Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 73


__ADS_3

Bab 73


Happy reading all...😊😊😊


"Drreetttt..... Drreetttt.....!!!!"


Handphone piyon kala itu bergetar berulang kali, dengan tangan kirinya piyon pun berusaha mengambilnya dari kantong celana bagian belakang. soalnya kala itu tangan kanan piyon, sedang memegang gerengan tempe mendoan.


"Hallo ha, ya ada apa nomud?"ucap piyon kala mengangkat panggilan telefon nya.


Begitulah piyon memanggil anabel, bos muda yang memperkejakan nya sebagai bodyguard. maklumlah anabel itu selain masih muda, pintar dan manja dia juga anak seorang pengusaha kaya yang ternama dikota. makanya ia mempunyai bodyguard lebih dari 5 orang untuk mengawalnya di rumah, di kantor dan kemanapun ia akan pergi, karena ia merasa terancam bahaya kalau tidak dikawal.


Tapi anabel sangat sering sekali mengajak piyon, kalau ia pergi ke suatu tempat yang rahasia. karena ia lebih mempercayai piyon, dikarenakan piyon walaupun suka selengean ia orang yang jujur dan bertanggung jawab.


"Cepat datang kesini sekarang juga!! waktu mu cuma 30 menit dari sekarang."balas suara dari panggilan tersebut.


"Tapi Nomud, saya lagi makan dulu nih tanggung." bantah piyon.


Tut...Tut...Tut..."sayangnya sambungan telepon sudah diputus.


"Sudah sana dari pada loe di pecat dan kehilangan pekerjaan."ucap devin santai sambil menyuapkan nasi liwet ke mulutnya.


"Ribet banget tuh cewek loe, kalau nyuruh gak liat-liat keadaan."balas piyon ketus sambil meletakan sisa gorengan ke piringnya.


"Sembarangan!! Enak aja cewek gue juga bukan."hardik devin sambil menarik topi yang piyon kenakan ke bawah.


namun saat piyon hendak membalas ucapan devin tadi, ucapan piyon sudah langsung di skak match oleh devin. sehingga ia hanya melongo dengan mulut yang menganga, karena suara nya yang tertahan.


"Kejadian tadi pagi tuh gak seperti apa yang loe liat, awas loe ya kalau aduin itu sama anjani."


Ancam devin, lalu bangkit dari duduknya dan membayar makanan yang ia pesan tadi kepada Bu hani. soalnya saat itu anjani sedang pergi ke warung bersama dengan Jana, untuk membeli kertas nasi dikarenakan stok kertas nasi di warungnya sudah kehabisan.

__ADS_1


Soalnya awal pagi ini Bu Hani berjualan nasi liwet, alhamdulillah nya pelanggan banyak sekali yang berdatangan. dari yang makan diwarung saja, sampai ada yang membungkus nya untuk dibawa pulang ke rumah.


*****


Saat anjani berbelanja diwarung sembako yang tak jauh dari warungnya itu, ia melihat sosok pria muda seumuran Devin dan Piyon. tapi pria muda itu sangat terlihat aneh gelagatnya, mencurigakan gitu. udah gitu dia juga berjalan agak sedikit bungkuk ,dengan kedua telapak tangan yang di satukan kebelakang.


Pria muda itu juga celingak-celinguk dan seperti mengobrol sendiri, sambil memperhatikan ke arah warung yang anjani datangi. lalu setelah beberapa menit pria muda itu berdiri di sebrang warung, kemudian pria muda itu pun pergi dan kehebohan di warung sembako pun terjadi.


"Ya ampun Gusti!! Ini pada kemana uang saya, ko bisa hilang semuanya."pekik ibu warung histeris saat ia mau mengembalikan uang kembalian kepada pelanggan.


Ternyata kotak uangnya yang saat itu sudah terisi penuh, hasil berjualan dari semalam yang belum pemilik itu ambil, langsung kosong seketika hanya tersisa uang recehan koin saja.


Di karenakan warung sembako itu buka 24 jam hampir setiap hari, soalnya banyak sekali orang yang suka berbelanja di warung itu. karena warung sembako itu, adalah salah satu warung sembako komplit, terdekat dan selalu buka terus yang berada disekitaran sana.


"Apa yang hilang Bu Masnah?"tanya salah seorang pelanggan.


"Uang hasil jualan saya dari semalam Bu, hilang semua di dalam kotak hanya tersisa uang receh koin ini saja. kira-kira sekitar 2 jutaan yang hilang, soalnya waktu semalam sempat saya hitung tapi saya lupa taro."ujar Bu Masnah sambil menunjukkan kotak uangnya.


