Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 67


__ADS_3

Bab 67


Happy reading guys...😊😊😊


*****


"Sudah Cukup, HENTIKAN!"teriak anjani kepada devin dan piyon yang sedang bergulat.


Kedua pemuda itu pun seketika langsung menghentikan aksi duelnya, saat mendengar teriakkan dari anjani tadi. padahal sebelumnya pak anung dan bu hani juga sudah berteriak melerai mereka berdua, namun tak diperdulikan sedikit pun oleh keduanya.


"Kalian berdua apa-apaan sih, pake acara gulat segala! mau latihan jadi petinju gitu?"oceh anjani sambil menunjuk ke arah mereka.


"Jan! Cunguk satu ini tuh orang jahat, ngapain sih biarin dia dateng kesini. pasti si cunguk ini kesini tuh, ada maksud jahat dan terselubung lagi."tukas piyon sambil menoyor kepala devin.


"Kurang ajar lu Kriwil! ngatain gue kaya gitu."hardik devin sambil menarik rambut piyon.


"Woy, pleas dech! jangan pake tarik-tarik rambut gue segala dong, kaya cewek aja maennya tarik-tarik segala. asal Lo tau ya rambut gue ini tuh abis di rebonding dan perawatan tau, bisa berubah lagi nanti, kalau dipegang cowok macam lu, mana mahal lagi biayanya."


tukas piyon sembari merapikan rambutnya, yang kini sudah lurus dan di model spik ala-ala opah Korea gitu.


"Hahahaha, cowok apa banci sih Lo! direbonding sama perwatan segala, gak salah tuh. Eh, kalau emang udah Kriwil mah Kriwil aja, mau dirubah gimana pun juga tetep aja kriwil. lagian biaya cuma 100 ribu aja bilang mahal, tenang aja gua ganti 10 x lipat."sahut Devin.


"Emang Lo fikir banci sama cewek aja yang boleh perawatan gitu, cowok juga boleh kali! Enak aja Lo bilang100 ribu, 1 juta coy biaya rebonding dan perawatan rambut gue biar bisa bagus kaya sekarang. ya sudah sini ganti 10x lipat, soalnya lu udah buat rambut gue lecet dan terkontaminasi virus."


balas piyon meledek sambil mengadahkan telapak tangannya kepada Devin untuk meminta ganti rugi.


"Enak aja, emang lu fikir gue bakteri apa terkontaminasi! nanti lah gue bayarnya, kalau gue udah balik lagi ke kota. soalnya saat ini gue gak bawa duit banyak, duit gue kan gue taro di bank. maklumlah orang kaya gitu!"


ucap Devin berlaga sambil mengangkat kerah bajunya dan mengkrenyitkan bahunya.

__ADS_1


"Alah belagu lu! gaya lu kaya anak-anak alay, yang suka nongkrong di pinggiran jalan di kota."balas piyon.


"Sudah, sudah, gak usah diperpanjang lagi, karena bukan KTP atau SIM! hayo semuanya pada masuk dulu ke dalam, kita bicarakan nanti semuanya di sana. lagian gak enak juga kalau sampai dilihat orang banyak, malu."titah pak anung lalu diikuti oleh keduanya.


Saat memasuki pintu rumah pak anung pun, kedua pemuda TAMCHO (tampan dan macho) itu saling beradu sikut. mereka berebutan masuk tak ada yang mau mengalah, sampai akhirnya anjani menjewer telinga keduanya, barulah salah satu dari mereka mengalah.


Setelah devin selesai bersih-bersih tubuhnya yang kotor, saat itu devin juga dipinjami baju bekas pak anung saat masih pemuda dulu. karena baju yang ia kenakan sebelumnya, sudah sangat kotor dan dekil sekali.


kini pemuda tamvan, putih, tinggi dan juga macho itu sudah terlihat bersih dan berkilau. Devin pun ikut bergabung bersama keluarga pak anung dan piyon, yang sedari tadi sudah menunggunya duduk diruang tamu.


"Devin, persis ya buk kaya bapak waktu masih muda dulu."Ganteng dan Macho"."ucap lirih pak anung menyamakan dirinya dengan Devin.


"Iya pak, suamiku tersayang ini malah jauh lebih ganteng lagi."sahut Bu hani pelan memuji suaminya dengan mencubit kedua pipinya.


"Ehem, ibu bapak. apa-apaan sih!"


tegur anjani, saat melihat kelakuan mesra kedua orangtuanya.


