
Bab 87
Mohon maaf ya raiders semuanya, bukanya othor malas untuk melanjutkan ceritanya. soalnya kondisi fisik othor saat ini, masih belum sembuh benar, karena othor baru saja sembuh dari sakit infeksi lambung.
Jadi kemungkinan othor gak bisa up setiap hari, insya Allah kalau othor sudah pulih akan up lagi setiap hari. terima kasih...🙂🙂🙏🙏🙏
*****
Anjani pun langsung bangun dan terjaga dari tidur nyenyaknya, saat ia mendengar suara teriakan kencang dari ibunya. selain suara teriakan ibunya tadi, anjani juga terjaga karena suara desahan devin yang begitu kencang, sehingga membuatnya langsung terbangun.
Saat itu anjani berusaha membangunkan devin, dengan cara mengguncang-guncangkan tubuh suaminya. tapi anehnya devin bukan tersadar dan bangun, ia malah semakin menggelinjang gelinjang dan mendesah hebat di atas kasur. bahkan devin malah menarik tubuh anjani, lalu menindihnya dan berusaha menyetubuhinya.
Karena merasa aneh dengan tingkah suaminya, anjani berusaha menolak ajakan devin untuk berhubungan suami istri. soalnya posisi devin sekarang seperti orang gak sadar saja, kedua matanya juga masih terpejam. tapi anehnya kelakuannya liar dan beringas tidak seperti biasanya. karena devin terus saja memaksa anjani untuk melakukan hubungan suami istri, akhirnya anjani pun mulai kesal dan naik pitam.
"Mas devin sadar mas, bangun mas..!!"teriak anjani lalu menampar bolak-balik pipi suaminya dengan sangat keras dan kencang.
"AW...!! sakit sayang, kenapa kamu tampar mas, sih. apa salahnya mas ?"cetus devin sambil memegangi kedua pipinya yang merah dan terlihat cap jari-jari tangan anjani.
"Mas sudah sadar kan?"tanya anjani menelisik.
"Ya, udah sadar banget malahan. pipi mas perih banget nih."jawab devin sambil meringis.
"Syukurlah kalau gitu, habis tadi mas aneh banget sih. emang mas mimpi apa tadi? ko sampe berisik banget, seperti kaya orang lagi berhubungan badan saja. udah gitu, tadi malah maksa aku lagi suruh ngelayanin mas."oceh anjani sambil menatap lekat wajah devin.
"Gak tau sayang, mas lupa mimpi apa."katanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Masa sih bisa lupa, hayo ngaku tadi lagi berhubungan badan sama siapa? pasti bukan sama aku kan."kata anjani kesal sambil manyun dan melipat kedua tangannya di depan dada.
"Iya bener sayang... mas lupa mimpi apa tadi. jangan cemberut gitu dong, jadi jelek tau."rayu devin sambil mencubit hidung mancung anjani.
Padahal mimpi yang barusan devin alami itu, devin sangat jelas sekali mengingatnya. kalau sebenarnya di dalam mimpi itu, devin sedang bercumbu mesra dengan anabel. karena ia gak mau melukai hati anjani, makanya ia berbohong dan berpura-pura tidak mengingat mimpinya.
Engga tau mengapa devin bisa sampai mimpi seperti itu. padahal saat ia sadar jangankan bermimpi, membayangkan atau kenyataan saja, dia gak pernah sudi berdekatan dengan anabel. apalagi sampai bercumbu mesra, tapi ko aneh saja seolah-olah devin malah menikmatinya.
"Bapak..!! sudah pak cukup, jangan seperti itu!!" teriakan bu hani nyaring terdengar kembali.
"Ibu...!! hayo mas kita lihat, soalnya dari tadi aku dengar ibu teriak-teriak terus."kata anjani panik.
"Kenapa kalau kamu dengar teriakan ibu dari tadi, gak buru-buru langsung ke kamar ibu dan bapak."balas devin sambil memakai baju yang diambil dari lemari karbotnya.
Soalnya baju yang tadi devin kenakan, sudah terlihat basah kuyup oleh keringatnya. makanya ia langsung segera menggantinya, dengan baju yang bersih dan kering.
