Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 20


__ADS_3

Bab 20


Pintu kayu pun perlahan terbuka dengan sempurna, kini nampaklah seorang pria paruh baya dengan tubuh bongkok nya, yang muncul dihadapan mereka berdua.


Setelah itu mereka berdua pun, langsung di persilahkan untuk masuk oleh Mbah Kardi, sosok pria bungkuk tadi yang ternyata adalah seorang dukun.


Mereka berdua mulai memasuki, sebuah ruangan berukuran 2 x 2 meter persegi. semerbak bau kemeyan yang dibakar pun, mulai menyeruak tajam di dalam ruangan tersebut. di ruangan itu juga terdapat banyak sekali alat- alat perdukunan, yang berjejer disebuah meja panjang. serta ada beberapa patung-patung kepala hewan, terpajang di dinding kayu ruangan itu.


Tanpa banyak basa-basi lagi, Jojo dan feri langsung menceritakan apa maksud dan tujuan mereka. datang kesana menemui Mbah Kardi, yaitu ingin terbebas dari arwah penasaran perempuan yang pernah mereka lecehkan dan sampai terbunuh.


Setelah Mbah Kardi bersemedi sesaat, sambil mulutnya berkomat-kamit merafal mantra. dia menjelaskan bahwa arwah itu tidak mau melepaskan mereka berdua. arwah penasaran perempuan itu tetap akan menuntut pembalasan, sampai mereka berdua mati semuanya.


"Mbah, tolong bantu kami berdua.!! soalnya kami berdua, gak mau bernasib sama dengan teman kami yang sudah mati secara mengenaskan..!!"Mohon Jojo sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Ia Mbah. apa gak bisa gitu, dimusnahkan saja arwah wanita itu. Kan Mbah dukun sakti dan hebat."sahut feri menimpali.


"Bisa ko..!! tapi harus kalian sendiri yang memusnahkannya. "kata Mbah Kardi sambil memilin-milin kumis tipisnya.


"Ko, kita si Mbah, kenapa bukan Mbah saja sih..!! "Kata Jojo sedikit ngegas.


"Lah wong kalian yang berurusan dengan arwah itu, kenapa saya yang harus turun tangan. saya disini itu hanya sekedar membantu saja, kalau kalian ndak mau ya sudah. "Hardik Mbah Kardi langsung berdiri hendak meninggalkan mereka.


"Ok..!! Mbah Ok..!! Jangan ngambek gitu dong."Ujar Jojo sembari menarik tangan si mbah agar duduk kembali.


"Kami kan gak tau Mbah, gimana caranya. tolonglah dikasih tau. "Imbuh feri.


"Makanya kalau saya lagi ngomong itu, dengerin dulu baik-baik. jangan maen serobot aja, kaya metromini kebelet kencing."seloroh Mbah Kardi.


"Emang ada gitu Mbah, metromini kebelet kencing? perasaan saya baru denger deh."tanya feri sambil nyengir kuda

__ADS_1


"Ya kalau gak ada, di ada-adain aja. sudahlah, kalian mau saya bantu atau tidak!"balasnya ketus dengan nada tinggi.


"Iya Mbah, mau." jawab Jojo dan feri berbarengan. "makanya mulut lu diem fer, jangan banyak tanya."sungut Jojo sambil menyenggol-nyenggol feri yang sedang duduk bersila di sebelahnya.


Mbah Kardi pun mulai menjelaskan kepada Jojo dan feri, bahwa yang harus memusnahkan arwah penasaran perempuan itu. harus mereka berdua, dengan cara membongkar kembali kuburannya. setelah itu menyiramkan air jampi jampi dari Mbah Kardi ke mayat perempuan itu, sesudah itu mereka harus segera mungkin membakarnya.


Mbah Kardi akan membantu pekerjaan mereka dari ruangan kerjanya, Mereka juga harus melakukan pekerjaan itu. tepat pada malam Jum'at keliwon, sekitar jam 12:00 malam disaat bulan sedang purnama. Karena malam itu dipercaya Mbah Kardi, sosok arwah penasaran itu tidak ada disekitaran pusaranya dan kekuatannya juga sedang melemah.


Makanya mereka harus segera mungkin melakukan aksinya, sebelum bulan purnama menghilang. malam itu tepatnya tiga hari yang akan datang, jadi mereka berdua harus segera mempersiapkan segala keperluannya dari sekarang.


*****


💥 Dirumah Mitha 💥


HOOAAAAAMMMM


Mulut Mitha menguap dengan lebarnya, seperti buaya yang sedang kelaparan. serta tubuh mungilnya menggeliat-geliat manja di atas pembaringannya. seolah pagi ini rasanya berat sekali, untuk terbangun dari tidurnya semalam.


