
Bab 21
Karena penasaran sama apa yang sudah di lihatnya, lantas bu hani pun langsung menghampiri kardus tersebut yang terletak persis di sudut lemari. bu hani juga ingin segera memastikan, apa benar sesuatu yang berada di dalamnya itu, adalah barang yang sangat ia kenali.
Dengan sedikit celingak-celinguk, bu hani memperhatikan keadaan di dalam kamar devin. perlahan-lahan tangan bu hani mulai membuka kardus itu.
"Bu Hani...!! "sontak saja ia terkejut saat seseorang memanggilnya, alhasil kardus yang baru ia coba buka ditutupnya lagi.
"Eh, Den...den..Devin..!! "Ucapnya sedikit terlihat gugup dan salah tingkah.
"Bu hani, sedang apa dikamar saya.?"Tanya Devin menyelidik.
"E..e... Itu den, tadi di atas situ ada tikus. saya mau mengusirnya, eh den devin malah ngagetin saya..!! tapi sebenarnya, saya juga ada perlu sama aden, saya ingin menanyakan kabar anjani anak saya, den.!! "Jawab bu hani, mengalihkan pertanyaan devin dengan jawaban lain.
"Oh..!! anjani anak ibu, dalam keadaan baik- baik saja ko. barusan saja saya menelfonnya, Jadi ibu gak usah khawatir lag.."tutur Devin seraya mengambil kardus yang tadi mau dibuka oleh Bu Hani.
"Emang aden mau kemana.? terus yang di dalam kardus itu apa ya? soalnya tadi di incar tikus."tanya Bu Hani menelisik.
"Saya mau pulang dulu ke kota, bu..!! soalnya saya ada perlu, sekalian mau nengokin Mitha adik saya. Kalau kardus ini isinya hanya barang-barang kepunyaan mitha, dia tadi minta sekalian untuk dibawakan."Jawab Devin berbohong.
"Apa saya boleh ikut aden ke kota..? soalnya saya kangen dan khawatir sekali sama anjani den..!!"Rajuk Bu Hani agar diperbolehkan ikut.
"Hhmm...lain kali saja ya, Bu..!! soalnya saya ada urusan juga. "ujar devin seraya mengelus punggung bu hani.
Dengan mengendarai mobil Daihatsu taf nya, pagi itu devin berangkat menuju ke kota besar. Kardus yang dicurigai bu hani pun tak luput dibawanya, tadinya bu Hani sempat curiga sama isi di dalam kardus tersebut. tapi setelah Devin menjelaskan ia mencoba tak memperdulikan nya lagi.
*****
🔸 Kejadian kemarin malam 🔸
__ADS_1
Malam ini mitha sengaja tidak tidur masih sore seperti biasanya, dikarenakan ia sengaja ingin menunggui anjani pulang. soalnya ia ingin curhat kepada anjani, kalau dirinya saat ini sedang galau. ternyata pacar yang baru dikenalnya di jejaring sosial itu, sudah meninggal dunia. karena mengalami kecelakaan tunggal, saat mau menemuinya dirinya.
Mitha baru mengetahui kabar tentang damar meninggal dunia, baru tadi siang pas ia lagi di kampusnya. saat itu mitha tak sengaja melihat salah satu temannya, yang sedang menonton YouTube. di dalam video berdurasi 15 menit itu, terlihat jenazah korban kecelakaan yang mati secara mengenaskan, dengan luka sangat parah tergeletak di pinggiran jalan.
Mitha yang penasaran pun, langsung merebut smartphone milik temannya itu. ia memperhatikan dengan jelas sosok mayat yang berada di video itu, dengan cara men zoom nya. seketika ia langsung histeris dan menjerit-jerit, seraya meratapi sosok yang berada di video tersebut. yang ternyata adalah damar, kekasih yang baru di pacarinya dua minggu yang lalu.
Akibat terlalu seringnya Mitha menangis, karena meratapi kepergian damar. serta terlalu lama menunggu anjani pulang kerja. akhirnya Mitha pun mulai terlelap di sofa panjang ruang tengah rumahnya, ia tertidur pulas sampai lupa menyalahkan lampu ruangan tersebut. sehingga kondisi ruangan tengah rumahnya, menjadi gelap gulita tanpa adanya cahaya penerangan.
Mendadak Mitha merasa ada angin yang dingin sekali memenuhi ruangan tersebut, sampai menusuk tembus ke tulang rusuknya. Lantas ia pun terbangun berniat ingin pindah ke kamarnya, tapi saat ia hendak bangun sesuatu mengejutkannya.
