Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 35


__ADS_3

Bab 35


"Hanya keajaiban dari sang maha pencipta lah, yang bisa mengembalikan kewarasan tuan devin, pak. kami semua disini akan selalu tetap berusaha untuk membantu kesembuhannya."seloroh seorang dokter perempuan dengan mengenekan hijab syar'i nya, dokter itu juga sedang berdiri di samping pak sobri.


"Tolong usahakan agar anak saya bisa sembuh kembali, Dok. saya makin gak tega melihat keadaannya seperti itu."Pinta pak sobri dengan tatapan sedihnya.


Devin mulai kehilangan akal sehatnya, sejak kecelakaan yang menimpa dirinya dan juga Mitha adiknya pada waktu itu. sehingga membuat hati devin semakin sangat terpukul, saat mitha adiknya mati secara mengenaskan ditangan iblis jahat suruhannya dan kecelakaan mobilnya.


Akhirnya devin menjadi sangat depresi, karena ia selalu saja memikirkan serta membayangkan adiknya itu masih hidup, masih sehat dan masih berada disisinya. keadaanya pun semakin hari semakin tambah memburuk saja, sehingga membuat dia benar-benar menjadi pasien RSJ dengan gangguan kejiwaan akut.


Ayahnya devin yaitu pak sobri, saat dia mendapatkan kabar dari pihak kepolisian. kalau anak laki-laki dan anak perempuan nya itu mengalami kecelakaan. Pak sobri pun segera meluncur ke rumah sakit, yang diberitahukan oleh pihak kepolisian.


Walaupun pada waktu kejadian devin dan Mitha kecelakaan, pak sobri sedang ada urusan bisnis diluar kota. tapi ayahnya itu rela meninggalkan semua bisnisnya, hanya demi kedua anak-anak tercintanya.


Devin sempat koma selama dua minggu, pasca ia menjalani operasi luka bakar yang berada di sekujur tubuhnya. setelah devin tersadar dari komanya, keadaannya malah menjadi seperti orang yang gak waras saja. awalnya devin suka tertawa sendiri, berbicara sendiri, kadang ia suka menangis secara tiba-tiba. makanya pak sobri membawa devin ke rumah sakit jiwa, agar ia mendapatkan perawatan.


****


Pak anung mulai mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan, untuk memastikan penglihatannya saat ia tersadar. ia juga masih mencoba mengingat-ingat kembali kejadian semalam, kenapa dirinya itu bisa sampai tiba-tiba tertidur bahkan sangat nyenyak sekali di bale-bale belakang.


Padahal seingat-ingat dirinya, malam itu dia sedang berjaga-jaga untuk menunggui kerbaunya yang tinggal tersisa 3 ekor lagi. karena kerbau yang lainnya sudah pada mati dan hilang dicuri orang, makannya ia ingin segera menangkap sosok yang suka mencuri atau membuat kerbau-kerbaunya itu mati secara tiba-tiba.


Langkah pertama saat dirinya tersadar, pak anung langsung bergegas menuju kandang kerbaunya. Ia mulai memeriksa dan menghitung jumlah kerbaunya, ternyata jumlahnya masih tetap sama. gak ada yang berkurang, entah itu hilang atau mati. jumlah kerbaunya masih ada, tiga ekor kerbau lagi di dalam kandang.


Pak anung masih merasa penasaran atas kejadian tadi malam, seperti terasa ada yang aneh saja. padahal semalam itu ia sama sekali gak merasa mengantuk. tapi setelah mencium aroma wangi dupa, ia langsung merasakan kantuk yang berat.


Pak anung pun langsung melangkahkan kakinya keluar dari kandang, setelah memastikan semua kerbau-kerbaunya itu masih ada dan tidak kenapa-napa.


Kretaaakkk..!!

__ADS_1


Pak anung merasakan kakinya menginjak sebuah benda sampai pecah, ia mencoba memastikan benda tersebut apa. sambil ia berjongkok, lalu memungut benda yang sudah pecah itu akibat terinjak olehnya.


Ternyata benda yang tadi terinjak oleh kakinya itu adalah, sebuah wadah seperti mangkuk yang terbuat dari tanah liat. benda itu juga sudah pecah, karena terinjak olehnya. di antara pecahan benda tersebut, pak anung melihat ada sisa-sisa bekas bakaran dupa atau kemenyan.


Dari wangi dan aromanya, dupa itu mirip sama aroma yang membuat ia tertidur semalam. akhirnya ia pun berkesimpulan, bahwa memang ada orang yang sengaja ingin menyatroni kerbau-kerbaunya.


