Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 71


__ADS_3

Bab 71


Happy reading kembali all...😊😊😊


__________$$$$$$_________****______


Di desa Mekarsari, tepatnya di sebuah rumah minimalis bernuansakan klasik ala-ala Eropa. seorang laki-laki berperawakan sedang, dengan mengenakan stelan kemeja warna abu-abu dan celana jeans biru tua. Kini ia sedang berdiri sambil memandangi sebuah gambar berbingkai emas, di dalam sebuah ruangan keluarga.


"Hani... Hani..., ternyata kau masih saja seperti dulu. cantik dan imut, walaupun usia mu kini sudah tak lagi muda."gumam nya sambil menyunggingkan senyum tipisnya.


"Lapor Bos! hari ini para buruh semuanya pada mogok kerja, mereka tidak mau memetik teh dan mengolah pabrik lagi."ucap seorang pria berbadan kecil seraya memberi hormat.


"Kenapa bisa seperti itu! apa yang menyebabkan mereka semua mogok bekerja? apa mereka sudah tidak membutuh kan uang lagi, hah!"bentaknya sambil menggebrak meja tv yang berada disampingnya.


"Sa_sa ya tidak tahu bos, apa penyebab mereka semua mogok bekerja!"jawabnya gemetaran.


Belum sempat pria tadi melanjutkan amarah_nya kepada anak buah_nya itu, seluruh para pekerja perkebunan dan pabrik yang mayoritas asli warga desa Mekarsari. sudah berbondong bondong mendatangi kediaman rumah bekas pak anung dulu, yang kini sudah diambil alih oleh seorang pria kota tadi.


"Pak Handoko!"panggil salah satu warga.


"Ya, ada apa? kenapa kalian semua ramai-ramai kesini, bukannya pada bekerja sana."ucapnya ketus saat ia sudah keluar rumah.


"Kami tidak mau bekerja lagi di tempat bapak, kalau peraturan nya dirubah seperti itu. "sahut pak anom salah satu pekerja.


"Iya benar! saya juga beserta para buruh yang lainnya tidak mau bekerja lagi, kalau peraturan yang dibuat pak anung dulu di rubah."timpal pekerja yang lain.


"kami lebih suka pak anung yang memerintah, karena dia baik, ramah dan pengertian pada pekerja."seru pak Kosim.


"Tapi sekarang saya yang berkuasa disini bukan nya anung!!"hardik pak handoko kesal.


"Kita semua tau, bapak yang berkuasa disini! tapi jangan semena-mena gitu dong pak. masa iya gajih buruh pemetik teh cuma dibayar 10 ribu perhari, lalu gajih buruh pabrik perhari cuma dibayar 30 ribu. bahkan jam kerja malah ditambah, ini tidak adil dan sesuai pak."ujar pak anom kesal sambil membeberkan sepuluh lembar uang pecahan 10 ribuan.


Kebetulan hari ini tepatnya hari sabtu siang, para buruh perkebunan dan pabrik teh di desa Mekarsari. waktunya mereka semua menerima upah hasil kerja, yang dibayarkan setiap seminggu sekali. namun gajih yang mereka terima sekarang ini tidak sesuai, seperti gajih mereka terima sebelumnya, saat pak anung yang memegang perkebunan dan pabrik teh.

__ADS_1


Makanya para buruh protes dan mogok kerja siang itu, karena upah yang mereka terima tidak sesuai dengan tenaga yang mereka keluarkan. apalagi semenjak pak Handoko yang berkuasa, jam kerja yang biasanya dimulai pukul 07:00 sampai pukul 03:00, sekarang menjadi pukul 06:30 sampai pukul 05:30.


"Itu sih terserah kalian! kalau kalian semuanya pada gak butuh uang untuk makan, ya sudah tidak usah bekerja lagi. lagian masih banyak ko orang yang mau bekerja sama saya, bukan kalian saja." ucapnya enteng.


Pak Handoko pun memerintahkan seluruh anak buahnya, untuk mengusir para warga yang berkerumun dari halaman rumahnya.


*****


# Disisi Lain....


Bu Hani dan anjani pagi ini mereka terlihat sangat sibuk sekali, keduanya sibuk dengan kegiatannya masing-masing. sedangkan pak anung dan Jana, mereka sedang sibuk dihalaman depan, memasang sebuah spanduk bertuliskan nasi liwet Bu Hani dijamin NYOOS.


