Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 86


__ADS_3

Bab 86


Hai raiders semuanya...🤗🤗 othor yang kadang suka baperan ini mohon di maafkan ya, kalau jarang up dan upnya terlalu lama sekali. soalnya, selain alat menulis othor kemarin rusak (handphone) othor juga mengalami sakit karena infeksi lambungnya kumat.


Ya sudah kita lanjut ke ceritanya ya... 😊😊😊


CEKIDOT.....


*****


"Hallo bos.!! keadaan disini makin gawat aja nih, bos. para pekerja pabrik dan perkebunan, mereka semua pada demo dan mogok kerja. sudah gitu sebagian banyak yang pindah, ke pabrik baru di ujung wetan bos."ucap seorang pria bertubuh besar di sambungan teleponnya.


"Apa..!! kenapa bisa sampai seperti itu? memang siapa orang yang berani menyaingi usahaku, apalagi sampai merebut para budak pekerja ku."balas seorang diseberang telefon dengan suara nada tinggi.


"Kami tidak mau bekerja lagi, kalau upah kami tidak dibayar dengan seimbang. lebih baik kami pindah ke pabrik dan perkebunan milik pak anung saja, disana upah kami dibayarkan dengan seimbang. jam kerja pun standar pada umumnya kerja."seru seorang bapak bertubuh kurus sambil memegang parang.


"Ya, benar itu. mulai hari ini kami semua gak mau bekerja disini lagi."sahut para warga.


"Iya benar, lebih baik tutup saja pabrik dan perkebunan milik bos mu itu."timpal seorang lelaki bertubuh gemuk seolah menantang lelaki besar-besar dan bertato dihadapannya.


"Brengsek..!! jadi si Canung Carestyoso lah yang sudah berani menantang ku. lihat saja kau anung, apa yang akan aku lakukan padamu nanti."umpatnya kesal sambil ia menutup cepat sambungan teleponnya lalu membanting handphonenya ke lantai dengan keras.


Kebetulan saat pria bertubuh besar itu sedang menelfon bosnya, yang ternyata pak handoko bos nya itu. saat itu sambungan teleponnya belum terputus dan masih terhubung, alhasil pak handoko bisa mendengar para warga yang sedang berdemo di depan rumah miliknya yang berada di desa Mekarsari, rumah yang dulunya ditinggali dan dimiliki oleh keluarga pak anung.


"Hey budak-budak miskin, sudah pada bubar semua sana..!! lebih baik kalian semua pulang. jangan berkumpul disini lagi, berisik tau. kalau kalian gak mau bekerja, ya silahkan saja. palingan yang rugi kalian semua bukan gua ko, ya kan brow."ujar pria berbadan besar dengan tato bergambar elang di lengan kirinya.


"Yoyoy banget brow...!!"timpal temannya dengan mengacungkan kedua ibu jarinya.


"Huuuu.....!!! dasar. bos sama anak buah, sama-sama tengil dan gak bertanggung jawab."sorak para pekerja di sahuti pria kurus yang sedang memegang topi capingnya.

__ADS_1


"Hayo semuanya, lebih baik kita kembali ke rumah masing-masing. percuma saja meladeni orang-orang ini."ajak pria berbadan gemuk.


Para warga pun mulai membubarkan diri dari halaman rumah pak handoko, mereka semua pun kembali ke rumahnya masing-masing.


*****


"Wah, mantap nih kayanya."gumam devin saat melihat hidangan lezat makan malam yang sudah berjejer di atas meja kayu panjang.


Di atas sebuah meja kayu panjang yang terbuat dari kayu jati, beralaskan taplak merah muda bermotiv bunga-bunga. kini sudah tersaji makan malam ala-ala pedesaan, ada tumis kangkung, ikan asin panggang, gurame pepes, tempe dan tahu goreng, beserta sambal goang.


Semua makanan yang tersaji di atas meja makan, sangat menggugah selera sekali. sehingga membuat siapa saja yang melihatnya langsung merasakan lapar di perutnya, karena cacing-cacing sudah mulai berdemo ria.


"Pasti mantap lah..!! siapa dulu dong yang udah masak, ayang bebeb ku gitu loh."ujar mang nano dengan bangga sambil ia memeluk pinggang istrinya yang sedang menata piring dan gelas di atas meja makan.


"Aku juga ikutan masak loh mang, nih sampai kena minyak panas tadi."sahut anjani sambil menunjukan tangannya yang merah.


"Ko bisa sih yang sampai kena minyak panas, lain kali hati-hati ya kalau mau masak."ucap devin sambil meraih tangan anjani dan meniup-niup pelan ke luka di tangan anjani.


