
Bab 30
Malam itu sapei kebetulan sedang melintas di dterminal bayangan, awalnya ia berniat ingin pulang ke rumahnya. dikarenakan ia sudah sangat capek dan lelah narik sampe jam tiga pagi, tapi dari kejauhan ia melihat di terminal bayangan ada dua sosok manusia yang terkapar.
Karena merasa penasaran, sapei pun langsung melajukan mobilnya dan mulai memasuki area terminal bayangan. sesampainya di sana, ternyata ia malah mendapati ke dua teman seprofesinya, yang sudah terkapar bersimbah darah.
"Innalilahi...!! Jojo...!!" pekik sapei yang mendapati Jojo sudah tidak bernyawa.
Kondisi mayat Jojo kala itu begitu sangat mengenaskan, matanya melotot dan lidahnya juga menjulur keluar. ditambah lagi batang pusakanya terlihat buntung, hanya tersisa kedua telurnya saja yang menggantung di tempatnya dengan dilumuri darah yang sudah mengering.
Tak begitu jauh dari tempat mayat Jojo tergeletak, sapei mendapati juga tubuh feri yang tengkurap diatas sebuah meja kayu yang hancur. ternyata feri masih bernafas, cuma kondisinya saja kritis. sapei pun segera memanggil bantuan untuk menolong kedua temannya itu.
Tidak butuh waktu lama lagi, polisi dan warga pun mulai berdatangan ke terminal bayangan. lalu segera mengevakuasi jenazah Jojo. sedangkan feri langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, untuk mendapatkan pertolongan medis.
*****
🍂 Di malam sebelumnya....
Malam itu saat bu hani sedang tertidur, bu hani kembali bermimpi tentang anjani. tapi di mimpi itu ko anjani bisa ada dua. cuma perbedaannya, anjani yang satu ini perangainya sangat menyeramkan sekali. sedangkan yang satu lagi seperti anjani yang sebenarnya, hanya saja sosok anjani itu terus saja menangis dan meratap.
"Ibu... tong Jani bu..!! "Rintih pilunya.
Di saat bu hani mulai kebingungan, untuk memastikan anaknya yang mana. lantas sosok anjani yang menyeramkan, malah menyerang dan menghabisi anjani berwajah sedih tadi. kemudian anjani yang menyeramkan itu, malah langsung menyerang dan mencekik leher bu hani.
"Huh.. !! Huh...!! ternyata cuma mimpi saja toh."bu hani terbangun dari tidurnya sembari menghembuskan nafas besar.
Bu hani sempat melamun dan berfikir sesaat, atas mimpi yang barusan ia alami barusan. bu hani pun berpendapat, kalau mimpi itu adalah suatu petunjuk. lantas ia pun langsung membangunkan suaminya, yang sedang tertidur di sampingnya.
"Pak...!! Bangun pak..!! "Decit bu bani menggoyangkan tubuh suaminya dengan kencang agar terbangun.
__ADS_1
"Ada apa toh bu, bapak masih nguantuk banget nih.!!"Ujar pak anung sembari duduk dan mengucek-ngucek matanya.
"Antarkan ibu ke rumah den Devin pak...!! Sekarang..!! " Pinta Bu hani kepada suaminya yang masih terduduk.
Tapi pak anung tak menjawab dan diam saja, malahan matanya mulai terpejam lagi di saat ia duduk bersandar di ranjang.
"Hiiisss...malah tidur lagi, Hayo pak, buruan..!! belom saja pak anung menyahuti ucapan istrinya, tangannya sudah ditarik bu hani keluar rumah.
Akhirnya pak anung pun malah jatuh tersungkur ke tanah, saat bu hani menarik paksa tangan suaminya itu, yang masih dalam keadaan mengantuk berat.
Malam itu, bu hani dan pak anung pun mulai mengendap-endap masuk ke rumah Devin. karena sebenarnya bu hani masih sangat penasaran sekali, sama tas yang dilihatnya waktu itu. bu hani juga berfikir kalu devin telah menyembunyikan sesuatu tentang keberadaan anjani.
Walaupun waktu itu tas yang ia lihat sudah dibawa devin, tapi ia yakin tas itu masih berada dikamar devin. makanya bu hani ingin memastikannya saat ini juga, agar dirinya menjadi lebih tenang.
Bu hani dan pak anung pun mulai masuk melalui jendela samping rumah devin, kebetulan jendela itu tidak terkunci rapat. sepasang suami istri itu lantas masuk menuju kamar devin, pak anung hanya terdiam memperhatikan gelagat istrinya yang sedang mencari-cari sesuatu.
"Pak...!! Jangan bengong aja dong, bantuin ibu cari toh..!! "Cetus Bu Hani mengangetkan suaminya.
