
Bab 38
Sesampainya bu hani dan pak anung di warungnya, mereka berdua pun terkejut. saat mendapati gembok warungnya yang sudah terbuka dari kait-nya. bahkan saat bu hani mulai membuka pintu warung tersebut, keadaan di dalam warung_nya terlihat sangat berantakan sekali.
"Pak, sini dulu! Ini loh lihat, kenapa bisa jadi berantakan seperti ini ya?"tanya bu hani dengan ekspresi kebingungan.
"Sepertinya, tadi malam sudah terjadi sesuatu disini, buk!" jawab pak anung sambil menerawang ke sekeliling.
"Kira-kira ada apa ya pak semalam disini?"tanya bu hani kembali.
"Entahlah Buk! hayo kita bereskan saja."ajak pak anung kepada istrinya.
Bu hani pun mulai merapikan semua barang-barang yang berantakan di dalam warung_nya. setelah selesai, ia langsung membuka penutup warungnya. kemudian sang mentari pun langsung masuk ke dalam ruangan bersekat kayu tersebut.
Dagangan nya pun langsung ditata diatas sebuah meja kayu, ada goreng pisang, tempe mendoan, bakwan dan lainnya. serta lauk-pauk pelengkap nasi liwetnya. "Mmm.. Nyami..! dari baunya saja sudah berasa nikmat, kalau masakan bu hani itu pasti rasanya sangatlah lezat.
Pantas saja banyak orang yang datang mengunjungi warungnya, untuk sekedar mencicipi masakan lezat buatan_nya. tapi sayang_nya semenjak kejadian aneh itu, dimana ada orang yang kejang-kejang pas lagi makan nasi liwet diwarung-nya. warung bu hani terlihat mulai agak sepi pembeli dan yang datang pun berkurang.
Bu hani juga sempat kebingungan dan selalu bertanya-tanya, kenapa semua ini bisa terjadi kepadanya. padahal kan dia selalu memasak masakan nya dengan sangat benar dan tanpa bahan-bahan berbahaya, selama ini pun banyak orang yang makan tapi gak kenapa-napa.
Tapi ko ini berasa aneh saja, pas orang asing itu makan di warung_nya langsung kejang-kejang. seolah kaya di sengaja dan ada seseorang yang menyuruh_nya melakukan itu, karena ingin menjatuhkan citra usaha dam nama baik bu hani.
****
"Jngan biarkan, hari ini bu hani tetap membuka warung nasi liwet_nya. kalau kita biarkan, bisa-bisa akan ada jatuh korban lagi, karena bu hani tidak pernah jujur berjualan_nya."ujar Karto mencoba memprovokasi warga yang sedang bekerja di pabrik dan perkebunan nya.
"Hayo kita hancurkan warung_nya.!!"seru dorman anak buah si Karto sambil mengacungkan satu tangannya ke atas.
"Kita bakar saja sekalian!"
"Iya hayo, kita hancurkan juga sekalian dengan pemiliknya."
__ADS_1
"Hayo...!! Hayo...!!
Cetus Karto dan di sahuti beberapa orang warga, mereka pun berbondong-bondong mendatangi warung bu hani pagi ini.
Sesampainya Karto dan para warga di depan warung bu hani, tanpa di perintah mereka semua langsung mengacak-acak warung dan dagangan bu hani. kebetulan saat itu pak anung sedang kembali dulu ke rumahnya, di karenakan ada barang dagangan yang tertinggal di sana.
Semua warga yang berada di sana, tak memperdulikan bu hani yang saat itu memohon dan menghiba, agar warga tak melakukan aksinya yang lebih sadis lagi.
Satu wadah deligen bensin, langsung mereka tuangkan disekeliling warung bu hani yang terbuat dari kayu. sepertinya karto sudah berhasil menghasut semua warga, agar mereka menjadi anarkis dan membakar warung bu hani. terlihat dari mimik Karto yang menyeringai bahagia.
"Tunggu! apa yang kau lakukan pada warung ku dan istriku."hardik pak anung yang mendadak muncul dan langsung membangunkan bu hani, yang kala itu masih terduduk ditanah sambil menangis.
"Warung kau harus dibakar sampai habis anung!!"cetus warga bertubuh pendek.
"Iya benar, soalnya kalau warung ini gak dibakar, kau dan istrimu masih ngeyel saja berjualan." sahut warga satu lagi.
"Apa hak kalian semua melarang kami untuk berjualan, Hah! toh kami tak meminta modal pada kalian." Pak anung menatap tajam ke arah mereka.
