Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 117 _ TAMAT


__ADS_3

Bab 117 _ Tamat


Happy Reading.....😊😊😊


****


Setelah menidurkan rinjani putri satu-satunya dari buah cintanya bersama devin. malam itu anjani terduduk sedih dan sedikit melamun dipinggir ranjangnya. saat itu devin juga terlihat sudah tertidur lelap di pembaringan empuknya. anjani pun kembali teringat kejadian dua tahun silam, di saat anjani mengetahui bahwa dirinya telah mengandung Rinjani putri cantiknya itu.


****


#Flashback end anjani melahirkan#


Perkebunan serta pabrik teh milik devin pun mulai berkembang sangat pesat dan maju kembali seperti dahulu, saat sedang dipimpin oleh ayahnya yaitu pak sobri. semua warga desa mekarsari pun merasa sangat bahagia, karena mereka bisa bekerja dengan tenang tanpa adanya tekanan batin seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. di saat juragan Karto dan juragan handoko yang memimpin perkebunan dan pabrik teh itu. soalnya pak anung dan juga devin, mereka berdua adalah bapak mertua dan anak menantu yang kompak juga baik hati, serta menjadi para pemimpin yang bijaksana.


Devin pun kini menjadi seorang pengusaha daun teh sukses termuda di desa mekarsari. sedangkan pak anung dia di pilih sebagai lurah di desa mekarsari juga, jadi kini pak anung menjabat sebagai pak lurah di desa itu. Dan bu hani, ia menjadi pengusaha kuliner nasi liwet sukses di desa tersebut. sampai nasi liwetnya itu menjelajah ke luar kota, karena terkenal rasanya yang enak dan lezat. bahkan bu hani bisa membantu membuka lapangan pekerjaan untuk para ibu-ibu desa mekarsari, agar mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan.


Seperti janjinya devin dulu, kalau seno akan dia biayai untuk melanjutkan kuliahnya kembali. seno pun akhirnya di masukan ke universitas tempat dimana mitha adiknya devin kuliah pada waktu Mitha masih hidup. serta seno di berikan tempat tinggal selama ia kuliah di kota, yaitu bekas rumahnya devin yang berada di kota.


Saat itu usia kandungan anjani sudah berumur delapan bulanan. kebetulan juga pada saat itu devin tengah mendapatkan keuntungan yang luar biasa besar, semua itu dia dapat dari hasil usaha dan kerja kerasnya, mengelola serta mengembangkan pabrik dan perkebunan teh peninggalan dari almarhum ayahnya.


Tak luput dari janjinya devin beberapa tahun yang lalu. kalau usaha perkebunan dan pabrik tehnya berhasil dan mendapatkan keuntungan banyak. Devin ingin mengadakan sebuah pesta rakyat untuk menyenangkan warga desanya.


Ibaratnya sebagai bentuk hadiah penghargaan untuk warga desanya. karena telah banyak membantu dan membangun kembali usahanya yang sempat padam dulu. acara pesta rakyat pun di gelar di desa mekarsari, dengan cara mengadakan bazar gratis, makan-makan gratis sepuasnya, serta hiburan gratis juga ada loh. seperti jaipongan, wayang kulit, layar tancep, bahkan ada pentas musik para anak-anak muda juga ada. untuk para anak muda yang ingin menampilkan kemampuannya, di perbolehkan mengikuti acara pentas musik tersebut.


Salah satunya seno beserta kawan-kawannya. mereka berempat mencoba memberanikan diri, untuk pertama kalinya tampil dihadapan semua orang. mereka pun menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Lestari Alamku, yang di iringi dengan alat-alat musik yang terbuat dari sebuah bambu. bahkan semua orang pun serempak mengikuti alunan syair lagu yang di bawakan oleh seno dan kawan-kawanya.


Lestari Alamku.... Lestari Desaku....


Dimana Tuhanku.... Menitipkan Aku....


Nyanyi Bocah-bocah.... Di Kala Purnama....


Nyanyikan Pujaan Untuk Nusa.....


Pesta rakyat pun berjalan sangat meriah dan menggembirakan, para warga desa mekarsari pun merasa bahagia dan sangat bersyukur.


****

__ADS_1


Karena anjani terlalu sibuk ikut membantu pesta rakyat yang diselenggarakan oleh devin. ia sampai tak menyadari, kalau saat itu dirinya mau melahirkan. tiba-tiba saja saat anjani sedang duduk untuk melepaskan rasa lelahnya, sesuatu berasa memaksa keluar dari **** * nya yang disertai dengan cairan berwarna putih.


