Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 116


__ADS_3

Bab 116


Happy Reading....😇😇😇


*****


#Flash back End#


Keesokan paginya anjani dan bu hani beserta para warga desa mekarsari, mereka semua segera menuju ke dasar jurang untuk mencari tentang keberadaan pak anung. anjani masih berharap kalau bapaknya itu masih hidup dan masih bisa untuk di selamatkan.


Sedangkan devin dan seno beserta beberapa bapak polisi dan warga desa mekarsari juga. mereka semua segera ke kota untuk menuju gudang milik pak handoko yang berada di tengah-tengah hutan. itu pun setelah devin mendapatkan keterangan dari beberapa anak buahnya pak handoko yang sudah di tangkap oleh pak polisi. devin pun mendapatkan kabar berita yang sungguh sangat menyakitkan hatinya. ternyata ayah tercintanya itu beserta ibu tirinya, mereka berdua sudah meninggal. akibat ulah pak handoko dan anabel beberapa waktu yang lalu, bapak dan anak itu menyetrum pasutri itu hingga meninggal dunia, sedangkan jasad keduanya dikuburkan di hutan sana.


Akhirnya pencarian anjani beserta para warga pun tak sia-sia, pak anung pun diketemukan dalam keadaan masih bernafas. walaupun saat itu kondisinya sangat memprihatinkan, terdapat banyak luka serius hampir disekujur tubuhnya.


Pak anung pun segera di lariakan secepatnya ke rumah sakit di kota, agar pak anung segera mendapatkan pertolongan medis.


Setelah kejadian tragis pada malam itu, dimana pak handoko di bunuh secara sadis oleh Karto saudara sepupunya sendiri. serta RT sudin yang dihakimi oleh warga desa, dengan cara di bakar hidup-hidup bersama dengan Karto. semua itu untuk mempertanggung jawabkan perbuatan sesat yang sudah mereka lakukan.


Sedangkan anabel anak angkatnya pak handoko, yang pada saat itu sedang liburan di luar kota langsung di tangkap oleh pak polisi. karena anabel yang menyebabkan bu ningsih meninggal, akibat disetrum secara berlebihan.


Setelah mengetahui kalau orangtua angkatnya itu sudah meninggal dunia, bahkan papihnya itu tidak meninggalkan harta kekayaan sedikit pun. anabel pun stress dan menjadi gila, yang pada akhirnya ia di masukan ke rumah sakit jiwa (RSJ) oleh bapak polisi yang menanganinya.


Dulunya saat pak handoko menikahi merlin, seorang gadis yatim piatu dan kaya raya yang dulu pernah menolong dirinya dari dasar jurang kasih. pak handoko yang tak tau diri dan tak tau balas budi itu, malah tega menumbalkan merlin kepada iblis will wo, sang iblis agung. hanya demi menguasai seluruh harta kekayaannya.


Setelah itu pak handoko mengangkat seorang anak dari panti asuhan yaitu anabel. awalnya pak handoko mengangkat anabel sebagai anak, hanya untuk di besarkan dan dijadikan tumbal. tapi karena pak handoko melihat anabel yang ceria dan manja, sehingga membuat hidupnya yang berasa sepi dan senyap menjadi bangkit kembali dan merasakan kebahagiaan. makanya anabel di rawat dengan sungguh-sungguh oleh pak handoko, bahkan ia sangat di manjakan.

__ADS_1


****


2 tahun kemudian


"Rinjani sayang.....!! jangan lari-lari dong, nanti kamu jatuh nak."teriak anjani kepada seorang gadis kecil berlesung pipi nan manis.


Usia gadis kecil itu sekitar 2 tahunan, sosok gadis kecil itu sangat manis, pintar, cerdik dan menggemaskan. gadis kecil itu, kini tengah berlari-larian di pekarangan rumah yang luas.


Anjani pun berusaha mengejar dan menangkap nya, tapi selalu saja gak berhasil. karena gadis kecil itu sangat cerdik dan pintar sekali, untuk menghindari anjani yang mau menangkapnya.


Saat anjani tengah asyik bercanda dan bermain dengan gadis kecil itu, tiba-tiba saja terdengar suara yang begitu besar, sampai gadis kecil itu pun bisa mendengarnya bahkan ia ketakutan.