"Memang kami tau itu modal pak anung, tapi kami merasa ketakutan kalau sampai jatuh korban lagi, karena masakan istrimu beracun."cetus warga bertubuh kurus.
Terjadi perdebatan antara pak anung dan warga saat itu, suasana di sana juga semakin memanas. di karenakan satu sisi menghadang, satu sisi lagi menyerang ingin segera membakar warung. terlihat salah seorang warga berlarian dengan nafas yang tersengal sengal, sehingga memberhentikan perdebatan itu.
"Eh semuanya, itu Bu Irma mendadak mati. gara-gara habis makan nasi liwet yang dibeli dari bu hani tadi pagi. dari mulutnya juga keluar busa." tutur iman menceritakan kepada semuanya.
"Tuh kan, apa yang saya sudah katakan tadi, memang benar adanya makanan yang dibuat istrimu itu berbahaya anung. kini malah sampai ada korban meninggal lagil."Cetus Karto semakin memperkeruh dan membuat panas keadaan.
"Jangan coba kau menghasut warga Karto, atau Jangan-jangan kau biang keladi atas semua ini.!! "tunjuk pak anung.
"Hei.. anung dari tadi saya disini, jadi jangan kau asal tuduh. "Bela Karto.
"Hayo semuanya! kita bakar saja warung ini, dari pada banyak korban lagi! "Ucap Karto mengajak para warga.
__ADS_1
KUMPRYANG!! WUEKKKK....WUEKKKK
Terdengar bunyi benda jatuh dari dalam warung bu hani, diiringi dengan suara seseorang yang sedang muntah-muntah.
Para warga, Karto beserta anung dan istrinya, langsung menatap tajam ke arah seseorang yang baru keluar dari dalam warung bu hani. orang itu terlihat jalan sempoyongan seperti orang mabuk saja, karena heran mereka pun menghampiri orang tersebut dan bertanya kepadanya.
"Ngapain kamu masuk ke warung saya tanpa ijin.!! oh jangan-jangan kamu mau mencuri dagangan saya, ya? "tukas pak anung sambil menarik kerah baju orang yang baru saja keluar dari warungnya.
"Idih! males banget gua nyuri di warung Lo. dikasih dagangan lu gratis aja gua ogah. Geliiii!." jawabnya sambil bergidik.
"Elu Parmin kan? kenapa lu tiba-tiba ada di dalem situ. untung ni warung belum kita bakar, coba kalau udah. bisa mati lu tadi di dalem sono" Ujar Karto.
"Enak aja lu pada mau bakar gua, liat-liat dulu dong kalau mau bakar. ada orang apa kagak di dalem."sahutnya ketus.
"Jadi gini ceritanya, semalem pas gua pulang judi. eh gue malah dikunciin sama si Iyah. otomatis gue gak bisa tidur dong di dalem rumah, awalnya gue mau ke rumah si timo mau numpang tidur. tapi pas gue liat warung bu hani melongo, ya udah gue jadi numpang tidur disini semaleman. kan warungnya bu hani ada kamarnya buat istirahat.
Terus tadi gue kebangun karena ada rame-rame diluar, pas gue mau keluar gua liat panci bu hani melongo. maksud gue mau gue tutupin, eh di dalemnya ada banyak tikus sawah yang udah pada mati mana banyak belatung nya lagi, udah gitu mana bau lagi."papar Parmin menjelaskan sambil menutup hidungnya.
"Mana mungkin ada tikus mati di dalem panci..!! kamu itu jangan ngaco dan suka mengada-ngada deh, min."sahut bu hani dengan raut masih sedih.
"Gue gak bohong ko.!! Hayo...kita liat ke dalem, biar tau kebenarannya."ajak Parmin lalu diikuti oleh warga.
Beberapa warga mulai masuk ke dalam dapur warung bu hani, mereka semua hanya ingin memastikan kebenaran yang di tuturkan parmin tadi.
Ternyata benar apa yang di katakan oleh si Parmin tadi, di dalem panci bu hani terdapat beberapa ekor tikus sawah yang sudah pada mati dan membusuk. warga pun semakin kesal dan tersulut amarah, akhirnya mereka semua membakar habis warung bu hani hingga tak tersisa.
Bu hani yang kala itu menyaksikan warungnya di bakar habis oleh warga, bu hani hanya bisa menangis sejadi-jadinya. meratapi warung peninggalan anaknya.
Sedangkan si Karto brengsek, ia malah tersenyum lebar sambil memandangi warung bu hani yang sedang terbakar.
*****
__ADS_1
Bersambung....
Salam Penasaran Selalu...🌹🌹🌹