"Ibu! ini di **** * ku berasa ada yang mau maksa keluar deh, kira-kira apa ya?"teriak anjani sambil meringis-ringis menahan sakit.


"Maksud kamu apa nak? keluar apanya?" balas bu hani sedikit berteriak dari dalam ruangan.


Soalnya acara pesta rakyat itu sedang digelar di halaman kantor kepala desa. kebetulan saat itu bu hani tengah mempersiapkan makanan untuk di bawa ke depan panggung, agar semua warga desa bisa menikmati semua makanan yang di sajikan secara gratis untuk semuanya.


"Ibu cepetan kesini! ini ada cairan putih yang ikut keluar, perut jani juga berasa mules dan sakit banget. Aaagggrrhh sakit bu!" Pekik anjani sambil memegangi perutnya, peluhnya mulai membanjiri kening dan mengucur deras ke pipi.


"Ya ibu kesana nih!" balas bu hani sambil berlari keluar dari ruangan balai desa.


" Ya allah nak! kayanya kamu mau melahirkan! devin!! bapak!! tolong cepetan kesini, anjani sepertinya mau melahirkan."teriak bu hani sehingga bikin geger di acara pesta rakyat itu.


Anjani pun di bopong oleh devin dan di bawa ke bidan desa terdekat. dalam hitungan kurang lebih waktu satu jam, bayi perempuan pun lahir dengan selamat dan juga sangat sehat.


Semua warga desa yang ikut menunggui anjani melahirkan di bidan desa pun sangat bahagia. mereka semua juga bersorak gembira dan bersyukur atas kelahiran putri anjani dan devin


***


#Kembali ke anjani sekarang#


Saat ini Rinjani baru berusia dua tahun. anjani merasa tak tega dan berat hati untuk pergi melangkah dari samping Rinjani, matanya selalu mengalirkan air mata kesedihan. ia takut kalau nanti rinjani akan menangis terus mencari dirinya, karena ingin bertemu dengan mamahnya. tapi anjani tak punya pilihan lain, kali ini ia harus segera pergi untuk kembali ke alam yang sebenarnya, karena waktu perjanjian dia di dunia ini sudah habis.


Dengan langkah gontai dan lelehan air mata yang terus mengalir tiada henti membanjiri kedua matanya, anjani mulai menuju ke kamar kedua orangtuanya. di kecupnya pelan kening ibu dan bapaknya itu, lalu anjani membenarkan selimut kedua orangtuanya yang merosot, lalu ia selimuti kembali tubuh kedua orangtuanya.


"Pak, buk! maafkan jani ya, kalau selama anjani ada di dunia ini anjani selalu bikin susah bapak dan ibu. maafkan jani juga, karena Jani belum bisa membahagiakan bapak dan ibu. bapak dan ibu adalah orangtua terbaik yang ada di dunia ini, anjani pamit dulu ya bu, pak."kata anjani lalu mencium tangan kedua orangtuanya secara bergantian lalu pergi.


Anjani pun segera keluar dari kamar ibu dan bapaknya, kini anjani kembali lagi ke kamarnya. dikecupnya berkali-kali pipi rinjani yang gemoy, anjani sengaja membuat rinjani agar tertidur lelap malam ini, karena anjani gak mau kalau saat ia pergi nanti anaknya tahu dan terbangun.


Setelah puas melepaskan semua rasa cintanya kepada rinjani, anjani pun menghampiri devin. di kecupnya lembut dan pelan kedua belah pipi devin serta bibirnya, terakhir baru keningnya.


"Mas! terimakasih banyak ya, karena kau telah hadir di dalam hidup ku menghiasi hari-hariku. terimakasih juga karena kau telah menerimaku apa adanya, walau kau sudah tahu kalau aku ini adalah sesosok arwah yang dijadikan manusia. malam ini aku harus pergi dan kembali ke alam ku yang sebenarnya, karena takdir diriku yang sebenarnya adalah di alam baka sana." hiks... hiks..." Ucap anjani sambil terisak dan terus meluruhkan butiran air mata.


"ANJANI! cepat kau pergi, karena waktu mu di dunia ini hampir habis, kembalilah segera ke alam mu." Kata sosok suara menggelegar.


"Ini aku juga mau kembali ko." balas anjani dan langsung turun dari ranjang.

__ADS_1


Anjani pun segera keluar dari rumahnya, ia juga segera mencabut paku hitam yang berada di atas kepalanya. seketika anjani pun sudah berubah wujud kembali menjadi arwah berbaju merah. paku yang sudah di cabutnya tadi, kini ia taruh di selembar kain merah. kemudian bungkusan paku yang di lapisi kain merah itu, ia taruh di dalam sebuah kotak kayu kecil yang langsung ia pendam kedalam tanah di bawah sebuah pohon besar di halaman rumahnya.


