
Bab 12_Penyebab Kematian Devin
🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Sesampainya pak anung di halaman rumahnya, ia bergegas masuk ke dalam.
"Bu, apa yang sebenarnya terjadi? kenapa devin bisa meninggal? padahal tadi pagi, pas bapak nganterin makanan ke kamarnya dia masih baik-baik aja. ya walaupun tubuhnya kini semakin bertambah kurus, namun stamina tubuhnya masih kuat bu."cecer tanya pak anung sambil mencengkram pelan pundak bu hani.
Saat itu bu hani masih saja meluruhkan butiran air matanya, karena ia tak kuasa membendung rasa sedihnya atas meninggalnya devin.
"Ibu juga gak tau pak. pas ibu masuk ke dalam kamar bersama Ririn, ibu sudah menemukan devin tergeletak di lantai dan dia sudah tidak bernyawa lagi."jawab bu hani yang langsung menyembunyikan tangisnya di dada pak anung.
"Ssstt.. udah ya bu jangan menangis lagi. maafin bapak tadi udah berbicara keras ke ibu, mungkin memang sudah waktunya saja devin harus berpulang."kata pak anung mengusap lembut punggung istrinya.
"Ake.. ake! tadi pas yiyin agi main di teyas. yiyin liat ada oyang mencuyigatan, oyang itu jayan ke camping yumah ke."timpal Ririn angkat bicara.
"Orang mencurigakan? siapa ya orang itu, lalu apa tujuan dia ke samping rumah ku." gumam pak anung bertanya-tanya.
"Hmmm, Ririn tau gak ciri-ciri orangnya itu kaya gimana? apa kaya ake atau kaya ene gitu?" tanya pak anung menelisik dan berhati-hati.
"Oyangnya kaya ceumuyan ake cih. teyus oyang itu pake topi, pake cayung muta, pake cayung tanan juga. tapi yiyin cuma bica liat matana aja, kan matana ketutupan ke."jelas Ririn sambil memeragakan apa yang ia bicarakan.
Pak anung pun mulai merasa kebinngungan, tentang orang yang dibicarakan oleh Ririn tadi. ia pun mulai berpendapat, kalau orang itu ada kaitannya dengan kematian devin.
"Maaf pak anung dan bu hani, saya menyela sedikit pembicaraan kalian berdua. sepertinya saat saya mendengar tentang cerita pak anung, cerita ibu juga, serta perkataan anak pintar ini. sepertinya kematian menantu pak anung, ada suatu kejanggalan." timpal sersan firman.
"Maksud sersan firman, menantu saya telah dibunuh gitu? "sahut bu hani bertanya.
"Ya kemungkinan seperti itu bu, setelah tadi saya sengaja mendengarkan pembicaraan kalian bertiga." jawab sersan firman.
__ADS_1
"Tapi siapa yang sudah tega membunuh devin? padahal dia itu sama sekali tidak mempunyai musuh pak polisi." timpal bu hani.
"Maka dari itu, jikalau pak anung dan ibu hani mengizinkan. saya dan Fina akan memeriksa jenazah menantu ibu, agar kami bisa tahu apa penyebab kematiannya."balas sersan firman.
"Baiklah sersan, silahkan anda dan dokter Fina periksa jenazah menantu saya. lagi pula saya juga merasakan kejanggalan tentang kematian menantu saya."sambung pak anung.
"Kalau begitu saya mempunyai satu pertanyaan untuk bu hani. sebelum ibu masuk ke dalam kamar menantu ibu, apa ibu mendengar sesuatu? atau melihat sesuatu yang aneh gitu. "sidik sersan firman sambil menatap bu hani.
"Ada sih pak polisi. sebelumnya saya sempat mendengar suara keributan dari dalam kamar devin, saya kira devin sedang mengamuk seperti biasanya. tapi karena saya masih takut atas kejadian waktu itu, saat devin melempar saya dengan nampan hingga melukai saya. makanya saya putuskan untuk menunggu bapak pulang saja untuk melihat keadaannya, tapi saat itu Ririn memaksa ingin masuk ke dalam kamar ayahnya. akhirnya kami berdua pun masuk dan kamarnya sudah berantakan, barang-barang yang berada di kamarnya jatuh berserakan di lantai."papar bu hani.
"Baiklah, kalau begitu apakah saya boleh melihat jenazahnya?" izin sersan firman.
"Boleh sekali sersan." sahut pak anung.
Pak anung pun berjalan terlebih dahulu, di ikuti oleh sersan firman beserta kedua anak buahnya serta dokter Fina. kalau bu hani dia sengaja tidak ikut ke kamar, soalnya bu hani harus menjaga Ririn. karena bu hani gak mau, kalau Ririn tau ayahnya itu sudah meninggal.
"Begini pak anung, setelah saya periksa seisi ruangan kamar ini. sepertinya ada seseorang yang sudah masuk ke kamar ini lewat jendela. soalnya disini ada bekas telapak sepatu tertinggal disini." tunjuk sersan firman ke jendela kamar devin yang terletak di samping.