"Gimana aku mau ke kamar ibu, orang mas juga tadi aneh banget kelakuannya."balas anjani.
__ADS_1
"Ya...ya deh maafin mas ya. hayo kita liat ke kamar ibu, takut ada apa-apa."ajak devin sambil menarik tangan istrinya yang masih duduk.
Sesampainya di kamar ibu dan bapaknya, di dalam ruangan kamar sudah terlihat sangat berantakan. bahkan becek sekali, banyak air yang berceceran di lantai marmer ruangan itu.
Kondisi pak anung saat itu juga terlihat sangat memprihatinkan sekali, wajahnya terlihat kusut rambutnya juga acak-acakan. bahkan seluruh tubuhnya terlihat melepuh dan memerah.
"Bapak kenapa bu. apa yang terjadi sama bapak?"tanya anjani sambil memegangi tangan bapaknya yang mencoba membenamkan terus kepalanya ke dalam bak berisikan air.
"Ibu juga gak tau Jan, tiba-tiba saja pas bangun dari tidurnya bapak kamu sudah jadi seperti ini. selalu berteriak-teriak terus, katanya panas dan sakit sekali "balas bu hani dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.
"AAAAAGGGGRRRHHH...!!! sakiiitt...!!"pekik pak anung sambil memegangi kepalanya bahkan sampai terjatuh dan berguling-guling di lantai.
"Mas pegangi bapak ku sebentar."pinta anjani lalu ia berlari keluar dari kamar orangtuanya.
****
Duaaarrrrr....!!!"terdengar suara bunyi ledakan kencang dari sebuah ruangan lengkap dengan berbagai macam alat-alat aliran ilmu hitam.
Sebuah meja panjang hancur lebur berantakan, sosok laki-laki yang sedang melakukan ritual itu pun terpental ke dinding ruangan itu.
"Brengsek kau setan perempuan..!! beraninya kau menghancurkan meja ritual ku, serta mengganggu aksi ku."umpat sosok lelaki mengenakan pakaian serba hitamnya, sambil memegangi kepalanya akibat terbentur dinding.
Sosok arwah perempuan mengenakan dress warna merah sebawah lutut, dengan bandana bunga merah terikat di kepalanya. arwah itu juga menampakan aura kemarahannya, dari kedua matanya yang bulat menghitam seperti mata panda, terpancar sorot mata yang sangat tajam dan menyala-nyala seperti bara api.
"Kau yang brengsek dasar manusia jahat.!! beraninya kau mengganggu keluargaku, serta mencoba mencelakai mereka. sekarang kau rasakan ini..."anjani pun langsung mengangkat tubuh handoko lalu memutar-mutar di dinding.
"Lepaskan gua setan alas..!! liat saja gua akan membalasnya lebih dari ini, karena lu sudah berani melawan handoko. hahahaha."ucap handoko mengancam sambil terbahak-bahak.
"Dasar manusia iblis, kau tak ada takutnya sama sekali."tukas anjani lalu membanting tubuh handoko dengan keras ke lantai.
Alhasil handoko langsung mengerang-erang kesakitan, tapi walaupun ia sedang kesakitan handoko masih tetap saja meracau gak jelas. ia terus saja memaki anjani yang saat itu sudah menghilang dari pandangan matanya.
"Dasar lu setan cemen, cuma segitu doang kesaktian lu. hahahaha gak ada yang bisa mengalahkan handoko, apalagi setan laknat kaya Lo."racaunya masih dalam posisi tertidur di lantai akibat anjani membantingnya.
****
"Siapa sih yang sudah berani menganggu kesenangan aku."umpat anabel kesal lalu bangun dari ranjangnya dan merapikan lingerie dress berwarna pink yang saat itu ia kenakan.
"Bebi... lain kali kita main lagi ya. tapi yang jauh lebih panas dari yang tadi kita lakukan."kata anabel memandangi foto devin yang sedang telanjang dada, sambil ia memainkan lidahnya memutari bibir seksi dan merah miliknya.
