
Bab 25
"Dek..!! kamu kenapa, ko nangis begitu? apa kamu habis di ganggu arwah itu lagi?"tanya devin seraya mengusap air mata adiknya, lalu membangunkan mitha yang masih terduduk dilantai.
"Kenapa kakak jadi seperti ini ka."ucap batin Mitha menangis sedih.
"Emhh, aku gak nangis ko ka! tadi itu, aku kepleset terus jatuh kebentur lantai. sampe pantat aku berasa ngilu begini, makanya aku ngeluarin air mata karena nahan rasa sakit"jawabnya berbohong.
"Oh... gitu. makanya kalau jalan hati-hati dek..!! ya sudah, kaka bantu kamu kembali ke kamar ya."kata devin yang langsung memapah Mitha kembali ke kamarnya.
Setelah devin mengantarkan mitha untuk kembali ke kamarnya, mitha pun mulai memikirkan gimana caranya, agar ia bisa mengetahui kakanya itu menyembunyikan jenazah anjani dimana.
****
Piyon yang masih saja terkurung diruang bawah tanah rumah besar itu, masih tetap berputar-putar berusaha mencari jalan masuk ke rumah itu. karena ia masih sangat penasaran sekali, sama sesuatu yang berada di dalam sana.
Sosok lelaki muda dengan mengendarai motor king dan berjaket kulit, serta memakai topi pet warna coklat. yang mengikuti devin dari desa sampai ke kota, sebenernya lelaki muda itu adalah piyon.
karena ia mencurigai sekali devin, kalau ada kaitannya dengan kematian anjani.
Malam itu, sebenarnya piyon berangkat menuju ke rumah juragan sobri. kalau dia berniat ingin mengembalikan kunci mobil pick up, yang belum ia kembalikan selesai mengantarkan kirimannya ke kota. selain itu piyon juga ingin berbicara ke juragan sobri, kalau dia ingin berhenti bekerja.
Tapi sayangnya, sesampainya di sana, juragan sobri tidak ada dirumahnya. yang bikin piyon sangat terkejut, ternyata devin adalah anak dari juragan sobri.
Akhirnya devin dan piyon pun terlibat dalam perbincangan seru, tapi kini sebagai seorang sahabat. devin pun memberitahu piyon agar tidak usah berhenti bekerja, karena sayang dari pada ia jadi pengangguran. kata devin saat itu.
Saat itu devin yang berniat membuatkan kopi untuk piyon malah celaka, ia tersiram air panas karena teko air mendidih yang dipegangnya terlepas dari tangannya. Devin juga tak sengaja menyenggol gelas kopi disampingnya, lalu gelas kopi itu pun pecah dan terinjak oleh kakinya.
Piyon yang mendengar keributan di dapur langsung melihat, kala itu devin sedang kesakitan membuat ia tidak bisa berjalan. piyon pun memapahnya ke ruang tengah, serta membantu mengobati luka yang ada ditangan dan kaki Devin.
__ADS_1
"Vin dimana kotak P3K nya, aku mau obatin luka di tangan dan kaki mu. kalau gak buru di obatin, bisa infeksi nanti."kata piyon sambil menunjuk luka bakar dan luka sobek di tangan dan kaki devin.
"Kotak P3K nya ada di kamar ku, yon, di dalam laci.!!"Jawab nya singkat sambil meringis-ringis menahan sakit.
"Ya sudah, aku ijin mengambilnya di kamar mu ya, Dev." balas piyon yang dijawab anggukan oleh devin.
Piyon pun ke kamar Devin bermaksud mengambil kotak P3K, tapi pandangan matanya malah menuju ke sebuah tas berwarna merah garis-garis.
Di dalam kamar devin, piyon menemukan sebuah tas yang mirip dengan tas anjani. rasa penasaran yang memburunya mulai memeriksa tas itu, saat tas itu dibuka, dia menemukan dompet anjani beserta barang-barang milik anjani juga.
Seketika piyon langsung tersulut amarah, ia mulai mengepalkan kedua tangannya bermaksud ingin menghajar Devin.
Tapi, sekejap saja langsung ia urungkan niat itu. kalau saja ia terbawa emosi dan menanyakan paksa, Devin mungkin tak akan mau mengakuinya. malahan ia akan terkena masalah besar karena Devin kan orang kaya dan berduit. akhirnya piyon pun berpura-pura, seolah ia tidak tahu apa-apa. piyon pun mulai menyelidiki sendiri, ada hubungan apa anjani dan dia.
"Yon..!! gimana, ada gak kotak P3K nya disana."Teriak devin dari ruang tengah.
"E..e.. ada nih baru ketemu, dev."Jawabnya langsung keluar dan menunjukkan nya.
