Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 76


__ADS_3

Bab 76


Persiapan menyambut hari bahagia itu pun mulai diatur dan direncanakan oleh keluarga anjani, dari masalah akad nikah nantinya dimana, pesta yang akan digelar seperti apa, dan lain sebagainya sudah mulai diatur.


Akhirnya setelah di rundingkan sebelumnya dengan menanyakan ke devin juga, akad dan pesta diputuskan berlangsung di kediaman tempat tinggal anjani sekarang.


Awalnya devin menolak usul dari kedua orangtua anjani tersebut, agar akad dan pesta pernikahan nya nanti di rumah saja. soalnya kata devin banyak kerabat dan rekan kerja penting yang telah dia undang, selain itu devin juga gak mau kalau bapak dan ibu mertuanya nanti kecapean dan kerepotan mengurus itu semua, pasti sangatlah melelahkan sekali.


Devin mengusulkan untuk menyewa jasa wedding organizer saja, jadi kita tidak usah repot, capek dan lelah nantinya. tapi setelah dipertimbangkan lagi olehnya, apalagi saat itu ia melihat ekspresi wajah anjani yang manis. menyuruhnya agar mengiyakan saja usul dari kedua orangtuanya itu, akhirnya ia pun menurut dan menerima keputusan calon mertua nya.


"Teimakasih ya mas, kamu sudah mau menuruti kemauan bapak dan ibuku."ucap anjani seraya memeluk dan menyenderkan kepalanya di dadaku, saat kami duduk berdua di ruang tamu.


Soalnya saat itu setelah kami memutuskan rencana soal acara pernikahan, pak anung dan juga bu hani langsung pergi keluar rumah. katanya sih mau ke rumah pak RT mau minta izin mengadakan acara, mereka juga mau ke rumah mas endang si koki handal di perkampungan itu. agar nanti mau masak dan menjadi koki sehari, di acara pernikahan anjani.


"Ya sayang, lagian mana bisa sih aku menolak keinginan kamu yang seperti tadi."balas devin sambil mengusap lembut dan mencium rambut anjani yang sangat wangi sekali.


*****


Hari bahagia pun tinggal menunggu hari besok, dirumah anjani saat ini sudah banyak sekali tetangga yang berdatangan ke rumahnya. dari para bapak-bapak dan ada anak mudanya juga, mereka saling membantu bergotong royong. memasang bambu dan terpal biru, untuk dibikin tenda dan dijadikan dapur darurat.


Soalnya rumah anjani dapurnya kan kecil, jadi mana muat untuk orang banyak yang akan membantu memasak nantinya. makanya mereka menyuruh orang mendirikan tenda dibelakang rumahnya, untungnya masih ada tanah lowong nan luas disana.


Selain itu dekor perlengkapan pengantin juga sudah tiba, kemudian mulai di pasang di halaman rumah anjani. di dalam rumahnya juga sudah banyak ibu-ibu tetangga yang sedang asik membuat kue jajanan pasar, ada juga yang sedang sibuk mengolah daging sapi, ayam dan ada juga yang sedang menyiangi berbagai macam sayuran untuk persiapan besok.


Anjani yang sedari tadi bosen dikamar terus, karena dilarang ibunya kemana-mana katanya lagi di pingit gitu. ia pun mulai melangkah keluar kamar menghampiri ibu-ibu yang sedang bercengkrama sambil bergosip ria, sambil sesekali tangan-tangan mereka juga bekerja. membungkus kue berbahan dasar tepung beras ketan yang diisikan irisan pisang ke dalamnya, lalu langsung dibungkus daun pisang juga.

__ADS_1


"Eh, Jangan neng geulis! biarin ibu amih dan yang lain saja yang mengerjakan ini, calon manten mah cukup duduk manis dan nyantai aja dikamar. apa gak kamu luluran dan minum jamu gitu Jan, biar makin mantap dan dahsyat nanti pas malam pertamanya."ucap ibu amih sambil terkekeh seraya merebut pelan daun pisang dari tanganku.


"Iya bener Jan, mendingan kamu perawatan. ke salon ke gitu misalnya, biar nambah cetar saat pernikahan mu nanti. seperti mbak yang satu itu tuh selalu cetar setiap hari."timpal ibu Ika sembari terkekeh menunjuk mbak Melani yang baru saja datang ke rumahku.


Mbak Melani itu loh namanya, tetangga ku yang paling disorot oleh para ibu-ibu disini. karena dandanan nya itu yang super medok dan menor, selain itu dia juga selalu berpakaian nyentrik terus persis artis dangdut kampung yang mau manggung aja di acara hajatan.


"Lah anjani mah gak dandan kaya gitu juga wis cantik, ayu, asli tanpa bahan tambahan." Ndak dandan menor juga wis cetar, apalagi dandan menor Yo nambah menjelegar ae."cetus Bu Slamet dengan logat bahasa jawa yang kental.


Anjani hanya bisa geleng-geleng kepala dan tersenyum kecil, mendengarkan ocehan para ibu-ibu tetangganya. sambil sesekali ia mencoba belajar membungkus kue yang suka di sebut papais kalau ditempat ku, namun selalu bolong dan robek terus daunnya.


Sebenarnya anjani tadi mau kembali ke kamarnya lagi, tapi sayang kamar anjani sedang di dekor dan di tata rapih untuk malam pengantin nya nanti dengan devin


"Eh, ngomong-ngomong, ganteng, keren dan macho juga ya gaess calon anjani. aku jadi kesemsem deh liatnya sampai ngebayangin gitu, pengen jadi pengantin nya."celoteh mbak melani manja dengan gaya-gaya alay nya.