Ada sosok wanita yang tiba-tiba muncul dari pintu depan rumahnya, ia menembus pintu depan rumah dan melangkah ke belakang menuju dapur. Mitha yang merasa takut bercampur penasaran pun, langsung mengikutinya dari belakang, sosok wanita itu menuju ke kamar anjani.
Sama seperti tadi sosok itu masuk ke dalam kamar, tidak membuka pintunya terlebih dahulu. melainkan sosok itu langsung menembusnya begitu saja. Mitha yang makin penasaran terhadap sosok itu, mencoba memberanikan diri mengintipnya dari lubang kunci.
Terlihat dengan jelas sosok yang tadi masuk sedang duduk di kasur, sosok itu ternyata mempunyai wajah yang sangat menyeramkan. wajahnya pucat pasi, terdapat banyak luka lebam di sekitaran wajahnya. selain itu, dari sudut kedua netranya yang terlihat bulat menghitam, perlahan mulai mengeluarkan tangisan darah yang menetes dan membanjiri pakaian putih yang saat itu ia kenakan.
Hingga suara jeritannya itu hanya terdengar sedikit saja, ia pun berbalik badan dan berlari kencang menuju kamarnya. Mitha pun langsung mengunci pintu kamarnya, lalu dia bersembunyi di balik selimutnya yang tebal.
Tok..Tok..Tok..Tok...
Terdengar pintu kamar Mitha diketuk oleh seseorang di luar sana, keringat dingin pun mulai membasahi kedua telapak tangan dan kakinya. tubuhnya juga mulai gemetaran. Ia sangat ketakutan sekali, sembari ia mengingat-ingat semua yang sudah dilakukan arwah itu kepadanya.
Sosok wanita cantik dan baik hati, yang selama dua minggu ini telah tinggal serumah bersamanya. serta membantu membereskan pekerjaan rumah, dan memasakan makanan setiap hari untuknya, ternyata adalah sosok arwah.
Tok..Tok..Tok..Tok...
Kembali terdengar suara pintu kamarku diketuknya, tapi kali ini suara ketukannya terdengar lebih kencang. mitha pun hanya terdiam saja dibalik selimutnya, sambil dia menjerit-jerit tertahan.
"Mitha.... kamu belum tidur ya." ucap lirih suara itu memanggilnya.
__ADS_1
"Kaka tau kamu belum tidur kan...!! buka pintunya dong sayang...."ucapnya dengan nada menyeramkan.
Mitha pun hanya terdiam saja sambil dia menjerit ketakutan, dengan menutup mulutnya. ia semakin khawatir kalau sampai hantu itu masuk ke kamarnya.
Akhirnya setelah suara itu menghilang, Mitha pun membuka selimutnya dan menelfon kakanya Devin. Ia meminta Devin agar cepat pulang kerumahnya, karena Mita merasa ketakutan sekali atas arwah anjani yang tinggal bersamanya bahkan sekarang mulai mengganggunya.
Untung saja arwah anjani itu hanya diluar kamar saja, padahal kalau dia mau dia bisa masuk menembus kamar Mitha.
****
Seorang pemuda yang mengenakan jaket kulit berwarna coklat, serta topi yang menutupi kepalanya dan kaca mata hitam melekat di matanya. sedang membuntuti seorang pria yang mengendari sebuah mobil, dengan mengendarai sepeda motornya ia terus mengikuti pria tersebut.
****
Devin saat itu mulai memberhentikan laju mobilnya, tepat di depan gerbang sebuah rumah yang cukup besar. di dalam gerbang rumah itu, terdapat dua satpam yang sedang berjaga-jaga. rumah besar itu halamannya sangat luas sekali, terdapat juga berbagai macam tanaman hias berjejer rapi di taman rumah itu.
Tin...Tin...Tin....
Klakson mobil yang Devin bunyikan, membuat kedua penjaga itu berlarian. untuk segera membukakan gerbang besi rumah besar tersebut. hanya sebuah senyuman tersungging dari bibir manis devin yang ia layangkan, mewakilkan ucapan terimakasih nya kepada kedua penjaga itu. Devin pun memarkirkan mobilnya, tepat dihalaman depan rumah itu, lalu Ia pun segera turun dari mobilnya.
CEKLEK....KREKEEEEEKKKK
Terdengar suara hendle pintu yang dibuka seseorang, kini terbukalah pintu kamar itu dengan lebarnya. nampak di atas sebuah ranjang besar yang terbuat dari kayu jati, berukiran bunga-bunga mawar. tengah terbaring seorang gadis muda, dengan berbagai macam peralatan medis yang menempel ditubuhnya. selain itu ada banyak juga, alat-alat klenik perdukunan berjejer di atas sebuah meja kayu.
******
Bersambung......
Salam penasaran selalu...🌹🌹🌹
__ADS_1