Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 72


__ADS_3

Bab 72


Maaf ya rieders smuanya, author yang baperan dan masih belajar ini up nya kelamaan. soalnya ada masalah koneksi sedikit...🤗🤗🤗


Happy reading all....😊😊😊😊


__________$$$$$$_____________


"Nah gitu dong, jadi keliatan ganteng nya kan sekarang."puji Bu Hani kala piyon datang sudah rapih dengan mengenakan setelan seragam bodyguard nya yang serba hitam.


"Ah, ibu camer ku yang cantik ini, bisa ae deh."balas piyon tersipu-sipu sembari mencolek manja pipi bu hani.


"Eh..Eh...!! maen colak-colek istri saya, mau saya potong tuh jarinya."ancam pak anung sembari mengangkat golok yang dipegangnya.


Kebetulan saat itu pak anung baru saja selesai, membabat habis dahan-dahan dari pohon mangga yang berantakan. hingga mengenai jendela dan genteng warungnya, soalnya pohon mangga itu tumbuh rindang sekali tepat di depan warung nasi liwet Bu Hani.


Selain itu aura dari pohon mangga tersebut, juga terlihat sangat berbeda, hawanya terasa dingin dan merinding. apalagi saat pak anung hendak memotong dahan yang berantakan mengenai jendela dan genteng warungnya, awalnya golok yang pak anung tebaskan ke dahan tersebut gak mempan sama sekali.


Tapi setelah anjani muncul keluar lalu menatap tajam ke arah pohon mangga tersebut, barulah golok itu mempan dan bisa membabat habis dahan yang berantakan mengenai warungnya.


"Ma..maf pak camer! ja.. jangan gitu dong, nanti kalau saya gak ada jarinya, Jani gak bisa dong masangin cincin pernikahan kita nantinya."Ucap piyon sedikit gagap sambil nyengir kuda.


"Ngarep aja loe! siapa bilang anjani mau nikah sama loe."timpal devin yang baru saja datang.


"Eh, kunyuk maen nyaut aja loe! ngapain loe kesini pagi-pagi?"ujar piyon dengan tatapan mautnya sembari menyenggol dada devin.


"Suka-suka gue lah! mau kesini pagi ke, malem ke, apa urusannya sama loe! lagian loe juga pagi-pagi udah ngetem duluan disini."tukas devin membalas menyenggol piyon.


"Secara rumah gue kan deket sama warung Bu Hani, jadi wajarlah kalau gue tampil duluan. kenapa loe iri ya...."ledek piyon.


"Kalian berdua ini suka kebiasaan deh! coba ke sekali-kali jangan ribut gitu kalau ketemu, nanti bisa jodoh tau."


ledek anjani saat ia keluar dari dapur.


soalnya tadi anjani sedang menggantikan Bu Hani menggoreng bala-bala di dapur, karena ibunya itu izin ke rumah dulu untuk mengambil wadah termos untuk menaruh nasi liwetnya.


"Ih najong deh, kalau gue berjodoh sama si kriwil! mit amit cabang kebo."sahut devin sambil mengusap-usap perutnya.


"Parah lu Dev! lagian kamu Jan, mana maulah mas berjodoh sama laki laki. kalau sama kamu mau bangets, lagian aku kan masih cowok normal dan sejati. kalau devin gak tau deh."

__ADS_1


ujar piyon sambil mengangkat bahunya dan kedua telapak tangannya.


"Enak aja lu kriwil! gue juga masih normal dan sejati dong, sembarangan loe!"hardik devin sambil memukul topi yang piyon kenakan.


"Sudah-sudah! kalian berdua ini kesini tuh mau apa toh? kalau mau sarapan ibu buatin nih, kalau mau berantem dan ribut jangan disini ya. nanti warung ibu gak laku loh, kalau pagi-pagi sudah ada keributan."ucap Bu Hani sambil memasukan nasi liwetnya ke dalam wadah seperti termos es ukuran sedang.


Piyon dan devin pun saling menyalahkan sambil menyenggol dan menggerutu pelan.


"Hayo mas Piyon, mas Devin!! kalian harus beli dan cobain masakan ibu ku, karena kalian sudah datang kesini jadi kalian berdua harus jadi pelanggan pertama hari ini."ucap anjani sembari menuntun mereka duduk di bangku kayu panjang di dalam warung.


"Siap mbak cantik! mas Piyon yang ganteng dan keren ini. mau pesan nasi liwet lauknya ayam kecap aja deh sama kasih sambal yang buanyak ya."ucap piyon menggoda.


"Alah ganteng, keren, dilihat dari liang semut kali. kasih sambelnya semangkok Jan biar sadar dia dari halunya."timpal devin.


"Sirik aja loe, ngerasa kesaingin ya."ledek piyon.


"Udah dong mas Piyon! pamali tau kalau lagi makan berisik, sekarang mas devin mau makan apa?"ucap anjani.


"Samain aja deh Jan kaya si kriwil, tapi sambelnya dikit aja ya."ujar piyon sambil mengerenyitkan giginya dan menempelkan jari telunjuk dengan jempol nya.


"Mas Piyon, Jana masih penasaran nih sama vitamin J itu apa sih?"tanya Jana yang tiba-tiba muncul sembari menggelayuti punggung piyon.