Seketika muncullah sebuah cahaya terang yang sangatlah berkilauan, saat itu pakaian merah yang dikenakan oleh anjani pun berubah menjadi putih bersih dan wangi, wajah anjani juga sangat bercahaya dan cantik sekali.


Saat anjani mulai menaiki anak tangga untuk menuju sebuah pintu, yang menghubungkan ke pintu yang berkilauan cahaya. mendadak devin beserta kedua orangtuanya anjani muncul.


"Sayang....! Kamu mau kemana?" Panggil devin sambil berlari.


"Anjani kamu mau kemana nak?"timpal bu hani.


"Ibu, bapak, mas devin. waktu ku di dunia ini sudah habis. jadi aku harus segera kembali ke alam ku yang sebenarnya."kata anjani disertai lelehan butiran bening yang terjatuh ke pipinya dan menuruni anak tangga menghampiri devin beserta kedua orangtuanya anjani.


"Kenapa kamu gak bilang kepada ku sayang, kalau sebenarnya kamu itu mau pergi. setidaknya aku tidak akan terkejut seperti saat ini, kalau kamu beri tahu aku terlebih dulu."ujar devin yang langsung memegang tangan anjani.


"Maafkan aku ya mas. soalnya aku tidak ingin membuatmu sedih apalagi sampai kefikiran, kalau aku kasih tau terlebih dahulu."balas anjani memegang kedua tangan devin.


"Nak, kamu beneran mau pergi meninggalkan kita semua."kata bu hani sambil menangis dan meraih tangan anjani.


"Ia bu! anjani harus segera pergi dari dunia ini, karena tempat jani bukan disini lagi. ibu jangan menangis ya, jaga diri ibu dan bapak baik-baik. jangan lupa nanti kirimi jani dan jana do'a ya. oh ya, Jani titip Ririn juga ya Bu, pak."kata anjani sambil tersenyum getir dan mengusap air mata di pipi bu hani yang terus saja mengalir.


"Pastinya Jan! bapak akan selalu mendoakan kalian berdua, agar kalian tenang di alam sana. maafkan bapak juga ya jan, karena dulu bapak pernah khilaf karena takut sekali kehilanganmu. dulu bapak dengan sengaja tidak membuka tali pocongmu saat kamu akan di kuburkan, bapak sengaja lakuin itu semata-mata agar kamu bisa bangkit kembali dan tinggal bersama kami, serta membalaskan semua dendam mu kepada orang-orang yang telah menyakiti dirimu dan juga keluargamu" ucap pak anung dan ikut menggenggam tangan anjani.


"Anjani juga tau ko pak! tapi kali ini bapak harus mengikhlaskan kepergian Jani ya pak. jangan lakukan hal seperti itu lagi." kata anjani dengan semyum mengembang.


"Iya jan. sekarang bapak sudah sangat ikhlas sekali ko, kalau kamu mau pergi meninggalkan kita semua yang ada disini. kamu juga jangan terlalu memikirkan Ririn, bapak dan ibu berjanji akan merawat dan menjaga Ririn dengan sepenuh hati. seperti dulu saat bapak dan ibu menjaga dan merawat kamu saat kamu masih kecil. sekarang kembalilah ke alam mu dengan tenang ya nak."kata pak anung sambil melepaskan genggaman tangannya di anjani.


Anjani perlahan-lahan mulai berjalan mundur, sambil menaiki anak tangga yang menuju ke sebuah pintu cahaya yang berkilauan.


"Sayang, jangan tinggalin aku. aku dan Rinjani nanti gimana kalau tak ada kamu."racau devin yang langsung memegangi tangan anjani.


"Mas, kali ini kamu juga harus ikhlas untuk melepas kepergian ku. jangan kau ulangi lagi kesalahan mu yang dulu, kamu harus kuat mas. walau tanpa ada aku di sisimu. karena sekarang ada rinjani yang butuh kasih sayang mu."tegas anjani lalu melepaskan tangan devin.


"Aku pergi ya mas! ibu bapak, anjani pamit pergi ya..." anjani pun mulai menaiki anak tangga dan kemudian masuk ke dalam sebuah cahaya yang berkilauan sangat terang sekali, lalu lenyap beserta dengan hilangnya cahaya itu.


"ANJANI....!!" teriak devin sambil bertekuk lutut di tanah.


.....

__ADS_1


TAMAT....


__ADS_2