
Bab 105
Happy Reading.... 😊😊
Mohon maaf atas keterlamaan up nya, karena othor hanyalah manusia biasa yang punya kesibukan dan masalah di dalam kehidupan. terkadang othor juga suka buntu ide, untuk melanjutkan cerita selanjutnya. jadi mohon pengertiannya untuk raiders semuanya.🙏🙏
****
"Aku harus ke arah mana ya? agar aku bisa menemukan makanan dan minuman."gumam seno saat berada diluar lubang persembunyian nya sambil netranya menengok ke kanan-kiri.
"Ah! coba aku berjalan ke arah kanan saja deh, mudah-mudahan disana aku bisa menemukan apa yang aku cari."kata seno lalu berjalan meninggalkan lubang persembunyian nya.
Setelah seno menempuh perjalanan sekitar setengah jam lamanya. namun hasilnya nihil, selama itu ia sudah berjalan menyusuri hutan, tapi sama sekali tak membuahkan hasil juga.
Sampai akhirnya seno pun mulai berputus asa, karena ia merasa usahanya sangatlah sia-sia. menurutnya, kali ini bukan hanya devin saja yang bakalan mati sia-sia akibat kehausan dan kelaparan. tapi dirinya juga perlahan-lahan akan mati juga, kalau secepatnya tidak menemukan air dan makanan. soalnya sudah hampir dua hari ini, seno dan devin tidak mendapatkan asupan air dan makanan sedikit pun.
"Woy Mil, Jal! kalian berdua lihat deh, kayanya dia memang pemuda pemberani itu deh, yang kemarin malam sudah berhasil menyelamatkan suaminya si arwah sakti itu dari cengkraman si iblis will wo."seru si Emes sosok arwah kepala miring kepada kedua temannya.
"Oh ya, bener mes apa kata lu! itu memang orang yang kita cari-cari, tapi kemana laki-laki yang satu lagi nya ya? ko gak ada." kata si Rijal sosok arwah mahasiswa bertubuh hancur.
"Sepertinya pemuda itu kaya lagi putus asa gitu deh. yuk kita samperin aja, kita cari tau kenapa dia bisa putus asa?"timpal si Emile arwah yang selalu mengeluarkan tangisan darah.
Ketiganya pun segera menghampiri seno yang saat itu terlihat sedang putus asa sekali, sambil seno meninju-ninjukan kedua tangan-nya ke sebuah batang pohon yang sangatlah besar. sambil seno juga meracau terus dan meratapi nasibnya yang hampir saja berakhir sedih.
__ADS_1
"Tuh kan gua bilang juga apa! dia itu putus asa, karena gak bisa mendapatkan air dan makanan untuk bertahan hidup. jadi kalau dia gak ada asupan air dan makanan, dia bisa mati dan jadi arwah gentayangan deh disini kaya kita-kita." cetus si Emes sosok arwah kepala miring.
"Eh miring! ternyata bukan kepala lu aja ya yang miring, ternyata otak lu juga ikutan miring deh. emang kapan lu bilang begitu? orang barusan kita denger dari pemuda itu ko, bukan dari Lo." balas si arwah hancur seraya menoyor kepala si miring sampe kepalanya bergoyang-goyang.
"Somplak lu Jal! bisa-bisa kepala gua jadi copot nih." kata si arwah miring dengan kesal sambil memegangi kepalanya.
"Biarin copot sekalian, itu lebih bagus."sahut si arwah hancur dengan ketus.
"Sudah-sudah ngapain sih pada berantem! lebih baik kita segera bantu pemuda itu, dan bantu suaminya anjani juga. karena anjani juga kan mau membantu kita semua, agar bisa terbebas dari sini."lerai Emile kepada kedua temannya.
"Bagaimana caranya Mil?"tanya keduanya.
"Sudahlah kalian berdua diam saja, lalu lihat saja apa yang akan ku lakukan."kata Emile.
Lalu semuanya itu Emile jatuhkan tepat di belakang tubuh seno, sehingga membuat seno yang sedang berputus asa menjadi terkejut.
"Apa itu!" pekik seno dan langsung melihat ke arah belakang.
"Wah! ada makanan dan juga minuman, bahkan ada obat-obatan juga. syukurlah, akhirnya aku dan den devin gak akan mati kelaparan dan kehausan di sini." ujar seno sambil memunguti semuanya dan di masukan ke dalam kantong plastik. karena tadi saat di jatuhkan Emile, semuanya itu jatuh berceceran di tanah.