"HEI ANJANI! waktu mu di dunia sudah hampir habis, jangan kau terlalu lama terbuai oleh kilaunya dunia. karena takdir dirimu itu sudah tertulis disana, kau harus ingat itu!" kata sebuah suara besar yang tak terlihat wujudnya.


"Baiklah, ku beri kau waktu beberapa jam lagi. tapi tepat tengah malam nanti, kau harus segera kembali ke alam asal mu anjani. atau kau akan terima akibatnya! yaitu, kau tak akan pernah di terima di alam mana pun oleh sang pencipta alam semesta ini." sahut suara itu lagi.


"Baiklah! aku akan tepati janjiku, tepat tengah malam nanti, aku akan kembali ke alam ku yang sebenarnya."kata anjani disertai lelehan butiran bening yang terjatuh dari kedua netranya.


"Mam.. mah...!! te.. na.. pa na..nis? ta.. ji cu cu aya pa.. pa? yi.. yin ta cut?(mamah kenapa nangis? tadi suara siapa? Ririn takut)." ucap ririn secara terbata dan cadel kepada anjani.


Soalnya usia Ririn anaknya anjani kan baru menginjak usia dua tahun, jadi wajarlah kalau dia berbicara cadel dan agak sedikit kurang jelas bahasanya. malahan Ririn itu termasuk anak yang pintar loh, karena di usianya yang baru segitu sudah pandai berbicara. hehehe.


Rinjani Devina Putri, yang akrab di panggil Ririn oleh semua orang. dia adalah putri semata wayang dari anjani dan devin. itupun setelah penantian dua tahun menikah, akhirnya anjani pun bisa juga mendapatkan sebuah keturunan. padahal awalnya anjani begitu tak yakin, kalau ia bisa mengandung bahkan bisa melahirkan seorang gadis kecil yang cantik seperti Ririn.


****

__ADS_1


#Flash back saat kehamilan anjani#


2 tahun yang lalu, setelah pak anung sembuh di rawat di kota dan dinyatakan sehat oleh dokter. mereka semua pun akhirnya, kembali lagi ke desa mekarsari. kehidupan mereka semua pun sangat bahagia sekali, tanpa ada masalah dan penderitaan lagi menimpa mereka sekeluarga.


Pak anung dan bu hani pun merasakan hidup bahagia kali ini, karena tak pernah ada lagi yang mengusik keluarga kecilnya. apalagi mereka juga mendapatkan sebuah anugerah terindah yang tak pernah di duga dan disangka, ternyata anjani anak mereka satu-satunya telah hamil.


Mereka semua pun bahagia luar biasa tak terkira atas hadiah terindah itu, bahwa anjani yang sejatinya sesosok arwah bisa hamil juga.


"Akhirnya kita bakalan punya cucu ya pak!sebentar lagi kita berdua bakalan jadi kakek dan nenek."ucap bu hani bahagia.


"Iya buk! bapak jadi gak sabaran, ingin cepet menggendong cucu kita."balas pak anung sambil memeragakan gaya menggendong bayi.


"Saya juga sama pak, buk! gak sabar banget deh pengen di panggil papah oleh anak ku nanti."sahut devin dengan senyuman mautnya.


"Sabar dong! kakek dan nenek, dan calon papah yang suka nyebelin. baru juga tadi di tes, lagian perut jani juga belom membesar nih. bahkan masih lama banget, sembilan bulan lagi loh."balas anjani sambil mengusap perutnya.


Mereka semua pun tertawa bersama penuh dengan kebahagiaan, tanpa ada beban masalah yang dirasakan seperti sebelumnya.


***


Detik-detik akhir dari kisah novel receh author DENDAM ARWAH ANJANI akan segera end. bagi para sahabat yang menyukai karya recehku ini, bantu dukungannya ya dengan cara Vote, Like and sisipkan komentar serunya, serta masukan novel ini di list favorite kalian.


Kalau kalian kasih dukungan banyak, berarti othor gak merasa perjuangannya terasa sia-sia. karena telah menghabiskan banyak waktu, bahkan sampai sakit untuk menulis novel ini. itu semua demi para pembaca yang ingin selalu terus tau kelanjutannya, maka dari itu sekali lagi jangan lupa dukungannya ya. walaupun hanya sekedar like atau pun koment.


Terimakasih.... salam pemasaran selalu...😉🙏

__ADS_1


__ADS_2