"Cari apa sajalah pak yang terlihat mencurigakan gitu!"timpal bu hani yang kala itu sudah berpindah dan mulai mengacak-acak lemari Devin.
Akhirnya apa yang bu hani cari, akhirnya ketemu juga. bu hani menemukan sebuah tas anjani lengkap dengan barang-barang yang dibawanya waktu itu. bu hani berhasil menemukan tas itu di dalam lemari kayu berisikan barang tak terpakai.
Dari situ bu hani mulai berfikir, mungkin telah terjadi sesuatu dengan anaknya. pasti devin juga ada sangkutannya dengan ini semua.
*****
Keesokan paginya bu hani langsung menemui mirah dirumah bapaknya, ia meminta kepada mirah alamat anjani bekerja di kota. Pastilah Mirah tau karena kan pekerjaan itu mirah yang kasih, lagian Mirah juga pernah bekerja disana.
Tanpa berfikir lama lagi, setelah bu hani menitipkan Jana ke ibunya kosim teman bermain Jana. Bu hani beserta pak anung pun, langsung meluncur ke alamat yang Mirah kasih kepadanya.
__ADS_1
Tapi sayang, sesampainya mereka dikota. rumah devin dalam keadaan sepi, terlihat dari luar saja gelap gulita rumahnya. mungkin penghuninya sudah pada tertidur, atau memangnya orangnya tidak ada di dalam rumah. soalnya waktu pak anung dan bu hani tiba disana, waktu sudah malam sekitar jam 08:00 nan.
Untungnya saat bu hani sedang dilanda kebingungan, ia bertemu dengan pak RT setempat. Bu hani pun langsung menanyakan tentang keberadaan Devin, bu hani juga menceritakan maksudnya jauh-jauh datang kerumah devin kepada pak RT setempat yang bernama RT Roni.
Awalnya pak RT Roni menyangkal kalau ada pembantu baru dirumah Devin, soalnya setelah mirah berhenti bekerja untuk menikah. di rumah devin, tidak ada pembantu yang bekerja lagi disana.
Bu hani yang saat itu kekeh sampai berdebat dengan pak RT, akhirnya pak RT Roni mengalah. Lantas ia memberi tahu kalau devin mempunyai rumah lagi selain disini, lalu pak RT Roni pun memberikan alamat rumah Devin yang satu lagi kepada sepasang suami-isteri itu.
Karena bu hani dan pak anung tidak hafal jalan dikota, saat itu kebetulan juga keponakan nya pak RT Roni yang bernama Hafidz muncul. Kebetulan nya lagi, hafidz juga mau pulang ke rumahnya yang gak begitu jauh dari alamat tersebut. Lantas hafidz pun berbaik hati dengan mengantarkan bu Hani dan pak anung.
Tapi sesampainya di depan rumah besar devin, Hafidz yang ternyata seorang ustadz itu. merasakan hawa gaib yang begitu jahat, yang berada di dalam rumah tersebut. Jadi ia memutuskan untuk mengantar suami istri itu sampai ke dalam rumah, tapi sebelum masuk ke dalam. hafidz mengambil sebotol air zamzam dulu di dalam mobilnya, yang sudah di do'akan sebelumnya.
Saat pak anung, bu hani dan juga ustadz hafidz memasuki rumah besar Devin. mereka juga sempat di hadang dan berdebat dulu dengan penjaga rumah itu. dikarenakan penjaga itu takut, kalau bosnya itu akan marah besar kepadanya. kalau dia mengizinkan orang lain yang berani masuk ke dalam rumah besarnya.
Setelah ustadz hafidz membaca kan doa, lalu mengusapkan ke wajah penjaga itu. akhirnya penjaga itu langsung menurut dan mengizinkan mereka semua untuk segera masuk ke dalam rumah besar.
Sesampainya di lantai atas tepatnya di dalam ruangan kamar, pemandangan yang tak menyenangkan terlihat disana. sosok iblis yang menyerupai anjani, sedang mencekik leher piyon.
*****
"Begitulah piyon ceritanya...!! Kamu gak papa kan? "Ucap pak anung sembari membangunkan piyon.
Saat itu bu hani tiada henti-hentinya menangisi tubuh anjani, yang sudah tidak bernyawa lagi. ditambah lagi penuturan piyon yang mengatakan kalau sebenarnya anjani sudah meninggal lima bulan yang lalu. bu hani pun makin menjadi menangis dan meratapi nasib anaknya.
Huaaaa....Huhu....huhuhu...Jani....!!!
****
Bersambung......
__ADS_1
Salam penasaran selalu.....🌹🌹🌹