Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 89


__ADS_3

Bab 89


#Flashback Di RSJ SEHAT WARAS 2#


****


"Wuih, keren kau Jan. ternyata kau ini sosok arwah kuntilanak merah yang terkenal sakti itu, akika mau berguru ah sama kamu Jan."cetus mbak yesie saat melihat anjani muncul.


"Apaan sih ah mbak yesie! hayo anterin aku ke ruangan ibunya Ki romo."ajak anjani langsung menarik paksa tangan Mbak yesie.


Setelah sampai di ruangan ibunya karto, anjani langsung menaruh paku hitam tiruan yang diberikan dokter sadam tadi. anjani menaruh paku itu tepat di bawah kolong ranjang bu asih. karena mbak yesie gak sengaja menjatuhkan barang diruangan itu, alhasil bu asih yang sedang tertidur pulas langsung terbangun dan berteriak-teriak. karena takut teriakan nya itu terdengar oleh karto dan ki romo, lantas mbak yesie malah menakut-nakuti bu asih dengan menampakan wajahnya yang menyeramkan.


Alhasil bu asih yang mempunyai penyakit lemah jantung, sama seperti almarhum suaminya dulu yang meninggal akibat serangan jantung. seketika langsung meregang nyawa karena mengalami ketakutan, dengan keadaan kedua mata yang melotot tajam dan mulut menganga. serta kedua tangannya seolah sedang mencengkeram, karena tadi bu asih mencoba menghalau wajah mbak yesie yang sengaja di dekatkan di hadapan bu asih.


"Mbak yesie! kenapa di takut-takutin kaya begitu, jadi meninggal kan tuh ibunya."gerutu anjani sambil memastikan kondisi bu asih.


"Habisnya nene tua itu berisik Jan, yang ada kamu bisa ketahuan sama anak-anaknya yang jahat ituh."tunjuk kuntilanak yesie ke arah jendela kamar bu asih, di luar sana tepatnya di sebuah bangku taman. karto dan ki romo masih asik berdebat saja gak selesai-selesai.


"Terus kalau ketahuan, kamu mau gitu di manfaatin lagi sama mereka?"tukas mbak yesie anjani pun hanya menggeleng.


"Asal kamu tau ya Jan, nene tua itu orang jahat juga sama kaya anak-anaknya. sebelum aku mati dulu, aku pernah liat dia sedang menyiksa seorang ibu dan anaknya. karena mereka gak sengaja memecahkan telur yang dibawanya. sadis tau ih, akika kesel banget."katanya sambil gregetan dan mencubiti jenazah bu asih.


"Yang lebih parahnya ya Jan, akika kan belain ibu dan anak yang dia siksa waktu itu. eh akika malah di siram telor yang udah pada pecah, kurang ajar kan tuh nene tua. alhasil rambut sama badan akika jadi bau semua deh, padahal udah di keramasin satu botol shampo masih tetep bau."papar mbak yesie dengan bibir yang dimonyongkan, anjani hanya terkekeh melihat tingkah mbak yesie yang sedang bercerita.


"Mbak! sepertinya mereka berdua akan segera kembali ke ruangan ini."kata anjani panik.


Terlihat karto dan ki romo yang sudah beranjak dari taman, sepertinya akan segera kembali ke kamar perawatan ruangan ibunya.

__ADS_1


"Ya sudah, hayo cepetan kita buruan pergi dari sini."ajak mbak yesie langsung menghilang bersama anjani.


*****


Di dalam sebuah kamar perawatan bertuliskan kamar VVIP, tergeletak lemah seorang lelaki dengan luka perban di kepalanya.


"Aakkk...!!"pekiknya sambil memegangi kepalanya sambil mencoba duduk.


"Papih sudah bangun."ucap anabel yang langsung terbangun, soalnya tadi anabel baru saja terlelap di sofa ruangan perawatan.


"Papih lagi dimana nih bel?"tanya pak handoko, lelaki yang terbaring lemah tadi, sambil menelisik ke seluruh penjuru ruangan dan berusaha untuk turun dari bangsalnya.


"Jangan banyak bergerak dulu dong pih, papih kan belom pulih bener."ucap anabel sambil menaikkan kembali kaki pak handoko yang tadi mencoba turun ke lantai.


