
Bab 79
Maaf ya rieders semuanya, kalau othor up nya gak tiap hari. tolong dimaklum, soalnya banyak faktor menghambat. mohon maaf juga kalau tulisan dan alur cerita yang author sajikan, mungkin tidak terlalu mengasikan. terimakasih, kepada rieders semua yang masih suka dan setia mengikuti alur ceritanya..😊😊🙏🙏
Happy reading....🤗🤗🤗
________*******__________
Setelah akad nikah berjalan dengan khidmat dan lancar, kini acara pun mulai berganti dengan pesta pernikahan ala-ala kebun bunga. Halaman rumah anjani yang tak begitu luas ukurannya, kemarin sudah dirubah menjadi pemandangan yang indah dan menyegarkan.
Di bagian pintu masuk, terdapat untain bunga mawar berwarna warni yang membentuk sebuah daun pintu. lalu terdapat sebuah karpet berwarna hijau daun, membentang panjang dari pintu masuk menuju ke pelaminan.
Dia atas sebuah pelaminan yang indah, dengan berhiaskan juga warna warni bentuk bunga mawar yang di dominan berwarna merah. terdapat kedua sejoli yang nampak berseri-seri menampakan senyuman bahagianya, pasangan muda mudi itu kini sudah berbalutkan pakaian senada berwarna merah marun.
Anjani yang saat ini sudah mengenakan gaun panjang bermotif bunga mawar, berbahan dasar kain satin yang di dominasi dengan berukat. dengan rambutnya yang di gelung ke atas, serta memakai mahkota bunga, sudah terlihat sangat anggun dan cantik. devin juga sebaliknya, kini ia sudah terlihat gagah dan tampan. dengan balutan setelan kemeja berwarna merah marun, dengan sepatu pantofel warna hitamnya.
karena anjani sangat menyukai sekali bunga, salah satunya bunga mawar. serta anjani juga menyukai sekali warna merah, makanya pesta pernikahan nya kali ini bertaburkan bunga mawar dan banyak warna merah di sana sini.
"Kamu cantik sekali, pengantin halal ku."puji devin saat dipersatukan duduk di pelaminan.
"Ah, mas devin bisa aja deh."ucap anjani mencubit manja devin, dengan wajah yang mulai bersemu.
"Foto dulu ya ka, buat kenang-kenangan. mumpung tamu undangan, belum pada datang nih."cetus Jana saat menaiki pelaminan.
"Bener tuh usulmu Jan."devin mengiyakan.
Lalu mereka pun berswa foto ria bersama, dengan seluruh anggota keluarga. termasuk kedua orang tua devin, nampak kebahagian luar biasa dari kedua keluarga yang disatukan. soalnya mumpung para tamu undangan belum banyak, makanya mereka menyempatkan berfoto-foto dulu sambil menunggu.
"Gak nyangka ya nung, ternyata kita bisa jadi besan sekarang."ucap pak sobri mulai menyeruput kopi nya, sambil memandangi kebahagian anaknya dari sebuah meja yang berjejer di halaman pelaminannya.
"Ia juragan, saya juga gak nyangka bisa berbesanan dengan juragan." balas pak anung merendah sambil tersenyum ramah.
"Ssstt, kamu apaan sih nung. gak ada ya, panggil panggil aku juragan lagi. lagian sekarang ini kan kamu sudah jadi besan ku, bukan anak buah ku lagi."sergah pak sobri.
"I..iya deh pak sobri."kata pak anung gugup.
Akhirnya obrolan kedua bapak yang tangguh itu pun berlanjut ke hal yang lebih serius, pak sobri meminta agar pak anung mau kembali lagi ke desa Mekarsari untuk membantu devin disana. mengurusi perkebunan dan pabrik teh miliknya, yang sudah lama sekali terbengkalai, akibat ia dulu mengurus devin yang saat hilang kewarasannya akibat adiknya meninggal.
__ADS_1
****
Tak terasa waktu pun cepat beranjak, kini matahari siang pun mulai berganti dengan cahaya dari sang rembulan. mumpung para tamu undangan belum terlalu ramai, anjani hendak makan dulu sebentar. setelah itu langsung berganti pakaian lagi, soalnya tadi siang sangat ramai sekali tamu undangan yang datang, sampai-sampai anjani tidak sempat untuk makan sedikit pun.