"Lalu barang-barang yang berserakan di lantai, sepertinya tanda-tanda bekas perlawanan dan terjadi suatu keributan besar disini."jelas sersan firman sambil mengamati.
"Pak anung dan sersan firman, maaf kalian bisa kesini sebentar." panggil dokter fina.
"Coba lihat ini, di leher jenazahnya pak devin ada bekas sebuah jeratan tali."tunjuk dokter Fina ke leher devin yang berbentuk lingkaran berwarna hitam kebiruan.
"Selain itu saya juga menemukan ini di genggaman tangan pak devin."dokter Fina memberikan sebuah cincin perak bemata hijau.
"Ini cincin siapa? perasaan devin tidak pernah memiliki barang seperti ini."tanya pak anung sembari memperhatikan cincin itu.
"Jadi kesimpulannya, penyebab kematian devin karena dibunuh seseorang. seseorang itu masuk lewat jendela dan mencoba menghabisi devin, tapi sayangnya devin memberontak dan terjadilah keributan. sehingga ruangan ini jadi berantakan, lalu penjahat itu mencekik devin dengan sebuah tali dan akhirnya ia meninggal.
__ADS_1
"Kalau cincin perak bermata hijau ini, sepertinya cincin itu milik si pelaku. mungkin saja disaat devin memberontak, ia tak sengaja menarik cincin itu di jari tangan pelaku."ucap sersan firman menjelaskan.
Karena pak anung tidak mau menindak lanjuti tentang kematian devin, akhirnya masalah ini tidak di perpanjang. yang tau kematian devin di bunuh orang, hanyalah keluarga pak anung, pihak kepolisian dan dokter Fina saja. soalnya pak anung gak mau menyakiti jenazah devin, kalau harus di otopsi untuk mengetahui lebih jelas penyebabnya. serta pak anung juga tidak mau kalau sampai semua warga tau tentang kejadian yang menimpa devin.
Hari itu juga devin pun segera dimakam kan tepat disamping makamnya anjani. bu hani yang saat itu ikut menghadiri pemakaman devin, ia sempat tak sadarkan diri berulang kali. karena bu hani masih belum kuat menerima kenyataan yang ada, kalau kini menantu dan juga anaknya telah pergi meninggalkannya.
Berbeda terbalik dengan Ririn, saat dia ikut ke pemakaman ayahnya. Ririn malah asik bermain dan berkenalan dengan para arwah yang berada di area pemakaman tersebut. bahkan sampai ada arwah yang ririn ajak pulang ke rumahnya, memang aneh anaknya anjani ini.
*****
Semenjak anjani datang menemui Ririn pada malam itu, mulai saat itulah Ririn bisa melihat dan berkomunikasi secara langsung dengan para arwah. bahkan ia sama sekali tidak takut dengan arwah-arwah tersebut, terkadang ia malah bermain dan bercanda dengan mereka.
Kini Ririn juga sudah lancar berbicara, gaya bicaranya sudah tidak cadel lagi seperti dulu. walaupun usianya baru menginjak dua tahun lebih, tapi gaya bicara dan pemikirannya sudah seperti orang dewasa saja. di saat ia sudah mengetahui ayahnya meninggal pun, ia sangat ikhlas dan tak menangis seperti anak-anak pada umumnya. ia malah bertekad ingin menemukan pembunuh ayahnya itu, serta ingin menghabisinya dengan tangannya sendiri.
****
"Gawat... Gawat...!! cincin gua sepertinya terjatuh deh di kamar devin. kalau sampai cincin itu gak secepatnya gua temuin, gua bisa ketauan kalau gua yang udah bunuh devin." racau seorang laki-laki seumuran pak anung.
"Lagian bapak itu ceroboh banget sih jadi orang! bisa-bisanya sampai jatoh cincin sendiri. kalau sampai aksi kita ini ketahuan, hancurlah sudah semua rencana kita. rencana yang sudah kita bangun selama dua tahun ini. masa iya kita belum sempet membalaskan dendam ke keluarganya pak anung, serta mengambil semua harta kekayaan nya kita udah ketahuan duluan."umpat laki-laki seumuran devin.
"Kau tenang saja dan tidak usah takut begitu. karena rencana kita ini akan berjalan sesuai apa yang kita rencanakan. gua yakin mereka tidak akan mengetahuinya, lagi pula gua juga akan berusaha menemukan cincin itu."kata laki-laki itu sambil menghisap rokok kreteknya.
Wuuaaahhh.... Wuuaaahhh....
Teriak seorang wanita beparas menyeramkan, sambil menggebrak-gebrak kerangkeng besi. wanita itu sengaja di kurung di dalam sana, karena mungkin sangat berbahaya. kelopak mata wanita itu menghitam di kedua-duanya. dia juga mempunyai gigi taring yang amat tajam, serta kuku-kuku jari tangannya yang hitam runcing dan tajam pula.
🌸🌸🌸🌸
Jangan lupa Vote, like, favorit, and komentar serunya ya.
__ADS_1