
Bab 48
Anjani pun meminta izin kepada Karto dan juga ki Romo, karena ia ingin ke kamar mandi dan sudah sangat tak tahan sekali.
"Pak! aku mau ke toilet dulu ya, gak kuat nih!" ucapnya sambil memegangi perutnya.
"Ya sudah! nanti kalau sudah selesai, kamu tinggal susul bapak ke kamar anyelir no 5."ucap Ki Romo dan di balas acungan jempol saja.
Anjani pun langsung berlari-lari kecil menuju toilet rumah sakit, setelah ia bertanya pada petugas kebersihan di rumah sakit jiwa itu.
"Ah, terasa lega deh! "gumam anjani setelah ia menuntaskan hajatnya.
kini anjani pun berniat untuk kembali menemui Ki Romo dan Karto, di kantor rumah sakit jiwa sehat waras. namun saat ia mau membuka pintu toilet tersebut, anjani melihat ada sosok wanita mengenakan daster lusuh dengan rambut yang acak-acakan.
Sosok itu sedang duduk di atas dinding toilet, dan kayanya ia sedang menjahili orang yang berada di kamar mandi sebelah.
"Hey! siapa kamu? ngapain kamu disitu?" tanya anjani sedikit berteriak.
Hihihihihihihihi...." dasar aneh! situ kan sebangsa Eyke, masa nanya gitu sih." sahut sosok itu sambil tertawa menyeramkan.
"Sebangsa! maksud mu apa? kamu pasti hantu kan? pasti kamu yang suka nakut-nakutin di kamar mandi ini. "tukas Anjani.
*Flash Back* sebelum ke kamar mandi
Saat sudah berpamitan dengan Karto dan Ki Romo anjani langsung berlari, karena ia sudah tidak kuat menahan kantung kemih nya yang sudah terlalu penuh. tapi kala itu ia lupa menanyakan kamar mandi dimana, alhasil ia kebingungan dan berputar-putar.
Mau bertanya, tanya pada siapa? disana cuma ada orang gila saja, yang sedang bermain di depan koridor, ada yang lagi bernyanyi seolah ia menjadi penyanyi terkenal, ada yang lagi berakting, ada yang membaca pidato, bahkan ada yang berteriak-teriak.
Saat anjani sedang kebingungan ia dikagetkan, oleh seseorang yang menepuk pundaknya.
"Mbak!"
"Bangun-bangun makan nasi ama garem! hadeuh...si mamang sapu, ngagetin saya aja." ucap anjani sedikit latah saat berbalik melihat si empunya tangan yang ternyata tukang kebersihan di sana.
"Mbak! npain di sini? tersesat ya." tanyanya.
__ADS_1
"Saya lagi cari toilet, mang! tapi saya gak Nemu juga! dimana ya toilet di rumah sakit ini?"Jawab anjani sambil bergoyang-goyang karena ia sudah gak kuat menahan kemihnya yang berusaha menerobos keluar.
"Oh...toilet! di ujung koridor ini nanti ada belokan ke kanan. nah! pas di ujung belokan itu,
"Toilet kan!" ucap anjani memotong pembicaraan.
"Bukan mbak di situ gudang!"sahut si mamang tukang sapu tadi.
"Terus, dimana dong toiletnya? aduuhh, saya udah gak tahan nih." Rintih anjani sambil memegangi depan perutnya.
" Toiletnya ada di ujung jalan ini mbak! " ujar si tukang sapu dan tanpa berucap anjani pun langsung berlari.
namun.....
"Mbak tunggu!"panggil si tukang sapu.
"Apalagi sih?" sahut anjani ketus sambil menghampiri si mamang sapu itu.
"Mbak! di kamar mandi sana, ada penunggunya loh, jadi mbak harus hati-hati! penunggu disana jail banget. "bisik si tukang sapu itu.
"Cuma itu aja! ya sudah gak ada lagi kan yang mau di omongin, soalnya saya sudah gak tahan nih." papar anjani dan langsung berlari.
"Eyke gak pernah nakut-nakutin siapapun! manusia nya saja yang penakut." ucap sosok itu yang ternyata kuntilanak.
