
Bab 45
Braaggg!!
Sesampainya di rumah Karto langsung menggebrak sebuah meja kayu, yang berada di ruang tamu Ki Romo.
"Ada apa kau Karto! datang-datang bukannya ucap salam, ini malah kau marah marah begitu." pake acara gebrak-gebrak meja ku segala lagi. "tukas Ki romo saat keluar dari kamarnya.
"Tanyakan saja pada anak kesayangan mu, itu! kenapa aku bisa sampai marah-marah seperti ini."sahut Karto kesal.
Namun sebelum Ki Romo menanyakan nya pada anjani, dia sudah membela diri terlebih dulu. ia sengaja berakting seolah ketakutan, karena dia gak mau di nikahkan dengan Karto.
Ternyata walaupun anjani sudah meninggal dan dihidupkan kembali, tetap saja ia tidak mau kalau harus dinikahkan dengan Karto. ya iyalah cewek mana sih yang mau sama si Karto, udah pendek, perutnya buncit, kepalanya botak lagi.
"Pak! aku gak mau dinikahkan dengan nya, dia galak dan kasar! Jani takut pak." rengek anjani seraya bersembunyi di belakang Ki Romo.
"apa yang kau lakukan pada anak ku Karto! sampai membuat nya ketakutan begitu? kan aku sudah berapa kali memperingatkan kau! jangan pernah kau kasari anak ku."ujar Ki Romo sambil mendorong Karto dengan telunjuk nya.
"Siapa yang mengasarinya! hey Jan, kau jangan ngarang -ngarang cerita dong!" ucap Karto sambil menunjuk anjani.
"Tuh kan, pak! bang Karto kasar, Jani takut pak. Jani gak mau jadi istri dia." ucapnya lalu ia berlari masuk ke dalam kamar.
"Kau ini ya Karto!" ucap Ki Romo geram.
"Ki! kenapa kau lebih percaya dengan nya sih, dia itu bukan siapa-siapa. dia hanya arwah penasaran, yang kau rubah jadi manusia."
"Aku ini adik mu! adik kandung mu sendiri! jadi kau percayalah padaku, terus mana janji mu waktu itu? kau bilang mau menikah kan aku dengannya, kalau ia sudah menjadi manusia!" tutur tegas Karto sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Ki Romo.
"Iya tapi itu tempo hari! sekarang aku gak sudi, anak ku menikah denganmu. walaupun dia sosok arwah penasaran, yang ku rubah jadi manusia. tapi aku sudah terlanjur sayang padanya, aku sudah anggap dia seperti anak kandung ku sendiri." pungkas Ki Romo.
__ADS_1
"Kenapa kau jadi seperti itu sih, Ki?"tanya Karto.
"Sekarang pergi dari rumah ku!" ucap Ki Romo mengusir Karto tanpa menoleh.
"Kau akan menyesal ki, atas apa yang kau perbuat kepada ku sekarang." papar Karto sebelum meninggalkan Ki Romo.
Setelah Karto pergi Ki Romo pun, menghampiri anjani yang sedang menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya. ia merasa sangat iba sekali melihat putri angkatnya itu bersedih, walaupun anjani bukan anak darah dagingnya. Romo sudah menganggap anjani melebihi anaknya sendiri, bahkan ia rela melakukan apapun untuk kebahagian anak kesayangan nya itu.
"Sudahlah nduk! jangan kau menangis terus. bapak perhatikan hampir setiap hari kamu selalu saja menangis, nanti kalau anak bapak yang cantik ini. berubah jadi jelek kaya kodok gimana? bapak kan gak mau." ucap Ki Romo berusaha merayu anjani.
"Pak! bapak sayang kan sama aku?"tanya anjani sambil menatap ki Romo.
"Sayang sekali! bapak sayang sama kamu melebihi apapun di dunia ini." jawab Ki Romo sambil mengusap rambut anjani.
"Kalau gitu! aku boleh gak meminta sesuatu." ucap anjani penuh harap.
