
Bab 70
Happy reading all....😊😊😊
__________*******___________
Saat smartphone piyon dirasa bergetar lalu berdering secara berulang, piyon pun segera mengangkat nya, dengan pergi menjauh dari hadapan devin yang kala itu bersamanya.
"Hallo...!! Iya Bos muda, ada apa ya tumben banget nelfon. kangen ya sama saya..?"xixixix, ucap piyon gombal disertai kekehan.
"Kangen, kangen..palamu peyang!! sudah cepetan ke kantor sekarang juga."titah suara yang berada di sebrang Telfon.
"Tapi Nomud (nona muda), hari ini kan masih jatah saya libur. masa ia harus disuruh masuk juga sih, suruh yang lain aja ke. soalnya hari ini saya lagi sibuk, bantuin camer beres-beres rumah."sahut piyon menolak.
"Kamu berangkat sekarang juga, atau gak usah masuk kerja lagi!!"hardik suara disebrang telfon sambil menutup telfonnya.
"Tapi Nomud!! Tut...Tut..Tut...alah kebiasaan maen matiin aja."grutu piyon kesal.
Lalu piyon menaruh kembali smartphone nya disaku celananya, kemudian ia melangkah ke luar untuk berpamitan kepada semuanya. dengan ekspresi alis yang ditautkan dan mulut yang sedikit dimonyongkan, menandakan ia sedang bete dan kesal saat itu.
"Kenapa lu kriwil? tampang lu udah kaya pantat bebek ke siram air panas aja."ejek devin kala melihat ekspresi saingan nya itu.
"Kriwil..Kriwil..!! sekarang gue udah gak kriwil lagi kelez. gue lagi bete aja nih sama bos gue, yang merintah selalu gak liat sikon, pake acara ngancem mecat segala lagi."ocehnya masih dengan tampang kesal.
"Namanya juga bawahan ya begitulah! udah sono ikutin apa kata bos lu, dari pada lu kehilangan pekerjaan. cari kerja jaman sekarang susah Wil."ujar devin sambil fokus ke layar smartphone nya yang baru hidup.
karena semenjak devin pergi mengantar anjani ke desa waktu itu, smartphone nya mati karena kehabisan daya. makanya devin baru bisa menghidupkan nya kembali, setelah tadi ia mengecasnya sambil ia beres-beres.
Saat smartphone nya sudah hidup kembali, banyak sekali panggilan masuk bahkan chat yang beribu-ribu dikotak pesannya. ya dari siapa lagi kalau bukan dari si Anabel, si anak manja ngeselin dan suka merintah itu.
Tapi Devin tak memperdulikan semuanya itu, ia kembali menaruh Smartphone nya diatas meja.
"Bu, pak, Jan.!! piyon bisa bantuinnya sampe sini aja, soalnya ada panggilan tugas dadakan nih dari bos muda."ujarnya kala berpamitan.
"Iya, gak papa ko nak piyon, lagian semua juga sudah mau selesai ko."balas Bu Hani sembari membereskan piring-piring ke rak lemari.
"Iya mas, pergi saja kalau memang mau kerja."timpal anjani saat menghampiri nya.
"Ya sudah, mas pamit ya."balasnya sambil memegang tangan anjani hendak diciumnya.
Namun Devin langsung menukar tangan anjani dengan tangannya, alhasil piyon yang tadi gak ngeh dan gak sadar. karena nunduk saat mau mencium punggung tangan anjani, malahan ia mencium tangan devin yang blepotan tanah.
__ADS_1
"Peh..Peh..!! apaan nih, ko bau banget sih tangan kamu Jan."pekik piyon sambil menjulur-julurkan lidahnya karena tanahnya sempat masuk ke mulutnya.
"Hahahaha! syukurin Luh, makanya jangan celamitan jadi orang."ucap Devin terkekeh.
"Brengsek lu ya Dev!"hardik piyon menunjuk.
"Sudah, Sudah!! mas Piyon dan Devin ini, udah kaya Tom dan Jerry aja ih. berantem melulu, sudahlah aku mau bantuin ibu masak di dapur."ucap anjani melerai mereka lalu pergi meninggalkan keduanya.
Drreetttt.... Drreeettt....
"Udah sono pergi!! entar lu dipecat lagi, Noh handphone lu bunyi lagi kan. biar gue yang bantuin anjani sampe selesai, gue mau masak bareng sama calon istri masa depan sama calon mertua idaman."Hahay...
ucap devin sambil tersenyum lebar kala mendengar telfon piyon bergetar kembali.
