Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 43


__ADS_3

Bab 43


Seorang ibu sekitar umur 40 tahunan dengan raut wajah yang sedih, dengan pakaian nya yang terlihat lusuh dan Kumal. ia kini tengah memunguti sayur-sayuran yang tak terpakai, di dalam sebuah keranjang sampah di pasar.


Ibu itu sesekali meneteskan bulir-bulir bening disudut netranya, lalu ia menyekanya begitu berulang seterusnya.nampak kesedihan yang amat mendalam, sampai membuat nya tak henti hentinya menitikan air mata.


Bagaimana ia tidak sedih, hidupnya kini hancur berantakan. pertama kehancuran nya, ia harus kehilangan anaknya yang meninggal secara tak wajar. lalu amanat anaknya yang berupa warung, lenyap di bakar oleh para warga.


kini mereka sekeluarga harus jadi gelandangan, akibat korban fitnah keji yang di tuduhkan kepadanya dan juga suaminya. sampai rumah mereka pun dibakar, lalu mereka di usir dan kini tak mempunyai tempat tinggal.


"Buk! Hayo kita pulang, Alhamdulillah bapak hari ini dapat rezeki." ucap sosok laki-laki berperawakan tinggi tegap dan berkumis tipis.


"Iya pak! Alhamdulillah ibu juga hari ini, dapat sayuran banyak yang masih bagus-bagus." ucap ibu itu sambil bangun dari duduknya.


"Ibu! bapak! liat aku bawa siapa?" ucap seorang anak laki-laki sambil berlari kecil menghampiri kedua orang tua itu.


"Kamu bawa siapa Jan?"tanya ibu itu menelisik.


"Iya bawa siapa sih? bapak gak lihat kamu bawa apa-apa!" sahut bapak itu sambil celingak-celinguk mencari sesuatu.


"Perhatikan baik-baik ya buk! pak! pasti kalian akan senang kalau liat ini. Cetus Jana sehingga membuat sedikit kesal kedua orang tua itu.


"Heuhh! ini anak kebiasaan suka bikin orang tua jantungan! "hayo apa kasih tau." ucap ibu itu disambung oleh bapak itu juga.


"Ka...!!! Ayo kesini." panggil anak laki-laki itu.


Lalu muncullah seorang gadis muda nan cantik dan juga anggun, ia saat itu mengenakan baju dres berwarna merah maroon. serta rambutnya yang panjang terurai, dengan mengenakan bandana bunga di kepalanya.


"ANJANI!!!" ucap kompak kedua orang tua itu.

__ADS_1


"Iya buk, Pak! saya anjani." ucap lembutnya.


Ibu itu pun langsung menghamburkan diri, ia langsung mendekap erat gadis itu sambil menangis sesenggukan.


"Nak! ibu kangen sekali sama kamu." hiks hiks." ucap ibu itu sambil terisak.


"Jani! ini beneran kamu nak?" tanya bapak itu seolah tak percaya.


"Iya pak! saya ini anjani." jawabnya lembut.


"Ya Allah, aku mimpi apa? kenapa anak ku bisa kembali lagi." ucap bapak itu bingung bercampur haru.


Akhirnya kedua orang tua itu pun, saling memeluk sosok gadis yang mirip dengan anjani. walaupun mereka belum tau kebenaran tentang gadis itu, apakah itu anjani atau bukan. tapi mereka tak memperdulikan itu semua, yang mereka tau hari ini mereka sangat bahagia sekali. rasanya kebahagiaan yang dulu hilang, kini telah kembali lagi.


Namun saat mereka sedang berbahagia, muncullah Karto menghancurkan semuanya.


"Hey! lepaskan calon istriku!" teriak Karto sambil berlari dan melepaskan pelukan ibu dan bapak itu dari anjani.


"KARTO!!" ucap bapak itu terkejut.


"Wah! wah! ternyata kalian toh, hahaha. Malang sekali nasibmu anung! setelah di usir dari desa, ternyata kalian jadi gembel disini!"ledek Karto sambil terkekeh.


"Brengsek kau Karto! aku tau semua ini adalah perbuatan mu kan?"Cetus pak anung kesal.


Ya! seorang ibu berumur 40 tahun dan laki-laki berperawakan tinggi tegap, dan berkumis tipis itu adalah pak anung dan bu hani. serta anak laki-laki tadi adalah, Jana adiknya Anjani.


setelah di usir dari desa mereka memang jadi gelandangan, karena saat diusir tak ada barang satu pun yang mereka bawa. makanya mereka harus terlunta-lunta di jalanan, hingga membuat nasib dan hidupnya seperti itu.


Sampai akhirnya mereka menemukan sebuah gubuk tua tak terpakai, tepatnya di pinggiran hutan desa tetangga. mereka pun memutuskan untuk tinggal disana, berteduh dan beristirahat dari terik panas dan hujan. karena mereka tak punya uang atau pun emas permata, untuk membeli atau menyewa rumah tinggal.

__ADS_1


Bu Hani terkadang memunguti sayuran bekas di sebuah pasar tradisional, yang masih bagus dan layak untuk di makan. kalau banyak mendapat sayuran yang masih bagus, ia langsung mengolahnya menjadi masakan yang super lezat dan enak. lalu ia menjualnya dengan berkeliling kampung, tapi kalau Bu Hani mendapat sayuran nya sedikit, ia hanya mengolahnya untuk makan keluarganya saja.


Kalau pak anung ia bekerja di pasar tradisional, sebagai kuli panggul apa saja. yang penting menghasilkan uang halal, untuk menafkahi keluarga tercintanya.


"Kalau iya Memang kenapa, HAH!" ucap Karto sambil mendongakan wajahnya ke pak Anung.


"Memang benar BIADAB kau Karto! ucap pak anung sembari menarik kerah baju Karto.


"Hahahaha! aku senang, melihat kalian semua menderita. makanya jangan macam-macam dengan KARTO! " ucapnya sambil mengibaskan tangan pak Anung.


"Hayo sayang kita pulang!" ucap Karto sembari menggandeng tangan anjani pergi.


"Karto tunggu!" teriak Bu Hani sambil berlari mengejar Karto yang sudah cukup jauh.


"Ada apa lagi, hah! "ujar Karto ketus.


"Ini Anjani anak ku kan! apa yang kau telah lakukan kepadanya?" ucap tanya Bu Hani dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kalau iya kenapa? hahaha." bisik lirih Karto disertai tawanya.


"Kembalikan anak ku Karto! kembalikan." rengek Bu Hani sambil memukuli Karto.


"Tolong! tolong! ini ada ibu-ibu gila ngamuk." ucap Karto sehingga membuat para warga menoleh kepadanya.


Pak Anung yang melihat istrinya di hakimi warga, karena di fikir orang gila langsung menghampiri nya dan menjelaskan kepada warga istrinya itu tidak gila.


bersambung.....


Jangan lupa berikan vote and like nya ya, serta bubuhkan komentar positif nya. agar author tau seberapa banyak orang yang menunggu kelanjutan ceritanya..

__ADS_1


terimakasih


Salam Penasaran Selalu...😊😊😊


__ADS_2