Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 37


__ADS_3

Bab 37


Sesampainya para warga beserta karto di area pemakaman kampung Mekarsari. mereka semua pun mulai bergegas, untuk segera menggali gundukan tanah yang terlihat masih basah saat itu.


Di saat mereka baru saja mau menancapkan cangkul mereka ke tanah, secara tiba-tiba angin besar datang dan meniup satu persatu obor yang mereka bawa dari rumah. alhasil obor alat penerangan mereka semua pun mati, akibat tertiup angin kencang tadi, alhasil keadaan makam pun menjadi gelap gulita tanpa cahaya.


Para warga pun mulai panik dan merasa ketakutan sekali, kini di sekitaran makam desa suasana mulai berubah menjadi sangat mencekam. tidak seperti tadi saat mereka baru datang ke dalam area pemakaman desa.


Beberapa menit kemudian, angin pun kembali muncul dengan lebih kencang. sehingga membuat pohon-pohon besar di dalam makam, bergoyang-goyang menyuarakan gemrutuk dahan-dahanya yang terdengar akan patah. lalu menerbangkan dedaunan kering yang berserakan di tanah makam.


"Hayo semuanya, kalian jangan takut.!! ini pasti perbuatan Kuntilanak sialan itu, karena dia gak mau kita pindahkan kuburan_nya dari sini."seru Karto mencoba meyakinkan para warga.


Saat itu posisi angin semakin lama semakin membesar saja, mengibaskan dahan-dahan pohon besar yang tumbuh kuat di dalam area makam desa. ditambah lagi mulai terdengar suara burung hantu dan burung gagak, yang saling bersahutan menyuarakan suara seramnya, entah berada dimana mereka yang terdengar hanya suaranya saja.


Gusraaaaakkkkk


Lalu terdengar sangat keras suara dari dahan pohon yang jatuh, sehingga mengagetkan semua orang yang berada di dalam sana. kini perlahan mulai terdengar suara lengkingan tertawa yang sangat menyeramkan. sehingga membuat berdiri bulu kuduk siapa pun orang yang mendengar suara cekikikan tadi.


Kiiikk...kik...kik..kiiikkk


"Karto.!! kayanya kami semua sudah gak sanggup lagi, kita semua mau pulang aja deh. soalnya kami semua takuuutt..." salah satu warga berucap mewakili suara yang lain.


"Iya pak Karto.!! saya juga mau pulang aja. takut, kalau ketemu arwah anjani lagi kaya kemarin..Iiiiih....serem." sahut iman.


"Gimana sih kalian semua, pada penakut banget. "Umpat Karto kepada warga.


"Kalau situ berani, ya to. lanjutin aja sendiri. soalnya kami semua, mau kembali saja ke rumah masing-masing."timpal pak RT sudin langsung menyusul warga yang sudah berlari duluan meninggalkan nya.


"Sial! kali ini gua gagal lagi."umpatnya sambil membanting cangkulnya ke tanah.


Karena takut berada di dalam makam sendirian, Karto pun ikutan menyusul para warga yang sudah pergi meninggalkan makam anjani. karto juga langsung kembali pulang ke rumahnya. perasaan karto kala itu, dia sangat kesal sekali. di karenakan akhir-akhir ini dia selalu saja gagal melakukan aksi jahatnya itu kepada keluarga anjani, semua itu ia rasakan semenjak kemunculan arwah anjani di kampungnya.


"Dorman....!!! Man...."Karto berteriak-teriak mencari keberadaan dorman, dikarenakan ia melihat pintu rumahnya terbuka lebar.

__ADS_1


Karto pun mulai berkeliling mencari dorman di seluruh penjuru rumahnya, namun sama sekali tak nampak juga batang hidungnya dorman saat itu. sambil menampakan raut wajah kekesalannya, Karto langsung kembali lagi keruang tengah rumahnya. soalnya, pas pulang tadi Karto sedang mencari-cari dorman di bagian belakang rumahnya.


Ternyata sosok arwah anjani yang sudah berwujud menjadi kuntilanak itu, kini sudah menunggunya tepat diruang tengah rumahnya. raut wajah arwah anjani kini telah berubah menjadi lebih menyeramkan, tak seperti raut wajah biasanya kalau menampakan diri.


Angin besar juga tiba-tiba muncul kembali entah berasal dari mana datangnya. angin besar itu juga langsung menerbangkan barang-barang yang berada di dalam rumah Karto. serta memporak-porandakan seisi rumahnya, persis seperti sebuah kapal pecah yang terjatuh dari ketinggian.


"Brengsek kau setan alas.!! beraninya kau datang ke rumah ku dan mengacak-acak seisinya."tukas karto lalu mengeluarkan serbuk yang terbungkus kain hitam.


"Enyah kau, setan alas..!! "pekik Karto sembari melemparkan serbuk halus ke anjani.