"Husss!! sembarangan kamu kalau ngomong, itu calon laki orang mel. kalau kamu mau cari yang masih single, naloh tuh ada anjani loh ngeliatin." ucap Bu Maya sambil melirik ke arahku, lalu mbak Melani pun terlihat kikuk dan menggerutu pelan. mungkin merasa malu atas ucapan nya barusan, dikiranya aku tadi tidak ada disana dan mendengar celotehannya.


*****


"Jan..Jan...aku ini kurang apa sih, padahal aku kan sudah transformers jadi Lee Jong-suk. kenapa sih kamu masih gak tertarik juga sama aku, malahan kamu milih si cunguk asem itu. padahal kan dia ada hubungan mesra dengan bosku, si boneka anabel nyeremin."


piyon bersungut-sungut di dalam kamarnya, sambil mandangi foto lusuh bergambar anjani dengannya saat di kampung nya dulu.


"Oh ya ngomong-ngomong, non anabel kan orangnya itu nekat banget. waktu itu aja dia sempat mau nyelakain cewe yang naksir devin, terus dia juga mau ngedukunin devin, tapi sayangnya gagal sih."ujar piyon nyengir lalu mengingat kejadian waktu itu.


****

__ADS_1


#Flashback spageti bolognese#


Pagi itu kebetulan piyon sudah bersiap-siap untuk pulang, soalnya semalaman ia habis berjaga di rumahnya anabel. saat piyon hendak meminta izin pulang, ia melihat anabel sedang sibuk membuat makanan berbahan dasar mie.


Awalnya piyon ingin langsung menghampiri anabel, karena dia sudah gak sabar ingin cepat pulang dan langsung mampir ke warung Bu hani, untuk bertemu dengan pujaan hatinya. siapa lagi kalau bukan anjani, gadis yang sedari dulu sudah membuat hati dan hidupnya menjadi lebih bersemangat. namun saat piyon melihat anabel sedang ngoceh gak jelas, sambil dia jingkrak jingkrak, piyon pun menunda langkah nya untuk menghampiri anabel.


Piyon juga bersembunyi di balik dinding dapur anabel, bahkan piyon dengan isengnya malah merekam kelakuan bos nya yang super aneh. sambil tertawa tertahan, karena gak kuat melihat tingkahnya. piyon sempat terkejut sesaat saat anabel memasukan cairan kuning di dalam botol kecil kemakanan itu, sambil ia menyebut nyebut nama devin. seperti nya ia ingin menguna-gunai devin, lalu cairan itu aku baru ingat itu pemberian si dukun cebol itu.


Ternyata aku baru menyadari cowok yang anabel akan dukuni itu devin, makanya ia sampai nekat datang ke hutan menyeramkan itu, untuk menemui dukun cebol dan rumahnya yang sangat horor dan menyeramkan.


Sebenarnya aku heran, bukan kah devin dan anabel ada hubungan mesra. kenapa juga harus di dukunin biar devin tergila gila padanya, eh ternyata setelah ku cari tahu dengan bertanya pada si maman pea yang saat itu baru saja datang. untuk menggantikan tugasku berjaga dirumah anabel. kebetulan juga, Maman itu jauh lebih lama bekerja dengan non anabel.


Ternyata dulu itu devin dijodohkan oleh ayahnya dengan anabel, dikarenakan pak Sobri dan pak Handoko itu teman akrab dan juga rekan bisnis. awal diperkenalkan dengan devin, anabel langsung jatuh hati dan terpesona. namun tak sebaliknya dengan devin, ia sama sekali tak menyukai anabel. apalagi sifatnya yang manja dan kadang-kadang, terlihat seperti monster menyeramkan kalau lagi marah.


Devin menolak perjodohan itu karena ia merasa sudah menemukan dan mencintai wanita lain, sampai-sampai ia setiap hari selalu berdebat dan bermusuhan dengan ayahnya, karena bersikeras menolak perjodohan itu.


Sampai akhirnya devin hilang kewarasannya, namun anabel tetap selalu setia menjaga, merawat dan mengurusnya. ia setiap hari selalu datang ke rumah sakit jiwa, menjenguk devin. tapi saat devin sadar dari kewarasannya, bukan anabel lah wanita pertama yang dicarinya tapi wanita lain. sehingga membuat anabel kesal dan selalu mencoba berbagai cara, untuk menaklukkan hati devin termasuk ngedukunin.


Sebenarnya piyon bahagia banget sih kalau anabel mendukuni devin, jadi dia gak punya saingan untuk mendapatkan hati anjani. namun di sisi hati baiknya yang lain, dia juga gak mau saingannya itu menderita nantinya kalau beneran ia bersama anabel.


Setelah bertanya kepada maman, piyon kembali mengintip anabel yang masih sibuk di dapur nya dengan mie panas di sebuah kotak. untungnya anabel saat itu seperti hendak ke toilet, sejurus kemudian piyon mempunyai ide brilian, untuk menyelamatkan saingannya itu dari cengkeraman boneka hidup alias anabel.


"Tenang nyuk, gue gak akan biarin loe dijahatin si boneka hidup itu. soalnya kalau lu ama dia, gue gak ada saingan berantem lagi deh ngerebutin anjani."gumam piyon lalu berlari secepatnya ke arah dapur anabel.


Lalu piyon segera menumpahkan spagheti di kotak yang akan diberikan ke devin, ke dalam wadah lainnya. lalu ia mengelap kotak tersebut dengan tissue, dan memasukan spagheti yang masih tersisa di wajan ke kotak tersebut. untungnya anabel gak ngeh sama spagheti nya yang sudah ditukar, setelah keluar dari toilet ia langsung menutup kotaknya dan memasukan ke dalam paper bag lalu ngacir pergi.

__ADS_1


*****


Bersambung....


__ADS_2