*****


Tepatnya hari ini, bu hani tidak membuka warung nasi liwetnya seperti biasanya. soalnya saat buka kemarin, warungnya itu sangat sepi pembeli. alhasil dagangannya masih banyak yang tersisa, lantas dari pada mubazir dan terbuang sia-sia. sisa dagangannya itu langsung dibagi-bagikan, kepada orang-orang yang membutuhkan, walaupun ia sudah merugi, tapi ia ikhlas.


Memang semenjak kejadian orang yang keracunan waktu itu, warung bu hani mendadak sepi pembeli. ditambah ia harus selalu mendapatkan cibiran dan hinaan dari warga setempat, karena masih terus saja membuka warungnya.


"Jani...!! maafkan ibu ya, nak !! kayanya, ibu harus segera menutup warung itu. karena orang-orang sudah tidak mau lagi membeli masakan ibu, mereka semua bilang kalau masakan ibu beracun."Isak bu hani sambil memandangi foto anjani.


"Buk...!! jangan sedih terus, Jani jadi sedih melihat ibu seperti ini. "ucap arwah anjani sambil membelai lembut rambut ibunya.


"Perasaan, tadi kaya ada yang ngusap rambutku, ya.? "bu hani terhenyak sesaat. karena merasa ketakutan, akhirnya Bu hani berlari keluar dari kamarnya.


"Ada apa sih Buk, lari-lari begitu kaya anak kecil saja."sahut pak anung sambil memberi makan kerbaunya.


"Gini loh pak, tadi itu pas ibu lagi didalam kamar. rambut ibu kaya ada yang ngusap gitu, ibu kan jadi takut sekali loh, pak. jangan-jangan itu arwah anjani, yang udah ngusap rambut ibu."tuturnya bergidik sambil memegangi tangan suaminya.


"Ibu ini gimana sih, lah wong anak sendiri malah takut. "cetus pak anung lagi.


"Ya kan pak, anjani itu sudah meninggal. kalau orangnya, ya ibu ndak takut lah. tapi kalau setan atau arwah nya, ibu takut. walaupun anak sendiri setannya."ujarnya sambil celingak-celinguk.


"Sudah-sudah!! ayo kita masuk ke dalam."ajak pak anung kepada istrinya.


Mereka berdua pun akhirnya masuk ke dalam rumah, namun bu hani masih terus menggandeng tangan suaminya. Karena ia masih merasa takut teringat kejadian waktu itu, saat bertemu arwah anjani yang beringas mencekik leher piyon.

__ADS_1


****


Malam ini tak seperti biasanya, langit sangat gelap tanpa taburan benda langit. kedua orang laki-laki anak buah juragan Karto, mereka sedang mengendap-endap menuju ke sebuah warung, yang letaknya berada di pinggiran jalan desa.


Ternyata warung itu adalah warungnya bu hani, mereka kayanya ingin menjahili lagi warung almarhum ibunya anjani itu.


"Buruan yon, sana masuk. gue yang akan berjaga-jaga disini, takutnya ada orang yang dateng."titah dorman sambil ia celingak-celinguk memastikan keadaan di sekitaran warung bu hani.


"Ya udah, beneran jagain gua ya. awas lu ya man, kalau sampai Lo ninggalin gue lagi kaya waktu itu. "sahut yono sambil mencongkel gembok warung bu hani.


Dengan sangat mudahnya, yono bisa membuka gembok pengunci warung bu hani. ia pun mulai memeriksa seluruh ruangan yang berada di dalam warung tersebut. sambil yono membawa kantong plastik hitam ukuran sedang, berisikan tikus sawah yang sudah pada mati.


"Aduuh, taro dimana ya ini tikus matinya!!"gerutunya karena bingung.


"Yon....buruan..!! Lama amat sih lu, naro giitu doang aja. "Umpat dorman kesal.


"Ya..tunggu bentar lagi. "sahutnya.


"Nah...!!! cocok nih disini."gumam yono.


Akhirnya yono menaruh tikus-tikus mati itu di dalam sebuah panci. panci yang selalu bu hani gunakan, untuk memasak nasi liwet masakan andalannya.


Braaakkkk


Mendadak pintu warung depan terbanting dengan kerasnya, yono pun langsung berlari keluar dari dapur bu hani, untuk segera melihat apa yang terjadi di depan.


****


Bersambung......

__ADS_1


Salam Penasaran Selalu...🌹🌹🌹


__ADS_2