"Oh ya, aku harus segera tanyakan ini ke papih. kenapa tadi ritual ku bercumbu dengan devin, cuma sampai setengah jalan saja."ujar anabel lalu memakai lapisan piyama berbahan handuk, lalu segera pergi keluar dari kamarnya.
Setibanya anabel di kamar papihnya, ternyata papihnya itu tidak berada di dalam kamarnya. lalu anabel mencoba mencari kembali papihnya di ruangan kerjanya, tapi saat anabel memasuki ruangan kerja papihnya itu. anabel malah mendapati pak handoko sudah tak sadarkan diri disana, papihnya anabel tergeletak bersimbah darah di lantai ruangan kerjanya itu.
__ADS_1
"Papih...!! apa yang terjadi sama papih, bangun dong pih. jangan tinggalin anabel sendirian di sini pih."pekik anabel lalu mengangkat kepala pak handoko ke atas pangkuannya.
"JONO... RONALD... WIKI....!!! cepat kalian semua kesini."teriak anabel manggil ketiga bodyguard nya yang sedang berjaga di luar.
Akhirnya ketiga bodyguard nya pun datang, lalu langsung membawa pak handoko ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan.
****
"Pak.. bangun pak...!!" ucap Bu hani mencoba membangunkan suaminya yang tadi mendadak langsung tak sadarkan diri.
"Iya Bu, ini bapak juga udah bangun."timpal pak anung saat membuka kedua matanya.
"Alhamdulillah bapak udah sadar, ibu takut sekali pak kalau bapak kenapa-napa."kata bu hani lalu memeluk erat tubuh suaminya.
"Gimana keadaan bapak, apakah sudah mendingan pak."tanya devin menelisik.
"Alhamdulillah Dev, seluruh tubuh bapak udah gak berasa panas dan sakit lagi."jawab pak anung seraya tersenyum lemas.
"Oh ya Bu, pak. anjani kemana ya? dari tadi ko gak balik-balik lagi kesini."ucap devin sambil memandang ke arah luar kamar.
"Memangnya anjani kemana Dev?"tanya pak anung lalu bangkit dari duduknya di bantu oleh bu hani istri tercintanya.
"Tadi sih...."belum juga devin selesai melanjutkan ucapannya anjani sudah muncul.
"Bapak...!! gimana keadaan bapak? udah enakan belom pak badannya."ucap anjani sambil memeriksa tubuh bapaknya.
"Sudah ko Jan, bapak sudah jauh lebih enakan dari pas tadi." balas bapaknya.
"Kamu tadi dari mana aja sih, yang. mas itu khawatir banget sama kamu, tiba-tiba langsung pergi gak balik-balik lagi ke kamar."kata devin antusias sambil menatap lekat wajah anjani.
"Hehehe, tadi aku kebelet pup mas."balas anjani sambil nyengir ala-ala iklan Pepsodent.
"Ampun deh...!! dikira ada apa panik langsung pergi, tau-tau nya. Hhmmm..." kata devin gemas sambil mencubit lembut kedua pipi anjani.
Pak anung dan Bu hani yang kala itu melihat tingkah devin dan anjani, hanya bisa tersenyum kecil dan menggelengkan kepala mereka.
Sebenarnya tadi anjani pergi secara tiba-tiba itu, karena ia mengetahui kalau bapaknya sedang di celakai (santet) oleh seseorang. makanya ia langsung pergi dari kamar bapaknya, lalu masuk ke dalam kamar tidurnya. kemudian mengunci kamarnya terlebih dahulu, karena takut ada orang lain yang akan masuk.
Di dalam kamar, anjani langsung mencabut paku hitam yang menancap di ubun-ubun-nya. seketika anjani pun langsung berubah, menjadi sosok arwah berbaju merah dengan bandana bunga terikat di kepalanya.
Setelah berubah menjadi sosok arwah, anjani pun langsung menuju ke tempat orang yang berusaha mencelakai (santet) bapaknya tadi.
*****
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa bantu dukungan nya Ea, dengan cara like, vote and bubuhkan coment positif dan serunya...🤗🤗👍👍