"Kalau gitu, aku ingin meminta bapak. mengizinkan pak anung dan Bu Hani, juga Jana anaknya tinggal di sini bersama kita." ujar anjani dengan wajah yang sumringah.
"Apa! Anung dan Hani." ucap Ki Romo terbelalak.
"Bapak akan mengabulkan apa pun itu, yang kau minta nak! asalkan jangan yang satu itu."papar ki Romo.
"Kenapa tidak boleh sih pak! aku ingin mereka tinggal bersamaku, hatiku sakit sekali dan juga sedih melihat keadaan mereka." rengek anjani sambil memegangi tangan Ki Romo.
"Kalau bapak bilang tidak boleh, ya tidak boleh! atau kamu mau bapak hukum lagi seperti waktu itu."ancam Ki Romo seraya melepaskan genggaman tangan anjani.
Anjani pun hanya terdiam saat mendengar ancaman dari Ki Romo tadi, soalnya ia takut sekali kalau sudah di hukum bapak angkatnya. kepalanya terasa sakit sekali kalau Ki Romo, sudah berkomat-kamit melafadzkan mantra.
Ia merasa hidupnya seperti sebuah boneka saja, yang harus di kendalikan dan menuruti semua perintahnya. sedangkan ia tidak bisa berbuat apa-apa, untuk bisa melawannya.
__ADS_1
Setelah Ki Romo meninggalkan anjani, lantas ia memutuskan untuk menemui Karto. ia ingin membicarakan tentang ucapan anjani barusan, kalau anjani sudah bertemu dengan pak anung dan Bu Hani. bahkan ia menginginkan kedua orangtuanya itu, untuk tinggal bersamanya.
"Hahaha! sekarang kau bingung dan takut kan? sehingga kau menemuiku, kan sudah ku bilang jangan percaya ucapan anak angkat setan itu! tapi kau lebih percaya padanya, dengan alasan aku sangat menyayanginya." ejek Karto sambil memonyongkan bibirnya berkali-kali.
"Ya aku minta maaf soal itu! karena aku terbawa perasaan, memangnya anjani bertemu dengan anung dan Hani dimana?" tanya Ki Romo antusias.
"anjani bertemu mereka dipasar! saat kita mau membeli baju untuk pernikahan tadi pagi, aku juga tidak tahu asal-usul nya. tiba-tiba saja anjani sudah bersama mereka, malahan terlihat akrab sekali seperti ia sudah mengingatnya saja." tutur Karto menjelaskan.
"Gak bisa di biarkan ini! jangan sampai anung tau, kalau anjani ini adalah arwah anaknya yang ku jadikan manusia. " ucap Ki Romo.
"Maka dari itu, cepatlah kau nikahkan aku dengannya! aku sudah terlalu menunggu lama, untuk apa kau undur-undur terus sih!" cetus Karto kesal.
"Oke! tepat di hari kelahiran nya nanti. saat bulan purnama bersinar terang, aku akan langsung kan pernikahan kau dengannya."ujar Ki Romo.
"Kenapa harus nunggu bulan purnama segala sih! besok atau lusa juga kan bisa, aku sudah tidak sabar ingin memperistri nya! "balas Karto.
PLETAK!
Tangan Ki Romo mendarat di kepala Karto, ia merasa jengkel mendengar celotehan adiknya itu yang selalu gak sabaran.
"Sabar lah dulu karto! kau ini selalu begitu.
apa-apa harus terburu-buru, apa kau lupa?anjani itu bukan manusia, dia itu sosok arwah penasaran yang ku rubah menjadi manusia. jadi aku harus memperhitungkan nya, kalau ingin melakukan apapun terhadap nya.
"Bisa-bisa kalau aku salah perhitungan! ia bisa kembali lagi menjadi arwah, lalu membunuh kau dan juga diriku. karena di hatinya dan ingatannya itu, hanya ada dendam yang membara." papar ki Romo menjelaskan.
"Ya sudah!aku ikut apa kata mu saja, gimana baiknya. "balas Karto.
****
__ADS_1