Anjani yang saat itu hendak kembali ke kamarnya, dengan membawa sepiring nasi dan ayam rendang yang disiram kuah soto. soalnya ia harus segera berganti pakaian lagi, tapi sebelumnya dia mau makan dulu sebentar.
Namun tak jauh dari samping rumahnya, yang terlihat sepi dan gelap. anjani melihat ada penampakan dua orang wanita, sosok wanita yang pertama sekitar usia 35 tahunan. berwajah cantik, kulit bersih, rambut panjang dan sedikit ikal di bagian ujungnya. ia juga mempunyai senyuman yang ramah, tapi sayang wajahnya terlihat sangat pucat sekali.
Lalu sosok wanita yang kedua, usianya jauh lebih muda dari yang pertama sekitar 20 tahunan lah. tapi anjani sangat mengenali sosok wanita kedua yang saat ini sama-sama mengenakan dress warna putih tersebut.
"Mitha..!!"batin anjani memanggilnya dan ia langsung menghampiri kedua wanita itu.
"Mitha... kau Mitha kan, adiknya devin?"tanya anjani untuk memastikan.
"Iya ka, aku Mitha. ini ibu ku, ibunya ka devin juga. namanya ibu Devina."ucap lirih Mitha sambil tersenyum.
Ya, sosok wanita usia sekitar 35 tahunan itu adalah ibunya devin, yang sudah meninggal 15 tahun yang lalu. saat Mitha masih berusia lima tahunan. ibu Devina menempakan wujud saat terakhir kali ia meninggal, saat tutup usia di umur 35 tahun. kalau Bu devina masih hidup sampe sekarang, mungkin sekitar 50 tahunan.
"Oh, jadi ini ibunya mas devin, yang sudah meninggal itu?"ucap anjani lalu menyalim tangan dingin milik Bu devina.
"Kau wanita yang baik, tapi banyak sekali orang jahat yang mengincar mu nak."ujar Bu devina dengan raut wajah yang makin pucat.
"Kami sudah tenang ko ka di alam sana. sebenarnya kami kesini hanya sebentar ko, kami hanya ingin melihat Ka devin dan ka anjani yang sedang bahagia. selain itu kami juga ingin memberi tahu, kalau Kaka harus berhati-hati dengan anabel dan papihnya. soalnya....
Baru juga Mitha mau bercerita, tiba tiba ada seseorang yang datang.
"Jan ngapain disitu! hayu cepetan ganti bajunya, para tamu sudah mulai berdatangan tuh."ucap ka maira saat menghampiri ku.
Ka maira adalah seorang perias pengantin, sekaligus yang merias anjani hari ini.
"Iya ka, ini juga mau ke kamar ko. tapi aku makan dulu ya sebentar, laper soalnya."sahut anjani sambil nyengir kuda.
Anjani pun segera mengikuti ka maira menuju kamar, tapi sebelum menuju ke kamar anjani sempat berbalik ke arah Mitha dan Bu devina.
"Daah ka anjani, kami pergi dulu ya. semoga Kaka dan ka devin bahagia selamanya. ingat..!! hati-hati ka sama kedua orang itu!"ucap Mitha sambil melambaikan tangannya, kemudian menghilang di kegelapan bersama ibunya.
*****
__ADS_1
"Wah... Wah....Wah...!! aku sangat terkejut nih..!! ternyata dan tak pernah ku sangka sebelum nya, laki-laki miskin ini toh yang jadi besan mu sobri. hahaha." seloroh handoko sambil tertawa jahat dan bertepuk tangan di hadapan pak anung, pak sobri dan juga yang lainnya.
Tepat sekitar jam 20:30 malam, pak handoko dan anabel datang ke acara pernikahan anjani dan devin. posisi nya saat itu para tamu undangan sudah terlihat mulai sepi, hanya ada beberapa tamu saja yang masih menikmati hidangan yang disajikan.
Sebenarnya pak Handoko dan anabel datang kesana, karena memenuhi undangan dari pak sobri, selaku mantan calon besan dan teman sesama bisnisnya.