Namun selain handphone piyon yang bergetar menandakan ada panggilan masuk, handphone milik devin pun ikut bergetar dan berbunyi.
TRIINNNGGG.....So, I say a little prayer
And hope my dreams will take me there.
Tiba-tiba smartphone milik devin yang tergeletak di atas meja berbunyi dengan suara dering lagu dari Westlife yang judulnya my love.
"Ya ada apa...?"ucap devin membuka suara percakapan.
namun suara sahutan dari si penelfon disebrang sana, terdengar begitu cempreng bahkan panjang sekali sehingga membuat devin jengah.
"Hay Bebi kamu kemana aja sih? bla..bla..bla...Wak..Wek..wok...nyah..nyeh..nyoh
"Ok.!! aku akan kesana! bye..!!"balas devin singkat dan mematikan ponselnya.
"Hahahay..!! kita satu sama. gak ada acara masak-memasak, yu ah capcus."ajak piyon sembari menarik tangan Devin
Setelah berpamitan dengan anjani dan keluarganya, akhirnya devin dan piyon berangkat menuju tujuannya masing-masing.
*****
Dengan menempuh waktu sekitar setengah jam'an, devin akhirnya sampai juga di area kantornya. ia pun langsung segera berjalan memasuki ruangannya, ternyata disana sudah ada anabel yang sedang duduk dikursi kebesaran devin sedang menunggunya.
"BEBI....ah aku kangen sama kamu Bebi. kamu kemana aja sih, gak ada kabar certinya?"ucap anabel manja seraya memeluk devin.
"Apaan sih!! awas ah aku capek tau gak, pegel juga mau duduk."balas devin ketus sambil melepaskan paksa pelukan Anabel tadi.
__ADS_1
Anabel langsung mengerucutkan bibirnya kesal, kala mendapat perlakuan jutek dari devin tadi. tapi ia pun tak kehilangan cara untuk merayu Devin agar mau padanya, anabel pun langsung merangkul bahkan duduk di pangkuan devin sambil menatap tajam devin dengan bibir nya yang dikulum dan digigit-gigit manja.
Karena Devin tak suka dengan perlakuan liar anabel tadi, ia langsung berontak dan mencoba melepaskan diri darinya.
Namun saat kejadian itu terjadi, tiba-tiba piyon muncul dan masuk ke ruangan itu tanpa mengetuk terlebih dulu. posisi nya Devin kala itu sedang di bawah kendali Anabel, bahkan parahnya bibir devin sedang dikecup anabel.
"Astagfirullah haladzim!!"pekik piyon kala melihat pemandangan itu.
Mereka berdua pun terkejut atas kehadiran dan teriakan piyon barusan, sontak devin pun langsung mendorong kencang tubuh anabel hingga terjungkal. namun bukannya menolong anabel yang terjungkal, devin langsung bangun dari kursinya dan meninggalkan nya.
"BEBI...!! bukanya bantuin aku, malah aku ditinggalin."racau anabel sambil memegangi pantatnya yang sakit akibat jatuh.
"Ckckckck!! gue gak nyangka, kelakuan lu parah brow!!"decak piyon kala devin berada disampingnya.
"Lu jangan beranggapan macem-macem ya, apa yang loe liat barusan!! itu semua gak seperti yang loe fikirin sekarang."ucap devin lalu pergi keluar dari ruangan itu.
Anabel pun bangun dari duduknya lalu menghampiri piyon, yang masih berdiri disana.
"Kau ini ya, kalau masuk bisakah bersuara atau ketuk pintu dulu gitu! dasar anak buah gak ada akhlak!!"maki dan tunjuk anabel.
"Ya, maaf Nomud..!! saya fikir, Nomud lagi sendiri di ruangan ini."ucap piyon mengeles.
"Kalaupun aku lagi sendiri kau juga harus sopan!! ketuk pintu dan bersuara sebelum masuk!! awas ya lain kali, kalau kau begitu lagi."ancam anabel dengan mata yang membulat besar lalu pergi menyusul Devin.
"Bebi....!! tngguin aku dong."teriaknya manja.
"Nomud!! terus saya suruh kesini, disuruh ngapain dong?"tanya piyon.
"Gak jadi!!"jawabnya singkat.
Lalu anabel pun mengejar devin yang sudah pergi meninggalkannya jauh.
*****
Bersambung.....
Jangan lupa dukungan nya, ya rieders 😊😊
_________#####_________********__________
dengan cara memberi hadiah, vote, like and komentar seru nya, jangan lupa masukin di list favorit juga ya. agar author makin semangat nulis kelanjutan ceritanya...😊😊👍👍
__ADS_1