"Vitamin J itu adalah JI..GONG....!!"bisik piyon ditelinga Jana.


"Iiisshh, mas Piyon jorok ih."ucap Jana lalu pergi keluar rumah.


"Emang apaan sih vitamin J? perasaan gue baru denger dan tau."tanya lirih Devin.


"Kepo ya.... hahahahaha!!!"balas piyon terbahak bahak sehingga membuat semua orang yang sedang makan disana menatapnya.


Soalnya kala piyon dan devin sedang sarapan untuk menikmati masakan ibunya anjani itu, alhamdulillah nya para pelanggan pun perlahan mulai berdatangan, lalu memesan makanan.


*****


#Flashback pohon mangga#


Pagi ini keluarganya pak anung telah selesai melaksanakan kewajiban mereka sebagai umat muslim, yaitu menjalankan perintah sang ilahi yaitu shalat subuh berjamaah.


Setelah selesai mereka sekeluarga pun bergegas menuju warung, soalnya pagi ini Bu hani akan mencoba membuka warung untuk berjualan nasi liwet seperti dulu. setibanya disana Bu Hani segera masuk ke dapur untuk memasak, dibantu juga oleh anjani dan Jana.

__ADS_1


Sedangkan pak anung masih berdiri diluar rumah, memandang ke arah pohon mangga yang rindang dan lumayan besar. selain itu pohon mangga tersebut juga memiliki dahan yang bercabang tak beraturan, sampai sampai mengenai jendela dan genteng warung.


Karena pak anung merasa risih melihat pemandangan tersebut, soalnya cabang yang mengenai jendela itu hampir mau masuk ke dalam warung. yang jendelanya terbuat dari kayu yang bersekat saja, selain itu dahan pun mengenai genteng. takutnya nanti gentengnya bisa pecah terus bocor deh kalau hujan turun, akibatnya nanti malah mengganggu pelanggan yang datang makan disana.


"Bismillahirrahmanirrahim. Brak....Brak..."ucap pak anung saat sudah naik ke atas pohon, lalu menebaskan goloknya beberapa kali ke ranting seukuran tangan Jana.


Namun anehnya, golok itu sama sekali tidak mempan menggores sedikit pun dahan yang pak anung tebas tadi. sampai pak anung mencoba pindah ke dahan yang lain, hasilnya tetap sama jangankan dahan itu patah dan rubuh, tergores sedikit pun juga nggak.


"Kenapa ini pohon ya? ko aneh benget sih gak bisa ditebang."gumam pak anung.


"Hahahaha!! dasar manusia, beraninya kau mau menghancurkan rumah ku tanpa permisi."ucap suara besar yang tak berwujud sambil menggoyangkan dahan tersebut.


"Astagfirullah haladzim..!!"teriak pak anung terkejut kala mendengar suara itu, sehingga golok yang dipegangnya terjatuh.


Ternyata anjani yang sedang membantu ibunya memasak di dapur, dia juga mendengar suara besar yang tak berwujud itu. selain itu dia juga mendengar teriakan bapaknya, anjani pun langsung keluar menghampiri bapaknya.


"Jangan ganggu bapak saya, atau kau berurusan dengan ku!!"hardik anjani di dalam batinya, sambil menatap tajam.


Ternyata anjani melihat sosok makhluk berbulu lebat dengan kuku-kuku jari yang panjang, selain itu mata dari makhluk itu merah menyala, sambil dia menyeringai mengeluarkan lelehan liurnya yang membasahi bulu-bulu nya. makhluk itu sedang ningkrang di atas dahan pohon mangga yang berdahan besar, sambil ia mengayun-ayunkan dahan tersebut.


Setelah anjani berdiskusi dengan makhluk itu melalui pembicaraan batin, karena anjani gak mau bapaknya sampai mengetahuinya.


kalau sebenarnya pohon mangga tersebut, ada penghuni atau penunggunya. yaitu sejenis makhluk halus sebangsa Genderuwo, karena makhluk itu bekas pesugihan pemilik lama warung yang Bu Hani tempati sekarang ini.


"Jan... kamu kenapa bengong begitu?"tanya pak anung karena heran melihat anjani diam saja dan melotot tajam ke atas pohon mangga.


"Oh, gak papa pak!! bapak sendiri gak papa kan?"sahut anjani gelagapan.


"Gak papa ko Jan! cuma... Ko aneh ya, masa pohonya gak bisa ditebang sih? terus tadi ada suara orang ketawa dan memaki bapak."balas pak anung dengan ekspresi bingung.


"Masa sih pak, bapak salah dengar kali. coba deh sekarang bapak potong dahannya."titah anjani dan langsung diturut pak anung.


Brak....Brak...Brak...!!!


Dahan pohon pun berhasil di tebang dan patah, karena pak anung tak mau mengambil pusing atas kejadian tadi. dia pun segera mungkin menebang dahan-dahan yang berantakan itu, lalu anjani masuk kembali ke dalam warung untuk membantu kembali ibunya di dapur.


****


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa bantu dukungan nya ya, dengan cara vote, like and komentar serunya..😊😊😊


__ADS_2