"Mas Yanto..!!" ucap lirih Bu hani memandang tak percaya ke arah laki-laki, berperawakan sedang dengan tubuh yang berisi. ia juga mengenakan setelan celana jeans hitam dan kemeja kotak berwarna coklat susu.
"Ya aku Yanto, hani.!! kau ternyata masih ingat saja dengan diri ku, walaupun wajah ku ini sudah berubah. ternyata, sekarang kau makin tambah cantik saja."sahutnya sambil mendekat ke arah Bu hani dengan tatapan mesumnya, serta hendak mengelus pipi Bu hani namun pak anung langsung segera menghalangi.
"Jangan coba kau kurang ajar dengan istriku."hardik pak anung sambil menepis kasar tangan pak Handoko.
Pak Handoko pun hanya tersenyum getir, lalu memandangi tangannya yang ditepis kasar oleh pak anung tadi.
"Hay Bebi sayang.... kenapa sih kamu lebih memilih cewek jelek dan kampungan itu dari pada aku."rengek manja anabel langsung memeluk devin.
"Lepas anabel..!! apa-apaan sih kamu, jangan suka kebiasaan deh. sekarang aku sudah jadi suami orang tau, jadi kamu harus jaga sikap."bentak devin sembari melepaskan paksa anabel dari pelukannya ke devin.
"Papiiih...!! lihat, sekarang Bebi kasar sama aku."rengek anabel sambil memonyongkan bibirnya dan menghentakkan kakinya.
"Kau berani kasar sama anak ku Dev, setelah apa yang sudah banyak dia perbuat untuk mu! lihat saja, kalian tidak akan pernah bisa bahagia, apalagi kau anung..!!"tunjuk pak Handoko kepada semua yang ada disana.
"Sudah... sudah..!! pak Handoko, saya mohon tenang dan maafkan kesalahan devin. lebih baik pak Handoko dan anabel, segera menikmati sajian yang sudah kami sediakan disana, agar rileks."ujar pak sobri mencoba menenangkan sambil menuntun pak handoko menuju meja para tamu.
"Saya gak bernafsu, menikmati sajian sampah kalian..!! apalagi sampah di depan mata saya ini, hayo anabel kita pulang..!!" tangan pak Sobri dikibaskan, lalu berucap sedikit di tegaskan sambil memandang tajam ke arah pak anung, setelah itu menarik tangan anabel dan pergi meninggalkan semuanya.
*****
Setelah kepergian pak handoko dan anabel tadi, acara pesta pernikahan anjani dan devin pun juga diakhiri. karena posisi selain sudah larut malam, disana juga sudah tak nampak lagi para tamu undangan yang datang. akhirnya para keluarga besar anjani dan devin pun, mereka semua pada kembali ke ruangan masing-masing untuk segera mengistirahatkan diri.
Kini di halaman rumah anjani, tempat dimana tadi pesta diselenggarakan. yang posisi nya tadi sudah terlihat sepi oleh kedatangan manusia, kini sudah nampak ramai sekali.
Para makhluk tak kasat mata, dari berbagai jenis mulai berdatangan kesana dan memenuhi kursi-kursi tamu yang belum dibereskan. ada yang sedang mengobrol dan bercanda ria, sambil menikmati camilan kue kering yang masih tergeletak di atas meja. ada juga yang sedang berdansa, menikmati alunan musik romantis yang sengaja masih terputar disana.
Bahkan ada pasangan kasat mata yang sampai duduk di pelaminan anjani, seolah mereka berdua menjadi sepasang pengantin. begitulah pemandangan malam di bekas pesta pernikahan anjani, bagi yang bisa melihatnya.
Ternyata anjani sengaja, mengundang para makhluk tak kasat mata juga untuk berbagi merasakan kebahagiaannya. dari Mr G dan Mbak runti dari hutan Pinus, lalu ada Mba yesie si Kun Kun rempong dari RSJ Sehat Waras. ada juga Mr G penunggu pohon mangga di depan warung nasi liwet Bu hani, terus ada si mbak Kunti lekong penunggu pohon jambu belakang rumah nya, dan banyak lagi yang lainnya.
__ADS_1
*****
Bersambung.....