
Bab 54
Sampai suatu hari Romo mengetahui tentang semuanya, tentang dirinya yang sesungguhnya. pantas saja bapak dan ibunya itu selalu membedakan perlakuannya ke Romo, ternyata mereka itu bukan orangtua kandungan nya.
Atas kejadian hari itu, saat romo tak sengaja mendengar pembicaraan mereka. saat membicarakan tentang kematian seseorang, yang pak Sarwono tabrak dijalan.
****
Sore itu pak Sarwono beserta istrinya, mereka baru saja pulang dari Rumah Sakit untuk memeriksa kan kesuburan dirinya dan istrinya. karena hampir 7 tahun mereka menikah belum juga dikaruniai keturunan, makanya mereka berkonsultasi ke dokter agar secepatnya dikaruniai keturunan.
Tapi saat menuju arah jalan pulang tanpa sengaja dan diduga, saat mobil pak sarwono berbelok di sebuah tikungan yang tajam.
Tiba tiba dari arah yang berlawanan, mendadak ada sebuah mobil kijang berwarna hijau yang muncul. sehingga membuat mobil yang di kendarai pak Sarwono, hilang kendali dan menabrak mobil itu sampai mau masuk jurang.
JEGEERRR.... GUBRAAAKK
"Astagfirullah pak! bapak nabrak orang."pekik Bu asih terkejut.
"Iya buk, gimana ini buk! bapak gak mau di penjara, kalau sampai mereka meninggal."ujar pak sarwono ketakutan.
"Jangan bilang gitu toh pak, ibu juga gak mau kalau bapak di penjara. Hayo kita tengok dulu saja, mudah-mudahan saja orangnya masih hidup lalu kita tolong."Ucap buk asih.
Akhirnya sepasang suami-istri itu pun turun, melihat ke arah sebuah mobil yang sedikit lagi hampir masuk jurang. ternyata penumpang di dalam mobil tersebut sudah meninggal semua, yang berisi sepasang suami-isteri muda dan seorang anak laki-laki.
"Buk gimana ini, mereka meninggal."ujar pak sarwono lemas saat mendapati penumpang mobil yang di tabraknya meninggal.
"Bapak sih gak hati-hati tadi, terus ini gimana pak. kalau sampai ada yang lihat, bapak bisa dibawa ke kantor polisi."ujar Bu asih semakin panik dan ketakutan.
"Bapak juga gak mau buk dibawa ke kantor polisi! oh iya buk, gimana kalau kita jatuhkan saja mobil ini ke jurang. jadi orang-orang fikir mobil ini kecelakaan, lagian kan tidak ada yang melihatnya."ucap pak sarwono memberikan ide.
"Tapi pak, kan kasian mereka."bantah buk asih.
"Alah Bu perduli amat, lagian apa yang perlu dikasihani orang mereka sudah meninggal semua."hardik pak sarwono.
"Ya sudah, hayo bantu bapak mendorong mobil ini sampai jatuh."buk asih pun mengikuti.
"Huhuhuhuhu, mamah banun, mamah banun!"
__ADS_1
terdengar Isak tangis seorang anak laki-laki.
"Pak tunggu! anak kecil di dalam mobil itu masih hidup."pinta buk asih saat mendapati di dalam mobil tersebut ada seorang anak kecil laki-laki dalam keadaan hidup.
"Oh ya buk, Ternyata anak itu masih hidup."
"Gimana kalau kita rawat saja pak anak itu, lagian kita juga kan belum punya anak."ujar Bu asih memberikan usul.
"Ya sudah buk, bapak ambil dulu anak itu."
Pak sarwono pun mengambil anak itu, tapi saat ia berusaha mengambil anak itu dari pangkuan ibunya yang sudah meninggal. mendadak tangan ibunya itu memegangi lengan pak sarwono, sehingga membuat pak sarwono terkejut dan ketakutan.
"Tolong rawat dan jaga anak saya dengan baik!" ucap lirih perempuan itu.
"I..iiya, saya janji akan merawatnya, tolong lepaskan saya."ucap pak sarwono gugup dan melepaskan cengkraman tangan ibu itu.
"Nih buk pegang anak ini, aku akan mendorong mobilnya sendiri."ucap pak sarwono lalu mendorong mobil itu jatuh ke dalam jurang.
"Kurang ajar, brengsek kau Sarwono! ternyata kau penyebab aku kehilangan kedua orangtuaku! pantas saja selama ini kau tak pernah menyayangi ku, selalu memaki dan memukulku tanpa belas kasihan." batin Romo saat tak sengaja menguping pembicaraan kedua orang tua angkatnya.
Akhirnya semenjak kejadian itu, Romo menaruh kebencian kepada kedua orangtua angkatnya. apalagi saat ia mengetahui ibu dan bapak kandungnya meninggal, karena perbuatan tak bertanggung jawab bapak angkatnya itu.
****
"Iya Karto."ucap Ki Romo lalu bangkit dari jatuhnya tadi.
