis kaya nama orang barat aja. tapi, kenapa wujud mu tidak sekeren nama mu sih? harusnya itu, nama yang cocok buat kau itu. SETAN GAJE alias setan gak jelas."kata devin sambil terkekeh.
"JANGAN KAU BANYAK CAKAP, HAI MANUSIA! SEKARANG BERSIAP-SIAPLAH, KARENA WAKTU MU SUDAH TIBA." tegasnya.
"Waktu apa? hai SETAN GAJE, makin gak jelas aja lu dasar aneh!" grutu devin.
"WAKTU KEMATIANMU!" tegas sosok itu.
Tubuh devin pun tiba-tiba terangkat ke atas, lalu makhluk yang bernama iblis WILL WO itu mulai menjulurkan kedua tangannya dan langsung mencekik leher devin. serta langsung menarik tubuh devin agar lebih mendekat kepadanya.
Nafas devin pun perlahan mulai terasa tercekat, paru-parunya juga mulai terasa sesak sekali. jantungnya pun sama, mulai terasa semakin melemah memompa aliran darahnya. tubuh devin yang terangkat ke atas, dengan matanya yang melotot tajam. serta kedua kakinya yang menjuntai, mulai mengejang-ngejang hebat. lalu mulutnya juga terbuka dengan lebar.
Iblis WILL WO perlahan-lahan mulai menghisap energi yang di miliki devin, perlahan tapi pasti tubuh devin mulai melemah dan tak berdaya.
Namun tiba-tiba saja.....
"Hey iblis jahat, lepaskan dia!" seru seno yang saat itu muncul dan langsung melemparkan golok berukiran naga yang dipegangnya tepat ke arah wajah iblis WILL WO. lalu segera membakar jubah iblis itu dengan obornya.
"AAAKKK, SAKIITT! KURANG AJAR DASAR KAU MANUSIA SIALAN!" maki iblis will wo dan langsung menjatuhkan tubuh devin ke tanah.
Iblis will wo juga mengerang-erang kesakitan, saat terkena sabetan golok naga milik seno. gak tahu mengapa, iblis yang kuat dan terkenal seram dan membahayakan itu. malah takut dan kesakitan, hanya karena terkena sabetan golok berukiran naga yang dimiliki seno.
Disaat iblis itu sedang melemah dan teralihkan, akibat sabetan golok naga seno dan jubahnya yang terbakar. seno pun segera membawa devin pergi, agar menjauh dari iblis will wo.
Seno terus saja berlari sekencang mungkin, sambil ia memapah devin yang masih lemah tak berdaya. karena separuh dari tenaganya, sudah di hisap oleh iblis pencabut nyawa itu. untung saja seno tepat waktu datangnya, kalau tidak devin bisa mati di tangan iblis will wo.
__ADS_1
****
Bersambung.....