"Papih lagi di rumah sakit, soalnya semalem papih gak sadarkan diri di ruangan kerja papih. emang sebenarnya ada apa sih pih? sampai membuat papih seperti itu."tanya anabel antusias sambil mengupas buah apel.


"Hah! setan perempuan yang mana pih? apa setannya bu ningsih?"tanya anabel lagi.


"Bukan bel, ini tuh setan anaknya si anung. dia marah kepada papih, karena sudah mencoba mencelakai bapaknya."kata pak handoko santai sambil ia mengunyah potongan buah apel yang di berikan oleh anabel.


"Berarti istrinya devin itu bukan manusia dong pih? apa devin tau kalau istrinya itu jelmaan setan."ucap anabel.


"Papih kurang tau juga bel! yang jelas papih akan segera cari tahu, lalu setelah itu papih habisin setan perempuan itu, baru bapaknya. setelah itu hani ku akan menjadi milik ku lagi. hahahaha..."kata pak handoko.


*****


Setelah kurun waktu sekitar 6 bulan lebih, akhirnya tanaman teh di perkebunan milik devin pun sudah siap untuk di petik.

__ADS_1


Pagi ini para pekerja pemetik teh yang mayoritas kebanyakan para ibu-ibu, mereka semua sudah siap dengan keranjang bambu di punggungnya. sedangkan para bapak-bapaknya mulai memasuki area pabrik, mereka semua terlihat begitu bersemangat dan senang sekali, saat akan memulai pekerjaan.


"Woy...!! bubar.... bubar...!! kenapa kalian semua pada bandel banget sih. sudah di bilangin kalian gak boleh pindah kerja kesini, masih aja pada ngeyel."hardik seorang pria bertubuh besar dengan di penuhi tato di lengan kirinya, sambil pria itu mengacak-acak pohon teh.


"Kami semua gak mau bekerja di tempat pak handoko lagi, kami semua mau bekerja di sini saja di perkebunan milik pak anung dan den devin. tolong jangan paksa kami."sahut tegas para pekerja pemetik teh dengan serentak.


"Gak bisa seperti itu lah, kalian semua itu masih terikat perjanjian dengan bos handoko. apa kalian semua lupa tentang hal itu! kalau kalian semua ingin pindah kerja, lunasin dulu semua hutang-hutang kalian beserta bunganya sekarang."sahut teman pria besar tadi.


"Kami semua ingat ko dan pasti akan segera membayarnya, tapi beri kami semua waktu. kalau minta sekarang, kami semua tidak punya lah."timpal seorang ibu berbadan gemuk.


"Pokonya gua gak menerima semua alasan kalian! bayar hutang-hutang kalian sekarang juga, atau segera kembali bekerja ke perkebunan bos handoko."tukas pria itu.


"Buruan kembali sekarang juga, atau kami pakai cara kasar nih."hardik pria satu lagi sambil mendorong bapak tua bertubuh kurus.


Para pekerja perkebunan di lahan pak anung pun mulai ketakutan, karena ancaman anak buah pak handoko tadi. sebagian dari mereka langsung menurut dan kembali ke perkebunan pak handoko, sedangkan sisanya empat orang lagi mereka melawan, dengan melanjutkan bekerja tanpa memperdulikan ocehan anak buah pak handoko yang sudah marah besar.


"Hey...!! Lo berempat bolot apa budeg sih, gua kan udah bilang cepet kembali ke perkebunan bos handoko."pekik si pria besar sambil menimpuki ke empat pria tadi dengan tanah.


"Kalau kami tidak mau kenapa? lagian kami berempat tidak punya sangkutan apapun dengan bos mu yang super kejam dan lintah darat itu."sahut ke empat pria muda itu dengan tegas dan memasang badan.


"Beraninya kalian melawanku, serta menentang perintah bos handoko."ke dua anak buah pak handoko mulai melayangkan tinjunya.


Namun ke empat pria muda tadi, langsung mengambil parang, celurit, garpu tanah dan cangkul. mereka langsung mengarahkan kepada ke dua anak buah handoko, alhasil kedua anak buah pak handoko pun langsung ketakutan dan lari kocar-kacir tak tentu arah.


****


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2