"Mas Piyon! Devin itu baik ko, dia juga udah bantuin aku waktu aku kesasar dikota saat diajak Karto dan juga Ki romo. dia juga kesini karena mencari aku, soalnya waktu itu aku tinggalin dia ditengah jalan karena mobilnya mogok."bela anjani.


"Tuh dengerkan! apa yang sudah dibilang anjani."sahut devin menegaskan.


"Tapi Jan, dia itu orang jahat! dia adalah teman dari orang-orang yang sudah melecehkan dan membunuh kamu. dia juga dengan teganya dan tanpa rasa bersalah, udah tega nyembunyiin jenazah kamu dulu dari orangtuamu."ujar piyon menuturkan kekesalannya.


Anjani yang mendengarnya langsung meneteskan bulir-bulir bening di sudut netranya, seolah masa lalunya yang dulu hancur dan sudah terkubur dalam, kini terbuka kembali karena penuturan piyon barusan.


"Ibu!"anjani langsung memeluk ibunya dan menangis tersedu sedu.


"Sudah Nak piyon, tidak usah dilanjutkan lagi kasihan anjani. masa lalu ya sudah berlalu, kini kita jalani saja masa yang sekarang. mungkin dulu devin mempunyai alasan, kenapa ia seperti itu kepada anjani. lagian bukan kah devin sudah mendapatkan hukuman nya, atas segala perbuatannya dulu ."ucap pak anung menghentikan perdebatan mereka.

__ADS_1


"Iya pak! saya memang sudah mendapatkan hukuman yang setimpal, setelah kejadian dulu. nyawa adik kesayangan saya sampai melayang, lalu saya depresi dan hilang akal sehat hampir 2 tahun lamanya."balas devin bersedih.


"Alah akting aja lu! lu pura-pura kan, biar di maafin dan dikasihani."bisik piyon.


"Piyon!" ucap pak anung meliriknya.


"Iya pak!" ucap piyon datar.


"Maafin perbuatan saya dulu ya, pak anung Bu Hani, dan kau Jan! sebenarnya dulu saya lakukan itu semua, karena saya naksir kamu anjani. saya gak terima anjani pergi secepat itu, padahal saya belum mengutarakan maksud dan perasaan saya."ungkap devin.


"Tapi saat saya gila kemarin! saya langsung sembuh dan sadar itu semua karena kehadiran anjani, mungkin karena rasa cinta saya masih terpendam kepadanya jadi saat anjani tak sengaja muncul kembali kehadapan saya, jadi saya langsung dinyatakan sembuh deh.


"Jujur sampai saat ini, saya masih suka dan sayang pada anjani pak anung."tutur devin menjelaskan semuanya.


Anjani yang saat itu mendengarnya langsung tersipu malu, ia tak kuat kalau harus menatap pemuda yang kini sedang memandangi nya yang berharap cintanya dibalas. ia juga tak pernah menyangka pemuda itu sungguh berani sekali, mengutarakan perasaannya di hadapan piyon dan kedua orangtuanya.


Setelah mendengar semua penuturan dari Devin, kalau ia sangat mencintai sekali anjani. awalnya piyon tak terima atas semuanya itu, lalu piyon mengajak Devin berduel lagi.


tapi anjani langsung melerai dan menjelaskan kepada mereka berduaia, kalau ia belum bisa menerima cinta dari siapapun. akhirnya piyon pun lega mendengarnya, lalu mereka juga berdamai, dan berjanji akan bersaing secara sehat untuk mendapatkan hatinya anjani.


****


Di sebuah ruangan besar dengan berisikan lengkap peralatan kantor, seorang wanita berbadan tinggi semampai, bodynya aduhai, dengan rambut panjang sepinggang dan bibir yang merah merona. kini ia sedang marah, kesal dan meracau, sambil memandangi sebuah foto berbingkai yang berada di atas meja ruangan tersebut.


"Bisa-bisanya kau pergi tanpa memberitahu ku Devin, padahal waktu itu aku dan juga kedua orangtuaku sudah menunggu kedatangan mu. tapi kau malah lenyap dan tak ada kabar certinya lagi, hingga sekarang ini.


"Pergi kemana sih kamu? apa kamu tau kalau aku khawatir sekali Devin, aku juga sangat mencintaimu dan takut sekali kehilangan mu."racau wanita tadi.


*****

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2