"Woy Mil! hebat amat lu, bisa mendatangkan makanan dan minuman secepat itu. mana semuanya enak-enak lagi, favorit gua banget tuh kalau lagi di rumah waktu gua masih hidup." kata si Rijal sosok arwah dengan tubuh hancur.
"Iya bener! lu ko bisa jadi hebat gitu sih mil? ajarin gue dong."rayu Emes.
__ADS_1
"Iyalah Emile gitu loh! kata Emile sambil menepuk dadanya yang dibusungkan ke depan.
"Tapi, gue gak bisa ngajarin lu mes dan lu juga Jal. takutnya kalau kalian berdua bisa kaya gue, nanti malah disalah gunain lagi. soalnya lu lu orang kan otaknya pada gak beres." ujar Emile sambil terkekeh kekeh memegangi perutnya.
"Wah parah lu mil. masa sama sohib sebangsa begitu sih lu."gerutu Rijal.
"Ceritain dong mil sama kita-kita, kenapa lu bisa ngelakuin kaya gitu. terus belajar di mana?" kata si Emes.
"Sebenarnya gue bisa ngelakuin itu udah lama banget sih, saat pertama kali gue jadi arwah. waktu itu gue belom nyadar kalau gua itu udah mati dan menjadi arwah gentayangan. hampir setiap hari gue nangis terus dipinggiran jurang, karena gue kangen sama ibu dan adik gue.
"Sampe akhirnya, gue bertemu sama Merlin. sosok arwah perempuan senior penunggu hutan kinarang, katanya dulu dia meninggal karena ulah kekasihnya yang sangat ia sayangi. katanya dia dikorbankan gitu sama kekasihnya, yang gila harta dan kekayaan. sampai si Merlin ditumbalkan ke iblis will wo, demi untuk mendapatkan harta kekayaannya si Merlin.
"Karena Merlin mendengar cerita sedih tentang kehidupan gue. akhirnya dia malah ngajarin gue cara buat menghilang dan muncul di hadapan manusia, semata-mata gue diajarin kaya gitu biar gue bisa ngabarin dan ngasih tau ibu dan adik gue, kalau gue itu udah meninggal dunia.
"Lalu setelah itu, Merlin juga ngajarin gue. cara mengambil apa pun yang gue inginkan, seperti makanan dan minuman tadi. akhirnya setelah semua pelajaran itu berhasil gue kuasai, gue pun langsung otw deh ke tempat ibu gue. pertama gue jelasin ke ibu dan adek gue kalau gue ini udah meninggal dunia, lalu gue ngasih duit ke ibu gue buat modal usaha.
"Alhamdulillah nya, sebulan kemudian setelah mendengar berita kematian gue. itu juga karena di kasih tau dari emak lu mes dan bokap lu jal, padahal pada saat itu ibu gue udah tau dan lagi belajar ikhlas tentang kematian gue. setelah itu ibu gue mulai buka usaha dan sekarang maju banget deh usahanya, tanpa bantuan gue."papar Emile panjang lebar menceritakan.
Emile itu dulunya sebelum ia meninggal dunia, adalah sosok anak muda yang hebat dan pintar. Emile selalu bekerja keras demi membiayai kuliahnya dan kehidupan adik dan ibunya. semua itu ia lakukan karena bapaknya 2 tahun yang lalu sudah meninggal dunia, karena terkena serangan jantung saat bekerja. jadi Emile lah yang menggantikan bapaknya, untuk mencari nafkah menghidupi keluarganya.
Kalau Emes, dia itu sosok anak yang petakilan kadang gak mau nurut apa kata orang tua. Emes terlahir dari keluarga yang lumayan berkecukupan lah kalau soal uang dan apapun, walaupun sifatnya ngeselin dan kadang bikin malu, kedua orangtuanya itu sangat menyayangi dirinya. apalagi saat mengetahui Emes meninggal dunia dan jasad nya tidak diketemukan, ibunya Emes sedikit stress.
Sedangkan Rijal dia terlahir dari keluarga yang sangatlah kaya dan bergelimang harta, tapi sayangnya ayahnya itu sangatlah pelit dan kikir. serta sombong dan angkuh sampai mamahnya Rijal gak kuat dan meninggalkan ayahnya, yang selalu semena-mena kepada siapapun. bahkan Rijal terkadang mengikuti perilaku bapaknya, tapi untungnya saja ia bersahabat dengan Emile, yang akhirnya sedikit perilaku buruknya perlahan-lahan mulai berubah.
__ADS_1