"Ya seharusnya, kamu gak usah nampakin wujud seram kamu dong ke mereka! jadinya mereka kan pada takut." ujar anjani kepada sosok kuntilanak yang sudah turun dan berdiri tepat di hadapannya.
"Hey! situ juga Kuntilanak, kenapa sok-sokan kaya manusia sih." harusnya ya...kamu tuh pake baju kaya Eyke, masa pake baju beginian." ucap sosok itu sambil memperhatikan anjani dan memegang baju yang anjani kenakan.
"Maksud kamu apa sih! aku makin gak mengerti, sama apa yang kamu ucapkan." ucap anjani kebingungan.
"Hadeuuuhhh, ya sudahlah! mungkin kamu ini kena penyakit, memesia, ronesia, ah! apalah itu Eyke lupa. pokonya penyakit lupa ingatan gitu deh." ujarnya sambil mengibaskan tangannya.
"Maksudmu, aku terkena amnesia gitu?" tanya anjani menelisik.
"Nah itu dia, amnesia." balas sosok Kuntilanak itu sedikit di tegaskan.
__ADS_1
" Kenapa aku bisa amnesia? kamu tau, kenapa aku bisa begini tolong jelaskan." ucap anjani sambil mengguncangkan pundak sosok itu.
Dok...Dok...Dok....
Saat anjani sedang kebingungan, pintu kamar mandi di gedor keras seseorang di luar sana.
"Mbak! Mbak! buka mbak pintunya." panggil seseorang dari luar.
Jebreeeettttt.....
Pintu toilet pun di buka paksa, nampak anjani yang kini sedang mematung bukan karena takut, tapi ia sedang kebingungan memikirkan ucapan Kuntilanak tadi.
"Mbak gak papa kan?" tanya seorang petugas.
" E..engga papa ko mas! "sahutnya gelagapan.
Soalnya ketika orang yang di kamar mandi sebelah ditakut-takuti oleh Kuntilanak itu, dan saat anjani mengobrol dengan Kuntilanaknya.
Orang itu langsung segera keluar dan berlari, namun pintu toilet mendadak terkunci sendiri. karena di dalam ia melihat masih ada orang lain, lantas ia langsung melaporkan dan juga memberitahu petugas. kalau ia tadi di ganggu hantu penunggu kamar mandi, dan masih ada orang lain yang terkunci disana.
"Kemana kuntilanak itu? "batin anjani bergumam sambil menelisik mencari dengan netranya keberadaan Kuntilanak tadi.
Namun kuntilanak itu hilang seketika, saat orang-orang ramai berdatangan.
Setelah beres masalah tentang hantu penunggu kamar mandi, anjani pun melanjutkan langkahnya menuju kantor. dimana ada Karto dan Ki Romo, namun sesampainya di sana ia tak mendapati keduanya.
Lantas anjani pun teringat pesan Ki Romo tadi, agar ia menyusulnya ke kamar anyelir no 5. anjani pun langsung melajukan langkahnya, menuju ruangan tersebut. sambil sesekali ia menengok ke setiap ruangan, yang terdapat pasien kurang waras di dalam sana.
Kayanya pasien yang selalu berada di dalam kamar, mungkin pasien yang kondisi kejiwaan nya sangat parah. sampai ia harus di kurung di dalam kamar terus menerus, anjani pun terus melangkahkan kakinya yang ringan.
Sampai ia tiba di sebuah ruangan kamar VVIP, di dalam sana ia mendengar ada suara orang yang sedang berteriak-teriak.
"Aku gak mau! pergi kalian semua! Dan kau bapak tua, saya benci melihat wajah anda! anda orang jahat! gara-gara dirimu, adikku meninggal..."Huhuhuhu." racau seorang pria sambil ia mengamuk dan mengacak-acak semua benda yang ada di ruangan tersebut.
Karena penasaran apa yang terjadi di dalam ruangan itu, anjani pun mencoba melihatnya. lewat kaca kecil tembus pandang, yang berada di atas pintu ruangan tersebut.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa vote like and komentar positif nya, apalagi kalau dapat hadiahπππ Uh Lala.