Mobil Karto pun melaju lalu disusul mobil ambulans dibelakangnya, untuk menuju desa Mekarsari memakamkan jenazah ibunya.
#Di rooftop Rumah Sakit Jiwa#
"Hey Cyin, lu nekat ya nakut-nakutin nenek tua itu sampe dia modyar. "ucap sosok Kuntilanak yang langsung duduk di samping anjani.
#Flashback anjani#
Saat anjani kembali ke ingatanya lagi, ia langsung menuju kamar mandi untuk menemui Kuntilanak yang waktu itu ia jumpai saat tiba di rumah sakit jiwa sehat waras.
Sebenarnya ia datang menemui Kuntilanak itu, agar mau membantunya melepaskan paku yang berada di kepalanya anjani. karena anjani tidak bisa melepaskan nya sendiri, makanya ia meminta bantuan kepada kuntilanak yesie. tapi sayangnya, Kuntilanak yesie juga tidak bisa karena paku itu sangat kuat tertancap.
__ADS_1
Akhirnya anjani pun merubah strategi nya, ia meminta bantuan Kuntilanak yesie. agar mau membantunya untuk menakut-nakuti, ibunya Karto dan juga Ki Romo. dengan cara anjani yang masih dalam wujud manusia, ia lalu masuk ke dalam ruangan buk asih yang kala itu sudah terbangun dari tidurnya.
Dari awal buk asih melihat anjani, ia memang sudah sangat ketakutan sekali. jadi anjani malah sengaja menambah ketakutan buk asih. dengan cara seolah-olah ia sedang mencabut paku dikepalanya, kemudian darah pun mengucur dengan derasnya dari bekas paku yang tercabut. buk asih pun makin menjerit-jerit, melihat kejadian menyeramkan dihadapannya.
Perlahan wajah anjani pun berubah menjadi sosok arwah yang menyeramkan, dengan mata yang bulat menghitam di keduanya. dengan darah yang mengalir deras membasahi kepala mengalir hingga ke kepipi dan bajunya, yang kini sudah berubah menjadi daster putih yang lusuh penuh dengan bercak darah.
Lalu jari-jari tangannya yang dipenuhi kuku-kuku yang menghitam, seakan hendak mencekik leher buk asih. karena ketakutan buk asih pun, langsung meregang nyawanya di tempatnya.
Sebenarnya yang berubah wujud menyeramkan itu mbak yesie, anjani hanya seolah mencabut paku dan sembunyi dibalik mbak yesie. lantas paku yang sama persis berada di kepala anjani, sengaja iya taruh di kolong ranjang buk asih.
Anjani berfikir pasti kalau Karto dan Ki Romo menemukannya, pasti mereka fikir anjani sudah jadi arwah kuntilanak kembali.
saat Ki Romo membacai mantra untuk memanggil anjani pun, lantas anjani mencoba menguatkan dirinya dibantu mbak yesie sampai Ki Romo nyerah dan berfikir anjani benar-benar sudah menjadi Kuntilanak kembali.
****
"Gak apalah, lagian tanpa aku takut-takutin juga nenek itu toh akan mati. karena memang sudah ajalnya dan waktunya." sahut anjani.
"Ternyata miris juga ya kehidupan elo cyin, dibanding hidup Eyke semasa hidup dulu."Kata Kuntilanak yang menamakan dirinya yesie.
"Ya begitulah, mbak yesie! setelah ini aku akan mencari kedua orangtuaku dan adik ku. aku juga akan memberikan pelajaran kepada Karto berengsek yang sudah membuat seluruh keluarga ku menderita. lalu aku akan membuat iya mengakui semua perbuatan kejinya, yang selalu ia limpahkan kepada ibu dan bapak ku."tutur anjani dengan tegas.
" tapi ingat! jangan suka gangguin orang waras lagi." ucap anjani sambil terkekeh.
"Kamu mah Cyin, kalau Eyke gak gangguin orang waras terus Eyke harus ganggu orang gila gitu. sama aja bodong, yang ada bukanya mereka takut, Eyke yang takut."sahut si Kunti.
"Ko bisa sih, masa mbak yesie yang takut sama orang gila?"ucap anjani bingung.
"Ya bisalah, namanya juga orang gila. pernah Eyke gangguin mereka bukanya ketakutan, malah Eyke dianiyaya end dikira badut. rambut, wajah and baju Eyke ditarik-tarik, iih serem tau."balas Kuntilanak yesie bergidik.
"Hahahaha, baru kali ini aku lihat Kuntilanak takut orang gila."ucap anjani terkekeh.
"Ah kamu mah Jan, ngeledek terus."
Saat anjani sedang serius mengobrol dengan mbak yesie si Kuntilanak rempong, ia melihat laki-laki yang berpapasan dengannya waktu itu. tapi kali ini laki-laki itu tidak seperti pasien RSJ, kali ini ia terlihat sangat keren dan tampan.
Laki-laki itu sedang berdiri sambil memandangi, indahnya negri ini dari atas rooftop.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa di Like, vote and komentar nya ya rieders smuanya....😊😊😊