Devin pun langsung mengangkat telfon itu, sambil menjauh dari piyon. karena piyon mulai merasa penasaran, dia pun mencoba untuk menguping pembicaraan devin dengan orang yang berada di seberang telefon nya. Dia mendengar, kalau besok Devin akan pergi ke kota. piyon pun langsung merencanakan, agar besok ia harus mengikuti Devin ke kota.
*****
Saat piyon sedang mencari-cari jalan keluar, terdengar bunyi derap langkah kaki dari atas langit-langit atap rumah itu. tak berapa lama atap pun bergetar, diiringi suara sebuah tangga berlipat yang jatuh akibat di turunkan ke bawah. lalu terlihat sosok laki-laki tua berbadan bongkok, mulai berjalan menuruni anak tangga itu.
Piyon segera bersembunyi dibalik drum besar, saat pria tua itu mulai menuruni anak tangga. pria tua itu juga membawa sebuah kantong plastik besar, entah itu berisikan apa. ia juga menuju kebelakang rumah besar itu, karena penasaran piyon pun langsung mengikutinya dari belakang.
Ternyata pria tua itu menuju ke sebuah altar yang tadi siang ia jumpai, sedangkan kantong plastik besar yang dibawanya. ternyata berisikan seekor ayam hitam, kepala kambing bandot dan sekantung bunga kantil dan bunga setaman.
Pria tua itu mulai menaruh kepala kambing bandot, bunga kantil beserta kembang tujuh rupa di dalam wadahnya masing-masing. setelah itu di taruh dan di tatanya diatas sebuah altar. pria tua itu juga menyalakan beberapa lilin, lalu mulai membakar kemenyan di dalam wadah.
__ADS_1
kemudian mulut keriputnya juga mulai komat-kamit membaca mantra, Lalu diambilnya ayam hitam yang dibawanya tadi. seketika langsung dipatahkan saja lehernya, sampai kepala ayam itu putus. lalu darah hitam dari ayam yang mati tadi, langsung ditampung ke dalam mangkuk keemasan yang terbuat dari Kuningan.
Asap tebal pun tiba-tiba muncul dan membentuk sesosok seorang gadis yang berwajah seram. sorot matanya tajam dan merah menyala, kelopak matanya juga menghitam seperti mata panda. lalu dari mulutnya yang menyeringai seram, mengeluarkan darah yang menghitam.
Sosok seorang gadis menyeramkan itu, mulai menyantap kepala kambing yang berada diatas altar. di belahnya kepala si kambing bandot dengan kuku-kuku tajamnya, di seruputnya juga isi otak si kambing. seolah sosok menyeramkan itu sedang meminum es teh manis. mata besar dari si kambing pun tak luput dilahapnya dengan rakus, seperti orang yang sedang kelaparan saja. serta darah ayam hitam yang berada di mangkuk tersebut, langsung diteguknya cepat.
"Anjani....!!!! " Pekik piyon yang sedang mengintip karena melihat sosok itu mirip sekali dengan anjani.
"Siapa itu...!! "Tukas si pria tua itu.
Pria tua itu pun melangkah menghampiri tempat piyon mengintip, piyon pun mulai ketakutan. karena ia bingung harus ngumpet dimana lagi. Langkah kaki dukun itu semakin dekat saja, tapi.....
Meoooonnnggg....GRRRRR.. GRRRRR
Dua ekor kucing yang tiba-tiba muncul loncat ke arah sosok arwah anjani, kucing itu menggeram dan mencoba mencakar sosok itu. namun sosok anjani yang menyeramkan, langsung memegang kedua kaki kucing tersebut dan langsung melemparkannya jauh. sehingga kedua kucing itu berlarian kabur ketakutan.
Alhasil karena suara gaduh dari kedua kucing tadi, dukun itu langsung kembali lagi ke altarnya. akhirnya piyon pun selamat dari dukun itu.
"Alhamdulillah....!! "Ucapnya sembari menghembuskan nafas besar dan mengusap dadanya.
Piyon tidak percaya apa yang dilihatnya tadi, sosok anjani yang baik hati dan penyayang itu. mana mungkin menjadi arwah yang kelakuannya seperti iblis kaya begitu. Lantas piyon langsung pergi meninggalkan pemandangan ngeri itu, ia mulai menaiki satu persatu anak tangga dan menuju naik ke atas sana.
"Kau sudah kenyang kan..!! sekarang lakukanlah tugasmu..!! "Titah Mbah Kardi ke sosok menyeramkan itu.
Sosok itu pun langsung menghilang.
****
Bersambung......
__ADS_1
Salam penasaran selalu....🌹🌹🌹