"Saya juga gak tau Bu, kenapa bisa hilang. padahal uang itu saya mau kirim ke kampung hari ini, untuk biaya orangtua saya yang lagi sakit."ucap Bu Masnah murung.


"Yang sabar ya Bu Masnah! kalau gak ada kembaliannya saya beli gula pasir aja deh setengah kilo pas kan."ujar pelanggan tadi.


"Iya Bu pas, nih makasih ya Bu."balasnya sambil menyodorkan kantong plastik berisikan gula pasir kepada ibu tadi, lalu ibu itu pun pergi.


"Ibu saya mau beli kertas nasi 1 pack ada?"ucap anjani.


"Ada neng!! nih, harganya 35000."ujar Bu Masnah sambil menyodorkan ke anjani.


Setelah membeli apa yang anjani butuhkan, ia pun segera kembali ke warung bersama Jana.


"Kasian ya Ka ibu tadi uangnya semua hilang, kayanya tuyul deh ka yang ambil."celetuk Jana saat berjalan pulang.

__ADS_1


"Hussshh, dasar bocah asbun!! kalau ngomong asal bunyi aja ih, gak boleh tau ngomong kaya gitu nanti bisa bikin resah semua orang kalau belum ada buktinya."balas anjani sambil mencomot bibir kecil Jana.


"Ih.. Kaka dikasih tau gak percayaan deh. terus ngapain sih pake comot-comot bibirku segala, sakit tau."ucap ketus Jana sambil memegangi bibirnya yang terasa sakit.


*****


"Nomud, kita sebenernya mau kemana sih? ko pake acara pergi ke hutan begini, kalau mau refreshing tuh ke mall, ke tempat wisata bukan malah ke hutan. Nomud lagi amnesia ya?"racau piyon sepanjang perjalanan.


"Bawel banget sih kamu, persis kaya ibu-ibu yang lagi ngantri sembako tau gak."hardik anabel sambil memukul pundak piyon.


"Abisnya Nomud aneh banget sih, nyuruh saya buru-buru cuma nganterin kesini. emang mau ngapain sih ke hutan begini?"tanya piyon lagi sembari berjalan berputar putar memperhatikan keadaan di sekelilingnya.


Keadaan disekitar piyon dan anabel saat ini, cuma hanya ada pemandangan pohon-pohon besar yang tumbuh menjulang tinggi. selain itu banyak sekali berbagai suara burung burung liar yang saling bersahutan, bahkan ada terdengar suara-suara aneh yang bikin berdiri bulu kuduk.


Ditambah lagi udara di sekitaran hutan begitu terasa dingin, sampai suara yang kami keluarkan pun menguarkan asap putih seperti orang yang sedang merokok. padahal cuaca saat ini sudah menunjukkan waktu siang, tapi anehnya terasa seperti pagi atau sore hari.


Selain itu masih banyak kabut-kabut putih yang menutupi jalan yang akan kami lalui, sudah berasa kaya di alam yang berbeda saja.


"Kamu bisa diam gak sih piyon!! kalau kamu gak mau diam, jangan salahkan saya kalau kamu nanti jadi santapan makhluk penunggu hutan ini..!! soalnya ini itu hutan larangan, kalau kamu selalu banyak bicara bisa-bisa penghuni disini terganggu dan marah lalu kamu akan jadi mangsanya. "ggrrrrrr."ujar anabel sambil memeragakan mencengkram ke wajah piyon.


"Ah nona muda jangan gitu dong, saya kan jadi takut."balas piyon nyalinya mulai ciut.


"Makanya diam!! sudah hayo jalan sebentar lagi kita sampai, ingat jangan banyak bicara."ucap anabel sambil melanjutkan langkahnya.


Langkah mereka pun semakin pasti menyusuri sunyinya dan dinginnya dalam hutan ini, bahkan berkali-kali jalan mereka juga dihadang batang pohon besar yang tumbang. jadi mengharuskan mereka harus memanjat naik ke atas pohon tersebut agar bisa melewatinya, selain itu piyon juga melihat sekelebatan sosok hitam yang selalu mengiringi langkah mereka.


*****


Bersambung.....


Jangan Lupa bantu dukungan nya ya rieders tercinta...dengan cara vote, like and berikan komentar seru and positifnya...😊😊

__ADS_1


__ADS_2