Aaagggrrrhhh..... Aaagggrrhhhh


Arwah anjani pun berteriak-teriak, saat karto melemparkan isi yang berada di dalam bungkusan hitam tersebut. kemudian arwah anjani pun menghilang, lalu dari arah ambang pintu munculah dorman, dengan seluruh tubuh yang kotor dan di penuhi dengan tanah merah.


"Dari mana saja kamu man! tadi kenapa kau langsung menghilang begitu saja, dicari-cari juga gak ketemu. "kata Karto kesal.


"Ini juragan, saya tadi habis menguburkan jenazah yono. Kasian kan kalau terlalu lama dibiarkan, makanya saya tadi gak ikut ke makam. "Papar dorman menjelaskan.


"Oh, jadi mayat yono sudah kau kuburkan, dimana?"ucapnya sambil membalikan kursi kayu yang terbalik, kemudian mendudukinya.


"Jadi, tadi kau ke rumah ki Romo, gimana kabarannya dia sekarang..?"tanya Karto.


"Ia juragan, habisnya saya bingung gak ada yang membantu menguburkan yono.


makanya saya ke rumah Ki Romo saja."sahut dorman sambil membereskan barang-barang Karto yang berserakan di lantai.


"Oh ya, juragan. Ki Romo tadi berpesan, kalau juragan besok disuruh kesana agar menemuinya."Imbuh dorman.


Ki Romo itu adalah saudaranya juragan Karto, alias kakaknya. cuma bedanya, saudaranya itu mempunyai kesaktian yang beraliran ilmu hitam. makanya Karto sering kali meminta bantuan kepadanya.


****


Saat ini bu hani dan pak anung masih fokus sama usahanya, mereka juga sama sekali tak memperdulikan kejadian semalam yang telah terjadi. pagi ini mereka berdua juga sudah bersiap-siap untuk menuju ke warungnya, seperti biasa dengan berjalan kaki dan mendorong gerobak kayu berisikan bahan makanan jualannya. mereka berdua mulai berjalan menyusuri jalanan kampung, yang mulai padat orang berlalu lalang.

__ADS_1


"Bu hani, tunggu..!! saya mau beli nasi liwetnya dong dua bungkus aja, yang satu pakai daging ayam, yang satu lagi pakai daging sapi ya.!! Kebetulan aja pas gitu, mumpung bu hani lagi lewat sini. soalnya kan kalau ke depan saya suka males jalannya, Bu."ucap bu irma sambil tertawa menutup mulutnya.


"Oh boleh ko, bu irma. tunggu sebentar ya, saya bungkusin dulu nasi liwetnya. "Kata bu hani sambil membungkuskan nasi liwetnya memakai kertas nasi yang dialaskan daun pisang yang sudah digarang.


"Ini Bu Irma..."bu hani menyodorkan dua bungkus nasi di dalam kantong plastik bening.


"Oh iya, ini uangnya bu hani. makasih banyak ya."katanya dan dibalas dengan anggukan serta senyuman tipis bu hani.


"Alhamdulillah pak! penglaris."ucapnya tersenyum simpul.


"Iya bu, syukur alhamdulilah pagi-pagi udah dapet penglaris."balas pak anung.


Dari sebrang bu hani berdiri di depan gerobak kayunya, nampak seorang ibu-ibu berbadan gendut. lalu dia mencegat bu irma yang saat itu kebetulan lewat di hadapannya.


"Eh bu irma..!! ngapain sih pake beli nasi liwetya bu hani, gak geli gitu. Kalau saya mah jangankan beli, dikasih juga ogah iiih... jijay banget deh.!! asal bu irma tau ya, bu hani kan masak nasi liwetya dicampur daging tikus sawah yang sudah mati, bukan daging ayam atau daging sapi asli"Cicit si ibu gendut.


"Masa sih bu hani seperti itu? emangnya bu encum pernah lihat sendiri. kalau nasi liwetnya bu hani itu dicampur dengan tikus sawah yang sudah pada mati.?"kata bu irma.


"Hhhmmm...gak sih Bu Irma."jawabnya.


"Ya sudah, kalau misalnya bu encum tidak melihat dengan mata kepala sendiri. jadi jangan berucap sembarangan, soalnya bisa jadi fitnah loh, bu Encum."ujarnya sambil menepuk Bu encum lalu pergi.


Bu Hani yang mendengar ucapan itu, lantas langsung murung dan bersedih.


"Sudah buk, jangan pernah di dengar omongan mereka."ucap pak anung sambil merangkul istrinya untuk menenangkan.


Mereka berdua pun langsung melanjutkan perjalanan, menuju warungnya.


****


Bersambung.....


Klik Like, komentar, dan vote ya! biar author tau seberapa banyak pembaca yang menunggu kelanjutan cerita ini.

__ADS_1


Terimakasih...😊😊😊


Salam Penasaran selalu.... 🌹🌹🌹


__ADS_2