"Neng anjani sih pake ikut bantuin segala, tadi kan teh siti udah bilang gak usah. jadi kaya gitu deh kecipratan minyak panas."timpal siti sambil membawa air di wadah teko plastik.


"Ibu juga sama tadi kena minyak panas pak, perih banget padahal udah dikasih odol."kata bu hani manja kepada suaminya.


"Ko bisa sih bu? ibu kan jago masak masa ia bisa kena minyak juga."ujar pak anung sambil mengusap-usap tangan istrinya yang luka.


"Aduh..!! udah dong dramanya, kapan di mulai makan malamnya jana udah laper banget nih."rengek jana sambil membunyikan piring dengan sendok dan garpu dihadapannya.


Alhasil semua orang dewasa yang berada disana, langsung tertawa terbahak-bahak melihat ke arah jana. dan akhirnya mereka semua pun makan malam bersama, dengan sangat nikmat dan kekeluargaan. walaupun mang nano dan siti bekerja disana sebagai pembantu dan pengurus rumah, tapi pak anung devin dan semuanya tidak mempermasalahkan itu mereka menganggap keduanya keluarga.


****

__ADS_1


"Malam ini, kamu akan merasakan kenikmatan yang mendalam di jiwamu bebi, sehingga kau tak bisa melupakannya. aku akan memberikan itu untuk mu walaupun secara tidak langsung, lalu esoknya kamu akan kelabakan dan mencari-cari aku. hahahaha."ujar anabel senang sambil memandangi foto devin.


Lalu foto devin yang dipegangnya tadi, langsung di putar-putar di atas asap mengepul yang keluar dari sebongkah menyan yang sedang dibakar anabel. kemudian foto devin di sejajarkan dengan foto anabel, lalu ditaruh di sebuah kotak kayu beralaskan kain berwarna coklat bertaburkan bunga-bunga tujuh rupa.


****


Disisi lain....


Di dalam sebuah ruangan yang cukup lumayan besar, ada seorang lelaki mengenakan setelan baju hitam gombrang. sosok lelaki itu tengah duduk bersila dan berkomat-kamit sedang merafal mantra. di hadapan lelaki itu, lebih tepatnya di atas sebuah meja kayu panjang. sudah terdapat ayam hitam dan sebuah boneka yang terbuat dari benang Woll berwarna coklat.


Perlahan ayam hitam itu dipatahkan lehernya begitu saja, sampai membuat ayam itu mati. lalu leher si ayam di gores dengan pisau kecil yang tajam, dan darahnya ditampung di dalam cawan berwarna emas. lalu boneka dari benang woll itu di oles-oleskan darah ayam hitam tadi, kemudian di garangnya di atas bara api yang menyala di sebuah wadah dari tembaga.


"Hahahaha, jangan berani-berani nya kau melawanku anung."gumamnya sambil terus menggarang boneka Woll itu di atas bara api.


Mulut lelaki itu juga terus saja merafal mantra, sambil sesekali menusuk-nusukan jarum ke dada, kepala, kaki, tangan dan seluruh tubuh boneka woll yang dipegang lelaki itu.


*****


"Aaaaaggggrrrhhh...!! panas.... panas bu..... panaaasss....!!"teriakan pak anung pecah saat ia tiba-tiba terbangun dari tidurnya.


Pak anung juga sampai membuka bajunya, lalu menuangkan semua air di dalam teko yang berada disamping meja tidurnya ke kepalanya. itu semua bertujuan untuk meredakan rasa panas yang menjalar di seluruh tubuhnya. namun belom saja reda rasa panas membakar yang menjalar di seluruh tubuhnya, kini pak anung malah merasakan juga sakit yang teramat sangat di sekujur tubuhnya.


"Aaaaaggggrrrhhh....!! sakit banget bu, sakiiittt... sakiiiitttt.....!!"teriaknya lebih kencang sambil memegangi kepalanya dada dan yang lainnya yang dirasakan sakit di tubuhnya.


"Pak, bapak kenapa? ada apa ini, mana yang sakit pak."bu hani mulai panik melihat kelakuan suaminya yang mendadak aneh.


Sambil sesekali bu hani membantu suaminya, menyiram-nyiramkan air ke sekujur tubuh suaminya yang diambilnya dari dapur.


****

__ADS_1


Disisi lain di kamar Devin....


"Ahh.... Ahhh...., Ngh.. Ngh.. Emch..."terlihat devin sedang mendesah dan mengerang-erang merasakan kenikmatan, seolah-olah dia sedang bercinta saat itu dengan pasangannya.


__ADS_2