Tapi sebelum ia melangkah keluar kamar, Mitha menyempatkan diri membuka tirai kamarnya terlebih dahulu. lalu menguncir rambut panjangnya yang acak-acakan. sambil Mitha berdiri persis di depan cermin, untuk melihat bayangannya yang imut walaupun baru bangun tidur.


"Mbak anjani...! Embak......Mbak Jani."panggil Mitha sambil mencari-cari anjani diseluruh ruangan rumahnya.


Tapi anjani tak kunjung ia temukan juga, namun yang ia temukan hanya selembar kertas bertuliskan....


📃"Semua pekerjaan sudah selesai ku bereskan, aku biasa pulang nanti malam. jangan menunggu kepulangan ku, kalau sudah mengantuk tidur duluan saja.


Tulis singkatnya di secarik kertas, yang ditaruh di atas meja makan.


Semenjak anjani ikut mitha tinggal dirumahnya, nggak tau kenapa setiap pagi mitha terbangun. anjani sudah tidak ada di rumahnya, anjani baru muncul kembali dirumah nya mitha, sekitar jam sebelas kadang jam dua belas malam.

__ADS_1


Beberapa waktu yang lalu, mitha sempat bertanya kepada anjani. karena ia merasa aneh dan bingung saja, kenapa kalau waktu sudah memasuki pagi anjani suka menghilang dan tak ada dirumahnya.


Lantas anjani pun menjawabnya. kalau sebenarnya, selain bekerja dirumah Mitha, ia juga bekerja freelance diluar sana. serta pekerjaan barunya itu, harus menuntutnya pulang sampai larut malam.


Lagi pula, kalau anjani sudah tak ada dirumahnya waktu pagi. semua pekerjaan rumah sudah beres semuanya, dari cucian baju-baju kotor sudah dicucinya. lalu seluruh ruangan sudah bersih disapu dan dipel, bahkan pekarangan rumahnya juga sudah bersih. selain itu, makanan untuk Mitha sarapan pun sudah matang dan tersedia di atas meja makan.


Mitha terkadang suka merasa bingung dan heran saja, Kenapa anjani bisa melakukan pekerjaan rumah yang banyak dengan sangat cepat, emang dia begadang dan gak tidur apa semaleman.


*****


🍂 Di desa....


Proses pembangunan rumah anjani pun sudah memasuki tahap setengahnya, menurut perkiraan devin, mungkin sekitar sebulanan lagi akan selesai.


Karena rumah anjani dibongkar semua, otomatis keluarganya tidak bisa tinggal disitu lagi. lalu devin pun menawarkan, kepada keluarga pak anung untuk tinggal di paviliun rumahnya sementara waktu. sampai rumah itu selesai dibangun dan bisa di tempati dengan aman.


Pagi ini bu hani sedang berjalan sangat tergesa-gesa, untuk menuju rumah Devin. rumah devin juga gak begitu jauh letaknya dari paviliun tempat tinggalnya. Bu hani jadi seperti itu, karena ingin menanyakan perihal keadaan anjani sekarang, soalnya semalam ia bermimpi bertemu anjani.


Di mimpinya itu anjani sangat terlihat bersedih sekali, anjani juga berkata kepada bu hani agar mau menolong dan membebaskan dirinya. tapi bu hani merasa bingung atas ucapan anjani itu, makanya ia ingin menanyakan langsung ke devin takut anjani kenapa-napa. Karena yang ia tahu kan, anjani sedang bekerja sebagai pembantu dirumah devin.


Tapi setelah bu hani sampai dirumah devin, ia tak menemukan devin disana. anehnya pintu rumahnya pun tak dikunci, bu hani yang makin penasaran, langsung masuk ke dalam rumah devin. perkiraan Bu hani devin mungkin sedang berada di dalam kamarnya atau berada di dapur.


"Den Devin...!! Den..."panggil Bu Hani.


Berulang kali bu hani memanggil, tak ada jawaban juga dari devin. sampai bu hani melihat pintu kamar Devin terbuka. Bu Hani pun langsung segera masuk, karena dia kira Devin sedang berada di kamarnya.


Setelah memastikan tidak ada Devin di dalam kamarnya, Bu hani pun berniat untuk keluar lagi dari kamar Devin. tapi langkahnya terhenti, matanya mendadak tertuju ke sudut samping lemari. bu hani melihat ada sesuatu yang menyembul keluar dari dalam kardus, sepertinya itu adalah sebuah tas. DEGGG.... dan Bu Hani sangat mengenali tas itu.


*****

__ADS_1


Bersambung........


Salam penasaran selalu.....🌹🌹🌹


__ADS_2