Di dalam kios berukuran sederhana, tepatnya di dapur cantik yang sudah tertata rapih. kini bu hani sedang memasak olahan nasi yang dicampur dengan santan dan rempah-rempah khas dari Indonesia, hingga tercium aromanya yang super duper wangi dan lezat.


Serta aneka macam lauk pauk untuk pelengkap olahan nasi tersebut, dari gorengan, oreg tempe kering, ayam bacem, sate telur, sate usus, sate jeroan dan yang lainnya. soalnya tepatnya hari ini, hari pertama warung nasi liwet Bu hani buka kembali untuk pertama kalinya di kota.


Sedangkan anjani ia sedang sibuk mengelap elap dan juga membereskan ruangan depan, soalnya ruangan itu akan menjadi tempat para tamu yang akan datang ,untuk sekedar mencicipi kelezatan masakan ibunya nanti.


"Jan...sudah selesai ngelapin mejanya."teriak Bu hani dari arah dapur.


"Kalau sudah, sini Jan. tolong bawa dan tata masakan yang sudah matang, taruh diatas meja."ucap bu hani masih berteriak.


"Iya Bu. bentar lagi nih tanggung, Jani mau buang sampah dulu ke depan."balasnya sambil membawa pengki berisikan sampah.


Setelah selesai membuang sampah dan cuci tangan, anjani pun membawa hasil masakan ibunya ke depan untuk ia tata di meja.


"Ibu..aku jadi ngiler deh ngeliat masakan ibu, rasanya pengen aku makan semuanya."ujar anjani sambil memutar lidahnya saat mengambil sekeranjang gorengan di dapur.


"Kalau perutmu kuat makan saja semuanya Jan, habiskan saja gak papa ko. lagian ibu masak juga untuk dimakan, bukan untuk dilihatin saja."sahut Bu hani seraya mengusap perut anjani dan tersenyum kecil.


"Gak ah, lagian kan ini awal ibu jualan. harus ada penglaris ya dulu lah, baru Jani mau makan."ucapnya lalu pergi.


****

__ADS_1


"Hhhmm, wangi Nye lezatos! dari luar aja udah kecium, bikin cacing cacing diperutku langsung demo aja."ujar piyon yang kala itu muncul masih mengenakan celana kolor dan kaos.


"Ya jelas wangi dan lezat lah! siapa dulu dong yang masak, ibu ku gitu loh."puji anjani.


"Piyon yakin pasti rame deh jualan ibu hari ini, soalnya baru dicium dan diliat aja udah sangat mantep."ucapnya sambil nyomot gorengan tempe di atas meja.


"Iiihhh, mas Piyon jorok deh. belum juga gosok gigi dan mandi, udah makan." sindir anjani sambil bergidik geli.


"Gak papa Jan vitamin J tau."sahut piyon sambil nyomot gorengan lagi.


"Apaan tuh om vitamin J? Jana baru tau dan dengar ada vitamin J."timpal Jana yang baru masuk bersama bapaknya.


"Vitamin J itu.."jawabnya sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "nantilah om kasih tau, Om mau mandi dulu."ucap piyon lalu pergi.


****


"Hai Bebi....aku bawain kamu sarapan nih, roti sandwich isi daging."ucap anabel menyodorkan wadah kotak berisikan roti tawar di campur daging sapi berlapis sayuran dan saos racikan.


"Kamu kebiasaan ya, kalau masuk kamar ku selalu maen nyelonong aja. Lagian aku lagi gak kepengen makan seperti itu!"tolaknya seraya berjalan keluar kamar menuju garasi.


Soalnya saat itu devin sedang dikamar_nya, ia baru saja selesai mandi. tapi tiba-tiba anabel langsung menerobos masuk, untungnya saja saat itu devin sudah selesai mengenakan baju dan bersiap keluar dari kamarnya.


"Lagian kan aku calon istri mu, Beb...wajarlah kalau aku masuk sesuka ku."sahut anabel seraya mendekatkan wajahnya ke Devin.


"Apa! calon istri! jangan ngehalu bel, awas ah aku gak ada waktu ada urusan."ujar devin lalu masuk ke dalam mobilnya.


"Ko halu sih, kita kan udah dijodohin sama ayahmu dan papih ku."Bebi... sebenarnya kamu mau kemana sih? aku ikut ya."ujar anabel memasang wajah manjanya.


Namun devin tak memperdulikan nya, ia malah melajukan mobilnya dengan kencang sehingga membuat anabel terjatuh karena tadi ia sedang bersandar di mobil devin.


****


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa dukung otor ya, dengan cara Vote, Like and sisipkan komentar seru nya...😊😊😊


__ADS_2